
Akhirnya mereka berdua mengeringkan diri mereka dengan magis. Mereka berdua protes kepada ku dan Emely.
" Kenapa kami di guyur!? " ~Frecia
" Benar! " ~Ray
Dan aku menjawab...
" Di dunia ku dulu, jika ada kucing dan anjing bertengkar tinggal disiram saja pakai air. Ini sudah lumayan lho pakai air bersih, mau air bekas cucian baju? "
Ucap ku dengan tersenyum dan mempraktekan cara menyiram air. Gak jelas banget sumpah, kenapa aku harus menjelas kan nya? Mereka hanya saling bertatapan dengan ekspresi tidak mengerti hanya saja entah mengapa mereka merinding dengan sendiri nya.
Aku bertanya kenapa mereka melakukan nya? Dan ini jawaban yang membuat ku tercengang.
" Kami tidak bertengkar, hanya ingin adu kekuatan saja. Benar kan Ray? "
Ucap Frecia sambil melihat Ray, Ray hanya mengangguk menyetujui nya. Sama aja bodo, sama- sama membuat kerusuhan -_-
" Tetapi perbuatan kalian hampir membuat sekitar terbakar tau "
Ucap Emely dengan senyum khas nya.
" Tidak mungkin, coba lihat ini "
Frecia membakar sebuah batang kayu menggunakan api nya. Apa nya yang ngak kebakar!? Jelas- jelas api melahap habis batang kayu tersebut. Wajah bingung terlukis di wajah Frecia. Ray segera mematikan api tersebut dan membisikan sesuatu ke Frecia.
" Hei, disini tidak sama dengan dunia kita. Kekuatan magis sangat berpengaruh di dunia manusia " ~Ray
" E..eh, kenapa tadi kau tidak bilang sebelum kita bertarung? " ~Frecia
" Itu... aku juga lupa "
Frecia hanya tercengang dan memukul pundak Ray dengan keras. Ternyata di dunia mereka, benda disekitar tahan akan magis dan lain- lain. Hanya iblis terkuat yang mampu menghancurkan benda sekitar nya. Dan yah... apa jadinya jika iblis terkuat itu ada di dunia manusia.
Aku menceritakan apa yang terjadi kepada mereka. Yah awal nya Ray agak ngambek karena... buat apa memanggil iblis lain? Apa aku saja tidak cukup?
Dan aku memberi nya nama Frecia, Emely juga terkejut mendengar ceritaku. Dan lagi... aku tidak memberi tahu tugas apa yang diberikan Eira asli kepadaku.
" Nah nah, bagaimana jika kita mulai latihan nya? Tidak apa kan Nona Emely? " ~Frecia
" Boleh saja, asalkan tolong jangan di tempat mudah terbakar dan harus aman dari serangan apapun! "
Ucap Emely dengan tegas, sepertinya ada tempat seperti itu di sekitar sini. Frecia hanya memberi hormat dan mengangguk.
" Siap kapten! " ~Frecia
" Cuih, jika mengajarkan sihir, aku juga bisa " ~Ray
Frecia hanya tersenyum bangga dan merasa paling kuat saat mendengar gerutu Ray. Ray hanya diam sesekali mengeluarkan kata- kata mutiara. Ehem, kata- kata kasar maksudnya.
Emely mengantar kami di tempat luas, yah seperti lapangan. Kosong dan sepi, yak tempat yang bagus. Aku memberi tahu ke Frecia tidak lama lagi akan ada kelas berpedang, Frecia bilang latihan nya hanya sebentar saja. Harry akan datang sekitar 2 jam lagi, apa ini cukup?
__ADS_1
" Nah Nona, bagaimana jika api dulu? Atau air? "
Ucap Frecia dengan mata berbinar.
" Terserah sih "
Ucap ku dengan nada tidak bersemangat.
" Yah karena disini ada 2 pengguna api, api dulu? Gimana? "
Aku hanya mengangguk mengerti. Agar aku bisa mengeluarkan api aku harus memiliki rasa amarah dan tentu saja konsentrasi. Ini lumayan gam... ini sulit. Bukan nya tadi saat bersama Eira asli bisa ya!?
Saat aku menutup mataku, entah mengapa disini sangat panas. Keringat bercucuran di seluruh tubuh ku. Apa ini normal? Atau memang seperti ini proses nya?
" Coba tutup mata anda, dan kalahkan api di dalam diri anda " ~Frecia
Saat aku mencoba saran dari Frecia, ternyata benar! Ada cahaya tepat di depan ku. Sial, disini semakin panas saja.
" Bagaimana cara mengalahkan nya? "
Ucap ku yang masih menutup mata.
" Hei, kau bisa dengar aku? "
Suara Ray? Aku mengangguk, ia membisikan sesuatu ke telinga ku.
" Kejadian di taman bersama Pangeran Deon " *bisik
" Ngak berhasil? Em... ah, saat foto bias mu hilang " ~Ray
" Ngak punya bias, dan darimana kau tau arti dari kata bias!? "
Ucap ku yang masih menutup mata. Ray masih mengoceh di telinga ku. Dia mau apa sih, membuat ku kesal sajaš¢
" Oh, berhasil! " *Gumam Cia
Berisik kau Rayyy!!
Seketika amarah ku melunjak mendengar ocehan ngak jelas Ray. Entah mengapa, rasa amarah menjadi api di sekitar ku. Api yang ada di hadapan ku kini masuk di dalam tubuh tepat di dada ku. Ini... berhasil?
Aku membuka mata ku dan mendapati Frecia yang sedang melompat senang. Tak sesekali ia bertepuk tangan dengan wajah gembira. Dan Emely yang melihat ku dari kejahuan hanya tersenyum bangga.
" Wah, kali ini aku anggap kau lumayan pintar Ray "
Ucap Frecia sambil menepuk pundak Ray saking senang nya.
" Tentu saja, tapi kita tidak boleh berbangga dulu. Masih ada beberapa sihir yang belum di kuasai Nona Eira " ~Ray
" Itu benar, jadi... tadi kau cerewet agar aku tersinggung dan marah gitu? " ~Eira
" Yap " ~Ray
__ADS_1
Aku paham, yah walau cara nya agak menjengkel kan sih. Dan darimana dia tahu kata- kata manusia di dunia ku?
Yah siapa yang peduli? Sekarang satu kekuatan mengalir di tubuh ku, hanya saja... kekuatan ini aku gunakan untuk balas dendam Eira asli! Hahaha, tugas nya membunuh lagi, benar- benar merepotkan.
" Nah Cia, bagaimana jika kita pulang sekarang? Kita sudah cukup lama di sini "
Ucap ku sambil melihat Frecia, ia hanya mengangguk mengerti. Sebelum aku pergi, aku melihat Emely masuk duluan. Segera ku lemparkan benda ke Ray.
" Ini... " *menangkap
" Stttt, yah walau tidak terlalu mewah, sosis dari daging kan? "
Ucap ku sambil meletakan telunjuk tanda diam. Daging dan mudah dibawa hanya itu, yah jadi aku mengambil sosis saja. Aku masih ingat jika Ray di hukum Emely tidak makan daging selama 1 minggu. Itung- itung demi kebaikan lah, iya ngak?
" Ehem, k..karena saya tidak membuang- buang makanan. Sosis ini saya terima dengan senang hati "
Ucap Ray mengalihkan pandangan, telinga nya terlihat berwarna merah. Dia malu? Kenapa sekarang Ray jadi tsundereš§
" Astaga, Cerberus apaan yang berwajah merah? Apa api mu terlalu panas hah? "
Ejek Frecia. Ray hanya bisa diam dan menahan kata- kata kasar nya.
.......
.......
.......
Skip, di kamar Eira...
Sudah tidak pusing dan mual lagi. Sepertinya aku mulai terbiasa. Sedangkan Frecia dalam mode kucing langsung merebahkan diri nya diatas kasur empuk.
" Nah Nona, selamat berlatih "
Ucap Frecia dengan santai dan perlahan menutup matanya.
" ... "
Dasar kucing, baiklah sekarang kita bersiap dulu. Latihan apa yang akan dipelajari Harry nanti ya. Apakah ada teknik meracuni orang tanpa ketahuan? *ngaco
.......
.......
.......
...B e r s a m b u n g ......
...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Authorā¤ļø )...
⢠Dengan dukungan kalian, bisa menjadi semangat bagi Author agar terus berkarya (mengetik).
__ADS_1