Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Eira keluar dari ruangan, menemui Felix dengan semangat.


"Sudah selesai Nona?" ~Felix


"Iya, sudah" ~Eira


.......


.......


.......


Akhirnya aku tau apa yang disembunyikan di ruangan itu. Seharusnya rahasia ini diketahui oleh Eira asli bukan aku, entah aku bahagia atau menyesalinya.


Saat keluar menuruni anak tangga, terlihat pria tak jauh dari tempat ku berdiri. Hm, apakah itu Harry? Benar tak salah lagi, dia Harry.


"Salam kepada Nona Eira"


Harry menunduk, aku dan Felix melakukan hal yang sama.


"Salam saya berikan untuk Tuan Harry Fedelian" ~Felix


"Salam kepada Tuan Harry. Ada apa sampai Tuan kemari?" ~Eira


"..."


Harry terdiam, ia memandang ku dengan intens. Tatapan penuh harapan dan kekhawatiran. Seakan ada sesuatu yang berat untuk di ucapkan.


"Hei, halo ada Harry disana?"


Aku melambaikan tangan di dekat Harry. Kenapa dia melamun dan apa yang ia pikirkan sampai seperti itu?


"Ah maaf, saya mendengar kabar jika Nona akan bertunangan ya?" ~Harry


"Ah soal itu, ternyata kabar ini sudah sampai di telinga kediaman Marquess ya. Itu benar Tuan" ~Eira


"Wah, selamat Nona" ~Harry


"Hahaha, terima kasih. Jadi kesini karena?" ~Eira


"Saya menemani ayah saya. Beliau sedang berbincang- bincang urusan bisnis dengan Tuan Duke" ~Harry


"Tuan Marquess datang berkunjung? Sepertinya saya tidak bisa memberi salam secara langsung ke Beliau" ~Eira


"Tidak masalah Nona" ~Harry


Harry tersenyum...karena merasa sudah cukup lama kami berbincang, aku memutuskan untuk segera pergi.


"Saya menunggu kelas berpedang nanti" ~Eira


"Hahaha, jika tangan anda sudah sembuh total Nona" ~Harry


"Kalau begitu, saya permisi ya Harry" ~Eira


"Tentu"


Eira memberi hormat, begitu juga Harry. Felix dan Eira segera pergi dan meninggalkan Harry sendiri. Sedangkan Harry ia terus melihat Eira sampai gadis itu menghilang dari mata. Perasaan sedih tak mengapa, sesak dan juga marah. Pria itu bingung dengan perasaan ini.


.......


.......

__ADS_1


.......


Eira melanjutkan untuk jalan- jalan di kediaman Duke. Tapi ia bingung ingin pergi kemana. Tak lama Eira teringat, bahwa ada tempat peristirahatan di taman kediaman Duke.


Tempat itu lumayan tersembunyi. Setelah dari perjalanan jauh, akhirnya mereka menemukan tempat yang di cari. Angin segar dan cahaya matahari yang hangat. Eira duduk di bangku yang nyaman, sedangkan Felix berdiri tepat di sebelah Eira. Akhirnya gadis itu bisa istirahat dengan tenang.


Namun tak lama, terdengar suara menyebalkan tepat di belakang Eira.


"Halo Nona Victoria, apa saya menganggu waktu anda?"


" ... "


Eira terdiam membeku, suara menyebalkan tak asing di telinga. Eira melihat ke arah prajurit penjaganya.


"Felix, aku pinjam sebentar pedangmu" ~Eira


"Wuoh, sabar Nona"


Ucap pria berambut kuning keemasan menenangkan Eira. Deon, Pangeran sekaligus tunangan dari Eira walau hanya sandiwara. Gadis itu mengernyitkan alisnya dengan kesal.


"Lagipula anda juga masuk seenaknya, dan tolong jangan sering muncul tiba- tiba dong💢" ~Eira


Deon tersenyum tenang tanpa rasa bersalah.


"Em, jika masuk seenaknya itu tidak mungkin. Karena aku sudah bertunangan denganmu jadi aku bebas" ~Deon


"Huh!" ~Eira


...Jdakk......


Eira menendang kaki Deon dengan sengaja. Suara keras membuktikan seberapa sakitnya kaki pria itu.


Tanya Deon dengan senyum canggung sambil menahan rasa sakitnya. Eira tersenyum puas dan menjawab...


"Karena saya tunangan anda, jadi saya mengajarkan apa yang salah dan benar"


Hehehe, emang kau saja yang bisa menggunakan kekuatan kata tunangan.Toh jika aku memukulnya, dia pasti akan reflek menghindar.


Pertengkaran mereka membuat Felix memandang di sudut yang berbeda. Ia menganggap bahwa Deon dan Eira merupakan pasangan romantis. Felix tak tau, bahwa sekarang ini terlihat tanduk di kepala Eira.


*ini hanya kiasan bahwa ada sisi iblis jahil di Eira


"Ehem, jadi ada perlu apa anda kemari?" ~Eira


"Tidak disuruh duduk dulu nih?"


Tanya Deon setengah mengoda menjahili Eira.


" ... "


Kenapa dia hari ini sangat menjengkelkan sih.Tidak! Memang dari awal dia orang paling menyebalkan yang kutemui💢


"Silahkan duduk Pangeran" *senyum paksa


"Hahaha, terima kasih Nona. Jadi soal kedatangan ku, apa kamu mau ikut ke festival bersamaku?" ~Deon


"Festival apa yang anda maksud" ~Eira


"Hm, bisa dibilang festival ini diadakan 1 tahun sekali" ~Deon


Ah, festival itu. Festival yang di maksud Deon itu seperti pasar malam pada umumnya. Kegiatan ini biasanya terjadi jika hasil panen berlimpah, para rakyat akan merayakannya hanya 1 tahun sekali sebagai rasa syukur. Tetapi....

__ADS_1


"Saya tidak menyangka jika anda akan tertarik pada festival ini" ~Eira


"Yah, sesekali membaur dengar rakyat 'kan tidak apa" ~Deon


Benar juga sih, tapi 'kan...


"Bukannya anda tau jika wajah kita sudah banyak dikenal oleh rakyat biasa" ~Eira


Jelas ku enggan menerima ajakan Deon, ia tersenyum...


"Jika masalah penyamaran, aku lah jagonya anda tidak perlu khawatir" ~Deon


Aku tak menyangka dia bisa setenang itu. Tapi setelah di pikirkan, orang yang menjadi ketua kelompok gagak hitam selama beberapa tahun dan tak ada orang yang tau siapa di balik topeng tersebut. Layak untuk dipercaya.


"Baiklah, tidak masalah. Tetapi festival diadakan kapan?" ~Eira


"Mungkin besok malam" ~Deon


Kenapa mendadak sekali? Namun aku juga penasaran. Aku hanya bisa mengangguk menyetujui ajakannya.


"Baiklah, saya akan ikut" ~Eira


" ... "


" ... "


Kami saling memandang diam, aku menunggunya untuk pergi namun...


"Kenapa anda belum pergi?💢" ~Eira


Deon dengan senyuman dan mata waspada meletakan jari telunjuk di mulut sebagai tanda diam.


"Ssttt, diamlah. Coba kamu lihat dibelakang mu, sepertinya satu tikus terjebak lagi" ~Deon


"Benarkah?" ~Eira


Aku melirik ke belakang, Felix juga melakukan hal yang sama. Ternyata benar, ada orang yang mengendap- endap dibelakang kami. Ini sangat menakutkan.


Felix memegang pedangnya secara perlahan, seakan bersiap untuk menyerang.


"Apa perlu saya... "


Deon mengangkat satu tangannya dan menghentikan Felix.


"Tidak perlu, tugasmu hanya perlu menjaga Nona Eira saja. Biar aku yang menangkapnya. Tidak kusangka, padahal aku hanya ingin mengobrol santai dengan Nona Eira tapi malah ada penganggu seperti ini" ~Deon


Mata Deon seperti seekor predator yang ingin menangkap mangsanya. Ia segera pamit, sepertinya akan ada pertunjukan seru.


Ternyata benar, Deon berjalan mendekat ke orang misterius itu dan langsung membuatnya pingsan. Dengan santai Deon memasukan dan membawanya dalam karung. Setelah beberapa waktu terlihat 2 penjaga kepercayaan Deon. Mereka langsung membantu Tuannya tanpa berkomentar apa-apa.


Mohon maaf, itu orang bukan beras karungan. Tapi entah kenapa aku menyukainya👍🏻🙂


.......


.......


.......


...( Dukungan kalian \= Penyemangat Author❤️ )...


...B e r s a m b u n g...

__ADS_1


__ADS_2