
Senyuman Emely berubah menjadi murung. Tiba-tiba ada orang asing di belakang dan menyekap ku. Emely bahkan tidak membantuku. Sial! Aku berusaha melawan. Bau menyengat apa ini?!Entah kenapa...aku merasa...mengantuk.
"Cepat naikan ke kereta kuda, jangan sampai ketahuan orang lain" ~Emely
"Baik Nona"
.......
.......
.......
Ruangan gelap dan pengap. Hanya di temani 2 lentera yang menyala. Eira terduduk lemas di pojok ruangan dengan mata yang masih tertutup. Sampai akhirnya Eira terbangun.
Seakan ada suara keras di kepalanya. Membuat Eira merasa pusing. Ia berusaha membuka mata dan mencari tau apa yang terjadi. Walau samar, terlihat bayangan tepat di depan Eira.
"E...Emely?!"
Bayangan itu tersentak kaget. Menyadari Eira sudah bangun, bayangan itu mendekat ke Eira.
"Oh, sudah bangun ya?"
Ck sial, kepala ku masih sakit. Dan Emely, kenapa dia berubah? Emely yang ku baca...tidak pernah melakukan kejahatan.
"Kenapa kamu melakukan ini?"
"Maaf...aku terpaksa"
Terpaksa?Wajah Emely terlihat sedih, matanya seperti orang yang tidak fokus dan terlihat sayu. Tangannya tak sesekali bergetar. Bagai boneka panggung yang di kendalikan oleh pemilik nya.
"Setidaknya, beritahu aku siapa yang menyuruhmu. Apa kau tidak takut?" ~Eira
Emely terdiam, lagi-lagi matanya menunjukan ketakutan dan kesedihan.
"Tolong jangan memberontak" ~Emely
"Memang apa hak mu?" *senyum
"..."
Emely kembali terdiam, Eira berdecak kesal dan bergumam.
"Sebenarnya siapa yang jadi antagonis sih"
"Apa kau mengatakan sesuatu?" ~Emely
"Kubilang, sebenarnya siapa yang jadi antagonis di sini?!" ~Eira
"Aku...juga tidak tau"
Jelas Emely dengan tatapan kosong nya. Ia mendekat ke Eira dan berbisik 'Tunggulah sebentar dan bertahanlah, mereka mungkin akan datang'
Emely pergi dari hadapan ku. Disini gelap dan hanya ada satu penerangan yang tersisa. Satu lentera lagi di bawa oleh Emely. Apa ini gudang? Tangan dan kaki ku juga terikat, aku... sedikit takut.
Setidaknya aku harus berusaha melepaskan diri terlebih dahulu. Berusahalah Eira, jangan panik dan tetap fokus. Tak lama aku menyadari ada yang bersinar di pojok ruangan. Sebisa mungkin aku mendekat ke cahaya tersebut.
Cih, sulit sekali bergerak. Ini...Pecahan kaca? Binggo!
Ayo sedikit lagi hampir sampai, yak dapat!!Aku mencoba memotong tali yang terikat ditangan ku terlebih dahulu.
Akh, sial, tangan ku terkena pecahan kaca. Darah segar berceceran di luka yang ku buat. Ayo Eira, pikirkan ini tidak sakit. Bertahanlah...
Nah, sudah selesai. Tinggal tali yang ada di kaki ku saja.
Suara langkah kaki mendekat ke arah ku. Cih sialan!!
...----------------...
Sementara itu...
Duke yang menyadari sedari tadi tidak melihat keberadaan Eira menjadi khawatir. Ia langsung memanggil perajurit yang ia bawa.
"Segera cari Eira dan kita akan pulang" ~Duke
"Ya Tuan" ~prajurit
"Hanya perasaan ku saja atau ada sesuatu terjadi kepada Eira. Ck, firasat ku tidak enak"
Gumam Duke dengan mata menyeramkan.
Beberapa menit kemudian...prajurit datang dan mendekat ke Duke.
"Maaf Tuan, saya sudah mencari di semua tempat namun Nona tidak ada" ~prajurit
"Apa maksudmu?! Cari yang benar, ah tidak perintahkan semua prajurit yang kubawa untuk mencari Eira!!"
Tegas Duke kepada prajurit.
__ADS_1
"Ba..baik Tuan"
Prajurit pergi melewati Harry. Pria itu menjadi penasaran kenapa prajurit dari kediaman Duke terlihat tergesa-gesa. Menyadari ada Duke Eiden tak jauh dari pandangan, Harry langsung menghampirinya. Memberi salam dengan sopan dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Salam Tuan Duke, kenapa anda begitu gelisah?" ~Harry
"Apa kau tau dimana Eira?" ~Duke
"Tidak Tuan, memangnya apa yang terjadi kepada Nona Eira?"
Tanya Harry dengan penasaran.
"Intinya jika kau bertemu Eira, segera beritahu aku"
Duke langsung pergi meninggalkan Harry.
"Ada yang tidak beres" *gumam
Karena khawatir, Harry juga pergi untuk mencari Eira. Dia bertanya kepada bangsawan yang terakhir bertemu Eira.
"Apakah anda tahu dimana Nona Eira?" ~Harry
"Ah Tuan Harry Fedelian? Ya tadi saya melihat Nona Eira keluar ruangan"
Jelas salah satu Bangsawan kepada Harry.
"Terima kasih, kalau begitu saya permisi" ~Harry
Harry segera pergi keluar seperti apa yang di katakan Bangsawan tadi. Namun...
Dia juga tidak ada?!
Gumam Harry dengan panik. Tak lama di belakang ada seseorang yang memanggil Harry. Rambut pirang ke emasan dengan mata biru yang indah.
"Ada apa Tuan Fedelian?" ~Deon
Harry yang menyadari keberadaan Deon langsung memberi hormat.
"Salam saya berikan kepada yang mulia Pangeran. Saya sedang mencari Nona Eira, katanya Nona Eira terakhir ada disini. Namun seperti yang anda lihat..."
" ! " ~Deon
Deon melihat robekan kain warna merah. Ia memungut nya dan memperlihatkan nya ke Harry.
"Tadi Nona Eira memakai gaun warna merah kan?"
"Benar!" ~Harry
Deon bersiul, tak lama beberapa burung gagak menghampirinya. Ia berbisik...
'Segera temukan gadis yang dulu kau temui, jika sudah berikan tanda dan temui aku'
Gagak- gagak itu langsung pergi.
"Sepertinya Nona Eira sedang dalam masalah. Segera beritahu Tuan Duke dan jangan sampai menarik perhatian apapun caranya! Aku akan mencari Nona Eira terlebih dahulu" ~Deon
"Baik Pangeran" ~Harry
Walau tak mengerti apa yang terjadi namun Harry tetap melakukan apa yang di perintahkan Deon. Mereka berpencar dan melakukan tugas nya masing-masing.
Deon keluar dan menghampiri anggota kelompok gagak yang lain.
"Situasi darurat"
"!!, Saya mengerti Tuan. Saya akan mengabari anggota yang lain" ~anggota
"Cepat, dan segera susul aku!" ~Deon
Deon pergi mengambil kuda dan menaiki nya. Tak lama terlihat salah satu burung gagak yang dia kirim terbang kembali kearahnya. Segera dia meninggal 'kan anggota lain dan langsung mengikuti kemana gagak itu terbang.
"Bertahanlah sebentar lagi Eira" ~Deon
Sedangkan suasana pesta menjadi kacau saat Deon tidak ada. Di mana Pangeran pergi? Apakah terjadi sesuatu? Dan pertanyaan lain dari para Bangsawan.
Harry memberi tahu penjaga Istana jika Deon sedang ada keperluan. Pesan ini di sampaikan langsung ke Deon. Penjaga mengerti dan memberi tahukan hal ini kepada Yang Mulia Raja.
Yang Mulia Raja mengerti dan memerintahkan semuanya untuk tenang.
"Pangeran Deon hanya sedang beristirahat. Kalian nikmati saja pesta ini"
Jelas Raja kepada semua orang. Para Bangsawan bernafas lega dan melanjutkan pesta yang di buat. Namun firasat seorang ibu tak pernah salah.
"Apa hanya sedang beristirahat? Apa yang di katakan penjaga tadi kepada anda?"
Tanya Yang Mulia Ratu dengan khawatir.
"Tenang saja istri ku, putra kita tidak akan pernah melakukan kesalahan. Dia akan baik-baik saja...itu harapan ku"
__ADS_1
...----------------...
Sementara itu ...Harry menghampiri Duke dan memberitahukan apa yang terjadi.
"Tuan, sepertinya Nona Eira sedang dalam masalah"
Jelas Harry kepada Duke.
"Apa yang kau bilang?!" ~Duke
.......
.......
.......
Di tempat Eira....
Tak lama ada seseorang yang masuk ke sini.Ada 4 ah tidak 5 orang? Sepertinya mereka hanya orang biasa, mungkin. Karena tidak ada hal khusus di pakaian mereka.
Penjagaannya ketat sekali. Sempat kulihat 3 orang berjaga didepan dan 2 orang berjaga di tempatku. Aku tidak tau bisa mengalahkan mereka semua atau tidak. Tetapi karena disini hanya ada pria aku mempunyai ide. Sepertinya teknik pedang Harry akan ku gunakan dengan perpaduan teknik ku di dunia ku😈.
Aku sudah melepaskan tali ku dan berpura- pura masih terikat.
"Permisi, halo yang disana. Aku merasa haus"
Namun tak ada seseorang yang mendengarkan ku. Ck, jadi kalian ingin berpura-pura tuli ya?
"Hei aku haus tau! Berikanlah segelas air saja!!"
Rengek ku kepada para penjaga. Terdengar dercakan kesal dari mereka.
"Hah malas, kau saja sana"
"Jangan mengeluh, kau yang disuruh"
"Cih, merepotkan"
Salah satu penjaga mengambil air minum dan menghampiri ku. Ini saat nya...
"Nih"
Dia mendekat dan menyodorkan segelas air kepada ku.
"Terima kasih, mendekat lagi dong tangan ku 'kan masih di ikat" *senyum
"Cih, merepotkan"
Saat dia mendekat aku langsung menjatuhkannya dengan mengunci kaki dan memukul bagian titik yang membuat lumpuh sementara. Ini teknik yang diajarkan Harry kepadaku.
...Brukk......
Satu penjaga sudah terjatuh. Untung satu penjaga lain tidak melihatnya.
"Ada apa itu?!"
"Sepertinya teman mu sedang tertidur "
Ucapku pura-pura tidak tau.
"Kau pikir aku bodoh?!"
Dia berjalan mendekat ke arah ku. Ya mendekat lah kepadaku. Sedikit lagi...
"Apa yang kau lakukan?" *marah
Saatnya!!
...Kraak...
Ups, terlalu kencang ya. Aku menendang em, masa depan nya mungkin? Sepertinya aku menendang terlalu keras💧
"Akh, sial!! awas kau! "
"Eh? Masih belum tidur ya, em ijin kupukul boleh?" *senyum
"A..apa?!"
...Brakk...
Sepertinya itu artinya iya. Untung ada kayu disini, lumayan. Tinggal tersisa 3 orang yang ada di depan.
.......
.......
.......
__ADS_1
...B e r s a m b u n g ......
...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...