
Astaga, mereka bukannya memberi hormat dengan sopan malah bertindak sesuka hati.
Saat aku melihat Deon...tunggu! Rambut pirang keemasan dan warna mata biru laut, dia kan yang menabrak ku kemarin?! ( Eps 9)
.......
.......
.......
Siapa yang menyangka, jika orang yang kutabrak adalah seorang pangeran. Benar-benar tak dapat percaya.
Eira hanya diam dengan wajah tak percaya.
"..." ~Deon
" !! " ~Eira
Aku merasa mata kami saling bertemu. Yang lebih penting bukan itu, dimana pemeran utama wanita? Kulihat sepertinya keluarga Emely belum datang. Kenapa berbeda dari alur cerita di novel?
Sebagaimana Pangeran pada umumnya, Deon bercengkrama dengan Bangsawan lain. Mereka yang menginginkan untuk mengakrabkan diri kepada Pangeran mendekat. Sebisa mungkin tampil terbaik dan berkata manis ke Deon.
Para gadis juga mendekat untuk mencari perhatian. Sedangkan Eira hanya duduk di pojokan sambil meminum segelas wine nya. Menunggu pemeran utama wanita yang ia nantikan. Namun Emely tak kunjung datang, membuat Eira bertanya-tanya. Dimana Emely?
Sampai beberapa jam berlalu. Saat yang di nanti-nanti 'kan oleh para Tuan Muda dan Nona Muda.
Musik di mainkan dengan suara lembut. Seakan menantikan para pasangan yang mau berdansa mengiringi musik tersebut.
Em, waktunya dansa ya? Jika tidak salah Deon harus berdansa terlebih dahulu untuk pembukaan. Benar- benar deh, Emely dimana sih?
Gumam Eira sambil menggit jarinya. Ia berdiri berniat meminta makanan ringan untuk nya. Namun baru juga berjalan satu langkah, para Tuan Muda dari keluarga bermartabat mendekat ke Eira.
Dengan senyum ramah, mereka berniat mengajak Eira untuk berdansa bersama. Pipi merah merona para Tuan Muda seakan menunggu momen ini. Eira berniat untuk menolak ajakan mereka, namun ia enggan dan merasa tidak enak.
Deon melihat Eira, ia berjalan mendekati gadis itu dan meninggalkan gadis lainnya. Para putri Bangsawan yang dekat dengan posisi Eira histeris saat Deon menuju arah mereka.
...----------------...
..." Kya, pangeran menuju kesini " *para putri bangsawan....
...----------------...
Deon mendekat dan melewati para gadis yang hiteris. Tatapan mereka bertemu, Deon tersenyum ke Eira.
(?) ~Eira
"Maukah anda berdansa dengan saya?" ~Deon
"!!" ~Eira
Deon mengulurkan tangan nya.
...----------------...
...Kenapa harus putri Duke sih, bukannya dia yang berperilaku buruk ya, apa yang hebat dari wanita itu.*bisik para putri bangsawan....
...----------------...
Kalian semua, aku bisa saja memotong lidah kalian kapan saja tau ( Kenapa pikiran ku jadi begini).
__ADS_1
Huft, aku tidak bisa menolaknya karena itu bisa melanggar etika bangsawan. Apalagi Deon adalah seorang Pangeran. Tapi...
Eira menatap para Tuan Muda yang mengajak nya berdansa.
"Silahkan nikmati waktu anda berdua Tuan dan Nona"
Ucap salah satu Tuan Muda dengan sopan. Mereka menunduk dan pergi menjauh dari hadapan Eira.
Dari semua wanita kenapa dia mendekati ku sih?Aku jadi tidak enak ke mereka. Huft apa boleh buat. Aku meletakan tangan ku ke tangan Deon, benar- benar melenceng dari cerita asli.
Oke baiklah, sekarang aku menjadi pusat perhatian karena yang berdansa cuma aku dan Deon. Tatapan mereka mengarah ke kami berdua.
Kami memberi hormat terlebih dahulu dengan membungkuk.
Setelahnya musik dansa di mulai, kami berdansa mengikuti irama. Tetapi sepertinya Eira asli tidak terlalu mahir berdansa. Deon berbisik...
"Mau sampai kapan anda menginjak kaki saya Nona" ~Deon
Lihat dia, aku yakin jika dia sudah tau aku tidak mahir dalam hal ini. Bahkan nadanya seperti mengejek ku.
"Aku dengar Pangeran orang yang kuat, tidak mungkin hal seperti ini membuat anda sakit kan?"
Ucap ku agak ketus. Dia tersenyum.
"Tidak saat aku jadi Pangeran ataupun N, anda masih saja tegas ya" ~Deon
"Tunggu, apa?N?!" ~Eira
Bisik ku tak percaya.
"Bukannya aku berjanji akan mengatakan identitas asliku, dan jika bisa anda tidak boleh berbicara keras- keras" ~Deon
Aku menginjak kaki nya...lagi.
"Ups, maaf saya tidak sengaja" ~Eira
Deon hanya tersenyum.
"Anda akan digosipkan aneh- aneh, apa anda tidak khawatir" ~Deon
"Tidak juga, aku tidak peduli" ~Eira
"Benarkah?" ~Deon
"Ya begitulah. Daripada itu, bagaimana anda mengubah warna rambut dan suara anda?" ~Eira
"Aku hanya menggunakan rambut palsu, dan jika suara itu rahasia" ~Deon
"Oh, tetapi kenapa anda memberi tahu saya rahasia anda?"
Tanya ku tak percaya. Dia membeberkan informasi penting ini kepada ku. Apakah dia tidak takut jika aku menyebarkan informasi ini?
"Mungkin karena kamu menarik" ~Deon
"Apa?" ~Eira
Dia hanya tertawa tanpa memperdulikan rasa penasaran ku. Tarian berakhir dengan tepuk tangan para bangsawan.
Kami berdua memberi hormat, dia sempat membisikan sesuatu sebelum dia pergi. "kita akan bertemu kembali ".
__ADS_1
....
Apa maksudnya kita akan bertemu kembali? Tetapi ini ya wajah Deon yang sesungguhnya. Ehem dia lumayan tampan sih, aku akui itu.
Lebih baik aku mencari udara segar. Aku akan mengajak Harry...ah sepertinya tidak jadi. Baru beberapa langkah sudah terlihat banyak putri bangsawan yang mengelilingi Harry. Ia nampak kerepotan.
Dasar cowok populer, tetapi...
Bangsawan : "Nona, maukah anda berdansa dengan saya"
Bangsawan 2 : "Nona, saya dari keluarga..."
Bangsawan 3 : "Perkenalkan nama saya..."
Eira asli juga cukup populer. Hahaha kepalaku jadi pusing.
......................
Setelah beberapa penolakan kemudian...
"Sekali lagi maaf ya" ~Eira
Lebih baik tadi aku langsung kabur saja💧
Eira keluar berniat mencari angin segar. Sesampainya ia sudah ada di koridor luar dan menikmati angin sejuk. Di sini sangat sepi, semua orang ada di dalam dan sedang menikmati pesta.
Hah, akhirnya aku keluar dari sana. Tidak terasa hari sudah gelap. Aku lebih suka malam hari. Aku menutup mata ku dan merasakan angin malam. Disini lebih tenang dan tidak berisik. Dan tidak ada orang yang menjelek- jelek kan mu lagi, ya 'kan Eira?
Hahaha, aku selalu saja berbicara dengan diriku sendiri. Walau Eira asli tidak ada di sini, tetapi aku percaya jika dia mendengar kan ku.
Tak lama suara langkah kaki terdengar mendekat ke Eira. Seorang gadis berambut pirang panjang dengan paras yang cantik. Mendekat ke Eira dan memberi salam.
"Salam kepada Nona Eira Victoria"
Siapa?...Rambut pirang dan bola mata biru. Lambang keluarga baron, Emely?! Kenapa bisa ada di sini?
"Salam kepada Nona Emely Burton. Kenapa anda tidak terlihat di pesta?" ~Eira
Tanya ku yang penasaran. Sedari tadi aku menunggunya namun Emely tak kunjung datang. Ternyata ini ya pemeran utama wanita. Kulit putihnya,bulu mata lentik,dengan parasnya yang cantik. Seperti pemeran utama wanita lainnya.
Emely tersenyum kaku ke arahku.
"Saya hanya sedang menjalankan tugas saya saja Nona" ~Emely
Tugas?!
Senyuman Emely berubah menjadi murung. Tiba-tiba ada orang asing di belakang dan menyekap ku. Emely bahkan tidak membantuku. Sial! Aku berusaha melawan. Bau menyengat apa ini?!Entah kenapa...aku merasa...mengantuk.
"Cepat naikan ke kereta kuda, jangan sampai ketahuan orang lain" ~Emely
"Baik Nona"
.......
.......
.......
...B e r s a m b u n g ......
__ADS_1
...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...