Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Bertabrakan Dengan Orang Aneh


__ADS_3

Ah akhirnya,... satu masalah berhasil diselesaikan. Saat aku keluar terlihat Emma yang sedang menahan air mata nya.


"Nona !!"


Emma berlari kearahku, hahaha dasar. Emma terlalu cemas, padahal aku hanya pergi sebentar.


"Hei hei, kenapa melihatku seperti itu?"


Aku melihat wajah Emma seperti seorang anak yang merajuk tidak dibelikan permen.


" Hmp!" ~Emma


Dia diam dan memalingkan muka. Benar- benar deh, sekarang siapa yang anak kecil hahaha.


"Lady Emma hanya khawatir saja Nona"


Jelas prajurit pertama dengan wajah datar.


"Khawatir?" ~Eira


.......


.......


.......


Flashback


Saat Eira masuk toko sendirian.


"Kenapa Nona dibiarkan masuk sendirian?!Bagaimana jika ada sesuatu yang terjadi kepada Nona?"


Ucap Emma yang kesal kepada kelima prajurit.


"Bukannya tadi sudah dengar? Nona Eira menyuruh kita tunggu diluar saja" ~prajurit ketiga


Emma yang cemas hanya bisa mondar-mandir sambil menggigit jari nya.


"Akh, Nona! Jika kelima prajurit tidak apa, tapi kenapa saya tidak boleh masuk?" *sedih


Kelima prajurit memandang heran wanita itu. Emma seperti anak anjing yang ditinggalkan pemilik nya.


"Sepertinya Lady Emma benar- benar sayang dengan Nona Eira ya"


Bisik prajurit kedua. Keempat Prajurit mengangguk bersamaan.


Di dalam toko terlihat Eira sedang berbincang dengan pelayan di sana. Tak lama gadis itu mengikuti pelayan dari belakang dan pergi bersamanya. Eira sudah menghilang dari pandangan yang membuat Emma semakin panik.


"Tunggu!! Nona mana?Ini tidak bisa dibiarkan, Nona sudah jauh dari pandangan ku. Aku harus masuk!"


Ucap Emma bersikeras ingin masuk ke toko tersebut. Salah satu prajurit menenangkan Emma.


"Tenanglah Lady Emma, Nona sudah memerintahkan kita untuk tunggu di luar!"


Ucap prajurit pertama sambil memegang Emma. Wanita itu tidak mendengarkan dan masih mencoba memberontak. Prajurit yang lain berusaha menghentikan Emma.


"Lepaskan! Aku hanya akan mengecek Nona sebentar saja(ᗒᗩᗕ)"


Yah begitulah, kehebohan yang di buat oleh mereka ber'enam. Para prajurit dibuat repot oleh Emma.


.......


.......


.......


"Haah, jadi seperti itu ceritanya Nona"


Ucap Prajurit pertama sambil menghela nafas.

__ADS_1


Eira : " Ah, begitu...hmp..pftt, hahaha. Baiklah baiklah, aku mengerti, hahaha "


Aku tidak bisa menahan tawaku. Sial, pftt sepertinya aku melewatkan kejadian yang menarik.


"Nona! Saya benar- benar khawatir tau" ~Emma


"Iya, aku paham" ~Eira


Aku mengelus kepala Emma. Pftt... ini benar- benar mirip seperti mengelus anak anjing (lucu).


"Terima kasih ya, sudah menghawatirkan aku. Nah sekarang aku baik- baik saja kan?"


Ucapku sambil memutar tubuhku menandakan bahwa aku baik- baik saja.


"Nah bagaimana sekarang kita pergi berbelanja sungguhan !" ~Eira


"Maksud Nona...?" ~Emma


"Hahaha, ayo cepat. Kita sudah ada disini kurang pas jika tidak berbelanja sesuatu kan?"


Ucapku sambil menarik tangan Emma. Ini waktu yang tepat untuk refreshing pikiran.


Kita berjalan dan melihat-lihat dagangan yang ada. Bahkan ada yang berjualan makanan di sini. Tempat nya tidak mewah, namun aku ingin sekali mencoba nya. Ah aku ingin sekali tapi...


"Nona, mohon belilah makanan yang bersih"


Akhh tuhkan, mereka melarangku membeli jajanan sembarangan. Aku 'kan juga bosan makan kue atau roti di kediaman Duke.


"A..apa aku tidak boleh makan satu jajanan saja?Mumpung masih di sini"


Ucapku menyakinkan mereka.


"Mungkin anda bisa menanyakannya ke Tuan Duke"


Kenapa harus membicarakan ayah di situasi menyenangkan ini. Haah sedih sekali rasanya.


"Hihihi, Nona jika ingin saya akan menyuruh koki di kediaman kita menyiapkan masakan seperti yang ada di sini" ~Emma


"Aku menantikannya"


Kami kembali berjalan dan melihat-lihat. Para rakyat biasa tidak mencurigai kami. Selain karena aku memakai topi, aku memerintahkan prajurit untuk memakai baju biasa dan menyembunyikan lambang prajurit kediaman Duke. Tanpa sadar kami tiba di toko gaun. Kenapa aku bisa sampai kesini? Saat aku ingin mengembalikan badan, wajah Emma terlihat ber seri-seri.


Eira : ( Dia ingin gaun?) *pikirku


Huft sudahlah, apa salahnya melihat- lihat.


"Mau masuk?"


Tanya ku ke Emma, dia dengan cepat menggelengkan kepala.


"Ah itu, terserah anda saja Nona saya"


Hei, wajahmu kelihatan sekali ingin masuk Emma. Dia terlalu rendah hati.


"Baiklah, ayo masuk!"


Ucapku penuh semangat. Menarik tangan Emma untuk masuk ke toko, sedangkan setengah dari prajurit menunggu di luar dan setengahnya lagi masuk bersama kami.


"Apa anda membeli baju untuk persiapan pesta Nona? "


Pesta? Aku tidak pernah memikirkan membeli gaun untuk itu.


"Memang kapan pesta dansa nya dimulai?" ~Eira


"Sekitar dua minggu lagi Nona" ~Emma


" ... "


Entah mengapa, rasanya jiwaku melayang pergi entah kemana. Niat ingin segarkan pikiran, malah tambah tugas baru. Kenapa mepet sekali? Haah...

__ADS_1


"Ah i..itu jangan dipikirkan, kita membeli baju untuk diri sendiri "


Aku mencoba mengalihkan topik.


"Apa ada yang bisa saya bantu"


Ucap salah satu pelayan kepada kami. Ah timing yang pas! Aku menunjuk Emma ke pelayan tersebut.


"Nah pas sekali, tolong pilihkan gaun yang cocok untuk gadis yang disana" ~Eira


"Tunggu!! Nona?" ~Emma


"Selamat ber senang- senang. Katakan saja jika ada baju yang kau suka" ~Eira


"Nona, tidak bisa begini (╥﹏╥)" ~Emma


Aku melambaikan tangan ku dan meninggalkan nya untuk sementara waktu. Mengajak 3 prajurit untuk mengikuti ku dan 2 lainnya menjaga Emma.


Huft benar juga, di novel yang asli ada pesta yang wajib diikuti oleh Bangsawan. Karena yang menyelenggarakan pesta ini adalah Baginda Raja. Ini juga awal pertemuan Eira, Deon, dan Emely. Cih, benar- benar merepotkan!!


Saat berjalan tak sengaja aku tertabrak oleh seseorang.


...Brukk...


Aduh! Akh sial.


"Ah, maaf"


"APA KAU TIDAK MEMILIKI MATA?!" *marah


Teriak salah satu prajurit. Satu tangan kuangkat, menandakan untuk diam. Aku mencoba bangkit dari tempat ku terjatuh, namun pria asing itu mengulurkan tangannya kepada ku. Ku terima bantuannya, pria itu menarik dan membantu ku berdiri.


Tunggu, mata nya mirip dengan Tuan N! Tetapi dia memiliki rambut pirang, tidak itu mendekati emas. Jangan- jangan...


Hahaha, itu tidak mungkin. Mungkin saja warna mata biru banyak di dunia ini. Dan lagi, tidak mungkin dia berada disini.


Wajah nya nampak terkejut. Pria itu memalingkan wajah nya, dia kenapa? Apa ada yang salah?


"Sekali lagi maaf"


Dia segera meninggalkan tempat. Apa- apaan orang itu? Yah sudahlah...


"Eh, benda itu...sangat cantik"


Di balik kaca toko aku melihat bros dengan permata merah didalam nya. Entah mengapa, jika melihat bros ini teringat dengan Duke. Hahaha, yah apakah ayah dingin itu akan luluh cuma karena bros kecil ini.


Mungkin memberikannya hadiah tidak apa kan? Aku masuk ke toko tersebut.


"Aku mau membeli bros ini "


Ucapku sambil menunjuk bros yang dimaksud.


"Baik Nona, harganya 10 keping koin emas"


Wah wah, ini sih namanya perampokan. Yah tidak mengapa toh koin yang diberikan Duke cukup banyak. Ehem, sepertinya aku terlalu sombong.


Setelahnya aku kembali ke toko yang Emma kunjungi.


Kulihat, Emma sepertinya kelelahan. Nampak banyak gaun yang berceceran. Ini semua Emma yang coba pakai? Serius?!


"Semua gaun yang Lady pakai terlihat cocok, ah bagaimana jika yang warna biru?" ~pelayan


Emma seolah mengatakan... 'Tolong saya Nona(╥﹏╥)'. Aku segera membantunya, kasihan sekali dia.


.......


.......


.......

__ADS_1


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...


__ADS_2