Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Ramalan


__ADS_3

Hampir 4 jam perjalanan yang di lalui Hugo. Sesampainya, mereka sampai ke pusat kota. Dengan perasaan senang dan lega, Hugo turun dari kereta kuda. Tak lupa ia memberikan 2 keping koin perak kepada kusir yang mengantar nya.


" Semoga bisnis mu lancar nak "


Ucap pria setengah baya yang mengantarkan Hugo.


" Hahaha, tentu saja pak tua, terima kasih juga tumbangan nya "


Pria setengah baya itu hanya tertawa, ia memutar kereta kuda dan meninggalkan Hugo sendirian. Pemuda bertubuh kekar hanya merenggangkan tangan nya sambil bergumam.


" Nah, ayo Hugo! Sekarang lah waktu nya "


Ucap Hugo dengan mata ber binar- binar. Ia hendak pergi menuju toko yang ia cari. Namun selama perjalanan Hugo di takjubkan dengan berbagai kehidupan kota. Bahkan terlihat berbagai macam jajanan pasar yang di jual belikan di sana. Membuat air liur Hugo mengalir, namun ia sadar bahwa koin nya tidak memungkinkan untuk saat ini.


Berjalan menuju toko yang ia kenal. Sesampainya, toko dengan kayu usang terlihat di depan mata. Namun Hugo tanpa pikir panjang langsung masuk ke dalam.


" Permisii! "


Ucap Hugo dengan semangat.


Suara lonceng bertepatan saat pria itu masuk ke toko. Namun tak ada yang menjawab salam dari Hugo.


" His, dimana si pemarah itu? PERMISIII!! "


Tak lama, sebuah batu terbang mengarah Hugo. Mendarat sempurna ke kening pria itu.


" BERISIK BODOH! "


Auch, masih galak seperti biasa. Apa yang dia lemparkan sampai sesakit ini? Batu...


" Kau ingin membunuh ku!? "


Ucap Hugo dengan kesal. Namun ia menemui pria yang melemparkan batu padanya. Tanpa basa- basi Hugo mengeluarkan barang- barang yang ia ingin jual kepada pria itu.


" Hei Cyrilo, berapa banyak koin yang kau berikan pada ku? "


Ucap Hugo dengan sombong.


Pria bernama Cyrilo itu melihat barang bawaan Hugo. Ia tersenyum kecil dan memberikan beberapa koin ke Hugo.


" 30 koin perak untuk semua kayu dan 1 koin emas untuk 2 patung, itu pun sudah mahal "


Ucap Cyrilo tanpa melihat Hugo.


" Apa!? Kenapa cuma 1 koin emas? Apakah ukiran ku buruk? "


Tanya Hugo dengan tatapan kecewa.


" Kau tidak lihat ini musim dingin? Lebih mahal kayu bakar ketimbang patung yang tidak berguna itu "

__ADS_1


Jawab Cyrilo yang masih sibuk dengan kegiatan nya.


" T..tapi, yah sudahlah. Ngomong- ngomong apakah ada sesuatu yang bisa ku kerjakan? "


" Ya, kirim beberapa barang pesanan. Disana sudah tertulis alamat, nama, dan yah kau bisa lihat sendiri "


Hugo mengambil tas kain dengan berbagai barang di sana.


" Hanya perlengkapan? Aku sedikit kecewa saat datang kesini-_- "


Hugo meninggalkan Cyrilo, tugas demi tugas ia lakukan dengan baik. Kurang 1 kantong lagi yang tersisa.


Kata Cyrilo khusus untuk barang ini aku harus berhati- hati. Isinya lumayan berat, membuat orang penasaran saja. Benar kan ini jalan nya? Di sana tertulis toko ramalan? Ayolah, dari namanya saja membuat ku ingin tertawa.


Hugo sampai di salah satu tempat yang cukup gelap. Sangat kotor, bahkan ia tidak yakin tempat ini akan ramai pengunjung.


Suara derik kayu mengikuti langkah yang Hugo pijaki. Namun masih belum terlihat batang hidung dari pemilik toko tersebut.


" Permisi! "


Namun tak ada balasan salam dari Hugo. Dalam pikiran nya jika sang pemilik pergi, pintu akan di gembok dan tidak boleh membiarkan siapa pun masuk. Karena tidak mau mendengar ocehan Cyrilo, Hugo menunggu dengan sabar sambil berkeliling.


Ia meletakan barang pesanan di atas meja. Nampak sekali banyak berbagai buku kuno di sana.


" Takdir, ramalan bulan ini, arti berbagai kilauan bintang malam, dan bla bla banyak sekali buku di sini... pftt kekanakan, aku tidak kuat lagi "


" Apa nya yang lucu anak muda? "


A..astaga, itu ternyata hanya bapak tua saja Hugo. Dada ku masih berdebar- debar(╥﹏╥)


Pria dengan luka tepat di bagian mata bagai goresan mendekat ke tas kain yang berisi pesanan nya. Setelah dikeluarkan nampak bola kaca yang sering di gunakan peramal. Mengkilap dan sangat cantik, pria itu memberi upah 5 koin perunggu kepada Hugo.


" Ambilah "


Ucap pria itu sambil tersenyum. Dengan senang hati Hugo menerima nya. Pria berbadan besar itu hendak pergi, namun lagi- lagi pria tua itu menghadang nya.


" Karena dilihat dari wajah mu kau tidak percaya ramalan, mau mencoba nya sekali? Ini gratis "


Hugo hendak menolak nya, namun karena ada kata gratis, tak ada salah nya untuk mencoba. Ia duduk di kursi yang sudah di siapkan.


" Hoaam, apa yang harus aku lakukan? "


" Pilih barang apa yang akan menjadi mainan mu "


Sempat Hugo bingung apa yang dimaksud mainan, namun saat ia melihat di depan pria tua itu dia menyadari sesuatu. Ada banyak alat yang di gunakan untuk meramal, pria itu memberikan Hugo untuk memilih.


" Aku lebih sering mendengar ramalan tarot. Tetapi karena aku termasuk salah satu orang yang tidak percaya hoaam... ramalan, pilihkan saja sesuka mu "


Ucap Hugo setengah tidak peduli.

__ADS_1


" Hahaha, aku suka kejujuran mu anak muda. Berikan tangan mu, sepertinya kita tidak perlu mainan "


Hugo menuruti apa yang di katakan pria itu.


" Ada keberuntungan yang tidak kau sadari. Namun sepertinya kau tidak tau dimana keberuntungan itu "


" Oh " *datar


" Sepertinya bercuma memberi mu ramalan-_- "


Yah aku bodo amat sih. Hanya karena dia memegang tangan dan menutup matanya, tidak mungkin langsung melihat apa yang terjadi. Konyol, tapi aku suka reaksi nya, pftt.


Pikir Hugo menahan tawa nya.


" Sepertinya itu keberuntungan ku di bulan ini. Aku akan pergi, dan terima kasih atas ramalan nya "


Ucap Hugo pergi meninggalkan pria aneh tersebut. Namun lagi- lagi pria itu hanya tersenyum.


" Ingat satu hal anak muda, kemalangan juga berarti kematian "


Tunggu, apa!?


" Jangan sembarangan ya! "


Ucap Hugo dengan amarah.


" Katanya kau tidak percaya ramalan. Tenang saja, kata nya ramalan tidak benar- benar ada. Dan setelah melihat matamu, ada seseorang yang kau sayangi dan takut kehilangan ya, atau bisa di sebut... mereka? "


Ucap pria tua dengan tersenyum.


" Terserah lah "


Hugo pergi dengan perasaan kesal.


Kematian!? Mulut nya tidak bisa di jaga, hiss dan apa pula aku ini? Hal bodoh saja kau pikir Hugo!


Ngomong- ngomong kudengar kota ini diserang oleh makhluk yang tidak dikenal. Sulit di percaya tapi setelah melihat berbagai orang yang membetulkan rumah mereka membuat ku tidak bisa berkata apa- apa. Bahkan banyak sekali barang- barang di buang, jika dilihat sekilas terdapat banyak barang terbakar di sana.


Sebenarnya makhluk apa itu.


.......


.......


.......


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...

__ADS_1


__ADS_2