Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Benci Kebohongan


__ADS_3

Tiba- tiba Alesya berlari kecil ke arah Hugo dengan membuka kedua tangan nya. Gadis itu jatuh ke pelukan Hugo sambil tersenyum. Memeluk Hugo dengan perasaan lega.


Selamat datang kembali, hehehe...


" Tunggu... apa yang, hah!?/// "


.......


.......


.......


Hugo, remaja sedari dulu berjuang hidup sendiri di dunia kejam. Dulu sempat menjadi budak karena suatu alasan. Pandangan nya kepada semua orang menjadi gelap, dan menganggap mereka penjahat. Namun tidak bertahan selamanya, berkat Lily pria itu mulai berubah. Selalu ada senyuman pada pemuda itu. Dulu pria yang lemah, kini kekuatan nya sebanding dengan prajurit bayaran.


Dan hari ini, Hugo merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Bukan rasa sakit seperti dipukul, dicambuk, dan sebagainya. Melainkan badan bergetar tanpa sebab. Wajah merah padam, dada berdetak sangat kencang. Ini...


" Matteo... t..tolong kakak mu ini/// " *berbisik


Namun Matteo hanya menahan tawanya sama sekali tidak membantu Hugo. Ia menunggu kejadian apa yang akan terjadi kepada kedua remaja ini.


Ck, sial...


" A..Alesya, sepertinya kau sedang mengigau "


Ucap Hugo yang segera menjauhkan Alesya darinya.


'Maaf, aku terlalu bersemangat'


Jawab Alesya kepada Hugo. Gadis itu memukul pelan pipinya beberapa kali agar tersadar.


Matteo hanya menggerutu.


" Cih, apa ini? Tidak seru "


Pukulan mendarat tepat di kepala Matteo. Pria kecil itu berkali- kali menggerutu sambil memegang kepala nya yang sakit.


Adik kurang ajar!💢


Tak lama Matteo memeluk Alesya dan mengadukan perbuatan Hugo kepada dirinya dengan wajah menyedihkan.


" Kak Alesya, si bodoh itu memukul ku "


Hugo dengan tatapan tajam hanya bisa diam melihat tingkah laku adik nya. Sedangkan Alesya hanya tertawa kecil melihat Matteo.


" Cih, kalian menjadi akrab selama aku tidak ada ya " ~Hugo


" Heheehe " ~Matteo


Tetapi jujur Matteo termasuk anak yang pemalu dan tertutup. Hebat juga Alesya, dulu saja aku butuh beberapa minggu untuk akrab dengan nya. Hahaha...


Batin Hugo sambil tertawa kecil.


Tak lama Hugo membungkuk dengan tangan kanan menyentuh dada dan tangan kiri menyentuh lantai. Menunduk kebawah dengan anggun tetapi tetap menunjukan ketegasan nya. Berpose bagaikan memberi salam kepada orang terhormat.


" Apakah anda mau berdansa dengan saya, Nona? "


Ucap Hugo sambil tersenyum.


' Tunggu, kenapa tiba- tiba!? Dan lagi kita berdua cukup besar dengan ruangan kecil ini, bisa- bisa kita tertabrak '

__ADS_1


Jelas Alesya dengan bahasa isyarat. Namun Hugo hanya tersenyum...


" Ayolah kau tega membiarkan ku tetap berada di posisi ini? "


Matteo hanya tertawa melihat tingkah laku kakaknya. Dia kemudian pergi dan masuk ke kamar tempat saudara- saudara nya tertidur. Memberikan waktu untuk kedua pemuda ini.


Alesya tersenyum dan membalas salam Hugo dengan memberikan tangan nya ke genggaman pria tersebut.


" Ngomong- ngomong ini pertama kalinya aku berdansa dengan seorang wanita "


Lah, kenapa tadi dia mengajak ku dansa?


Kedua nya hanya saling bergandengan dengan dansa sederhana. Namun sudah beberapa kali Hugo tanpa sengaja menginjak kaki Alesya. Wanita itu hanya tersenyum menyeramkan ke arah Hugo.


" Maaf💧 " ~Hugo


Alesya menganguk dan masih melanjutkan berdansa. Walau ruangan begitu sempit, senyuman dari keduanya membuat mereka tidak peduli dan acuh terhadap sekitar.


" Ngomong- ngomong tarian mu begitu anggun dan terlihat berpengalaman. Apakah seorang pengembara sehebat ini? "


Alesya yang tidak paham maksud dari pertanyaan Hugo hanya membenarkan dengan menganggukan kepala.


Tarian mereka berakhir dengan salam.


" Ugh memalukan, kenapa para Bangsawan sangat suka menari seperti ini? Selain membosankan gerakan ini di ulang secara terus- menerus " *mengeluh


'Ini seni tau!? Masih ada berbagai tarian keren, tarian mudah saja kau saja tidak bisa jangan menyalahkan tarian nya! '


Dulu Alesya seoarang Lady dengan kekayaan berlimpah, berbagai undangan pesta juga selalu datang padanya. Pastinya Alesya menerima dan selalu hadir dengan senang hati. Walau dia gadis angkuh dengan tata krama yang masih kurang, namun pelajaran berdansa yang paling ia suka. Tentu ucapan Hugo membuatnya sensitif.


" Kenapa marah? Tak biasanya kau seperti ini hahaha "


" Toh sepertinya sama saja membosankan "


Goda Hugo kepada Alesya.


' Lebih baik kau diam ' ~Alesya


" Hahaha, ngomong- ngomong selama aku tidak ada semua nya baik- baik saja? Tidak ada ledakan dapur kan? "


Tanya Hugo sambil menyilangkangkan tangan.


'Tidak sopan! Tentu saja semua baik- baik saja '


Yah syukurlah. Alesya apakah aku bisa percaya dengan mu? Kau tidak memakai topeng untuk mendekati kami kan? Ingin sekali aku menanyakan semua yang ada di pikiran ku, namun entah mengapa terasa berat.


" Alesya aku cuma mau bilang, aku benci kebohongan "


Senyum pahit dengan mata sayu membuat Hugo nampak menyedihkan.


Alesya yang mendengar ucapan Hugo hanya diam tidak berkutip. Tidak tau harus menjawab apa, gadis itu menganggukan kepala dengan perlahan.


" Sekarang kau tidak sedang membodohi... ah maksudku membohongiku kan? " ~Hugo


'Kau melantur ya!? Kenapa aku harus membohongimu? Apakah saat kau pergi ke kota kau menjadi bodoh!? '


Sial, selama kau disana apa saja yang terjadi.


Batin Alesya dengan mata waspada.

__ADS_1


" Hahaha tidak kok aku hanya bertanya saja. Tolong berjanjilah bahwa kau tidak akan pernah membohongi kami, dan tidak mengkhianati kami. Jika tidak... aku bisa mematahkan beberapa tulang rusuk mu " *serius


Karena aku benci dengan kata 'berkhianat' dan 'kebohongan'.


Batin Hugo dengan tatapan tajam nya.


Dia... cih memang seharusnya aku menolak untuk tinggal di sini. Semua orang memang sama saja, makhluk rendahan.


Alesya berdiri dan berniat masuk ke kamar nya.


'Besok aku akan pergi, mungkin itu akan membuatmu senang'


" Tunggu, bukan itu maksudku! Dengar du... "


Belum juga Hugo berbicara pintu kamar tertutup rapat. Alesya mengernyitkan alisnya dan berjalan menuju kasur. Mencoba untuk tidur namun tak bisa melakukan nya. Semua saudara Hugo tertidur dengan lelap, Alesya yang melihat nya hanya tersenyum kecil. Besok nya kejadian tidak terduga terjadi.


Pagi- pagi buta sudah terdengar suara ricuh dari luar. Lantas Hugo menghampiri suara tersebut. Membuka pintu dan betapa terkejut nya dia dengan apa yang terjadi. Segerombolan orang asing ada di depan rumah nya.


Badan gagah, pakaian mewah dengan bros yang tergantung di masing- masing pakaian mereka membuat siapa saja akan terpana. Beberapa kuda juga berjejeran di belakang. Apa yang terjadi? Itulah yang ada di pikiran Hugo.


" Benarkah kau orang yang bernama Hugo? "


Ucap salah satu dari mereka.


" Kenapa kau ingin tau? "


Tanya Hugo dengan mata waspada.


Dari bros di pakaian mereka sepertinya tidak asing. Simbol matahari? Tunggu, jangan bilang mereka dari Istana!?


" Kami pengawal dari Istana dan kami menerima laporan bahwa kau pernah bertemu dengan gadis ini "


Mereka memberikan selembar kertas dengan sketsa seorang gadis di sana.


Alesya... cih ternyata benar. Tapi gadis itu sudah cukup menderita bahkan sekarang ia tidak bisa berbicara. Sampai kapan lagi mereka menyiksa Alesya. Dia cukup baik bagiku, toh nanti dia akan pergi dari sini.


" Siapa yang memberikan laporan palsu itu pada kalian? "


" Kau tidak bisa membohongi kami, setidaknya izinkan kami untuk menggeledah rumah mu "


" Adik- adik ku sedang tidur, sebaiknya kalian jangan pernah mengganggu mereka " ~Hugo


Namun semua yang ada disana menghiraukan ancaman Hugo.


" Akh sial! Cuma rakyat jelata kenapa begitu repot!? Apa penting nya adik nya dengan ku? Tinggal masuk saj.. "


...BRAKK!!...


Hugo membanting pengawal yang mengejek nya. Semua orang terkejut dengan apa yang terjadi. Hawa dingin dengan suasana mencekam cukup membuat semua orang di sana menelan ludah. Seorang pengawal Istana dengan mudah nya di takluk 'kan oleh rakyat biasa!?


" Apakah kau tidak punya tata krama? Percuma saja kalian dari Istana, tetapi mulut kalian sangat busuk " ~Hugo


.......


.......


.......


...B e r s a m b u n g ......

__ADS_1


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...


__ADS_2