Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Masalah


__ADS_3

Mereka tidak menyadari, akan ada kejadian yang menunggu mereka. Atau bisa di sebut... masalah .


.......


.......


.......


3 hari kemudian...


Semua orang di gemparkan dengan berita bahwa ada tamu tak di undang. Baginda Raja memanggil Bangsawan tertinggi ke Istana. Tentu keluarga Duke juga akan datang. Entah siapa tamu yang membuat masalah ini terjadi.


" Siapa saja yang datang? "


Tanya ku ke Felix, ia salah satu prajurit Deon, mungkin saja dia tau.


" Jika tidak salah, keluarga Duke, Marquess, Count, dan Viscount saja Nona "


4 keluarga Bangsawan yang memiliki gelar tertinggi ya. Akan kujelaskan urutan gelar Bangsawan yang aku ketahui.


- Duke Victoria


- Marquess Fedelian


- Count Foster


- Viscount Benedicte


Yang terakhir keluarga Baron. Tetapi karena sekarang status mereka buronan dan masih belum di temukan, kedudukan Baron masih kosong.


" Nona, gaun anda sudah siap "


" Ah, iya "


Aku ikut karena pengetahuan Eira tidak kalah dari yang lain nya. Para Tuan dan Nona muda yang memiliki pengetahuan yang luas juga menghadiri undangan dari Baginda. Masalah nya, pengetahuan Eira bisa ku gunakan atau tidak. Aku sedikit gugup.


Kami segera menaiki kereta kuda menuju Istana.


Sesampai nya...


Semua Bangsawan tertinggi sudah datang, kami semua di tempat kan yang sama dengan singgasana Baginda Raja. Atmosfer di sini sangat berat, bahkan wajah Baginda seperti menahan kesal dan amarah.


" Salam kami berikan untuk Pemimpin Negeri ini " ( Duke )


Kami memberi hormat sebelum duduk. Baginda hanya mengangkat satu tangan menandakan kami boleh berdiri dan duduk di tempat yang sudah di siapkan . Mungkin saking kesal nya dia tidak mau mengucapkan sepatah kata pun. Benar- benar, siapa yang membuat Baginda semarah ini.


" Hah, semua sudah berkumpul kan? "


Ucap Baginda dengan suara berat ke salah satu pengawal di sebelah nya.


" Sudah Baginda "


Salah satu Bangsawan mengangkat satu tangan nya, Baginda yang menyadari langsung membolehkan Bangsawan itu untuk berbicara.


" Maaf jika saya menyela, tetapi apa ada hal membuat kami semua di kumpulkan Baginda? "


Jika di lihat dari lambang lencana yang ia gunakan, dia adalah Viscount Benedicte .


" Kau sangat tidak sabaran ya Benedicte "


Baginda hanya menepuk tangan nya.


" Masuk lah "

__ADS_1


Seorang pria tinggi dengan rambut hitam dengan sedikit warna biru bergaris indah dan mata biru masuk ke ruangan. Seketika semua orang yang melihat orang asing itu langsung heboh dan membuat kegaduhan.


" Diam! "


Semua langsung diam saat mendengar teriakan Baginda.


" Rasanya aku pernah melihat orang dengan rambut biru yang sama " *gumam


Salah satu dari Bangsawan bergumam. Kebetulan orang itu tepat di belakang ku, jadi aku bisa mendengar nya. Saat aku melirik , dari lambang nya dia dari keluarga Count Foster. Sepertinya dia Putra dari keluarga Foster.


" Apa dia tamu tak di undang yang di bicarakan? " ~tanya Duke


Orang asing itu hanya tersenyum.


" Hah, saya menunggu dengan bosan ternyata karena harus menunggu para gelar tertinggi ya. Ck, merepotkan! "


Dia menatap rendah kami semua. Cih, dia sangat tidak sopan! Bahkan semua orang di sana terlihat tidak menyukai nya.


" Lancang sekali kau!! "


Dia Putri Count ya, agak kurang sopan sih tapi aku setuju. Tuan Count langsung menghentikan putri nya.


" Langsung saja ya, aku ingin merebut kembali apa yang harus nya ayah ku dapat kan "


Semua orang terkejut dengan pernyataan dari orang asing itu. Baginda hanya tepuk jidat karena saking pusing nya dengan kelakuan anak itu.


" Apa yang ingin kau rebut kembali? Siapa ayah mu itu " ~tanya Duke dengan nada kesal


" Ayah ku adalah Lewis Adelric, tentu saja seharus nya posisi Raja sekarang menjadi milik ayah ku " *senyum


Semua orang terkejut saat mendengar nya. Siapa Lewis?


" Bicara apa kau!? Tidak mungkin posisi Raja ada di Lewis, dan sejak kapan dia memiliki anak!? "


Tanya salah satu Bangsawan. Semua orang disana mengangguk. Bahkan sebagian Nyonya dan Nona muda yang ada disana menutupi wajah mereka dengan kipas. Itu berarti seperti mengucap kan kata " lebih baik kau diam " atau menunjukan ketidak sukaan mereka.


" Siapa namamu? " ~Deon


" Namaku Charles Vasello, masih menggunakan marga yang sama dengan ibuku " *senyum


( Vasello!? ) serempak semua pikiran orang yang ada di sana.


" Ah kau sadar ya, bahkan nama Adelric tidak ada di dirimu " *memandang remeh


" Bukan nya darah lebih kental daripada air? Nama tidak lah penting. Dan saya tidak memakai nama Adelric karena menghormati keluarga Kerajaan " ~Charles


" Ck, padahal kau berkata sembarangan dan berbicara tidak sopan, sekarang kau mengaku menghormati? " ~Deon


" Itu berbeda, saya hanya ingin mengambil hak saya saja " *senyum


Mereka berdua berdebat dan tidak ada yang mau mengalah. Bahkan semua Bangsawan tidak berani melerai mereka, Baginda hanya menonton dan mengamati saja.


" Tidak ada hak apapun di dirimu, bahkan Tuan Lewis saja tidak ada. Keputusan Raja terdahulu masih berlaku " ~Deon


" Bukan nya ayah saya masih memiliki darah Raja terdahulu? Bahkan ibu dari ayah saya juga seorang Bangsawan, bukan rakyat biasa. Raja terdahulu juga sudah wafat, tidak salah kan? Ayah juga sudah terlalu tua, jadi aku akan menggantikan nya menjadi penerus " ~Charles


" Tetap tidak bisa, enak sekali kau berbicara hal yang tidak jelas. Dan lagi, aku curiga jika kau bukan anak dari paman Lewis. Aneh saja, seharus nya dia memberi kabar jika ia memiliki seorang putra. Bahkan orang yang kau sebut ayah juga tidak memberi kabar ia menikah dengan ibumu " ~Deon


" Kau bilang apa!! "


" Pendengaran anda kurang ya? " *memandang remeh


" Apa kalian sudah puas? Padahal ini masalah ku dan kakak ku Lewis, tetapi kenapa kalian yang bertengkar!? " ~Baginda

__ADS_1


Mereka berdua berhenti berdebat, hanya saja mata mereka tidak dapat berbohong. Mereka membenci satu sama lain.


Ternyata Lewis adalah nama saudara Baginda, sekaligus paman Deon. Cih, kemarin aku juga lupa menanyakan kepada Deon.


Eira menyesal karena lupa akan sesuatu.


" Aku akan mengirim surat ke Lewis dan menyuruh nya datang. Nah kalian semua, apa yang harus kulakukan untuk menangani anak ini? "


" Bunuh saja " ~Duke


Terlalu ekstrem💧


" Hahaha, yang lain? " ~Baginda


" Ck, kenapa dengan ide ku? " *menggerutu


" Hahaha, mungkin karena ide ayah terlalu bagus " ~Eira


Semua hanya diam. Bahkan Nona dan Tuan muda juga hanya diam sambil menatap satu sama lain. Para orang tua? Mereka juga hanya diam.


" Hohoho, bahkan kalian tidak tau harus menjawab apa ya "


Salah satu Bangsawan mengangkat tangan nya dengan gugup.


" Maaf Baginda, bukan nya kami semua tidak mau memberi pendapat. Hanya saja, kita juga tidak tau apakah benar anak itu anak dari Tuan Lewis atau bukan "


" Yang berarti, kalian kasihan terhadap anak ini? Kalian berpikir, ayah nya saja sudah di asing kan, sekarang anak nya akan di hukum. Benar kan? " *menatap tajam


Jawaban Baginda tepat sasaran. Semua langsung ketakutan apalagi Bangsawan yang memberi pendapat.


Orang bernama Charles memiliki kekuatan hanya rasa kasihan di dirinya. Bangsawan saja merasa kasihan, apa jadi nya jika berita ini sampai ke rakyat biasa? Tapi... apa benar hanya rasa kasihan yang ada dirinya.


Yah, walaupun sikap nya yang menyebalkan membuat sebagian Bangsawan muak sih.


" Apa salah nya jika saya diberikan kesempatan? Toh lawan ku hanya dia kan? Ck, hanya anak kecil " ~Charles


Charles menunjuk Deon.


" Kau!! " ~Deon


" Kita lihat saja nanti, Lewis saja belum ada, jangan banyak omong kosong dulu. Dan lagi, aku juga salah satu lawan mu " *menatap tajam


Baginda menghentikan Deon dengan mengangkat satu tangan nya.


" Cih, omong kosong katanya " ~Charles


( Aku sudah tidak tahan lagi! ) *marah ~Deon


Sepertinya ini awal mula petarungan untuk mendapatkan posisi Raja akan datang.


.......


.......


.......


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...


- Charles Vasello


- Usia 23 tahun

__ADS_1


- Putra Lewis Adelric (?)



__ADS_2