
Kakak? Itu berarti dia adalah...
" Cih, tukang ngadu " *cemberut
" Ah, maaf karena bersikap lancang Nona. Salam saya berikan untuk Nona Eira Victoria " *membungkuk
Teseus Fedelian, putra pertama Marquess Fedelian, sekaligus kakak pertama Theresa.
.......
.......
.......
" Ah, salam juga untuk Tuan Teseus Fedelian "
Aku buru- buru memberi salam. Warna matanya ungu dengan hawa seperti memunculkan sisi tegas pada dirinya. Rambut coklat pekat seperti saudara lainnya. Dan ketampanan nya tidak kalah dari Harry.
" Maafkan perlakuan adik saya Nona, karna dia waktu anda terganggu. Saya juga mendengar dari Harry tadi dia sempat berkata kasar "
" Wakh, sampai mana kak Harry memberi tahumu!? "
Wajah Theresa kini nampak pucat dan kesal.
" Tidak apa- apa Tuan, kita berdua hanya sedang berbincang santai. Saya juga tidak terlalu sibuk, malahan anda yang sudah menganggu kami " *tersenyum
" A..ah, itu... "
( Wah, kak Eira memberi serangan kepada kak Seus. Aku akan menjadi penggemar nya mulai sekarang✨ )
" Yah, setidaknya izinkan saya meminta maaf " *menunduk
" Eh, tidak apa- apa. Berdirilah Tuan " *merasa tidak enak
Saat mata kami bertemu, entah mengapa dia diam sesaat. Theresa yang melihat Teseus berpura- pura batuk dengan suara yang keras. Berkat Theresa, kini ia sudah sadar.
( Jangan menatap kak Eira seenak nya kakak bodoh💢 )
" Nah, kakak ku yang lumayan tampan hanya lumayan, bisakah kau keluar " *senyum paksa + mencoba mengusir
Theresa mengucapkan kata lumayan dengan keras daripada kalimat lainnya.
" Tidak adik nakal, Tuan Duke memanggil Nona Eira. Jadi sebagai kakak yang baik agar adik ku tidak dimarahi, aku segera menjemput nya " *senyum paksa + kesal
Ah, urusan ayah sudah selesai ya. Tak terasa waktu berlalu secepat ini. Aku jadi tidak enak ke Harry, seharusnya aku menghabiskan waktu dengan nya karena sudah lama tidak bertemu💧
Aku segera mengikuti Teseus dari belakang. Theresa juga mengikuti ku dari belakang. Nampak Duke dan Harry sudah menunggu, bahkan ada Tuan Marquess juga!
" Ah, akhirnya kalian datang juga "
" Iya ayah, walaupun kak Seus masuk seenak nya tapi saya tetap memaafkan dia kok " *merasa dermawan
Teseus yang mendengarnya terkejut dan menatap tajam adik nya, Theresa hanya tersenyum penuh kemenangan. Semua orang yang disana tertawa melihat kelakuan kakak adik ini, yah selain Duke dengan wajah datar nya.
Dia memberi kode agar kita cepat pulang, dia gak sabaran banget💧
Semua yang disana memberi hormat kepadaku dan Duke. Terlihat wajah sedih dari Theresa, aku tersenyum melihatnya. Aku mendekat ke arah Theresa dan berbisik.
" Hei, lain kali jika kau mau bercerita datanglah ke kediaman ku atau kirim surat. Kita akan bercerita sampai kewalahan " *bisik
__ADS_1
Senyum lebar di wajah Theresa, ia mengangguk dengan semangat.
" Janji ya kak " *bisik
" Tentu "
Aku segera menyusul Duke dari belakang. Kita akan pulang, hah hari ini ada kejadian menarik lainnya. *senyum
.......
.......
.......
Setelah Eira dan Duke pergi...
Theresa tersenyum sendiri, bahkan membuat orang di sekitar nya ketakutan.
" Apa yang kalian bicarakan? " ( Harry )
" Bukan apa- apa, ini rahasia perempuan " *senyum
Harry sempat berpikir, ' jika rahasia kenapa diberitahu jika ini tentang rahasia💧 '
3 saudara itu berjalan bersamaan.
" Oh ya, em... tadi apa jawaban Eira? "
Tanya Harry agak ragu. Theresa yang mendengarnya menjadi heran dan curiga.
( Tunggu, benar juga! Kak Eira belum memberi jawaban nya, aku dijebak! )
Sekarang Theresa mulai sadar. Ia sekarang menjadi kelabakan tidak tau harus berkata apa.
" Hei Harry, kenapa kau mengatakan Nama Nona Eira secara langsung? Apa kalian begitu dekat? " *bingung
Harry lupa jika di belakang nya masih ada Teseus.
" Ah maaf, mungkin aku keceplosan. Aku sungguh tidak sopan " *alasan
" Hmp, benarkah " *curiga
Teseus tidak mempercayai Harry semudah itu.
" Lagian kenapa kak Seus sangat penasaran? " ( Theresa )
" Mungkin karena dia cantik. Mata merah bagaikan ruby, rambut putih nya bagaikan salju. Bagaikan keindahan yang sesungguhnya. Karena itu aku mulai penasaran dengan Nona Eira "
Teseus mengatakan nya dengan sengaja. Hanya saja perkataan yang ia ucapkan semua jujur dari apa yang ia pikirkan.
Theresa dan Harry yang mendengar ucapan kakak nya itu langsung kaget dan mulai kesal.
( Dia bilang apa!? ) ~Harry
( Jangan menganggu kak Eira ku!! ) ~Theresa
Harry memukul pundak Teseus dengan kencang, sedangkan Theresa menginjak kakinya sangat keras padahal ia memakai sepatu heels. Mereka malakukan secara bersamaan.
" AKH, APA YANG KALIAN LAKUKAN!? " *kesakitan
__ADS_1
" Tangan ku bergerak sendiri " ( Harry )
" Aku sedang menguji sepatuku. Katanya dia tahan banting " ( Theresa )
" Semua sepatu juga begitu, ngak perlu diuji! Dan lagi, alasan apa itu, tangan bergerak sendiri!?💢 "
Kedua adik itu hanya mengangkat bahu mereka dan jalan duluan.
" Adik macam apa kalian!? Jawab pertanyaan ku dulu DASAR BOCAH💢 "
Mereka menghiraukan Teseus yang kesakitan dan meninggalkan nya jauh dibelakang.
" Oh ya, ngomong- ngomong... kak Eira tidak seperti rumor yang dikatakan ya " *tersenyum
Pertama kali Theresa terkejut karena kedatangan Eira bukan hanya karena takut kakak nya diambil. Tetapi karena dia sudah mendengar rumor buruk tentang Eira Victoria, putri Duke Eiden Victoria yang lebih dikenal sebagai mawar salju. Gadis yang suka menganggu dan membuat masalah.
Harry hanya tersenyum mendengar pernyataan dari Theresa.
" Benarkah, tetapi dia memang sedikit berbeda sih "
Harry berpikir, Theresa tidak mengerti apa yang di ucapkan Harry.
" Apa maksudmu? "
Harry mulai mengingat kembali kejadian yang ia alami.
" Saat kita bertemu sebagai guru dan murid, ia menghiraukan ku. Terlihat serius dan ber sungguh- sungguh dalam pelajaran berpedang. Tetapi... saat kejadian Eira terjatuh di tempat tinggi... " *berpikir
Harry berhenti sejenak.
" Apa apa? Kenapa tidak dilanjutkan, apa yang terjadi? " *penasaran
" Bukan apa- apa "
' Dia menjadi orang yang ceria, mau berbaur dan tersenyum dengan mudah. Masih bersikap serius saat keadaan genting. Saat kejadian itu, aku berpikir apakah dia orang yang sama. '
Itulah yang dipikirkan Harry.
Ia segera meninggalkan Theresa untuk mengerjakan tugas nya. Theresa hanya mengekor dari belakang dan membujuk agar kakak nya mau bercerita. Harry sengaja membuat Theresa penasaran.
" Cepat beritahu aku kakak bodoh!! "
" Bodo amat kau mau berkata apa, tetapi aku akan melapor ke ayah jika kau berperilaku tidak sopan ke tamu "
" Wakh, jangan... aku akan berikan apapun yang kakak mau asalkan jangan beritahu ayah! "
Theresa mencoba bernegosiasi dengan kakak nya. Mungkin Tuan Marquess tidak akan marah, hanya saja uang jajan Theresa akan dipotong sampai waktu yang di tentukan.
" Berikan aku cemilan yang enak dan mahal dulu. Ah dan lagi, pakai uang mu sendiri "
" KEJAM!! "
Harry menjulurkan lidahnya, kini ia yang menang.
.......
.......
.......
__ADS_1
...B e r s a m b u n g ......
...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️...