Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Monster Datang Tiba- tiba!


__ADS_3

Tunggu dulu, aku akan mencari tentang perpindahan waktu. Jika tidak salah aku pernah membaca nya sekilas. Di halaman... sihir juga mungkin?


Tak lama Eira menemukan halaman yang ia cari. Walau panjang, Eira hanya mencari kata- kata yang penting saja.


.......


.......


...Jiwa yang berpindah tidak akan bisa kembali ke tubuh nya semula. Cukup sulit bahkan para petinggi Roh pun kesusahan. Hanya takdir yang tau apa yang akan terjadi selanjut nya....


.......


.......


Cukup lama Eira terdiam. Namun kesunyian itu hilang sampai pelayan datang dan menyeduhkan secangkir kopi kepada Eira.


" Maaf mengganggu, ini kopi nya Nona "


" A..ah iya, letakan saja di meja "


Eira cepat- cepat menutup buku tersebut agar pelayan tidak curiga dan berpikir aneh- aneh. Saat pelayan pergi Eira hanya menghela nafas lega.


Jika buku ini benar, maka akan sia- sia mempercayai Eira asli. Aku cuma berharap jika buku ini salah... walau tidak menutup kemungkinan ini akan benar- benar terjadi.


Pikir Eira mengernyitkan alisnya.


Kemudian Eira mengembalikan buku itu kepada penjaga perpustakaan. Eira berpesan agar buku tersebut dijaga baik- baik jangan sampai hilang dan sebagainya. Ini penting, pikir Eira.


Deon belum datang ya, kata Duke ia akan datang tak lama. Sekalian membahas tentang masalah tugas Baginda Raja. Hah betapa mudah nya jika zaman ini handphone sudah ditemukan. Aku tidak perlu repot- repot saling bertukar pesan dan informasi menggunakan surat. Apalagi surat tersampaikan selama beberapa hari lamanya. Huft...


Setelahnya Eira menyeruput kopi yang masih hangat. Terlihat perasaan lega darinya.


.......


.......


Di tempat Frecia...


...Ceklek......


" Miauu "


Pelayan memberikan sepiring penuh makanan kepada kucing kecil Cia. Nampak enggan dan bingung di wajah pelayan.


Namun ia menghiraukan nya dan segera menyelesaikan tugas nya. Cia dalam bentuk kucing sangat senang. Setelah pelayan itu pergi Cia menggunakan sihirnya agar pintu kamar terkunci rapat. Dengan sekali jentikan Frecia berubah menjadi wujud manusia. Nampak air liur dari dirinya.


" Selamat makan "


Ucap Cia dengan ceria, dengan senang hati ia melahap habis semua hidangan.


" Nona memang yang terbaik "


Namun tak lama, ada sebuah energi yang mengusik iblis kecil itu.


" Bau ini... tidak mungkin dia kan? "


Dengan sekejab Cia berubah menjadi kucing dan segera menuju tuan nya.


.......


.......


.......


Eira masih membaca tentang Kerajaan Forest dan Kerajaan Melia.


Tak lama ada getaran di tanah yang membuat Eira sedikit kehilangan keseimbangan.


" Gempa kah? Untung saja hanya sebentar "


Eira tidak tau jika gempa kecil yang ia sebutkan merupakan awal dari sebuah bencana.


...Wushhh!...


Cia lari dengan kecepatan angin sudah sampai ke tujuan. Tetapi berkat Cia semua kertas dan dokumen yang sudah Eira catat susah payah terbang kemana- mana.

__ADS_1


" Cia... " *menahan emosi


" Nona Nona gawat!! "


Eira mengumpulkan kertas- kertas tersebut dan mengurutkan nya satu- satu.


" Apanya yang gawat? Makanan mu habis? "


Ucap Eira setengah tidak peduli.


" Nona tolong lah serius! Ada energi besar tak jauh dari kota!! "


Cia mondar- mandir karena saking panik nya.


" Apa maksud mu? " *bingung


Dengan jentikan jari Cia melakukan teleportasi ke pusat kota. Lebih tepatnya masih dalam gang sempit agar mereka tidak ketahuan. Hawa dingin langsung masuk ke tubuh Eira.


" Brrr, a..apa yang kau lakukan Cia? "


Ucap Eira bergidik kedinginan.


Musim dingin belum datang tetapi sudah sedingin ini, apa yang Cia lakukan. Hatsyuuu... *bersin


Namun Cia membuat mantel bulu dari sihirnya. Dengan sihir mantel itu terbang dan seketika menyelimuti badan Eira yang kedinginan.


" Saya merasakan energi yang kuat "


Ucap Cia yang tak ada henti- henti nya mondar- mandir karena saking panik nya.


" Mungkin energi yang kau maksud milik Charles "


" Tapi energi ini ada banyak! Ada 3, tidak 4... mungkin bisa lebih! "


Banyak sekali!


Tak lama suara teriakan ada dimana- mana. Nampak orang- orang berlari tidak tentu arah. Bahkan mereka tidak peduli saling dorong dan menabrak orang lain.


...----------------...


...Tolong! Cepat lari! Hei kau gila!? Jangan dorong! Cepat lari bodoh! Bawa anak- anak... Tidak, ada hartaku di sana......


...----------------...


Eira dan Cia keluar dari gang sempit tersebut. Tanpa di tanya pun sudah terlihat masalah apa yang terjadi. Makhluk besar berukuran kurang lebih 4 meter berada di depan mereka. Mempunyai 3 kepala, api ia semburkan dimana- mana. Satu hal yang ada di pikiran Eira dan Cia... Cerberus!!


" Kenapa ada makhluk ini didunia tengah!? "


Tanya Eira yang tidak percaya apa yang ia lihat.


...GRAAAWR!!...


Cerberus... tidak monster itu semakin menjadi- jadi. Api melahap pemukiman warga.


Sial, aku tidak memiliki senjata. Jika aku memiliki nya sekarang pun... tangan dan kaki ku tak berhenti bergetar. Ayolah ini tidak seberapa, ayo bayangkan saja di depan mu ini si bodoh Ray. Bukan monster yang mengerikan.


" Nona, anda harus berlindung ke tempat aman! Saya tidak menduga akan ada hal semacam ini "


Ucap Cia seraya menarik tangan Eira.


" Apa kau gila!? Banyak yang menjadi korban, dan aku yang melihat hanya diam saja!? " ~Eira


" Saya akan menangani nya semampu saya, keselamatan anda jauh lebih pent.."


Belum juga melanjutkan kalimat nya, Eira menepis tangan Cia dan berlari mendekat monster itu. Panik? Tentu saja, apa yang dilakukan Majikan nya membuat Cia menjadi kesal dan khawatir.


Apa yang Nona lakukan! Tunggu, Nona berlari mengarah ke gadis kecil yang sedang sembunyi. Jangan- jangan...


Dasar manusia, satu nyawa apakah begitu berharga. Aku akan melihat dulu, jika terdesak aku akan membantu nya.


...GRAAAWR!!...


Seketika api berpecikan kemana- mana. Eira hanya bermodalkan tangan untuk menutupi dirinya dari percikan api tersebut.


Sesampainya Eira menuju anak kecil yang terjebak dalam bangunan yang runtuh. Beruntung anak itu sempat menyelamatkan dirinya dengan cara sembunyi di bawah meja agar tidak tertimpa. Dengan hati- hati Eira mendekat ke anak itu.

__ADS_1


" Anak manis, kamarilah " *tersenyum


" Hueee, a..aku takut " *menangis


" Jangan khawatir, kakak ada disini " ~Eira


Ayo cepatlah, dia terlalu jauh untuk dijangkau. Mustahil jika aku menarik nya.


Perlahan anak itu keluar, namun tangan dan tubuh nya masih bergetar.


" Tidak apa "


Ucap Eira menenangkan anak itu.


...GRAAAWR!!...


" HAA! "


Yosh, ketangkap. Dia ketakutan, aku harus membawanya lebih cepat.


Dengan hati- hati Eira menarik anak itu dan menggendong nya.


" Tidak apa- apa, oke "


Ucap Eira memeluk anak itu agar tenang. Dengan sekuat tenaga ia berlari dan menghindari kobaran api yang sudah tersebar kemana- mana.


" Sepertinya dia berhasil, tunggu... NONA DIBELAKANG ANDA! " ~Cia


" Sialan " ~Eira


...ROAAARR!!!...


Sebelum Eira berada di mulut monster, ada sesuatu yang menahan monster tersebut. Pria berjubah menggunakan pedang sudah ada di hadapan Eira. Walau tak seberapa, namun mulut monster sudah di tahan oleh pedang milik pria misterius itu. Pria itu memberi kode agar ia harus segera melarikan diri.


Segera Eira berlari bersama anak kecil yang ada di gendongan nya.


Dia... desain jubah kelompok gagak hitam!?


" Nona, anda membuat saya tegang! " ~Cia


Tetapi jika Nona betulan dimakan itu tidak masalah, aku sempat memasang sihir pengaman sekuat perisai pada Nona Eira. Dia akan baik- baik saja. (pikir Cia)


Eira tidak memperdulikan Cia dan segera menurunkan anak itu dari gendongan nya.


" Nah anak manis, sama kakak yang ada di sebelah mu dulu ya "


Anak itu hanya mengangguk sambil memeluk erat Frecia.


" Nona, tolong dengarkan saya! " ~Cia


" Cia, apakah kau bisa memunculkan pedang dari sihir mu? "


Tanpa banyak berpikir, Cia melakukan apa yang diperintahkan Eira.


" Anda keras kepala " *menghela nafas


Suara pedang terdengar saat Eira mengayunkan pedang tersebut.


...Sriingg...


" Hahaha, tidak seru kan jika tidak bermain- main? Nah perhatikan murid mu ini dalam bertarung "


Huh, bahkan jaket yang diberikan Cia sudah tidak berguna lagi. Hawa dingin ini menjadi hangat karena api yang disebabkan makhluk jelek itu.


" Nah, ayo kita berpadukan teknik pedang ku dengan sihir yang kupunya... dan selesaikan ini secepat nya "


Aku akan membantunya dari jauh, huftt sifat Nona Dian dan Nona Eira memang mirip. Seharusnya aku tidak mengajak nya kemari, siapa sangka ini lebih buruk dari perkiraan ku. Mari kita lihat seberapa tangguh nya manusia keras kepala ini. (Cia)


Pikir Cia yang masih konsentrasi ke Eira agar tidak terkena serangan berbahaya lagi.


.......


.......


.......

__ADS_1


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...


__ADS_2