Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Peringatan Dalam Ucapan


__ADS_3

Lewis tertawa kecil saat mendengar ucapan Eira.


"Apakah ada yang lucu?" *tersinggung


"Tidak ada, saya terkesan dengan kegigihan anda saja "


Walau dia musuh, tetapi lumayan dapat informasi darinya. Kukira kabar ini hanya rumor belaka. Haah, mungkin beberapa menit lagi aku bisa mengusirnya.


Pikir Eira yang masih tidak memperdulikan Lewis.


Walau begitu, Frecia yang daritadi memperhatikan Eira selalu menatap waspada Lewis


.


.


.


"Tuan Lewis, saya sangat menanti-nanti 'kan kompetisi ini. Apakah mereka bisa membuktikan kemampuan dalam menyatukan kedua negara yang bermusuhan ini...atau hanya akan ada kekalahan yang menunggu mereka"


"Hahaha anda terlalu khawatir, namun jika itu benar...runtuhkan saja Kerajaan mereka dan ambil alih tanah mereka. 2 pilihan yang dapat di pilih, mendapatkan kemenangan atau mendapatkan kekuasaan baru?Charles berbeda dengan Deon, putra ku akan mendapatkan apa yang ia inginkan"


Aku terdiam membisu, perkataan demi perkataan yang di ucapkan Lewis bagai pisau menusuk diriku. Entah ini karena ucapan nya saja atau memang karena pria tua itu membawa iblis keputus asaan di belakang. Apakah dia sengaja mengatakan rencana yang Charles buat? Atau... memperingatkan ku bahwa Charles bukanlah lawan yang sepadan bagi ku ataupun Deon?


"Kekuasaan memang sesuatu yang di inginkan setiap manusia Nona. Namun orang itu harus sadar berapa pantas nya mereka. Jika kekuasaan jatuh di tangan yang lemah, niscaya orang terkuatlah yang akan menusuk jantung orang yang lemah. Hanya menunggu waktu saja" *senyum


Cerita ini mengarah ke pembicaraan berat. Ucapan demi ucapan yang ia katakan entah mengapa membuat ku takut akan sesuatu. Namun...ini bukanlah apa-apa. Tunjukan senyum mu Eira, dia hanya manusia berwujud iblis.


"Itu benar Tuan, tetapi ada sedikit kesalahan dari sudut pandang yang Tuan pikirkan. Memang benar orang terkuatlah yang harus memegang kekuasaan. Mereka tak tertandingi dan selalu meraih kemenangan. Namun perlu satu hal yang harus Tuan ingat, orang lemah bisa menjadi kuat tergantung ambisi dan semangat mereka. Mungkin beberapa kali mereka tertindas dan selalu jadi sasaran bagi yang terkuat. Tapi lambat laun, mereka akan mengambil pisau dan mengarahkan nya ke orang yang mereka benci"


Ucapku dengan senyuman mengarah ke Lewis. Ia hanya diam sambil menatap ku. Tak lama ia menepuk tangan dan tertawa. Dia kenapa? Aneh dan mengesalkan.


"Hahaha anda benar, intinya kita harus berhati-hati bukan? Akan saya camkan perkataan Nona di lubuk hati saya yang paling dalam"


Setelahnya Lewis bercengkrama dengan Putri Duke sebagaimana keluarga berpengaruh lainnya. Eira hanya mendengarkan dan menyaring beberapa info penting dari percakapan ini. Sampai pada cerita yang membuat Eira mencermati setiap perkataan Lewis dengan baik dan serius.


"Apakah anda tau bahwa successor dari Keluarga Buron sudah di tentukan?"

__ADS_1


Benar juga, akan ada masalah jika dari 5 Bangsawan terkuat tidak ada di posisi dan tidak melaksanakan tugas. Walau hanya 1 Bangsawan saja, akan menimbulkan masalah. Kasus kejahatan Emely Burton dan hilang nya keluarga Baron sudah berlalu terlalu lama. Tak heran ada salah satu orang yang berhak menggantikan kedudukan Baron sementara.


Ck, jika Emely aku bisa menjaga nya tapi kedua orang tua nya...sial. Gara-gara pria ini posisi Baron kosong dan di gantikan oleh orang lain. Menyebalkan, grrr...


"Apakah ada yang salah? Kenapa anda menatap saya seperti itu?" *senyum


"Ehem..tidak ada, anda mungkin salah lihat. Ngomong-ngomong soal pertanyaan anda tadi, saya tidak tau mengenai hal ini. Dan siapa orang yang beruntung itu?"


"Tidak ada yang spesial, beliau adalah kerabat jauh Tuan Burton. Ia akan di bantu dan di awasi oleh orang kepercayaan Count Foster"


Ucap Lewis dengan santai sambil meminum teh nya.


"Ya syukurlah kini posisi kedudukan Baron tidak kosong. Namun jujur saja, saya menghawatirkan Nyonya dan Tuan Burton, mereka orang hebat dan berpengaruh tidak mungkin menghilang tanpa alasan... Benar 'kan Tuan Lewis?"


Ucap ku dengan sedih dan memandang Lewis. Ia tetap tenang dengan senyuman nya yang membuatku muak itu.


"Tentu saja...semoga mereka berdua serta putri angkat mereka di temukan"


Teruslah memasang topeng ramah mu kepada ku Lewis. Walau aku muak akan segala tingkah dan kebenaran atas kejahatan yang kau buat namun aku tidak akan mengalihkan pandangan ku dari mu. Tidak ada lagi kedamaian di dunia ini setelah kedatangan Lewis dan putra nya. Siapakah yang akan menemukan dan menusukan pisau di antara kami semua? Aku, Deon, Charles, Frecia, Ray, Lewis...atau lainnya. Kompetisi menyatukan 2 Kerajaan yang saling bermusuhan ber' abad-abad lamanya, apakah akan ada yang berhasil?


Pikir Eira dengan tatapan kosong. Menyeruput teh berkualitas yang ia minta. Teh mengalir begitu saja dengan Eira yang tidak memperdulikan rasanya. Tak lama Lewis memanggil gadis itu, Eira tersadar dari lamunan nya.


"A..a, iya, apa ada sesuatu yang Tuan butuhkan?"


Lewis lagi-lagi tersenyum.


"Saya mengharapkan anda datang ke Kerajaan Forest. Akan ada hal mengagumkan yang tidak boleh anda lewatkan"


"Kerajaan Forest? Memang ada apa di sana?"


Tanya ku sambil mengernyitkan alis. Lewis hanya tersenyum dan menyeruput teh nya.


"Lihat dan nantikan saja"


Jangan-jangan ini jebakan. Ini seperti 'kau sudah meracuni ku, tunggu pembalasan ku saat tiba di Kerajaan Forest'💧


"Akan saya pikirkan nan.."

__ADS_1


"Jawaban yang anda cari ada di sana. Apakah pernyataan ini bisa membuat anda berubah pikiran?"


Baru saja aku mengatakan untuk memikirkan nya nanti. Mata nya terlihat bersungguh-sungguh. Memang nya ada apa di tanah Kerajaan Forest?


"Kita ini juga termasuk rival lho Tuan. Anda ada di bawah kekuasaan Ch..ah bukan, Tuan Charles. Sedangkan saya ada di bawah kekuasaan Pangeran Deon. Maaf jika ini membuat anda tersinggung, namun perkataan anda mem.."


"Tidak ada rencana yang membuat Nona Eira rugi, hahaha. Saya, Lewis Adelric tidak akan mencampuri urusan kalian di Kerajaan Forest maupun Kerajaan Melia"


Sampai kapan dia memotong pembicaraan ku💢


"Ahaha begitu ya"


Memangnya ada apa sih di Kerajaan Forest? Bahkan aku tidak yakin apakah aku terlibat dengan kompetisi ini atau tidak. Tanah nya yang subur dan alam nya yang indah di tanah Forest, kenapa Lewis bersikeras menyuruh ku untuk pergi di sana?


Waktu berlalu dan Lewis berniat untuk undur diri.


"Terima kasih atas undangan anda Nona. Saya sungguh tersanjung dan tidak akan melupakan pertemuan singkat ini"


Lewis membungkuk 'kan badan. Di susul oleh Eira menarik kain gaun setinggi pinggang dan menunduk dengan anggun. Mengucapkan salam perpisahan ala Kerajaan.


"Saya juga senang jika anda menikmati pertemuan tiba-tiba ini Tuan"


Lewis pergi meninggalkan Eira sendirian. Berniat untuk pulang dan meninggalkan kediaman Duke Victoria. Eira langsung lemas setelah kepergian Lewis. Rasa penat yang ia tahan selama berbincang tadi.


"Akhirnya dia pergi..."


Singkat apanya, sudah lebih dari 3 jam kita mengobrol dengan hawa mengerikan. Membuatku lelah saja, haah...tapi terima kasih pak Tua, kau sudah memperingatkan ku dengan kekuatan Charles. Dan juga...


Terima kasih Cia sudah menahan amarah mu selama 3 jam lebih, hahaha. Sedari tadi ku perhatikan ia begitu tak tahan dengan kedatangan Lewis.


Frecia yang sedari tadi bersembunyi tidak bisa menutup kekesalan nya.


.......


.......


.......

__ADS_1


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...


__ADS_2