
Di tempat Deon dan Eira...
Deon membawa Eira ke suatu tempat, bahkan masih ada banyak pengunjung di sini. Suasana ramai seperti biasa, tidak ada apa- apa. Hanya ada berbagai pedagang yang banyak menjual makanan di sini.
Merasa inilah tempat yang di tunjukan Deon, Eira segera meminta pria itu untuk menurunkannya. Banyak sekali para pengunjung yang berbisik karena melihat kedua pasangan ini. Membuat Eira yang menyadarinya merasa tak nyaman.
"Segera turunkan aku!" ~Eira
"Hahaha, baiklah" ~Deon
Deon segera menurunkan ku. Apa- apaan sih dia, menyebalkan... huh.
Merasa Eira yang merajuk karena ulahnya, Deon hanya tertawa. Ia melihat sekeliling, senyum puas terukir di wajah menawannya.
"Sepertinya kita hanya datang lebih cepat" ~Deon
"Apa yang menarik disini?" ~Eira
"Kau lihat saja nanti" *senyum
" ... "
Deon langsung menarik tangan Eira dan mengajaknya ke suatu tempat.
"Mau membeli makanan dulu?" ~Deon
Mendengar kata makanan, mata Eira berbinar-binar dan mulai tertarik. Ia mengangguk setuju.
"Tentu!✨" ~Eira
"Hahaha, ayo" ~Deon
Makanan disini enak- enak, aku tidak akan menolaknya. Jika ada Duke disini pasti dia melarangku untuk membeli nya dengan alasan makanan disini tidak baik untuk kesehatan.
Sekarang mumpung masih disini, aku harus berpuas diri dulu hahaha.
Mereka kembali membeli makanan. Dengan harga terjangkau membuat Eira mencoba satu persatu makanan yang asing baginya. Makanan berminyak, asin, manis, dan bahkan pedas membuat Eira puas.
Namun tak lama, orang-orang menggerombol di satu tempat. Mata mereka berbinar-binar, anak-anak yang selalu berlarian kini dapat tenang dan melihat ke atas langit.
...----------------...
...Wah sebentar lagi dimulai...ayo cepat... ini pasti seru...inilah yang aku tunggu-tunggu......
...----------------...
Eira yang bingung bertanya kepada Deon.
"Em, mereka membicarakan apa?" ~Eira
Bukannya jawaban yang Eira beri, Deon hanya tersenyum dan menantikan apa yang akan terjadi.
"Sudah waktunya ya" ~Deon
"Setidaknya beritahu aku dulu! Aku juga penasaran💢" ~Eira
Deon tersenyum, tak lama suara keras membuat Eira terkejut.
...Duuar......
Cahaya menyilaukan ada di belakang Deon, cahaya indah gemerlap dengan berbagai warna berbeda. Gelapnya malam menjadi terang dan indah. Suara bersaut-sautan, walau berisik di telinga namun semua orang nampak senang dengan ini. Deon melihat ke arah belakang dan menikmati cahaya tersebut.
"Aah sudah mulai ya"
Ucap Deon dengan senyuman.
Suara keras tidak asing di telingaku. Tidak salah lagi, ini semua... adalah pertunjukan kembang api. Ini yang mereka tunggu- tunggu? Dan...aku baru melihat kembang api jaman ini.
__ADS_1
Daripada itu...semua ini sangatlah...
"Bagaimana?" ~Deon
"I..indah" ~Eira
Aku masih terkesima. Aku masih ingat saat kecil orang tua ku selalu mengajak ku melihat pertunjukan kembang api.
Di dimensi yang dulu, aku melihat kembang api dari jauh. Bibi selalu mengajak ku tetapi aku menolak. Aku tau Bibi baik kepadaku, tetapi Bibi masih punya keluarga. Aku tidak mau merusak suasana.
Bahkan teman- teman tidak mengajak ku. Mereka akan datang menemuiku saat mereka membutuhkanku. Namun tak akan pernah datang jika aku mengalami masalah. Dan saat tugas ku selesai mereka hilang entah pergi kemana. Hahaha, dulu aku sangat lemah dan bodoh mau berteman dengan mereka. Tapi tetap saja, suasana ini membuat ku rindu dengan kehidupan sebelumnya.
Eira terdiam membisu, bayangan kembang api ada di matanya. Deon yang melihat langsung memberikan jubahnya. Gadis itu melihat ke arah Deon dengan penuh tanda tanya.
"Malam semakin dingin"
Ucap Deon tanpa ekspresi, Eira hanya mengangguk mengerti. Bau Deon tercium dari jubah yang ia berikan, rasa hangat menyelimuti. Senyum hangat terukir di wajah Eira.
Tak berhenti dari situ, Deon memegang pundak Eira dan menghadapkan gadis itu dengan dirinya. Mata mereka bertemu, gadis itu kembali bingung dengan tingkah Deon. Namun tak lama, Deon mendekat. Semakin mendekat dan mendekat, bahkan Eira dapat merasakan hembusan nafas Deon, begitu juga sebaliknya. Jarak yang tak wajar membuat pipi Eira memerah.
"Apa yang kamu lakukan?/// " ~Eira
"Aku mengajak mu kesini untuk membuatmu tersenyum... bukan menangis"
Tangan besar Deon mengapai topeng milik Eira. Membukanya secara perlahan dan menghapus air yang mengalir di wajah gadis itu. Sentuhan lembut dengan penuh perhatian. Gadis itu menyadari bahwa ia terlalu terbawa suasana.
Dengan cepat Eira mengambil topeng dan mendorong jauh Deon. Gadis itu memalingkan muka, memasang kembali topeng miliknya.
"Ah maaf" ~Eira
"Apakah terjadi sesuatu?" ~Deon
"Tidak, tidak ada"
"Dasar" ~Deon
"Hei, apa yang kau lakukan?!💢" ~Eira
"Ini baru Nona Eira yang kukenal,cepat marah" ~Deon
Wajah tanpa dosa Deon sudah cukup membuat Eira kesal. Pria itu tertawa dan melepas cubitannya. Bahkan suara kembang api yang keras tidak menganggu pendengaran kedua pemuda ini.
Mereka kembali menikmati pertujukan kembang api. Waktu berlalu, pertunjukan berakhir tanpa mereka sadari. Orang-orang bersorak, ada juga yang bertepuk tangan.
"Sepertinya sudah selesai, sungguh di sayangkan" ~Eira
"Benar, mau pergi sekarang?" ~Deon
"Tentu" ~Eira
Mereka berjalan bersama menuju kereta kuda. Namun ada hal yang menganjal di pikiran Eira.
Sepertinya aku melupakan sesuatu, tapi apa? Yah sudahlah, semoga saja bukan sesuatu yang penting.
Deon mengantar Eira sampai ke kediaman Duke. Setelah gadis itu turun, Deon pamit dan berniat untuk pulang tanpa mampir ke kediaman Duke. Eira mengerti, kereta kuda berjalan menjauh.
Eira terdiam dan berpikir...
Sepertinya Duke cemas karena kami pulang terlalu malam. Tunggu, kami? Emma dan Felix!?
.......
.......
.......
__ADS_1
Sementara itu, hal yang dilupakan...
Emma dan Felix masih menunggu, para anggota gagak yang lain sudah pergi meninggalkan tempat. Bahkan lambat laun para pengunjung juga berniat pulang. Rasa lelah di tubuh, lama mereka menunggu membuat Emma menggerutu.
"Kenapa Tuan dan Nona belum kembali? Saya harap tidak terjadi sesuatu"
Ucap Emma yang bosan. Sama halnya dengan Emma, Felix yang juga bosan hanya bisa menjawab hal yang sama berulang kali
"Tunggu sebentar lagi" ~Felix
"Anda terus mengatakan hal yang sama Sir Felix" ~Emma
.......
.......
.......
Besok nya ... Pagi yang cerah dan damai, angin sejuk masuk melewati jendela. Eira merasa merinding merasakan hawa dingin, bukan dingin dari angin melainkan hawa tak enak yang ada pada Felix dan juga Emma.
"Hahaha.Nona, anda benar- benar kejam"
Emma sedang menyisir rambut Eira.
"M.. maaf, ini salahku" ~Eira
Mata Emma terlihat kelelahan. Karena tadi malam aku lupa, aku memerintahkan kusir dari kediaman Duke untuk segera menjemput mereka berdua. Kenapa aku sampai melupakan sesuatu yang penting ya.
Sedangkan Felix... terlihat kantung mata yang besar dari dirinya.
"Anda dan Tuan pasti menikmati waktu berdua"
Ejek Felix dengan senyum menjahili, wajah Eira kembali memerah membuat Emma dan Felix tertawa puas.
"Kan sudah kubilang aku benar- benar lupa. Dan kalian jangan terus- menerus mengejek ku!///" ~Eira
Aku benar- benar malu. Ini semua karena si Deon menyebalkan itu💢.
.......
.......
.......
Sementara itu...di tempat Deon, meja kerja yang penuh dengan kertas. Pria itu sibuk menulis dan membaca semuanya satu persatu. Tapi tak lama...
"Hastyyuuu, hm... astaga tiba- tiba saja hidung ku gatal" ~Deon
Pria tinggi yang berdiri di samping Deon, rambut coklat kemerahan dengan pakaian rapi. Bergelar Bangsawan dengan posisi Ajudan menemani sang Pangeran.
"Ini mungkin karena anda menyelinap pergi saat malam hari. Apa perlu saya ambilkan obat Tuan?"
Ucap sang Ajudan kepada Tuannya.
"Ah, tidak ada apa- apa. Lanjutkan pekerjaan yang tadi. Dan..tolong jangan beritahu Baginda Raja ataupun Ratu tentang tadi malam💧" ~Deon
"Perintah anda adalah tugas bagi saya"
.......
.......
.......
...B e r s a m b u n g ......
...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...
__ADS_1