Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Waktunya Mencari Keberadaan Kelompok Gagak Hitam!


__ADS_3

Hah, benar- benar menyebalkan. Masih ada yang ingin ku katakan kepada Harry


Ucap Eira sambil memukul bantal saking kesal nya.


.......


.......


.......


Waktu berlalu, sudah 4 hari Eira hanya berdiam di dalam kamar. Ia merasa begitu bosan, mengharapkan seseorang untuk memberi kabar baik untuk nya.


Tiba- tiba...Pintu kamar terbuka. Terlihat seorang pelayan membawa secarik kertas di tangan nya. Memberikannya dengan hati-hati kepada Eira.


" Nona, ada surat dari kediaman Marquess Fedelian"


Surat? Apakah ada sesuatu yang terjadi? Tanpa pikir panjang aku membuka surat tersebut.Cap keluarga Marquess Fedelian sudah cukup membuktikan bahwa surat ini asli dari Harry. Tulisan dengan tinta hitam yang masih asing untuk ku. Aku membaca kalimat demi kalimat yang Harry tulis.


.......


.......


.......


...----------------...


...Untuk Eira......


...Sepertinya saya sudah menemukan keberadaan mereka. Mereka ada di pusat kota, temukan toko pakaian dengan nama Toko Tiara, dan katakan "Saya ingin memesan satu set gaun hitam". Itulah kata sandi nya....


...Saya ingin mengatakan sekali lagi, anda harus berhati- hati Eira....


^^^Dari sahabat anda, Harry Fedelian...^^^


...----------------...


.......


.......


.......


Wah aku tidak menyangka, Harry akan menemukan lebih cepat dari yang kubayangkan.


"Emma, berikan aku kertas dan tinta. Bukannya aku harus membalas surat ini?" *tersenyum


"Baik Nona, akan saya ambilkan segera"


...15 menit kemudian......


Hah sudah selesai! Aku membungkus kertas ini dengan kertas surat. Memberikan cap keluarga Duke Victoria dan memberikannya ke Emma.


"Emma, kirimkan ini di kediaman Marquess"


"Baik Nona"


Aku bergegas ke ruang kerja Duke, benar jangan menyia- nyiakan waktu!!


Sesampainya di ruang kerja Duke, terlihat pintu besar di depan ku. Dan ada 2 penjaga di sini, mereka memberi salam dan menanyakan keperluan ku. Aku hanya menggelengkan kepala dan berniat untuk memberitahukannya langsung ke Tuan Duke. Cukup lama mereka berpikir namun pada akhirnya aku di izinkan untuk masuk. Suara ketukan terdengar.


...Tok tok tok...


"Ayah, ini saya Eira"


"Masuklah"


Aku membuka pintu, terlihat banyak sekali berkas setinggi gunung. Ini semua pekerjaan Duke?

__ADS_1


"Ayah, bolehkah saya keluar?"


Tanya ku dengan canggung. Duke terlihat terkejut.


" Untuk apa?"


Ucap Duke yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Ah itu saya ingin pergi berbelanja" *alasan


"Kenapa tidak panggil seorang pedangang saja kemari?"


Hahaha, benar-benar orang kaya.


"I..itu tentu saja tidak akan menyenangkan kan ayah? Jadi bolehkah?"


Kumohon kumohon bilang iya Tuan Duke, kumohon!


"Baiklah, tidak masalah"


Yess!


"Tetapi, kamu harus membawa prajurit. Minimal 5 orang"


Ah gampang lah itu, membawa beberapa orang tidak akan menjadi masalah.


"Baik, saya mengerti, terima kasih ayah!"


Aku berjalan menuju Duke dan memeluk nya. Terlihat ia terkejut dengan tingkah ku. Bwe, sekarang Eira yang kau kenal berbeda tau.


Setelahnya aku memberi salam dan meninggalkan ruang kerjanya. Meninggalkan Duke yang masih saja berwajah bingung dan datar itu.


Sekarang Eira sudah tidak ada di tempat. Dengan setitik senyuman Duke berkata...


"Sudah lama aku tidak melihat wajahnya segembira itu"


.......


.......


.......


Emma terkejut dengan dobrakan pintu yang Eira buat. Dengan lantang, Eira mengatakan...


"Emma, bersiap- siap lah. Kita akan pergi berbelanja!!"


Emma : " ? "


Walau bingung dengan permintaan tiba-tiba, Emma hanya bisa menuruti majikannya dan segera membantu bersiap- siap.


"Pilih pakaian yang tidak mencolok"


"Baik Nona"


Emma mencari baju tersebut. Dan selesai!


"Ayo Emma, sekarang kita berangkat!!"


Ucapku penuh semangat.


"Eh, saya?"


"Tentu, segeralah bersiap-siap" *tertawa kecil


"B..baik, mohon tunggu sebentar"


Cukup lama Emma bersiap-siap. Aku menunggu nya sambil menghitung koin yang ku bawa untuk berjaga-jaga dan tentu saja untuk uang muka Kelompok Gagak Hitam. Setelahnya aku dan Emma sudah berada dalam kereta kuda, sedangkan ke lima prajurit menaiki kuda langsung dan menjaga di belakang dan di depan kereta kuda ku.

__ADS_1


"Kita mau kemana Nona?"


Tanya kusir kepada ku.


"Toko bernama Toko Tiara, di pusat kota!" *semangat


"Baik, saya mengerti"


...Sesampainya......


Aku dan Emma turun dari kereta kuda. Ah, aku belum terbiasa menaiki kereta kuda untuk bergendara. Namun itu tak apa, fufufu kita sudah sampai ke tempat yang dikatakan Harry pada ku.


"Nona, ini kan..."


"Hehehe, benar sekali Emma. Oh ya, kalian ber enam tunggu diluar saja ya"


Mereka terbelalak dan berusaha memperhentikan aku.


"Tidak Nona, itu terlalu berbahaya!"


Ucap prajurit pertama, di susul oleh anggukan prajurit lain.


"Benar Nona, setidaknya biarkan saya mendampingi anda" ~Emma


"Jangan khawatir, aku ingin berbincang- bincang dengan pemilik toko ini "


"Tetapi..."


Belum juga menyelesaikan kalimat nya, aku memotong pembicaraan prajurit ke-3.


"Aku akan berteriak jika terjadi sesuatu, jadi kalian menurut lah!"


Ucap ku sambil menatap tajam mereka semua. Hiks maafkan aku, jika tidak begini kalian akan selalu menghentikan ku.


Mereka saling bertukar pandang. Walau khawatir akhirnya mereka memperbolehkan aku untuk masuk sendiri. Kecuali Emma, di antara yang lain dia lah yang paling khawatir dan bimbang.


"Baik Nona, mohon berhati- hati lah!"


Ucap prajurit pertama dengan serius. Aku hanya bisa tersenyum dan mengangguk mengiyakan.


"Tentu"


Aku memasuki toko itu, banyak sekali gaun berwarna putih. Tentu saja, ini kan toko gaun khusus Pernikahan.


Itulah mengapa aku mengerti kenapa kata sandi nya adalah memesan satu set gaun hitam. Karena itu benar- benar tidak ada. Toko mana yang menjual baju pernikahan warna hitam? Apalagi di Era dimana warna putih di anggap paling suci di sini.


"Apa ada yang bisa saya bantu?"


"Saya ingin memesan satu set gaun hitam"


Jawab ku dengan serius. Pelayan itu terkejut, dan segera mungkin mengubah ekspresi seolah tidak terjadi apa-apa.


"Mohon tunggu sebentar, anda bisa duduk terlebih dahulu"


"Baiklah"


Aku sudah tidak sabar bertemu dengan ketua dari Kelompok Gagak Hitam. Sebenarnya bukan hanya untuk menangkap Tikus Bangsawan. Bisa saja ada yang lebih parah daripada Tikus Bangsawan. Ini hanya untuk ber jaga- jaga saja.


"Nona, gaun ada sudah siap"


Bagus!


.......


.......


.......

__ADS_1


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...


__ADS_2