
Akhirnya Deon masuk ke kamar yang sudah di siapkan Lewis. Dia segera merebahkan tubuhnya yang lelah ke atas kasur yang empuk.
Benar- benar hari yang melelahkan. Gimana keadaan Eira ya? Hahaha, padahal aku tidak bertemu dengan nya hanya selama 9 jam, tetapi sudah merindukan nya. *tersenyum
Tak lama, pelayan Lewis masuk ke kamar dengan membawakan sarapan berupa steak untuk Deon.
" Untuk apa? "
" Saya diperintahkan Tuan Lewis untuk mengantarkan sarapan kepada Tuan Deon serta para prajurit "
Jawab pelayan sambil membungkuk kan badan dan segera keluar dari kamar.
Deon menatap makanan nya.
" Aku ingin tidur daripada makan💧 "
Segera Deon menghabiskan makanan nya dan segera tidur.
" Hah, merepotkan " *menutup mata
Saat tengah malam Deon terbangun, sekitar jam 1 malam. Ya, dia hanya tidur 4 jam saja.
Dia keluar dari kamar dengan hati- hati dan sebisa mungkin tidak menimbulkan suara.
" Mungkin paman sudah tidur " *mengendap- endap
Deon segera ke ruangan itu kembali, sebisa mungkin ia membuka kunci menggunakan alat seadanya.
...Ceklek...
" Fiuh, akhirnya "
Deon masuk ke dalam menggunakan lentera yang sama. Saat ia masuk, entah mengapa dirinya berdebar- debar. Seperti... akan ada yang menunggu nya di depan sana.
...Brakk...
Cih, masih sulit.
__ADS_1
" Hei, ada orang di sana? Kalo tidak jangan bicara, jika hantu pergilah! "
Emang ada orang disini💧
" ...da "
!! Suara apa itu
" Bicara lebih keras!! "
Deon mendobrak nya lagi, brakk...
Tiba- tiba ada yang menarik Deon, saat ia menoleh tidak ada siapa- siapa.
Cih, sebenarnya ada apa di sini.
" Hei, coba katakan lagi!! "
Suara sudah menghilang, apa aku ber- halusinasi ya?
" T..tuan, anda tidak boleh di sini "
" Ada siapa di dalam? " *menatap tajam
" I.. itu t..tidak ada Tuan "
Sang pelayan menghindari kontak mata dengan Deon.
Dia berbohong ya, tetapi wajah nya sangat ketakutan.
" M..mari saya antarkan ke luar "
Deon hanya diam sejenak. Dilihat dari penampilan dan usia, sepertinya dia anak baru. Tidak ada gunanya jika aku terus mendesak nya.
" Cih, baiklah "
Deon segera mengikuti pelayan dari belakang. Tiba- tiba...
__ADS_1
...Brakk...
Deon segera menengok ke sumber suara yang terdengar seperti dobrakan pintu. Tetapi lagi- lagi tidak ada apa- apa.
Saat memalingkan wajah kembali, terlihat bayang- bayang seperti menahan pintu. Tidak ada orang lain disana, jika begitu bayangan siapa yang terlihat?
" Cepat Tuan "
Belum sempat Deon berpikir jernih, pelayan langsung menyeret nya keluar.
" Apa yang kau lakukan?! "
Kini mereka telah keluar dari ruangan. Pelayan mengunci kembali ruangan tersebut.
" Apa yang kau sembunyikan!? " *menatap tajam
Lagi- lagi pelayan itu menghindari kontak mata dan hanya diam.
Deon mendekat ke telinga nya dan berbisik...
" Tidak masalah jika kau tidak mau bercerita. Tetapi jika terjadi sesuatu, kau tidak akan mau tau apa yang akan terjadi selanjut nya. Mungkin malam ini kau akan bermimpi buruk atau lebih parah " *tersenyum
Seketika pelayan itu bergidik ngeri dan ketakutan. Dia hanya bisa diam dan tidak menjawab pertanyaan Deon.
" Aku sudah memperingatkan mu "
Deon segera meninggalkan pelayan itu dan berniat pergi ke kamar nya.
Cih, dia gigih juga. Aku akan memberitahukan kejadian ini kepada Eira.
.......
.......
.......
...B e r s a m b u n g ......
__ADS_1
...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...