Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Festival 2


__ADS_3

Warga panik, Deon serta Eira berusaha untuk mengatasi masalah ini. Tak lama dari kejadian, Felix datang bersama Emma. Mereka nampak terkejut bahkan Emma diam membeku tanpa sepatah kata pun.


"Ada apa ini!?" ~Felix


"Kau datang di waktu yang tepat, segera beritahu anggota yang lain tentang kejadian ini!" ~Deon


"Baik Tuan" ~Felix


Tanpa pikir panjang, Felix langsung pergi meninggalkan tempat kejadian. Eira langsung menepuk pundak Emma yang ketakutan itu.


"Apa yang kau lakukan Emma!? Hadapilah ketakutan mu dan bantu aku evakuasi warga!" ~Eira


"No..Nona ada apa ini?" ~Emma


"Tidak ada waktu untuk menjelaskan, segera bantu aku!" ~Eira


"B..baik" ~Emma


Emma langsung membantuku. Festival yang awalnya menyenangkan berubah menjadi menegangkan. Dari mana asal ledakan api tersebut?


Tak lama Felix sudah membawa anggota yang lain. 6 orang yang dibawa, walau sedikit tapi lumayan karena waktu kami terbatas dengan anggota yang banyak berpencar.


Segera kami mencari air dan mematikan kobaran api. Para pengunjung dan penjaga toko juga membantu kami. Karena kecepatan, kehebatan dari kelompok gagak hitam dan kerja sama kami semua bersama para warga, kobaran api cepat padam.


"Fiuh, kau pangeran yang cekatan"


Bisik Eira ke Deon, dengan wajah serius pria itu menjawab.


"Tentu saja, ini menyangkut keselamatan warga ku"


Deon mengucapkan nya dengan sungguh- sungguh. Tak kusangka orang yang suka seenaknya memiliki jiwa kemimpinan yang kuat. Tentu karena dia akan menjadi penerus keluarga Kaisar, sepertinya masa depan akan aman dengan pemimpin baru.


Tanpa di sadari Eira tertawa kecil yang membuat Deon bingung.


"Kenapa kau tertawa sendiri?" ~Deon


"Benarkah? Mungkin ada sesuatu yang lucu" ~Eira


Ucap Eira memalingkan muka berpura-pura tak tau. Deon menghela nafas, dan mengacak-acak rambut Eira sampai berantakan.


"Dasar kau ini" ~Deon


"Hei, kau mau aku ketahuan ya?" ~Eira


Eira segera membenarkan rambut palsunya. Deon hanya tertawa cengingikan. Pria itu berjalan menghampiri para anggota gagak hitam. Eira mengikutinya dari belakang.


"Tidak ada yang terluka kan?"


Tanya Deon kepada salah satu anggota yang bertugas menjadi tim medis.


"Tidak ada Tuan"


"Baguslah" ~Deon


Senyum lega ada di wajah Deon. Entah kenapa Eira merasakan hal yang sama seperti Deon rasakan. Eira melihat Deon, dengan senyuman tulus ia memuji pria itu.


"Kerja bagus Pangeran"


Bisik Eira dengan senyuman yang memikat, Deon terpana sesaat namun ia sadar bahwa itu hanya pujian biasa.


"Ngomong-ngomong kenapa sampai ada ledakan api?" ~Eira

__ADS_1


Eira dan Deon diam sesaat untuk memikirkan masalah ini.


"Jika dilihat dari tendanya, penjual tersebut menjual makanan. Mungkin secara tidak sengaja percikan api dari pemanggang mengenai tenda dan menyebabkan api tersebut"


Ucap Deon agak ragu, namun Eira tak setuju dengan opini Deon.


"Lalu ledakan itu? Tidak mungkin pemanggang yang memakai arang untuk memasak sampai membuat suara ledakan yang lumayan besar" ~Eira


"Kau... ada benarnya" ~Deon


Itu tidak mungkin, di jaman ini kompor gas belum ada. Tidak mungkin pemanggang dengan api arang menciptakan ledakan seperti itu. Apa jangan-jangan...


"Bom?" ~Eira


"Jika betulan mungkin kekacauannya akan lebih besar dari ini💧" ~Deon


"Ah, ada benarnya. Benar- benar membingungkan!" ~Eira


Ucap Eira dengan kesal, Deon tersenyum melihat niat tulus Eira.


"Sudahlah, aku akan melapor ke Baginda Raja. Dan syukurlah tidak ada yang terluka dengan kejadian ini" *senyum


"..."


Eira hanya terdiam dan masih memikirkan penyebab sebenarnya kejadian aneh ini.


"Hahaha, kau sangat serius💧" ~Deon


Eira masih tidak mendengarkan ucapan Deon dan masih berpikir.


Kejadian aneh, orang asing, suara bisikan tak tau darimana.'Waspada'...? Ini yang dimaksud Eira asli?!


Namun secara tak sadar, banyak orang yang mendatangi Eira, Deon, serta kelompok gagak hitam lainnya. Mereka mengucapkan terimakasih dengan tulus.


...----------------...


...----------------...


Aku tidak sadar jika para pengunjung masih ada di sini. Mereka berterima kasih ya, jadi malu///


Sama seperti Eira, para anggota lainnya juga tersipu malu. Walau para warga tak mengenali siapa mereka semua, namun mereka sangat tulus dalam berterima kasih. Dengan jahil, Deon menyenggol pundak Eira dan berbisik


"Hei, wajahmu memerah tuh" ~Deon


"A..ahaha, benarkah? Aku tak sadar"


Ucap Eira sambil memegangi kedua pipinya.


"Yah walaupun tidak semerah yang kemarin siang sih" ~Deon


" ... "


Eira terdiam, tak lama tendangan mendarat tepat di kaki Deon.


...Jdak......


"Terimakasih sudah mengingatkan, hampir saja saya lupa💢"


Ucap Eira dengan senyum paksa nya. Deon tersenyum canggung.


"Kenapa Nona selalu menendang kaki saya, lebih baik tadi saya tidak usah bicara haha💧" ~Deon

__ADS_1


"Huh!" ~Eira


Hampir aja aku melupakan kejadian siang kemarin. Enak saja main cium anak orang. Ggrrr ini masih belum seberapa dasar cowok menyebalkan!


Deon langsung menarik tangan ku. Berlari dan membawaku entah kemana.


"Hei! Ada apa?!" ~Eira


"Ada tempat yang seru dan sayang jika dilewatkan, jadi jalan lah yang cepat!"


Deon melambai ke para pengunjung yang mereka selamatkan. Eira yang kewalahan dan tak tau apa yang di maksud Deon hanya menurut berlari bersama.


"Tapi jangan terlalu cepat" ~Eira


"Ah apakah ini terlalu cepat?" ~Deon


Tiba- tiba Deon berhenti. Dia melepaskan genggamannya dan tiba- tiba mulai mengendong Eira. Gadis itu terkejut, dengan mudah Deon mengangkatnya dan berlari melanjutkan perjalanan.


"Hei!" ~Eira


Deon hanya tertawa dan melanjutkan larinya. Ia tak sadar gadis yang ia gendong memerah karena perbuatan dirinya.


"Katanya terlalu cepat, sekarang kau tak perlu merasa lelah lagi hahaha"


"Tapi ngak gini juga!!Dan disana masih ada masalah kenapa kita meninggalkannya?///"


Tanya Eira yang masih saja tersipu.


"Tidak apa, bawahan ku yang akan mengatasi nya" ~Deon


Kenapa dia ter buru- buru sih////.


.......


.......


.......


Sementara itu, di tempat Felix dan anggota lainnya...


Anggota lain masih melakukan kegiatan mereka begitu juga Felix. Namun tidak dengan Emma, ia begitu khawatir dan penasaran apa yang dilakukan Deon dengan majikannya. Sedangkan itu, para anggota kelompok gagak hitam sedang berbincang-bincang.


"Kenapa Tuan malah meninggalkan kita"


Tanya salah satu anggota, Felix pun menjawab pertanyaan rekannya dengan santai.


"Biarkan saja, dia sedang bersama Nona Eira" ~Felix


Semua anggota hanya bisa diam dan mengerti. Keuntungan bos sama dengan bisa memerintah bawahan untuk mengerjakan tugasnya. Itulah yang ada dipikiran semua anggota gagak hitam


"Kenapa saya tidak diajak? Huhuhu" ~Emma


"Sudah tidak apa- apa Lady, tunggu saja sebentar lagi hahaha" ~Felix


.......


.......


.......


...B e r s a m b u n g ......

__ADS_1


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...


__ADS_2