
Esok nya, suasana ruang tempat berkumpul para Bangsawan menjadi suram. Tak beberapa yang menghela nafas karena masalah yang di hadapi. Bahkan Charles dan Deon yang selalu bertengkar kini duduk berhadapan seolah tidak peduli satu sama lain.
"Ehem, Baginda... saya menyarankan kompetisi menjadi Putra Mahkota harus di hentikan secara sementara terlebih dahulu"
"Hahahaha, tentu saja Count. Menurut mu kita semua sedang memikirkan apa?"
Count hanya diam dan kembali duduk di kursi nya. Baginda membuka suaranya dengan nada yang berat.
"Menurut kalian, apakah pendeta bisa menyelesaikan masalah ini?"
Tanya Baginda terhadap beberapa orang di sana. Charles mengangkat tangan nya.
"Saya setuju saja, tetapi apakah anda yakin jika makhluk itu betulan hidup? Atau jangan- jangan hanya buatan?" ~Charles
"Kenapa tidak? Toh tidak ada salah nya mencoba" ~Deon
"Terserah anda saja, saya hanya memberi pendapat" ~Chales
Dan... tidak ada yang boleh merusak kekuatan ku. Aku tidak ingin kekuatan gelap ini ternodai hanya karena sekumpulan orang- orang Pendeta sekalipun. *pikir Charles
"Viscount Benedicte, aku serahkan tugas pendeta padamu"
"Anda dapat mempercayai saya Baginda" *membungkuk
Baginda melihat sekeliling seperti mencari sesuatu. Nampak kursi Duke kosong tanpa pemilik nya.
Astaga, dia tidak bercanda dengan omongan nya. Duke meminta izin agar ia diperbolehkan cuti 1 hari khusus untuk putri nya. Sifat dingin dan gila kerja akhirnya dapat di runtuhkan oleh Eira.
Pikir Baginda Raja menahan senyuman nya.
Namun sedari tadi Deon hanya diam, tidak biasanya dia seperti itu.
"Data soal kerugian dari makhluk aneh itu lumayan besar.Walaupun para rakyat hanya terluka kecil dan tidak ada korban jiwa, namun tidak menutup kemungkinan rumah dan sekitarnya menjadi hangus tidak tersisa"
Ucap Marquess Fedelian kepada Baginda Raja.
"Itu mudah, yang penting mereka selamat. Aku berpikir untuk meningkatkan keamanan di sekitar rumah penduduk. Dan juga sebisa mungkin kita harus mengetahui makhluk apa itu dan apa kelemahannya. Makhluk mitos yang bahkan di anggap legenda, tak mungkin datang tanpa ada sebab"
Ucap Baginda Raja kepada seluruh orang yang ada di sana. Saat Raja mengatakannya, entah kenapa terlihat sisi tegas dan menakutkan di wajahnya. Semua Bangsawan terdiam, Raja yang murah senyum dapat berubah menyeramkan jika ada sesuatu yang terjadi oleh negaranya.
"Ehem...keluarga Benedicte akan memberikan sumbangan untuk memperbaiki rumah dan perabotan lainnya. Walau sedikit ini akan berguna"
"Hahaha, seperti biasa ya Viscount, kau sangat cekatan"
"Terima kasih Baginda, ini bukan apa- apa"
Haah, mulai lagi Bangsawan yang ingin cari muka ke Tuan nya. Ini sebabnya aku membenci mereka, menjijikan.
Pikir Charles memutar bola mata nya karena bosan.
.......
.......
.......
Kediaman Duke Victoria...
"Apakah kau sudah mengerti?" ~Duke
"Iya ayah"
Duke mengomeli ku sejak kemarin bertepatan saat aku pulang ke rumah. Dan yah... hari ini dia terus mengomel memberi ku banyak nasihat. Aku senang sih saat ini sifat Duke tidak terlalu dingin, berbeda saat pertama kali masuk ke dunia ini. Tetapi... ini terlalu berlebihan.
Eira merasa terbebani dalam situasi ini.
"Eira, kau mendengarkan kan?"
"Iya ayah"
"Coba ulangi apa saja yang ayah ucap kan tadi"
Ucap Duke menyilangkan tangan di depan dada dan menatap Eira dengan tajam. Menunggu jawaban dari putri nya.
Ugh, eem tadi apa ya aku agak lupa... aakkhhh ini bukan soal dadakan kan!? *terbebani
.......
.......
Flashback
Eira yang baru keluar membersihkan noda darah Cerberus di mantel nya. Tak sesekali ia termengung memikirkan hal lain. Tanpa ia sadari, mantel nya sudah bersih dan siap untuk di bersihkan.
" Yak, bersih seperti baru "
Tak lama...
...BRAKK!...
Bufff, apakah orang di rumah ini tidak bisa membuka pintu secara normal!?
"N..nona" *terengah
"Bernafas lah yang benar Emma"
Eira segera menjatuhkan mantel nya dan berusaha menyembunyikan nya di bawah tempat tidur.
" Nona, anda tadi pergi sendiri ya? "
__ADS_1
Ucap Emma menunjuk Eira dengan tatapan mengintimidasi.
"A..apa maksud mu? Dari tadi aku ada di kamar tuh, pergi kemana?" *mengelak
"Ada yang melihat Nona saat di pusat kota, dan lebih parah nya saat ada monster berkeliaran di sana. Mendengar nya saja sudah membuat merinding, dan... apakah Nona benar- benar di kamar?" *curiga
"T..tentu saja"
Eira mengalihkan pandangannya, mencoba berpura- pura tidak tau.
"Ngomong- ngomong, darimana kau tau aku ada di luar? Sedangkan aku masih ada di kamar"
Tanya Eira ke pelayan nya Emma.
"Dari sir Abel dan sir Bert"
Bel dan Bert? Jika di ingat- ingat...
" Abel si rambut berantakan? Bert si badan besar? " ~Eira
"Saya tidak tau anda bisa dapat panggilan itu dari siapa, tetapi memang benar Nona"
Yak, mari temui mereka! Aku keluar dari kamar ku, namun kata- kata Emma membuatku berhenti mendadak.
"Jika anda mencari mereka, mereka sedang ada di ruang kerja Duke"
Ugh, kenapa timing nya tidak pas.
"Em, apakah kau tau kapan mereka kembali"
"Maaf, saya juga tidak tau Nona"
Yah percuma tanya Emma. Hm, mending aku ke ruang kerja Duke dan menunggu mereka dari luar. Bert dan Abel, kutandai kalian✨
.......
.......
.......
Sesampainya...
Belum juga Eira ada di ruang kerja Duke, ia melihat 2 orang keluar dari ruangan tersebut. Spontan gadis berambut putih bermata merah padam itu bersembunyi di balik dinding yang ada.
" Kami mohon pamit Tuan Duke "
Mereka menutup pintu secara perlahan. Pria dengan rambut merah berantakan dan pria berpostur tubuh besar dengan rambut pirang nya.
Ketemu kalian, tapi apakah mereka baru saja bertemu dengan ayah? Ku harap mereka tidak menceritakan jika aku keluar dari kediaman Duke.
" Hoaam, aku mengantuk "
" Tidurlah, toh kau bekerja di malam hari. Salah siapa kau ikut aku "
Ucap Abel memukul pundak besar Bert dengan keras.
" Yah aku tidak bisa menolak makanan lezat, hoaam sepertinya aku harus kembali "
Bert mulai meninggalkan teman nya dan berniat untuk pulang ke tempat beristirahatan kediaman Victoria, tepat di sebelah pelatihan kesatria ada tempat penginapan. Sesuai namanya prajurit, penjaga, atau kesatria bisa beristirahat di tempat ini.
"Dasar keledai"
Abel berjalan berniat melakukan tugas nya. Namun dengan sigap Eira yang bersembunyi di balik dinding menarik Abel dan membawa nya entah kemana. Entah bagaimana gadis biasa itu mampu menarik pria yang lebih besar dari nya.
"Abel kan?"
"Hmp?"
Ah aku lupa membuka mulutnya.
"Yah begitulah....tunggu Nona Eira?"
"Ya ya ini aku, langsung ke intinya saja ya jangan beritahu ayah kalian melihat ku di pusat kota! Kau dan juga Bert, mengerti?"
Ucap Eira dengan tatapan mengerikan.
"Ah yang di alun- alun betulan Nona ya? Em, saya tidak berhak menuruti anda 'kan?"
Mata Abel seperti seorang kakak mempermainkan adik nya.
"Aku Tuan mu" ~Eira
" Perintah Tuan Duke lebih tinggi daripada Nona Eira " ~Abel
Ugh, dia benar sih. Abel sangat keras kepala, baiklah tidak ada pilihan lain.
"50 koin emas!" ~Eira
"Setuju! Senang berbisnis dengan anda" ~Abel
Dengan sigap Abel mengambil sekantong penuh koin yang ada di tangan Eira.
Dasar mata duitan, tapi ehem untuk kali ini aku memberi ampunan karena urusan mendesak.
"Oh ya, ngomong- ngomong saat tadi aku menyeretmu kenapa kau hanya diam? Aku curiga kau bukan kesatria yang kuat" *goda
"Ah...anda tidak tau rencana saya Nona, jika orang itu betulan penyusup saya tinggal mengikuti dia kemanapun dia pergi. Saat di tempat sepi, baru saya berpuas diri dengan merobek- robek kulitnya. Penyusup selalu sembunyi di tempat sepi, tidak ada orang yang melihat jadi saya tidak perlu khawatir. Oh ya saya memberi tau ini karena anda majikan saya"
Ucap Abel dengan mata membara.
__ADS_1
"O...ke"
Kesatria kediaman Duke ada yang psikopat💧
"Ingatkan Bert untuk masalah ini"
"Baik, tidak masalah"
Abel memberikan wink kepada ku, menggelikan. Seketika tubuhmu merinding dengan sendirinya. Akhirnya kami berpisah di tengah jalan. Lumayan melegakan, setidaknya aku tidak di marahi oleh Duke.
Yah aku akan berjalan- jalan ketaman.
Namun tanpa sengaja aku bertemu dengan Bert di tengah jalan. Nampak sekali ia sedang menahan kantuk nya.
"Salam kepada Nona Eira"
Aku membalas salam nya dengan senyuman.
"Bert, sepertinya Abel memanggil mu" ~Eira
"Benarkah? Baiklah saya akan kesana. Terimakasih Nona" ~Bert
"Terimakasih kembali" ~Eira
Yak bagus, pergilah fufufu. Ehem, jaga sikap mu Eira di depan mu masih ada seseorang, jaga sikap mu.
"Aku akan pergi"
Ucap Eira kepada Bert, ia meninggalkan pria besar itu sambil menahan tawa nya. Namun tawa itu berhenti karena seseorang. Pelayan memanggil Eira dari belakang.
"Ya ada apa?"
"Tuan Duke memanggil anda"
Ucap pelayan itu sambil membungkuk.
Tidak ada masalah bukan? Aku berjalan mengikuti pelayan dari belakang. Sesampainya, tunggu... firasat ku tidak enak. Duke memandangi ku, tatapan nya begitu dalam.
"Nona kecil, sepertinya keluar tanpa bilang- bilang ya?"
Duke memberikan senyuman yang belum pernah Eira maupun Dian lihat. Eira hanya menelan ludah nya.
Tunggu, seharusnya Duke tidak tau! Hah, apa aku di tipu oleh Abel!? Mereka sudah memberi tau Duke dari awal!
"Bert memberi tau ku tadi, jelaskan Eira"
Ucap Duke kepada Eira yang kebingungan.
" ... "
ABELLL!! KEMBALIKAN KOIN EMAS KU!!💢
.......
.......
.......
Sedangkan di tempat Abel.
"Hastyyuu, brrrtt aku benci musim dingin"
Tak lama, Bert datang menemui Abel dan bertanya kepada nya.
"Kata Nona Eira kau memanggil ku?"
Ucap Bert dengan bingung.
"Benarkah? Tidak tuh"
Hari ini aku tidak bilang kepada Duke 'kan, hahaha tadi Nona sangat lucu. Dia bahkan tidak bertanya terlebih dahulu apakah kami berdua sudah memberi tau ke Tuan Duke atau belum. Dia Nona yang aneh dan ceroboh. *senyum
"Ngomong- ngomong, berapa banyak roti yang bisa kubeli dengan koin ini ya? Atau aku membeli daging mahal saja"
Mata Abel menunjukan betapa rakus nya dia.
.......
.......
.......
...B e r s a m b u n g...
...----------------...
Yeee update lebih awal dari yang dijanjikan, hehehe. Terima kasih yang sudah sabar menunggu kelanjutan novel ini ya, terima kasih atas pengertiannya💕
...----------------...
.......
.......
.......
...( Dukungan kalian \= Penyemangat Author❤️ )...
...B e r s a m b u n g...
__ADS_1