
...Brakk...
Sepertinya itu artinya iya. Untung ada kayu disini, lumayan. Tinggal tersisa 3 orang yang ada di depan.
.......
.......
.......
Tinggal 3 orang yang ada di depan! Cih, aku tidak punya rencana. Ayo pikirkan....
Dua orang ini terlalu besar jika aku harus berpura- pura menjadi mereka, bisa- bisa langsung ketahuan.
Akh, tanganku masih sakit. Aku merobek gaunku dan melilit nya di tangan. Ini benar- benar hari tersial ku setelah masuk novel.
Tak lama ada sesosok makhluk kecil di jendela yang tinggi.Tunggu, apa itu yang berwarna hitam? Jangan bilang...Gagak!
Dia menyadarinya ya, dasar mengerikan tetapi terima kasih. Jendelanya terlalu tinggi untuk aku gapai. Cih, cara ini tidak berhasil.
...Krekk......
Suara derit pintu terdengar. Seseorang masuk ke mari dan mendekat ke arah ku.
Jika begini sebelum aku di apa- apakan mereka aku akan mati konyol karena sering kaget💢.
Nampak sosok bayangan gadis berambut merah di depan. Di temani oleh beberapa orang di belakang walau tak nampak wajah mereka. Gadis itu bertepuk tangan, Eira langsung menyadari siapa gadis tersebut.
"Alesya?!" ~Eira
"Halo, wah kamu sudah menumbangkan 2 orang ya"
Sia- sia saja aku mengalahkan mereka berdua. Alesya kembali diam sambil memperhatikan seorang yang sudah ku kalahkan tergeletak di lantai.
"..."
"Sepertinya yang satu ini sudah sekarat, kau apakan dia?💧" ~Alesya
"Ah..hahaha..hanya menghancurkan masa depan nya saja💧" ~Eira
"Aku tidak bisa membayangkan nya" ~Alesya
"Daripada itu, siapa yang menyuruhmu melakukan ini?" ~Eira
"Sudah jangan banyak nanya"
Ucap Alesya dan segera membalikan badan.
"Ulahmu sendiri atau berkelompok? Diperintah atau dendam pribadi ?"
Aku tersenyum meremehkan.
"Diam!"
Teriak Alesya kepada ku.
"Huh, apa kau takut?Ah apa kau takut akan berakhir sama seperti ayahmu?" ~Eira
__ADS_1
"Kubilang DIAM!!" ~Alesya
"Kenapa? Apa Lady butuh bantuan ku untuk melepaskan ayah mu?" ~Eira
...PLAKK!!...
Suara tamparan keras terdengar. Alesya menampar ku, dia pikir tamparan nya sakit ya? Pftt,dia mudah terpancing.
"Saat aku melihatmu, kau seperti orang lain. Apa benar itu kau Eira?" ~Alesya
Memang bukan sih💧.
"Yah aku juga tidak terlalu peduli. Dan jika aku begini karena ayahku, ya itu benar. Kau bertanya aku diperintah atau dendam? Semua benar" ~Alesya
Alesya memang sangat bodoh. Ternyata alat nya gunanya untuk ini ya, aku paham sekarang.
"Dan lagi, kenapa kau berubah Eira?Dulu kau sangat penurut" ~Alesya
Jangan banyak omong kosong napa. Aku tersenyum kepada nya.
"Kelompok apa yang kau maksud?" ~Eira
"Tidak ada bedanya dengan Tikus Bangsawan, hanya saja ini lebih besar dan banyak anggota" ~Alesya
"Apakah Emely Burton salah satunya?" ~Eira
Dia diam dan memalingkan wajahnya.
"Kau terlalu banyak bertanya" ~Alesya
Itu artinya dia juga tidak tau ya.
Keheningan terjadi, Alesya menatap Eira dengan angkuh.
"..." ~Eira
"...." ~Alesya
" ...?" ~Eira
"Kenapa kau tak takut?!💢" ~Alesya
"Ah, harus ya? Aku sudah menduganya sih"
Ucapku dengan santai. Dan lagi, aku yakin permainan ini dimenangkan oleh ku.
"Cih, KALIAN CEPAT MASUK!!" ~Alesya
Wah tunggu- tunggu, kenapa penjaga nya tambah banyak?20?25?Ataukah lebih?!
"Aku tau kau berbakat dalam bela diri dan berpedang, tetapi aku tidak yakin kau bisa menang dengan orang sebanyak ini" ~Alesya
Alesya langsung keluar meninggalkan ku.Sial wajahnya membuat aku jengkel saja.
Aku berdiri dan mengambil pedang milik orang yang aku jatuhkan.
"Hei, bukannya kalian harus mengalah pada seorang gadis?"
__ADS_1
Tanya ku sambil tersenyum. Mereka saling bertatap- tatapan lumayan lama.
"Yah tidak ada salah nya, toh kami juga sedang bosan. Hei, kau dulu yang menghadapi nya"
Ucap salah satu penjaga. Dia menunjuk orang yang tinggi besar dan setelahnya menunjuk diriku.(Glup) Segeralah datang Pangeran sialan.
Baiklah, tetap tenang dan fokus.Lihat Eira senjata apa yang digunakan, dimana titik lemah nya, dan lihat dia petarung tipe apa.
Dia mengambil kapak, jadi kemungkinan dia lemah dengan kecepatan. Aku juga yakin dia tipe petarung jarak dekat.
Kelemahan nya... ketemu!! Di tangan nya terlihat luka gores yang cukup besar, kemungkinan lukanya belum sembuh total.
"Hehehe, sepertinya aku akan berpuas diri dulu😈" ~Eira
Penjaga menatap Eira dengan penuh tanda tanya.
Beberapa saat kemudian...
"Fiuh... hei teman kalian sudah tumbang dua lho hehehe"
Ucap ku sambil menendang kepala lawan yang sudah ku jatuhkan.
"Si..sialan, cepat habisi langsung gadis itu!"
"Wah wah, kalian bermain curang ya" ~Eira
...Gubrakk......
Suara dobrakan pintu terdengar. Semua orang terkejut dan memperhatikan satu orang. Terlihat pria yang sedang mendunggangi kuda turun dan menghampiri Eira. Beberapa penjaga ada yang terkena injakan dari sang kuda, tulang mereka patah dan tidak bisa berdiri.
Penjaga yang tersisa menelan ludah dan bersiap dalam posisi menyerang.
"Hei pahlawan kesiangan, kenapa lama sekali?!" ~Eira
Tanya ku dengan kesal.
"Kau pikir mudah menemukan mu di tengah hutan ini?" ~Deon
Tengah hutan? Jauh sekali...dan kulihat Deon mengeluarkan banyak sekali keringat, dedaunan juga menempel di baju bahkan di rambutnya. Dia mencari ku dengan sungguh- sungguh.
"Dan lihat dirimu, wajah dan tangan mu banyak sekali luka dan darah"
Ucap Deon dengan khawatir.
"Itu tidak penting, sekarang kita kalahkan para preman sialan ini dulu" ~Eira
Deon tersenyum...
"Sesuai perintah anda, Partner"
.......
.......
.......
...B e r s a m b u n g ......
__ADS_1
...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...