Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Festival


__ADS_3

Saat aku keluar, sudah ada Deon yang menunggu. Warna rambut yang awal nya pirang keemasan sekarang menjadi hitam pekat. Kami berdiam beberapa saat karena takjub dengan penampilan berbeda kami. Senyum tulus ia berikan, Deon membuka suaranya.


"Lumayan cocok dengan mu" ~Deon


Eira memalingkan wajahnya, hampir saja ia tersipu. Namun ia segera melihat ke arah Deon, melipat kedua tangannya dengan elegan dan bergaya menyombongkan dirinya sendiri.


"Tentu saja, siapa dulu yang memakainya?"


Eira dan Deon tertawa. Mereka berdua segera menuju ke kereta kuda. Kereta kuda yang mereka pakai pun tidak terlalu mewah dan tidak ada lambang keluarga, ini agar mereka semua tidak terlalu menarik perhatian.


Felix, Emma, Deon, serta Eira menaiki kereta kuda yang sama. Canda tawa mereka utarakan di dalam. Selama perjalanan terasa menyenangkan. Tanpa disadari mereka sudah sampai di tempat tujuan.


Sesampainya...


Mereka turun secara bergantian. Eira dan Emma cukup takjub, namun sepertinya Deon dan Felix biasa saja karena sudah berulang kali datang ke festival ini.


Suasana yang ramai, bola berwarna warni yang berisi lilin mengelilingi setiap jalan, cahaya indah dibuatnya. Canda tawa terdengar, anak-anak kecil berlarian tak tentu arah dengan bahagia.


Ternyata benar, disini juga banyak orang yang memakai topeng seperti kita. Kuakui ini tidak ada bedanya dengan pasar malam biasa. Tapi tetap saja ini luar biasa.


Deon tertawa, suaranya membuat ku tersadar akan lamunan ku.


"Aku tidak menyangka kau akan sesuka ini dengan festival" ~Deon


"A..anggap saja aku jarang keluar rumah. Dan ini semua terasa asing bagiku" ~Eira


Aku terdiam sejenak dan mengingat memori saat aku masih menjadi Dian. Sebenarnya saat melihat festival, aku jadi rindu saat pergi ke pasar malam bersama ayah dan ibuku. Hahaha, ayolah ini hari yang menyenangkan jangan kau merusaknya Eira.


Deon melihat ke arah Felix, pria itu langsung mengerti apa yang di maksud tuannya. Felix mendekat ke Emma dan berbisik.


"Lady Emma, bagaimana jika kita tinggal 'kan mereka berdua?" ~Felix


"Memangnya kenapa?" ~Emma


"Kita tidak boleh menganggu mereka berdua bukan? Berikan Nona Eira dan Tuan Deon menikmati waktu mereka sendiri" *senyum


"Be..benar juga sih" ~Emma


Emma nampak terkejut dan bimbang, tak tau apa tujuan Felix mengajaknya pergi jauh dari tuannya.


"Nah apalagi yang kita tunggu. Tuan, Nona, saya dan Lady Emma akan pergi terpisah. Ada barang yang harus kami beli" ~Felix


"Ah, iya sana tapi berhati-hatilah" ~Eira


"Tentu Nona" ~Felix


Felix mengandeng tangan Emma dan langsung pergi dari hadapan kami. Dia memberi kode kepada Deon, entah apa yang mereka rencanakan. Tapi yasudahlah. Deon memandangi ku dan tersenyum.


"Sudah siap?" ~Deon


"Tentu saja, oh ya aku tidak menyangka ayah akan mengizinkan kita pergi semudah itu" ~Eira


"Yah, memang sulit saat meminta izin kepada Beliau, tapi aku berhasil 'kan?" ~Deon


"Hahaha iya, benar" ~Eira

__ADS_1


Kami berjalan bersama. Deon menuntun perjalanan, tawa anak-anak seakan membuat ku merasakan kebahagian yang mereka rasakan. Para penduduk yang ramah menjadi kehangatan tersendiri.


Hal pertama kita lakukan adalah membeli jajanan pasar, mencoba berbagai permainan, sampai belanja aksesoris di sini. Walau tak semewah emas dan berlian, namun entah kenapa aku merasa hal berharga dari ini semua.


Tanpa kami sadari, lama- kelamaan hari menjadi lebih gelap. Menandakan tengah malam akan segela tiba. Namun aku tidak merasakan lelah sama sekali. Justru semangat ku tak hilang dan malah bertambah.


"Ini benar- benar seru!✨" ~Eira


"Hahaha, sudah pasti" ~Deon


Saat kami mulai berjalan, tiba- tiba saja...


...Brukk...


Aku terjatuh karena tertabrak oleh seseorang. Kenapa aku selalu saja terjatuh ya.


"Eira kau tak apa!?Apa kau tak punya mata Tuan?" ~Deon


Terlihat sekali Deon sedang marah. Deon menyulurkan tangan dan membantuku berdiri. Pria asing itu hanya terdiam tanpa sepatah kata.


Dia juga memakai topeng sama seperti kami. Mata kami bertemu, saat aku menatap matanya entah mengapa aku bergidik ketakutan. Dengan mata merah nya, seakan berkata 'jangan main- main dengan ku'. Dia bukan orang biasa.


"Maafkan saya Lady"


Akhirnya dia berbicara. Dia membungkuk sebagai bentuk permintaan maaf. Tunggu, dibelakangnya seperti ada orang. Seorang gadis? Mata kami bertemu, dia segera memalingkan wajahnya. Sial, gadis itu memakai jubah dan topeng. Wajahnya sulit untuk terlihat.


"Apalagi yang kau tunggu Eira? Cepat kita per..."


Belum juga Deon melanjutkan kalimatnya, pria asing itu memotong pembicaraan Deon.


"Perkenalkan Lady, nama saya Ray, Ray Winston" *membungkuk


"Ah.. iya senang berkenalan dengan mu Tuan Ray"


Mereka berdua langsung pergi. Dia aneh sekali, kenapa malah memperkenalkan diri dengan orang asing yang baru dia kenal? Namun baru juga beberapa langkah, hembusan angin lewat begitu saja. Mata ku terbelalak tak percaya, bersamaan dengan hilangnya angin itu, bisikan terdengar di telinga.


...----------------...


...Kita akan bertemu kembali......


...----------------...


Reflek aku menengok ke belakang. Namun tam ada siapa-siapa. Suara apa itu tadi!? Aku menatap Deon.


"Kau mengatakan sesuatu?" ~Eira


"Siapa, aku? Tidak sama sekali" ~Deon


Tetapi tadi ada suara bisikan di telingaku, suara nya sangat jelas. Aneh...


Deon terdiam dan memperhatikan Eira. Pria itu melirik ke jalan dimana pria asing itu pergi. Ia merasa ada hal aneh yang tidak ia sadari. Deon segera melupakannya dan fokus untuk membuat Eira bersenang-senang.


"Mau lanjut jalan- jalan?"


Deon menyulurkan tangannya untuk Eira, gadis itu tersadar akan lamunan dan hanya tersenyum kecil.

__ADS_1


"Ah, iya" ~Eira


...BLARRR!!!...


Suara ledakan terdengar. Eira dan Deon terkejut, suara seperti ledakan api tidak jauh di belakang mereka.


...----------------...


...Segera pergi dari sana...cepat panggil tim medis... keluarga ku ada di sana... minggir selamatkan diri......


...----------------...


Para pengunjung pun panik dan berlari menghindari kobaran api tersebut. Lari tak tentu arah membuat sebagian dari mereka tersandung.


"Apa yang sebenarnya terjadi?!"


Deon bingung dan terkejut dengan apa yang terjadi. Api yang panas tak jauh dari tempat kami berdiri. Tunggu, bukannya jalan ini yang dilewati 2 orang asing itu?


.......


.......


.......


Di gang sepi dan gelap... terlihat 2 orang berjubah dan bertopeng. Mereka terengah-engah karena berlari. Dengan amarah, salah satu di antara bertanya pada rekannya.


"Kau itu kenapa sih? Kenapa malah menarik perhatian!?"


Ucap gadis bertopeng.


"Maaf, habis aku terlalu bersemangat. Majikan ku... Nona Emely... "


Gadis bernama Emely itu membuka jubah nya. Wajah khawatir dan ketakutan terlihat.


"Kau tidak takut kita akan ketahuan dengan ulahmu!? Dan lagi kenapa kau memperkenalkan diri!?" *marah


"Hehehe, 'kan lumayan seru jika buat keributan. Benarkan Nona?"


...BUKKK...


Emely langsung menendang Ray. Pria itu menahan sakitnya dan memegang kaki yang sakit.


"Jangan membuat kita di situasi sulit Ray, dan jangan keluarkan api mu itu!"


"Ya Nona"


Jawab Ray dengan sedih. Emely masih panik dan khawatir. Ia menggigit jarinya dan bergumam.


'Pangeran dan Nona Eira ya, tidak kusangka kita akan bertemu di tempat seperti ini'


.......


.......


.......

__ADS_1


...( Dukungan kalian \= Penyemangat Author❤️ )...


...B e r s a m b u n g...


__ADS_2