
" Apa anda yakin? " *smirk
Eira masih menguping pembicaraan mereka berdua.
" Kenapa kau sangat memaksa? " ~Duke
" Anda jangan pura- pura tidak tau, tentu saja kekuatan anda sangat besar. Itu yang saya butuhkan "
Charles mendekat ke Duke dengan mata yang seperti menghipnotis seseorang. Duke hanya diam mendengar ocehan Charles.
" Apakah kau tuli? Aku tidak mau bekerja sama dengan mu "
Duke memukul meja yang membuat Charles tersentak kaget. Pria setengah baya itu hanya berjalan menuju jendela dan melihat ke luar.
" Bahkan Raja berbaik hati meminjamkan kereta kudanya ya "
Ucap Duke tersenyum meremehkan. Ia melihat kereta kuda yang mempunyai lambang keluarga Kerajaan.
" Astaga, anda jangan melihat buku dari sampulnya. Tapi sepertinya anda benar, Baginda terlalu baik kepada saya " *senyum
" Hah, kau membuat ku kesal saja. Sepertinya usahamu sia- sia Tuan Charles "
Duke menunjuk pintu keluar kepada Charles menandakan pembicaraan sudah berakhir. Charles kembali tersenyum seolah tidak terjadi apa- apa.
" Hahaha, baiklah baiklah saya akan keluar. Ternyata benar meminta anda untuk bekerja sama adalah satu hal yang sulit Tuan Duke "
Charles membuka pintu dan secara tidak sengaja ia membuat Eira terjatuh. Para penjaga hanya memalingkan wajah nya agar Eira tidak merasa malu.
...Brukk!!...
" Nona Eira? "
Sial, aku terlalu sibuk menguping sampai tidak bisa membaca situasi.
" Ehem, selamat siang Tuan Charles " *berdiri
" Salam kepada Nona Eira Victoria "
Charles memberi hormat kepada Eira.
" Salam untuk Tuan Charles Vasello "
Charles menahan tawanya. Sial///
" Jika begitu, saya mohon pamit Nona "
Charles memegang tangan Eira dan mencium nya. Itu juga salah satu salam yang di berikan oleh sebagian Bangsawan. Dan salah satu salam yang Eira atau Dian benci.
" Hahaha, baiklah " *senyum kaku
" Dan juga... "
Charles mendekat ke Eira dan membisikan sesuatu.
" Anda tidak boleh melukai tangan anda yang cantik ini dengan duri yang tajam Nona "
Charles menunjuk tangan Eira yang terkena serpihan duri bunga mawar.
Sepertinya secara tidak sengaja aku melukai tangan ku sendiri saat mengendap- endap.
__ADS_1
" Baiklah Tuan, bisakah anda menjauh " *mendorong Charles
Para penjaga memasang posisi siaga saat melihat Charles seperti mengganggu Eira yang membuatnya tidak nyaman. Charles mundur perlahan sambil tersenyum.
" Saya permisi " *pergi
Akhirnya dia pergi, huft saat menatap matanya entah kenapa aku merinding sesaat. Mungkin cuma perasaan ku saja. Tunggu, kenapa dia tahu jika bekas luka ini karena semak- semak berduri!? Apakah dia tahu saat aku mengendap- ngendap di sana? Ah sudahlah, aku mengkhawatirkan Duke.
Eira mengetuk pintu, para penjaga juga memperbolehkan Eira untuk masuk.
" Salam untuk ayah "
" Eira... "
Wajah nya penuh dengan rasa cemas. Ada yang terjadi dengan ayah dan Charles.
" Eira, tadi ayah mendengar suara keras di luar. Apakah kau tau itu suara apa? "
Astaga padahal putri mu ini menahan malu karena terjatuh di depan tamu. Dan Duke malah tidak tahu suara yang ia dengar, hiks aku hanya bisa diam.
" Em, ayah... apakah ada sesuatu yang terjadi? "
" Hah, begitulah. Baginda memberikan tugas kepada Pangeran Deon dan bocah ingusan itu. Padahal sudah aku sarankan untuk langsung membunuh nya "
Ucap Duke berdecak kesal.
" Apa ini ada hubungan nya dengan pemimpin masa depan Kerajaan!? "
Duke hanya mengangguk. Sulit di percaya Baginda mengiyakan permintaan Lewis dan putranya. Huft, apa Baginda tidak tahu konsekuensi apa yang akan ia hadapi.
Duke menyuruh Eira untuk duduk di sofa dekat dengan kursi Duke. Ia juga memerintahkan pelayan untuk membawakan teh.
" Ayah tidak menyebutnya bijak, melainkan rencana yang gegabah "
Ucap Duke sambil menyeruput teh yang sudah di siapkan.
" Ada benarnya "
Ucap Eira bersuara sangat pelan.
" Ayah juga disibukan kabar salah satu penjara telah hancur berkeping- keping. Apa itu masuk akal? " ~Duke
Apa karena itu Felix dalam beberapa hari ini belum kembali dari Istana.
" Dan lagi katanya penjara itu adalah penjara milik Alesya Ferca "
Ucap Duke meletakan tangan nya ke kepala saking pusing nya.
" A..apa? Alesya? "
Karena saking kaget nya Eira tanpa sengaja menumpahkan teh di tangan nya. Sentak Duke terkejut dan segera mengambil sapu tangan nya.
" Sangat ceroboh, kau tidak usah mencemaskan hal tidak berguna itu mengerti? "
Eira hanya mengangguk.
" Tetapi, apa tugas yang di berikan oleh Baginda? "
Ucap Eira yang masih membersihkan dirinya dari tumpahan teh. Tak lama Duke berdiri dan mengambil buku tebal di rak buku tak jauh dari posisi mereka duduk.
__ADS_1
" Kau tau Kerajaan Melia dan Kerajaan Forest? "
.......
.......
Kerajaan Melia, sesuai namanya pemimpin negeri tersebut bernama Ratu Melia. Kerajaan itu terkenal karena memiliki Ruby dan berlian tercantik. Tak hanya itu, Kerajaan tersebut juga kaya akan rempah- rempah. Bahkan konon ada salah satu rempah yang memiliki khasiat menghidupkan seseorang yang sudah mati. Entah itu benar adanya atau hanya rumor belaka.
Kerajaan Forest, dipimpin oleh Raja bernama Raja Harial. Kerajaan itu terkenal karena hidup mereka masih bersatu dengan alam, tidak sama dengan Kerajaan- kerajaan lain nya yang suka kemewahan. Mereka menganggap makhluk hidup lebih berguna daripada perhiasan dan kemewahan yang tidak ada artinya. Hasil tambang mereka juga sangat besar, bahkan melebihi Kerajaan Aragon. Kerajaan yang sedang aku tempati saat ini.
Namun mereka sangat dikenal bukan karena ciri khas masing- masing Kerajaan. Melainkan perselisihan antara kedua nya. Mereka tidak pernah akur dan selalu membuat masalah. Entah peperangan kecil, tidak meperbolehkan para rakyat nya untuk menginjakan kaki ke Kerajaan tersebut, tidak mengizinkan rival nya untuk melewati jalan kawasan sekitar Kerajaan, dan sebagainya.
Hal ini membuat kedua pihak Kerajaan menjadi sulit karena jalan yang harus nya mudah di lewati membuat ini menjadi sulit saat melakukan ekspor dan industri dari Kerajaan tetangga. Mereka melewati jalan panjang agar tidak melanggar aturan tersebut. Namun para pemimpin Negara ini tidak peduli dan tidak bisa akur karena sudah terikat oleh tradisi nenek moyang dan dendam zaman dahulu yang belum terselesaikan.
Yah itu yang aku baca dari buku dan sebagian dari ingatan Eira asli.
.......
.......
" Iya, saya tahu "
" Baginda memberi tugas agar mereka menyatukan Negara tersebut supaya tidak ada lagi perselisihan " ~Duke
" Bukan nya itu mustahil!? " ~Eira
Duke membuka buku yang ia bawa. Kemudian mencari halaman yang ia inginkan. Setelah ketemu Duke menunjukan buku tersebut kepada Eira.
" Itulah tantangan nya "
Ucap Duke sambil tersenyum.
Aku melihat buku yang diberikan Duke. Halaman itu berisi letak dari berbagai Kerajaan dan Negara yang ada, bisa di bilang ini peta wilayah. Kerajaan mereka berdekatan, dan di sebelah nya lagi ada Kerajaan Aragon.
" Jadi... maksud ayah dan Baginda jika rencana ini berhasil Kerajaan kita akan mendapatkan keuntungan yang setimpal dari 2 belah pihak? " ~Eira
" Benar " ~Duke
" Namun karena kalian tahu jika cara ini mungkin saja mustahil, Baginda memberikan tugas ini agar Pangeran Deon dan Tuan Charles tidak akan bisa menyelesaikan nya? " ~Eira
" Ayah tahu kau bisa menebak nya "
Ucap Duke dengan bangga. Tak sesekali ia tersenyum kepada Eira. Entah apa yang ada di pikiran nya.
" Astaga, kalian memang sangat licik " ~Eira
Duke hanya tertawa mendengar perkataan putrinya.
Jadi alasan kenapa Charles ingin bertemu karena dia ingin meminta bantuan dan kerja sama dari ayah yang merupakan seorang Duke ini. Hm, apakah salah satu dari mereka bisa menyelesaikan tugas sulit ini ya...
.......
.......
.......
...B e r s a m b u n g ......
...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...
__ADS_1