Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Menguping Pembicaraan


__ADS_3

Waktu berlalu sangat cepat. Kekuatan ku bertambah seiring nya dengan waktu. Aku sudah mendapatkan 2 kekuatan, kurang 2 lagi dari 4 elemen. Bahkan saat Felix meminta izin ku dia tidak kembali lebih dari 4 hari. Apakah ada sesuatu terjadi di Istana?


Hmm, aku merasa bosan.


" Cia, bagaimana jika kita langsung menemui target pertama kita? "


" Maksud anda Lewis? Lebih baik menunggu sampai anda siap Nona "


" Aku sudah siap Cia! Aku ingin menyelesaikan ini secepatnya "


Cia dalam mode kucing mendekat kearahku. Matanya sangat tajam saat melihat mata ku, seperti ada hal yang harus ia bicarakan.


" Anda terburu- buru Nona, dan lagi Nona Eira yang saya temui memerintahkan saya agar menjaga Nona Dian dan menjaga agar rencana ini sempurna tidak terganggu apapun yang menghambatnya "


Saat aku melihat Cia, ada keteguhan dari dirinya. Cih, sebenarnya aku muak dengan semua ini.


" Terserah lah, aku mau keluar sebentar "


Dengan langkah yang kesal, Eira keluar dari kamar nya. Di saat berjalan di koridor ia mendengar suara yang keras di balik pintu. Ternyata ruangan yang Eira lewati adalah Ruang Kerja Duke.


Kenapa dengan ayah? Ah sudahlah, saat ini dia tidak bisa diganggu. Lebih baik hiraukan saja. Tapi... aku juga penasaran.


Namun niat Eira kembali hilang karena ia di hadang oleh penjaga Duke.


" Maaf Nona, Tuan Duke saat ini tidak mau diganggu "


Eira mengeryit kan alis nya karena kesal. Seketika 2 penjaga yang ada di hadapan Eira hanya tertunduk.


" Baiklah, aku akan pergi "


Ucap Eira membalik kan badannya. Para penjaga hanya bernafas lega.


Suara di balik pintu terdengar seperti suara pukulan meja. Apa ayah sedang marah? Semoga saja bukan sesuatu yang penting.


Eira sudah berada di luar kediaman Duke. Ia menghirup udara segar bersamaan saat angin menghembusnya. Walau waktu sudah berlalu, namun ke takjub an Eira belum hilang karena ia berada di zaman dulu. Zaman Eropa yang bahkan tidak pernah dipikirkan oleh Eira. Atau kata 'gila' cocok untuk diri nya.


" Hahaha, ini membosankan "


Ucap Eira dengan mata sayu. Ia melangkah lagi menghiraukan orang orang yang bekerja. Para pekerja di kediaman Duke hanya heran melihat tingkah laku majikan nya. Biasanya Eira memberikan senyuman nya yang manis atau menyapa. Saat menatap matanya, mereka sempat melihat sosok Nona Eira dahulu kala. Seketika para pekerja serta orang sekitarnya hanya diam dan melakukan kegiatan masing- masing.


" Em? "

__ADS_1


Cukup jauh Eira berjalan namun ia masih berada di taman. Ia menengok ke kanan dan ke kiri, tak ada seseorang pun di sini.


" Aku memanggil dan meminjam kekuatan mu. Roh air! " *gumam


Seketika tangan Eira mengeluarkan air. Ia memberikan nya ke bunga- bunga sekitarnya.


" Saking bosan nya aku sampai melakukan hal yang tidak berguna " *tertawa


Sampai kapan aku harus menunggu...


Lamunan Eira pudar karena seseorang. Tak lama, terdengar suara kereta kuda. Secepatnya Eira menghentikan sihir nya.


Apakah ada orang yang berkunjung? Mungkin orang penting lagi atau pedagang yang mau bekerja sama dengan Duke. Hm, mari kita lihat keluarga mana yang berani bekerja sama dengan Duke yang sangat pemilih dan tegas.


Saat melihat lambang dari kereta kuda tersebut, Eira hanya diam tidak berkutip.


L...lambang naga emas? Itukan lambang keluarga kerajaan! Ada perlu apa sampai mereka repot- repot ke kediaman Duke!?


Eira berlari kecil dan mengikuti kereta kuda tersebut. Gadis itu cukup kesulitan saat berlari karena sepatu dan gaun nya yang sangat mengganggu.


Dengan susah payah akhirnya ia sampai ketujuan. Ternyata benar! Di depan sana banyak sekali pelayan yang sudah menunggu tamu istimewa. Padahal saat aku keluar tadi mereka tidak ada, bahkan Duke tidak menyuruhku untuk siap- siap.


" Baiklah, jiwa penasaran ku melunjak "


Tak lama para penjaga membuka pintu kereta kuda. Pria tinggi berambut hitam ke biru an keluar dari kereta tersebut.


" Charles!! Ups... "


...Grusukk...


" ? "


Eira tidak sengaja membuat suara di balik semak- semak. Charles menghiraukan nya dan masih berjalan menuju Duke Eiden.


" Eira bodoh! "


Ucap Eira memukul kepalanya sendiri. Ia segera keluar dan tiba- tiba mencegah salah dari pelayan yang ada di depan nya.


" Sejak kapan Tuan Charles mengirim surat untuk datang berkunjung!? "


Pelayan itu terkejut karena tiba- tiba ia dikagetkan oleh Eira dan langsung memegang pundak nya dengan kencang.

__ADS_1


" I..itu, baru saja surat sampai pada pagi hari Nona "


" Apa? Itu berarti baru saja!? "


Pelayan itu mengangguk. Eira melepas genggaman nya dan meminta maaf. Segera ia menuju ruangan kerja Duke.


" Kenapa dengan Nona? "


Pelayan itu hanya menggarukan kepalanya.


Sesampainya di ruang kerja Duke...


Eira menguping pembicaraan mereka berdua. Sedangkan para penjaga bingung harus berkata apa.


" Nona... " *ragu


" Stttt, kau diam saja aku tidak akan mengganggu " *bisik


2 penjaga itu hanya bisa diam sambil mengawasi Majikan nya.


" Aku kan sudah menyampaikan di surat ku kan? Jika aku tidak mau bekerja sama " ~Duke


Kerja sama? Kerja sama apa yang dimaksud.


" Kenapa anda menolak nya? "


Ucap Charles dengan senyuman nya yang khas.


" Karena aku memihak pada Pangeran Deon " ~Duke


Siapa yang memihak siapa sih?


Charles tersenyum kembali.


" Apa anda yakin? " *smirk


.......


.......


.......

__ADS_1


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...


__ADS_2