
Aku menatap tajam Ray, dia terlihat ketakutan.
"Jadi kau tau dimana Emely kan?"
Ray menganggukan kepalanya. Aku tersenyum sinis dengan penuh kemarahan, dan sekali lagi bertanya.
"Jika begitu, antarkan aku ketempat Emely"
"Tapi Nona Emely tidak salah"
Wajah keseriusan dengan kemarahan pada ekspresi Ray. Ternyata benar Emely melakukannya dengan terpaksa. Tapi setidaknya aku ingin memastikannya sendiri.
"Setidaknya aku butuh penjelasan darinya. Aku tidak akan melakukan apapun, jadi cepat" ~Eira
Terlihat Ray sedang berpikir. Dia tidak percaya denganku ya?
"Baiklah"
Ray mengangguk mengiyakan. Namun tak lama, terdengar suara pintu yang terbuka. Felix masuk ke kamarku, sepertinya urusan Felix sudah selesai. Dan seperti yang kuduga, pria itu nampak terkejut melihat Ray. Ia mengatur posisi bersiap untuk menebas seseorang.
"Menjauh dari Nona Eira!"
Pedang Felix sudah ada di hadapan Ray. Benda tajam yang siap menusuk siapapun hanya berjarak beberapa inci dari leher Ray. Ini berbahaya.
"Felix tung... " ~Eira
"Memang aku takut dengan pengawal sepertimu?" ~Ray
Belum juga melanjutkan kalimat, Ray memotong pembicaraan ku. Nada Ray seperti menantang Felix. Terlihat prajurit itu berdecak menahan emosinya.
"Kau... " ~Felix
"Kalian berdua, berhenti!Felix, turunkan senjata mu" ~Eira
"Tapi Nona..." ~Felix
"Sekarang!" ~Eira
Mereka langsung diam, Felix menurunkan pedang dan memasukkannya kembali di sarung pedang. Dasar dua orang ini, haah.
"Aku mau pergi dengannya "
Tanpa banyak bicara, aku langsung ke intinya. Felix terbelalak, dengan tegas ia menjawab.
"Tidak, itu terlalu berbahaya" ~Felix
"Iya" *senyum
"Tidak" ~Felix
" Iya!" *senyum paksa
Beberapa menit kemudian ....
"Jangan membuat ini sulit Felix" ~Eira
"Saya diperintahkan untuk menjaga Nona, tidak mungkin saya mengizinkan anda pergi bersama orang aneh ini" ~Felix
__ADS_1
Kami berdua mengatur nafas, lelah dengan perdebatan yg tak kunjung berakhir. Tak lama, Ray tiba-tiba masuk dalam percakapan kami.
"Aku akan menjaganya, dan lagi aku bukan orang aneh"
Felix menatap tajam ke Ray, ia melihat Ray keatas sampai kebawah. Rambut berantakan, baju seadanya dan beberapa debu menempel di pakaiannya. Felix hanya bisa menghela nafas.
"Izinkan saya ikut Nona" *tegas
"Tidak!"
Ucapku dan Ray secara bersamaan. Bisa gawat jika Felix bertemu dengan Emely, dia bisa memberi laporan ke Deon atau Baginda Raja. Sepertinya Felix curiga terhadapku. Bagaimana ini, aku juga mau bertemu Emely dan mengetahui apa yang terjadi.
"Felix, kumohon"
" .... "
Ucapku dengan mata memelas, pria itu hanya diam mematung, tatapan serius ia berikan. Aku manarik nafas panjang, tatapan tegas ku berikan.
"Felix...ini perintah" ~Eira
"Haah... baiklah saya tak bisa melawan anda. Tetapi jika sampai 4 jam belum kembali, saya akan menyusul anda dan langsung menangkap orang aneh ini" ~Felix
Kenapa aku dibawa- bawa? Pengawal yang sangat memaksa.
Pikir Ray sambil menyilangkan tangannya.
"Aku bisa membaca pikiran mu"
Ray diam membeku dan tak melanjutkan apa yang ia pikirkan.
"Jangan naik, bahaya bagi dia"
Ucap Ray dengan serius, aku terdiam dan masih memproses apa maksud Ray.
Astaga bodohnya aku karena tidak menyadarinya. Jika aku naik kereta kuda di kediaman Duke, bisa- bisa aku akan ketahuan. Karena kusir selalu memberi tahu keberadaan ku ke Duke.
"Jadi kita kesana naik apa?" ~Eira
Ray tersenyum, dengan bangga ia mengatakan.
"Sihir " ~Ray
"Hahaha, bercanda nya ngak lucu" ~Emely
Tiba- tiba muncul cahaya di depan ku dan Ray. Tanpa aba-aba, Ray menarik tangan ku dan langsung masuk ke dalam cahaya tersebut.
.......
.......
.......
Sesampainya...
Cahaya yang dalam sekejap mengantarkan ku ke tempat asing. Ternyata benar- benar sihir ya. Kepalaku pusing dan...hueeek, m..mual. Apa ini efek sampingnya?
"Sudah sampai " ~Ray
__ADS_1
Aku melihat gubuk tua didepan ku. Ini tempat tinggal Emely?
"Kau berhutang penjelasan kepadaku" ~Eira
Lagi-lagi tanpa aba-aba Ray langsung menarik tangan ku menuju gubuk tersebut. Aku bisa jalan sendiri bodoh.
Saat masuk ke dalam, ini tidak terlalu buruk. Suasana nya seperti rumah di dimensi ku dulu. Nampak wanita dengan rambut pirang dan mata biru indah. Kecantik 'kan yang pernah kulihat dalam kehidupan ku. Emely... terlihat ia juga heran karena kedatangan ku yang tiba- tiba.
"Hai"
Ucap ku agak canggung, Emely masih terdiam tak percaya. Tak lama Emely berlari mendekat dengan wajah menahan amarah, ia langsung memukul Ray yang ada tepat didepan ku.
...Bukk......
"Dasar cerberus bodoh" ~Emely
"Bukannya tadi terserah "
Ucap Ray sambil memegang kepala yang sakit. Dengan santai, ia kembali berbicara...
"Toh aku sudah menceritakannya" ~Ray
Cerberus? Aku pernah membacanya, itu adalah salah satu makhluk mitologi Yunani yang berbentuk anjing. Kenapa Emely memanggil nya begitu?
"Benar, tolong jelaskan Emely"
" ... "
Sambungku dengan serius, Emely terdiam. Terlihat wajah gelisah, sepertinya...ia belum siap dengan kedatangan ku.
.......
.......
.......
Sekedar Info :
Kerberos/ Cerberus adalah makhluk dari mitologi Yunani, hewan peliharaan Hades. Ia merupakan penguasa dunia bawah. Tujuannya adalah menjaga agar tidak ada arwah yang melarikan diri dari dunia arwah.
Cerberus memiliki tubuh yang besar dan tiga kepala yang menjadi simbol dari masa lalu, masa kini, serta masa depan. Cerberus juga mampu menyemburkan api dari ke tiga kepalanya.
...( Author : " Jika penasaran apa hubungan Cerberus dengan Ray, tunggu eps selanjutnya ya😉 " )...
.......
.......
.......
...B e r s a m b u n g ......
...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...
__ADS_1