Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Sifat Asli Lewis


__ADS_3

Besok nya, Deon segera bersiap untuk pulang. Lewis meminta Deon untuk makan bersama terlebih dahulu sebelum pergi. Tidak ada alasan baginya untuk menolak, ia menuju ke ruang makan untuk memenuhi permintaan Lewis.


Suara garpu dan pisau makan terdengar sangat keras menandakan betapa canggung nya suasana. Pelayan yang menghadang Deon juga ada di sana.


( Ck, kenapa harus ada dia )


Tidak sesekali Deon memandangi pelayan itu. Pelayan hanya bisa diam tidak berkutip. Tetapi pandangan mereka seperti tidak terjadi apa- apa untuk menutupi kejadian malam tadi.


" Jadi, kau akan pergi sekarang. Kenapa tidak tinggal lebih lama lagi? "


Tiba- tiba Lewis membuka suara untuk mencairkan suasana. Deon hanya menggeleng kan kepala.


" Tidak paman, masih ada beberapa tugas Istana yang harus di selesaikan "


Lewis tersenyum.


" Tentu saja, karena kelak masa depan akan ada di tangan mu. Harus ada pemimpin yang baik kedepan nya "


...Takk...


Bersamaan saat mengakhiri kalimat, daging santapan Lewis dipotong dengan suara sangat keras. Entah apa maksud dari suara itu.


Deon hanya menghiraukan perkataan Lewis dan segera menghabiskan sarapan.


" Kudengar... kau sudah bertunangan "


" Uhuk " *tersedak


" Be.. begitulah "


" Hahaha, katanya dia adalah putri Duke. Jika tidak salah namanya Eira Victoria kan? "


" Benar "


Setelah pertanyaan itu, Lewis tidak bertanya lagi dan melanjutkan makan.


" Saya sudah selesai "

__ADS_1


" Kenapa terburu- buru? Masih ada makanan penutup yang belum kau coba "


" Tidak perlu paman "


" Akan paman antarkan kau keluar " *berdiri


" Tidak usah repot- repot💧 "


Deon segera meninggalkan ruang makan dan pergi ke tempat prajurit berada. Prajurit sudah siap karena kuda mereka sudah diambil.


Saat Deon pergi, entah mengapa suasana ruang makan mencekam. Tiba- tiba...


...Taak...


Pisau makan mendarat tepat di sebelah pelayan. Lewis lah yang melakukan nya. Jika meleset sedikit saja mungkin pisau itu sudah melukai telinga pelayan. Lewis mendekat ke pelayan itu. Dengan wajah nya seperti menahan amarah, membuat nya menjadi menakutkan.


" Memang aku tidak tau apa yang terjadi "


Ucap Lewis, wajah nya yang sangat dekat membuat pelayan itu ketakutan.


Ucap pelayan sambil menutup mata. Ya, pelayan itu adalah orang yang sudah menghadang Deon agar tidak masuk lebih dalam ke ruangan misterius.


Lewis hanya menatap nya.


" Jika tidak salah namamu Ellie kan? Di sini masih 2 minggu, anak baru rupanya. Apa kau sudah tau peraturan nya? "


Ellie hanya mengangguk.


" Hah sudahlah, aku tau Deon sangat keras kepala. Tetapi, seharusnya kau datang lebih cepat "


Lewis menatap tajam Ellie.


" M..maaf kan saya Tuan, saya kurang hati- hati " *membungkuk


" Ck, untung dia ada disana " *tersenyum


Lewis segera meninggalkan pelayan dan berniat pergi ke ruang misterius itu. Dia sudah sampai ujung anak tangga. Secara mengejutkan, ada bayangan hitam yang langsung mengikuti Lewis. Pintu yang awal nya sulit dibuka, sekarang terbuka dengan sendirinya.

__ADS_1


" Halo kawan, kuucapkan terima kasih karena sudah menghadang keponakan ku yang keras kepala "


Bayangan itu terus menempel ke Lewis, seakan dia adalah Tuan yang harus dia jaga.


...Kriikk...


" Halo, sudah lama ya... Nyonya dan Tuan Burton " *tersenyum


" Cih, kenapa kau kesini " (Tuan Burton )


" Padahal kalian sudah kuberi tempat yang nyaman lho, makanan yang cukup, dan lainnya. Sebagai tawanan kalian harusnya senang " *tertawa


" Kami sudah bilang kan, kami tidak mau bekerja sama dengan mu " ( Nyonya Burton )


Lewis tersenyum licik.


" Yah, jika tidak ada kalian itu tidak masalah, aku bisa memperalat boneka kecil. Putri angkat kalian lumayan berguna, bodoh nya lagi dia percaya kepada ku " *tertawa


" Jangan libatkan Emely dalam masalah mu!! " ( Tuan Burton )


Lewis hanya tersenyum dan meninggalkan Nyonya dan Tuan Burton, orang tua Emely. Saat Lewis membalik kan badan, Tuan Burton berniat untuk menyerang nya dari belakang.


Tetapi tiba- tiba saja bayangan yang mengikuti Lewis mencegah nya dan mendorong Tuan Burton. Dia hanya bisa menahan sakit karena kekuatan bayangan aneh itu bukan main- main.


" Ck, dasar bodoh " *pergi


" Terkutuk lah kau Lewis " *marah


.......


.......


.......


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️...

__ADS_1


__ADS_2