
Ternyata benar, Deon berjalan mendekat ke orang misterius itu dan langsung membuatnya pingsan. Dengan santai Deon memasukan dan membawanya dalam karung. Setelah beberapa waktu terlihat 2 penjaga kepercayaan Deon. Mereka langsung membantu Tuannya tanpa berkomentar apa-apa.
Mohon maaf, itu orang bukan beras karungan. Tapi entah kenapa aku menyukainya👍🏻🙂
.......
.......
.......
Deon sudah pergi dari kediaman Duke. Eira menghela nafas dan merebahkan tubuhnya di kursi empuk.
"Felix, apa para tikus hanya ada di kediaman Duke saja?" ~Eira
"Tidak Nona, sudah ada 2 laporan jika Bangsawan lain menangkap beberapa tikus Bangsawan. Bahkan di Istana sudah ditemukan 3 orang mata- mata. Dan yang lebih di sayangkan, 1 diantaranya adalah dayang yang sudah bekerja di Istana selama bertahun-tahun" ~Felix
"Mereka berani sekali!" ~Eira
Kenapa mereka seperti terburu- buru ya. Sebenarnya apa rencana dan tujuan mereka. Apakah kehancuran keluarga Duke juga karena ulah mereka? Dan siapakah pemimpin dari ini semua?
Felix yang melihat tuannya merasa gelisah menjadi khawatir.
"Ada apa Nona? Apa anda baik-baik saja?" ~Felix
"Ah, aku tidak apa- apa" ~Eira
Huftt, bahkan disini pun aku harus berpikir. Ayolah Eira, jernihkan pikiranmu sekarang juga. Tidak banyak kesempatan untuk ku bersantai, kembalinya dari sini aku harus menyelesaikan semua tumpukan surat itu. Ayolah nikmati waktu mu...
Eira berusaha menutup matanya. Baru juga 5 menit Eira menenangkan pikiran, terndengar suara yang memanggil dirinya. Gadis berpakaian pelayan, membawa troli berisi penuh dessert.
"Nona!"
"Emma, kenapa sampai disini?" ~Eira
"No..nona, a..apakah anda tau ini waktunya apa?" ~Emma
"Bernafas yang benar dulu Emma💧" ~Eira
Saat ku melihat Emma, dibelakangnya sudah ada makanan. Cemilan...?Gasp, apakah ini sudah tengah hari?! Astaga, itulah alasan kenapa Emma mencariku, ini sudah waktunya memakan camilan.
"A..ah sudah siang hari ya"
Ucapku dengan perasaan merasa bersalah.
"Huh, saya sudah mencari anda kemana- mana" ~Emma
Syukurlah Emma datang sesudah tikus itu pergi. Jika tidak mungkin saja dia akan syok dan bertanya-tanya dengan apa yang terjadi.
"Hehehe, maaf" ~Eira
__ADS_1
Emma beserta Felix yang membantu membawa semua desserts dan teh ke meja tempat ku terduduk.
Em, ini lumayan banyak untuk aku habiskan sendiri.
"Emma, Felix, duduk lah"
Perintah ku terhadap mereka berdua. Emma dan Felix saling memandang dan terlihat kebingungan.
"Jangan seperti itu, aku cuma meminta bantuan kalian untuk menghabiskan nya" ~Eira
"Maaf Nona, tetapi itu tindakan yang kurang sopan"
Ucap Felix dengan hati-hati.
"Benar, kami hanya seorang rendahan. Kami tidak berhak duduk dan makan bersama Nona" ~Emma
Aku terdiam dan memperhatikan mereka berdua. Menolak perintah atasan juga merupakan sebuah kesalahan, itulah mengapa mereka terlihat enggan dan merasa bersalah.
"Hufftt, di hadapan ku aku tidak mau dengar kata orang rendahan. Ke dua, aku hanya ingin menghabiskan waktu dengan orang terdekatku. Ke tiga, jika kalian tidak mau kalian bisa menolaknya saja"
Yang benar saja, orang rendahan? Felix dan Emma bukan hanya pelayan dan penjaga biasa. Sadar akan posisi Duke yang aku miliki, tak mungkin pelayan ataupun orang dari kediaman Duke adalah orang biasa. Mereka juga dari keluarga yang terpandang walaupun bukan seorang Bangsawan. Atau jika tidak...mereka adalah orang yang terpilih langsung oleh Tuan Rumah ini.
Apalah dayaku, kehidupan ku dulu jauh dari kata mewah, tetapi Felix dan Emma mengatakan mereka orang rendahan?
"Baiklah, permisi Nona" ~Felix
"E..Emma kenapa?" ~Eira
"Huaa baru ada Nona Bangsawan yang mau duduk dengan kita berdua" ~Emma
Tangis haru terdengar. Felix dan Eira bertukar pandang, mereka hanya tertawa kecil. Akhirnya Emma duduk di depan Eira bersebelahan dengan Felix.
"Tetapi benar kata Lady Emma, mereka bahkan tidak mau orang seperti kita mendekat" ~Felix
"Benarkah?" ~Eira
"Benar Nona, mereka akan bilang seperti ini... orang rendahan seperti dirimu jangan mendekat kearahku, pergi dari hadapanku sekarang!"
Emma mengatakannya sambil meniru gerakan Bangsawan yang dia maksud. Seakan membawa kipas menutupi wajahnya, mata memandang rendah, dan mengangkat gaun pelayannya. Gerakan yang dibuat Emma terlihat lucu di mata Felix dan Eira.
"Hahaha, kau ini aneh- aneh saja"
Aku tidak bisa berhenti tertawa, Emma menirukan mereka sangat baik. Bahkan kulihat Felix juga sama sepertiku.
"Nah selanjutnya saya yang menirukan" ~Felix
"Hahaha, tirukan yang terbaik Felix" ~Eira
__ADS_1
Kami mengobrol dan bercanda bersama. Bawahan yang semula kaku, kini bisa tertawa bersama ku.
Inilah waktu yang ingin kuhabiskan. Waktu bersama seorang teman yang kusayang dan tidak ada yang membeda- bedakan status. Tak ada pandangan meremehkan. Ini adalah Tea Time terbaik.
.......
.......
.......
Malamnya...
Hah, hari yang cukup melelahkan.
"Nona, saya akan mematikan lampunya" ~Emma
"Iya" ~Eira
Setelah Emma mematikan lampunya, dia langsung pergi.
Em, baiklah sekarang waktunya tidur. Ah, besok ada kejadian apa lagi ya. Lama- kelamaan mata ku tertutup dengan sendirinya. Dan...tertidur pulas di malam gelap ini...
...----------------...
"Hai, Dian?"
Suara itu...siapa? Kenapa dia tau nama asli ku. Aku membuka mataku. Terlihat bayangan samar- samar. Rambut putih, dan mata merah. Dia terlihat seperti saat aku melihat cermin untuk pertama kali.Eira...
"Tunggu Eira!" Dian
"Halo, kita baru pertama kali bertemu ya?"
Suara lembut dengan senyuman misterius. Eira yang asli datang tepat di hadapanku.
.......
.......
.......
...----------------...
Tambahan
Sekedar info, Dian adalah nama asli orang yang sekarang berada di tubuh Eira. Bisa di cek di eps 1 . Author kasih info kalo ada yang lupa😁
...----------------...
...( Dukungan kalian \= Penyemangat Author❤️ )...
__ADS_1
...B e r s a m b u n g...