Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Ketahuan


__ADS_3

Baginda menghentikan Deon dengan mengangkat satu tangan nya.


" Cih, omong kosong katanya " ~Charles


( Aku sudah tidak tahan lagi! ) *marah ~Deon


Sepertinya ini awal mula petarungan untuk mendapatkan posisi Raja akan datang.


.......


.......


.......


" Tetapi Baginda, bukan nya aneh jika langsung mengizinkan orang asing ini meminta seenak nya? Bahkan, permintaan ini bukan main- main. Orang yang suka seenak nya tidak bisa menjadi pemimpin yang akan duduk di singgasana "


Aku memberanikan diriku untuk bertanya.


( Itu baru putri ku ) ~Duke tersenyum bangga


Deon menatap ku seolah dia terharu. Aku melakukan ini bukan karena mu bodoh.


Dan orang bernama Charles itu hanya tersenyum melihatku, bukan nya senang aku malah merinding dengan senyuman yang dia berikan💧


" Benar sekali Nona, hanya saja pemimpin bukan cuma mendapatkan kepercayaan dari Bangsawan, tetapi juga oleh rakyat biasa. Dan sepertinya akan ada salah satu orang yang membocorkan berita ini "


Baginda memang orang yang bisa melihat situasi. Orang yang dimaksud Baginda bisa saja salah satu bawahan nya atau salah satu dari pekerja disini.


" Kau mengerti maksud ku kan? Hahaha, bukan nya aku menolak pendapat mu Nona, malahan aku menganggap pertanyaan mu yang paling bijak "


" Tidak apa Baginda, dan terima kasih atas pujian yang anda berikan "


Uwaa, aku dipuji langsung oleh Baginda. Jika dipikirkan dengan baik, maksud Baginda sama saja ' jika tidak mendapatkan kepercayaan dari rakyat, walau pun ia dari keluarga Kerajaan pasti sulit untuk menjadi Raja negeri ini.' Dan jika ada yang membocorkan nya, tentu para rakyat akan heboh dan bingung akan menjadikan siapa Raja untuk masa depan.


Rakyat membutuhkan Raja yang bijaksana. Dan apa jadinya jika Raja tidak punya rakyat untuk memimpin dan melindungi. Benar- benar sama seperti pemerintahan di dunia ku dulu, namun di dunia ini kasus penerus kebanyakan dari keturunan Yang Mulia Raja sebelum nya.


" Intinya, kami semua dikumpulkan untuk menjadi saksi? "


Tanya Putri pertama Viscount Benedicte.


" Kenapa tidak di adakan kompetisi saja? Tentu bukan sembarang kompetisi, melainkan kompetisi yang menguntungkan untuk negeri ini "


Tiba- tiba Teseus Putra pertama Fedelian memberikan pendapat.


Wah, ternyata dia juga datang. Dan di sebelah nya juga ada Harry!? Theresa tidak ikut ya, maklum sih dia kan masih kecil.


Baginda hanya tersenyum


" Sepertinya masa depan penerus dari setiap keluarga akan cerah dengan anak- anak berbakat ini "


Itu artinya dia juga setuju dengan pendapat Teseus ya.


" Apa yang di tanyakan Nona Benedicte itu benar. Dan yah, sepertinya akan membutuhkan waktu sampai Lewis datang "


" Jadi, apa kalian bersedia jika kompetisi benar- benar di adakan? "


Tanya Baginda kepada Deon dan Charles.


" Tentu saja " ~Deon


" Segera selesaikan permainan bodoh ini saja kan?Tidak perlu menunggu pak tua... ah maksudku ayah ku " ~Charles


Apakah dia tidak di ajari sopan santun, permainan bodoh katanya? Apakah ia menganggap urusan ini sebagai permainan?! *tersinggung


Akhirnya urusan kami selesai. Semua Bangsawan yang di undang bersiap untuk pulang. Wajah Deon terlihat murung saat pertama kali masuk dan selesai nya. Hm? Dia mau kemana ya?


" Ayo Eira, apa yang kau tunggu "


Tanpa di sadari, aku sudah jauh di belakang Duke.


" Em ayah, saya ada urusan sebentar dengan Pangeran Deon. Jadi bolehkah... "


" Tidak "


" Iya " *memelas


" Tidak "


" Iya, ayah saya mohon "


" Hah, baiklah. Akan ayah siapkan kereta kuda untuk menjemput mu nanti "


" Terima kasih " *senyum

__ADS_1


Merasa dejavu deh💧


Aku segera menuju tempat Deon berada, tiba- tiba...


...Grusuk grusuk...


" Aw, duri sialan! "


Hah? Siapa itu!? Tidak ada orang di sekitar sini. Masa di Istana ada hantu nya sih.


Tapi, dari suara sepertinya aku kenal. Aku mendekat ke suara yang dekat dengan semak- semak itu...


...Srakk...


" Kau... "


( Aku ketahuan! )


" Imut banget/// "


( Ha? )



( Yaks, aku lupa aku masih menjadi anjing💧 )


" Adududuh, imut nya "


Eira mengangkat anjing itu. Ia tidak menyadari jika anjing yang di gendong adalah seseorang yang ia kenal.


( Apa yang kau lakukan!? )


" Guk guk! "


" Ah kau risih ya, baiklah aku akan melepaskan mu. Saat mendengar suara di semak- semak, ku kira itu suara si bodoh Ray "


" APA KAU BILANG!? "


" ... "


" KENAPA KAU BISA BICARA!? DAN SUARA MU KENAPA SEPERTI SI BODOH RAY!! " *ngeri


" AKU TIDAK BODOH!💢 "


Hah, aku?


" Ray? "


" Guk guk "


" Ray! "


" Guk guk guk "


...Bukk...


Eira memukul kepala anjing yang di anggap nya sebagai Ray.


" Hiks, sakit "


Eh, beneran Ray!?


" Kau beneran Ray? "


Ray hanya diam.


" Pfftt, bwahahaha, aduh perut ku. Cerberus yang perkasa dan besar bahkan penjaga dunia bawah bisa berubah menjadi anjing yang lucu?Hahaha "


" Diam, dan lagi ini untuk penyamaran ku di dunia manusia/// "


Eira segera membawa Ray ketempat sepi.


" Kau jenis Pomeranian ya? "


" Mana ku tau "


" Pftt, hancur sudah bayangan ku tentang gambaran Cerberus. Seharus-nya ia berwujud besar, mempunyai 3 kepala, dan bisa mengeluarkan api di mulut nya. Tapi ini... Pftt " *ngak tahan


" Cih, kami bangsa Cerberus menggunakan wujud anjing untuk menyamar. Dan jika api, aku juga bisa "


" Nah, karena kau sudah ketahuan sedang menyamar, jadi ada perlu apa kau kemari " *menatap tajam


" Kaing " *takut

__ADS_1


" Aku merasakan energi yang besar di sini, yang lebih tepat mencium bau nya " ~Ray


Ray menunjuk hidung anjing nya yang mungil dan kecil. Kenapa dari semua jenis anjing malah memilih yang imut begini, jadi tidak tega untuk memarahi nya.


" Bau? "


Ray hanya mengangguk.


" Sama seperti mencium bau roh, aku juga bisa mencium energi manusia "


Energi yang besar ya?


Tak lama...


" Wah, siapa gadis cantik di hadapan ku ini " *senyum


" ... "


Ray dan Eira bergidik ngeri dengan ucapan Charles.


Rambut dan mata biru, Charles ya.


Charles mendekati Eira.


" Salam saya berikan untuk Nona Eira Victoria, benar kan? "


Kini ia hendak mencium tangan ku. Aku segera menarik tangan ku dan menghindari Charles.


" Ah maaf, tangan saya kena air liur anjing ini. Tidak mungkin saya memberikan tangan kotor ke Tuan. Kecuali... jika anda sama seperti anjing imut ini " *senyum


Jujur saja, aku tidak menyukai nya dari awal. Orang yang baru datang ingin merebut posisi Baginda Raja? Bahkan Deon yang berusaha keras masih menunggu dan membuktikan bahwa ia pantas di posisi tersebut.


Dia hanya tersenyum.


" Wah, anda dingin sekali ya. Yah, saya bisa mengerti keadaan nya. Sepertinya saya membawa sapu tangan "


Charles memberikan sapu tangan nya ke Eira.


" Tidak perlu Tuan " *senyum


" Saya memaksa " *balas senyum


Cih, pemaksa. Aku mengambil sapu tangan yang dia berikan.


" Tetapi, kenapa sampai ada seekor anjing disini? "


" Dia hanya tersesat saja "


Aku menyembunyikan Ray di belakang ku.


" Saya hanya ingin melihat nya Nona " *senyum


" Sepertinya dia takut terhadap orang asing " ~Eira


" Oh, tetapi kata anda dia anjing yang tersesat. Itu berarti anda baru bertemu dengan nya sekali kan? "


Dia memang pandai berdebat💧


" Hah, bisakah anda meninggalkan kami? " ~Eira


Dia hanya tersenyum dan mendekati ku, dan semakin dekat bahkan wajah kami saling berdekatan. Ray yang melihat nya bahkan menggonggong ke arah Charles.


" Menjauh lah Tuan! Apakah anda tahu jika yang anda lakukan sekarang ini tidak sopan!? "


" Benar kah? " *senyum


Cih


" Apa yang kalian lakukan? " ~Deon


Deon!? Au ah, bodo amat, ini kuanggap sebagai bentuk pertahanan diri. Aku mendorong Charles sekuat tenaga, sekarang ia sudah jauh dari ku.


" Ah, sepupu ku Deon ya " ~Charles


Ia menghampiri kami dengan wajah yang kesal. Aku beneran ngak ngelakuin apa- apa lho, Ray saksi mata nya, ah aku lupa jika dia masih di mode anjing💧


.......


.......


.......


...B e r s a m b u n g ......

__ADS_1


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...


__ADS_2