
Eira berlari dan mendekati moster itu. Entah mengapa saat ia berlari terasa ringan. Dengan sekali tebasan darah Cerberus keluar kemana- mana.
" Kau... Deon kan? "
Bisik Eira kepada pria yang sudah menolong nya tadi. Namun pria itu menghiraukan nya dan menyuruh Eira untuk menyerang bagian leher saja. Karena Cerberus mempunyai 3 kepala mereka harus segera menyerang nya sebelum monster itu mengamuk.
Eira meneruti permintaan pemuda itu, leher kepala kanan Eira yang serang. Leher kiri Cerberus di serang oleh pria itu. Mereka secepatnya menyerang leher tengah Cerberus namun digagalkan karena Cia yang terlebih dahulu menyerang nya menggunakan sihir nya.
Setelah monster itu sempoyongan pria berjubah hitam langsung menusukan pedang nya di dada tepat di jantung Cerberus.
" Ini aneh, kenapa terasa mudah sekali? "
Ucap Eira yang masih menendang mayat Cerberus memastikan masih hidup atau tidak.
" Benar, seharusnya makhluk dunia bawah lebih kuat dan sangat susah untuk dibunuh "
Ucap Cia menghampiri kami.
" Apa... ini makhluk buatan? "
Ucap Pria berjubah hitam. Saat ia berbicara Eira merasa kenal dengan suara nya.
" Betulan Deon? Sudah kuduga " ~Eira
" Maaf, aku belum sempat mengubah suara ku. Tapi aku serius kenapa ada makhluk seperti ini di dunia manusia, jika ini tiruan kenapa kekuatan dan api keluar dari mulut nya " ~Deon
Cukup lama Cia diam, tak lama ia membuka suaranya.
" Aku akan menyelidiki nya " ~Cia
" Ini ada kaitan nya dengan sihir? " ~Deon
" Eee... mungkin " ~Eira
" Huftt, kalian ikut dengan ku "
Ucap Deon yang kembali memakai jubah nya. Eira dan Cia mengikuti Deon dari belakang.
" Tetapi bagaimana dengan monster jelek ini? " ~Eira
" Prajurit Kerajaan akan tiba, setidaknya mereka harus memberi informasi kepada Baginda dan yang lainnya" ~Deon
Eira hanya mengangguk mengerti.
Mereka masuk ke toko Tiara, markas kelompok gagak hitam. Karena jarak antara Cerberus dan toko lumayan jauh, bangunan tetap kokoh. Hanya saja sedikit berantakan karena goncangan yang dibuat Cerberus.
Deon kembali membuka jubah dan topeng yang menutupi wajah nya.
" Kalian memiliki sihir, katakanlah sejujurnya " *to the point
Tanpa berpikir panjang Eira mengangukan kepala nya.
" Sejak kapan kau tau? Apakah saat kita bertarung tadi? " ~Eira
" Lumayan lama, seorang Pangeran harus peka terhadap situasi apapun "
" Tunggu, sudah lama!? "
" Itu hanya pemikiran ku saja, aku tidak mengira akan benar- benar terjadi "
Tatapan aneh dan sedih ada pada diri Deon. Tatapan itu seperti mengatakan kenapa ini terjadi?
" Kau tidak akan menangkap kami kan? "
Ucap Cia dengan tatapan tajam nya.
Benar juga, sihir juga bisa disebut ilmu hitam. Bahkan di saat ini sihir sudah hilang ber abad- abad lamanya.
" Tidak, aku hanya bertanya "
Deon memutar tubuh dan memegang kepala nya. Eira mendekat ke arah Deon, dengan alis yang mengernyit Eira berbicara pada pria itu.
" Aku cuma mau bilang, monster itu tidak ada hubungan nya dengan kami "
__ADS_1
" Benarkah? Tapi, apa kau tau siapa pelakunya? "
Ucap Deon dengan tersenyum ramah ke Eira.
" Jika masalah pelaku, saya akan mencarinya sebisa saya "
Ucap Frecia dengan yakin. Deon hanya tertawa dan mengangguk mengerti.
" Kalo begitu, mari lupakan sejenak masalah ini "
Satu jari telunjuk di letakan di bibir Deon, menandakan tanda untuk diam. Dengan senyuman kaku, pria itu mengajak Eira untuk pulang ke kediaman nya.
" Tidak perlu, kau pasti sibuk karena monster itu! Dan lagi... kita akan bertemu membicaran Kerajaan Forest dan Melia kan? Aku sudah banyak membaca beberapa buku, bahkan Tuan Duke menunggu anda "
Senyum terukir di wajah Eira, ia yakin bahwa Deon saat ini sedang dalam situasi sulit. Setidak nya dengan informasi dan sedikit dukungan membuat suasana hati pria itu berubah.
Saat Eira mengatakan itu, Deon hanya tersenyum dan menganggukan kepala.
" Baiklah, aku akan mengurus masalah ini. Jaga diri kalian baik- baik " *senyum
Ucap Deon percaya diri dan segera pergi dari hadapan Eira dan Cia.
Setelah Deon pergi, Cia membuat sihir teleport sampai ke Kediaman Duke. Lebih tepat nya di kamar Eira.
" Masuk lah Nona, saya menyusul "
" Kau... mau mencari nya sekarang? " ~Eira
Cia hanya menganggukan kepala.
" Ya sudahlah, jika ada bahaya cepat kembali ke rumah! Oke!? " ~Eira
" Hahaha, baiklah Nona " ~Cia
.......
.......
.......
Dengan sempoyongan Eira menyebunyikan mantel nya yang terkena noda darah Cerberus.
" Ini... terasa nyata "
Eira mengernyitkan alis nya saat menghapus noda darah Cerberus. Namun sesegera mungkin dengan kekuatan air Eira noda merah akhirnya menghilang.
.......
.......
.......
Di tempat Frecia
Cia menggunakan kekuatan nya untuk berpindah ke suatu tempat ke tempat lain. Tujuan pertama Cia adalah menuju tempat Emely dan Ray berada.
Sesampainya, Cia melihat Ray sedang fokus ke arah tempat kekuatan Cerberus berada dan mulai menghilang. Tampak wajah waspada dari dirinya.
" Jangan khawatir, makhluk itu susah menghilang "
Ucap Cia menghampiri Ray.
" Di sana tempat pusat kota... kan? " ~Ray
Cia hanya mengangguk.
" Apakah kau kenal Cerberus itu? " ~Cia
" Saat merasakan energi makhluk itu, bukan energi Cerberus yang kurasakan... ini lebih tepat kekuatan hitam "
Ucap Ray dengan yakin. Cia hanya menghela nafas. Namun tak beberapa senyum terukir di wajah Cia.
" Apa... ini saat nya? Apakah orang itu ada di balik kejadian ini? " ~Cia
__ADS_1
" Sepertinya, wah kau sangat bersemangat ya "
Ucap Ray dengan tersenyum.
" Tentu saja, pengecut itu akhirnya keluar dari sarang nya. Dan lagi, aku tau kau juga menantikan nya "
Ray hanya tertawa mendengar ucapan Cia.
.......
.......
.......
Di tempat Charles
" Sepertinya ada yang mengalahkan makhluk itu Tuan "
Ucap gadis bermata merah ke Charles. Namun Charles hanya diam sambil menatap jendela luar.
" Apakah ini rencana si pak tua? "
Tanya Charles ke Ren.
" Tentu bukan, ayah anda tidak mungkin menciptakan makhluk sehebat ini "
Charles hanya mendengarkan Ren sambil diam tidak berkutip.
" Tuan, ini akan seru lho "
Ucap Ren dengan mata memancarkan aura pembunuh dari dirinya.
" Dasar iblis, jika ini rencana orang itu aku tidak mau ikut campur " ~Charles
" Astaga, Tuan sangat membosankan " ~Ren
" Sangat merepotkan bukan? Lebih baik menunggu sampai suasana agak tenang. Dan lagi jika pak tua itu tidak memberi tugas yang merepotkan, kita bisa bersenang- senang "
Ren hanya tersenyum mengerti.
" Sudah lama kan tangan kita belum ada noda merah setetes pun "
Dengan mata predator dan merah menyala, membuat ambisi gadis itu terlihat jelas.
" Hahaha, tapi kita harus selesaikan tugas merepotkan ini "
Ucap Charles seraya mengambil buku besar milik nya.
" Maksud anda tugas yang diberikan ke Baginda Raja? Ayolah dengan beberapa sihir dan kekuatan ku, 2 negara merepotkan itu akan hancur menjadi lautan darah "
Ucap Ren kesal.
" Aku setuju ini merepotkan, tapi aku tidak bisa menolak perintah pak tua itu... lebih tepatnya belum saat nya "
Charles menatap kosong ke depan dengan mata yang sayu. Sedangkan Ren hanya diam tidak berkutip.
" Yah, saya akan mengikuti Tuan kemanapun anda berada " ~Ren
Charles hanya tertawa mendengar ucapan Ren.
.......
.......
.......
Author : Maaf karena beberapa hari ini saya jarang update novel ini, sekali lagi maaf🙏🏻
...B e r s a m b u n g ......
...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...
...See you next time🖐🏻...
__ADS_1