
Aku segera bergegas menuju tempat latihan. Sesampainya, sesosok pria tinggi terlihat dari kejahuan. Simbol dua bilah pedang, nampak dari belakang rambut berwarna coklat. Tidak salah lagi, dia Harry. Aku akan memberi kan sedikit kejutan untuk guru ku ini.
Dengan langkah perlahan dan pasti, aku mendekat ke belakang Harry tanpa suara. Semakin mendekat tanpa sepengetahuan nya. Dan...
...TRAANG!!...
" Cih " ~Eira
Sial, pedangku tak bisa membuat sedikit goresan pada Harry. Ia menghalangi pedang ku dengan pedang milik nya.
" Eira!? " ~Harry
" Kenapa anda tidak mengalah dengan saya guru? "
Ucap ku dengan rasa kesal. Harry menaruh kembali pedang nya ke sarung pedang. Aku melakukan hal yang sama seperti Harry, dengan perlahan pedang tajam kumasukan ke sarung pedang. Ia hanya melihat diriku dengan teliti dari atas dan bawah.
" Kau sama sekali tidak pandai mengendap, cara memegang pedang mu juga salah! Kau harus... "
Harry mengomeli ku habis- habis san. Keluar sisi tegas dari dirinya. Ini akan menjadi pelajaran yang panjang. Seharus nya aku lebih berhati- hati. *menghela nafas
Beberapa menit kemudian...
" Sebagai hukuman nya, lari sebanyak 8 kali "
Ucap Harry dengan tegas.
" Berlari sekitar sini kan? Setidak nya kurangi lah, aku tau jika aku ceroboh "
Ini pasti melelahkan!
" 7 kali putaran! " ~Harry
" 4 kali putaran? "
Ucap ku dengan mata memelas. Keluar aura merah dari diri nya, wah gawat nih.
" Siap laksanakan "
Aku segera berlari mengelilingi sekitaran tempat latihan 7 kali. Latihan seperti ini sudah biasa, dia pasti menyuruh ku untuk lari 3 kali sebelum latihan. Yah walaupun sekarang harus ditambah sih. Ini tidak ada apa- apa untuk Eira! Ini mudah!!
Selesai nya...
" Hosh... hosh... sudah " ~Eira
Aku memberi hormat kesatria ke Harry.
" Hah, cara memegang pedang mu salah, bisa- bisa jari atau telapak tangan mu yang jadi korban. Terlalu memikirkan target daripada tubuh sendiri, satu kesalahan yang sering terjadi. Dan kau tau kan menyerang orang terlatih bisa membuat mu dalam bahaya, untung saja aku tau yang dibelakang adalah kau... " *oceh
Astaga, dia malah mirip seorang ibu mengomeli anak nya daripada guru pedang.
" Baiklah, tapi tetap saja aku tidak bisa mengalahkan mu. Nah tunggu saja kehebatan ku guru! "
Ucap ku dengan percaya diri.
" Butuh 50 tahun untuk kau menggores salah satu tubuh ku "
Jleb, damage nya ngak ada ampun. Apa seni pedang ku terlalu buruk?
" Aku bercanda, kau tadi cukup bagus. Kukira tadi kau salah satu penyusup, terasa hawa pembunuh dari belakang. Mungkin aku hanya berhalusinasi " ~Harry
__ADS_1
Eh? Pembunuh? Tetapi aku sama sekali tidak ingin membunuh Harry. Hanya saja, tidak mungkin jika ia berbohong. Harry sangat ahli dalam urusan seperti ini... aku akan menanyakan nya ke Cia.
Ia segera memberikan latihan dan beberapa teknik baru. Tak sesekali kami mengobrol untuk mencairkan suasana.
" Hei, bagaimana kabar di Istana? "
Ucap ku yang masih mengayunkan pedang.
" Agak keatas! Dan jika Istana, katanya si Charles membuat seisi Istana heboh dengan kepintaran nya "
Aku membenarkan posisi ayunan pedang ku. Aku hampir lupa jika dia anak dari salah satu orang yang kubunuh. Hanya saja, cara apa yang harus aku gunakan untuk membuat Lewis menderita atau membunuh nya? Aku tidak handal dalam hal ini.
Harry berjalan sedikit menjauh sambil melihat ku. Dia sedang apa?
" Bagaimana jika berduel? "
Walau ia lumayan jauh namun aku masih bisa mendengar nya. Duel ya, ini yang kunantikan. *mata membara
Saat berduel...
" Perhatikan langkah kaki! "
Ucap Harry sambil menghindari serangan ku. Cih, aku juga sudah memperhatikan langkah ku.
" Ayunkan dengan benar! "
" YA! "
Harry masih bisa menahan pedang ku, bahkan ia menangkis nya dengan mudah. Ah, siku nya sedikit lengah! Aku segera menyerang nya di titik tertentu.
" Lambat! "
Berhenti mengomeli ku, bahkan Harry langsung menghindar dengan mudah.
Selesai nya...
" Kau tak apa? " *khawatir
" Jangan melihat ku seperti itu, ini tak seberapa "
Harry mulai sadar saat sudah selesai berlatih, dasar. Tak lama pelayan datang dengan membawa minuman segar dan sedikit camilan. Sudah tiba waktu istirahat ya. Kami berdua berteduh di dekat pohon yang rindang hanya bermodalkan alas untuk duduk.
" Nona, saya akan ambilkan kursi "
Aku mengelengkan kepala ku.
" Ini sudah cukup, kau bisa pergi sekarang " ~Eira
Pelayan segera memberi hormat dan pergi meninggalkan kami berdua.
" Hei, apa ini tidak berlebihan? Selama 30 menit kita langsung istirahat " ~Eira
" Ini perintah langsung dari Tuan Duke, ia hanya berkata... jika bisa selama pelajaran jangan buat Eira kelelahan " ~Harry
" Bufff "
Aku tak sengaja menyeburkan air yang kuminum setelah mendengar ucapan Harry.
" Ah maafkan atas tidak kesopanan ku " ~Eira
Harry hanya mengalihkan pandangan nya dan sesekali aku mendengar suara tawaan tak sengaja keluar dari mulut nya. Sial///
__ADS_1
Yah mari lupakan tentang keanehan Duke.
" Maaf jika kurang sopan, tetapi apakah kau tau tugas apa yang akan diberikan Baginda kepada Pangeran Deon dan Tuan Charles? "
Ia diam membisu selama beberapa saat. Tak lama Harry membuka suaranya.
" Kita lihat saja nanti, sepertinya cepat atau lambat berita ini akan disebarkan dan diberitahukan oleh beberapa Bangsawan "
" Ah, baiklah "
Tetap saja ini membuat ku penasaran. Aku meminum kembali air yang dibawakan pelayan. Saat kuminum... kenapa ini menjadi hangat? Tidak, ini mendekati panas!? Saat kuminum tadi biasa saja, apa ini ada hubungan nya dengan kekuatan api ku?
Segera ku letakan kembali gelas yang ku bawa, untung Harry tidak menyadari nya.
Tak lama... dari kejahuan nampak bola bulu berjalan kemari. Semakin dekat terlihat rupa makhluk itu, bukannya itu Cia!?
Sekarang Cia dalam bentuk kucing sudah ada di pangkuan ku. Kenapa dia sampai ada di sini?
" Dia lucu dengan bulu hitam nya, kucing mu? " ~Harry
" Hahaha terima kasih, dan yah dia kucing ku "
Cia hanya mengelus- elus diriku, tak sekali ia juga menjilat tangan. Aku menjauhkan tangan ku dari Cia karena takut kejadian minuman tadi juga akan berpengaruh ke dirinya.
' Nona, anda dapat mendengar saya? Kemarikan tangan anda '
Telepati!? Ah tidak heran juga, dulu Cia juga pernah membaca pikiran ku.
' Aku dengar, tapi apa tidak apa? Saat aku memegang gelas yang kuminum, air yang awal nya dingin berubah menjadi panas '
Cia dalam mode kucing memberikan kode dengan cara menggelengkan kepala kecil nya. Segera kuturuti perkataan Cia. Ia mulai menjilati tangan ku, aku harap ini tidak akan melukai Cia.
" Hahaha, dia sangat manja "
Tawaan Harry membuat ku tersadar dari rasa ke khawatiran ku. Aku hanya mengangguk mengiyakan.
' Sudah selesai '
' Apa ini karena kekuatan ku? Dan bagaimana kau bisa tau jika aku sedang ada masalah? '
' Benar Nona, kekuatan anda masih belum terkendali. Saat latihan anda hanya berlatih untuk mengambil kekuatan. Dan bagaimana bisa saya tau... karena kita sudah terhubung '
' Seperti kontrak? '
' Iya benar '
Ini membuat ku takjub, yah sedikit khawatir juga. Cia memang bisa di andalkan. Aku mengelus kepala Cia. Lama- kelamaan, kucing hitam ini tertidur dengan sendirinya.
Nah satu masalah yang ada dihadapan ku...
" Bagaimana menurunkan nya!? " *bisik+ panik
Waktu istirahat sudah selesai, tetapi Cia dalam mode kucing masih tidur dalam pangkuan ku.
" Turunkan saja pelan- pelan💧 " ~Harry berbisik
.......
.......
.......
__ADS_1
...B e r s a m b u n g ......
...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...