
KRS Building, perusahaan besar milik Krisan. Hiruk pikuk kesibukan tak pernah berhenti. Bahkan, hingga lewat jam pulang kerja pun masih terdapat kesibukan. Terlebih lagi, Krisan sering menghabiskan waktu di kantor.
“Presdir, PT GLK menolak kerjasama,” ujar Aryo.
Panggilan Krisan selalu berubah, hanya Aryo yang bisa seperti itu. Sudah dipastikan perusahaan tersebut menolak kerja sama, karena Aryo sudah mendapat balasan email dari perusahaan tersebut.
“Biarkan saja. Masih banyak yang ingin bekerja sama dengan kita,” timpal Krisan.
Krisan tak mempedulikan dengan perusahaan yang tak ingin bekerja sama dengannya. Baginya, dirinya yang mengajukan kerja sama dengan pihak lain merupakan suatu kehormatan bagi perusahaan tersebut. Namun, jika menolak, Krisan tak mungkin mengajukan kerja sama untuk kedua kali.
“Apa ingin mengajukan kerja sama dengan Dekashi Corporation?”
“Dekashi?” tanya Krisan mengernyitkan dahi.
“Ya, Perusahaan yang sangat besar di Jepang. Mereka mulai mengembangkan perusahaan di berbagai negara Asia dan mulai membuka kerja sama dengan pihak yang menurutnya kompeten.”
“Kalau begitu, segera ajukan,” ujar Krisan.
Perusahaan Krisan memang berkembang dengan cepat. Namun, bukan merupakan nomor satu di negri. Masih banyak perusahaan besar lainnya.
*
*
*
“Semoga kalian bisa bekerja sesuai dengan instruksiku. Saya tidak akan mentolelir segala jenis kecurangan. Saya tidak akan merubah regulasi yang sudah sesuai. Saya akan mengubah kebijakan yang menurutku tidak menguntungkan perusahaan ataupun merugikan karyawan,” jelas Anyelir memimpin rapat.
Hari pertama bekerja, Anyelir sudah mulai merubah beberapa kebijakan yang menurutnya tidak sesuai dan merugikan, dia bekerja dengan sangat serius. Semua karyawan menatap direktur baru dengan kagum. Tidak hanya cantik dan menawan, Anyelir pun tampak cerdas.
Namun, kecantikannya tersebut membuat para pria tak berani mendekatinya. Bukan lagi bunga Anyelir yang mudah dipetik. Anyelir bagaikan bungan mawar yang berduri.
“Nona, apa benar kita membatalkan kerja sama dengan perusahaan AYL?” tanya Vinnie memastikan.
PT AYL adalah perusahan baru berdiri 3 tahun. Perusahaan tersebut adalah perusahaan milik Krisan yang didedikasikan untuk sang istri. Tetapi, tidak ada yang tahu perusahaan tersebut masih anak perusahaan KRS.
“Ya, masih banyak perusahaan yang lebih baik dari perusahaan itu. Bukankah perusahaan tersebut masih baru?” tanya Anyelir.
“Ya, Nona Fransisca. Namun, perusahaan tersebut dengan cepat berkembang.”
“Dekashi Corporation juga perusahaan baru di sini. Namun, perusahaan itu sangat besar di luar negri. Bukankah lebih baik bekerja sama dengannya?” Anyelir menaikan sebelah alisnya. Dia memilih perusahaan yang menurutnya lebih menjanjikan.
Vinnie hanya mengangguk. “Nona, mau makan siang di kantor atau di luar?”
“Aku akan makan siang di luar.”
“Perlu aku antar?”
__ADS_1
“Aku bawa mobil sendiri,” ujar Anyelir.
Dia mengendarai mobilnya sendiri ke sebuah restoran. Bukan merupakan restoran mewah. Namun, pada saat itu, restoran tersebut begitu berarti untuknya.
“Sial! Kenapa aku ke sini!” dengus Anyelir.
Restoran tersebut adalah restoran pertama yang dia kunjungi bersama dengan Krisan. Saat sang suami kebanjiran orderan dan mulai mendirikan perusahaannya sendiri. Berawal dengan tanggung jawab Krisan memberikan hak berhias pada Anyelir.
Membuat Krisan bekerja sama dengan ahli kesehatan dan kecantikan untuk pembuatan produk kecantikan. Tentu, Anyelir pun menggunakan produk skincare perusahaan suaminya.
Anyelir duduk di salah satu meja. Mengurungkan niat untuk keluar dari restoran tersebut. Dia memesan satu menu dan satu minuman. Melepas kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya. Mulai menikmati hidangan di depannya.
Tak jarang tatapan tertuju padanya. Meskipun wajahnya penuh dengan riasan. Namun, dilihat dari bentuk wajahnya, semua bisa melihat gadis itu cantik seandainya tak menggunakan riasan.
Anyelir bangkit dari duduknya untuk meninggalkan restoran. Bahunya disenggol seseorang, dia sedikit mengerang karena kesal.
“Maaf, Nona. Saya tidak sengaja,” ujar Husein. Dia menatap wanita cantik di depannya. Dahinya menyerengit. “Anda ….”
Anyelir hanya mendengus. “Tidak usah bersikap seolah kita saling kenal! Tolong minggir!” usirnya dengan melambaikan tangan.
Husein bergeser, mencoba mengingat wanita yang melewatinya. Dia mengeluarkan ponsel dan memotret Anyelir dari samping secara diam-diam yang sedang berjalan. Menatap layar ponselnya dalam dalam posisi diperbesar. “Anyelir,” gumamnya.
Ya, sekarang Husein yakin, itu adalah Anyelir. Istri dari bosnya. Dirinya masih menjadi pengacara pribadi Krisan. Anyelir yang tak pernah menggunakan riasan membuat Husein hampir tak mengenali Anyelir. Terlebih, mereka pun jarang bertemu. Ditambah lagi, rambut hitam lurus Anyelir berubah menjadi cokelat bergelombang. Husein langsung mengirimkan photo Anyelir pada Krisan.
Krisan yang juga sedang makan siang langsung terkejut melihat kiriman dari Husein, dirinya bisa langsung mengenali bahwa itu adalah istrinya meskipun Anyelir mengubah penampilannya. Tangan Krisan bergetar, hatinya bercampur aduk. Bahagia mengetahui sang istri masih hidup. Namun, mengapa gadis itu tak menemuinya?
“Ada apa?” tanya Aryo. Dia mengambil ponsel Krisan yang tergeletak karena sang bos seketika lemah dan menjatuhkan ponselnya. Aryo melebarkan matanya. “Apa ini Anyelir?”
*
*
*
“Kita akan segera bertemu, Kris!” gumam Anyelir menyalakan mobilnya.
Dia mengingat Husein yang baru saja tak sengaja ditemui. Dia yakin Husein akan melapor pada bosnya.
Anyelir mendecak, sedikit kesal dengan pria yang membawakannya surat cerai tanpa ekspresi itu.
*
*
*
Banyak yang ingin bekerja sama dengan perusahan Dekashi. Termasuk perusahaan Krisan dan Anyelir.
__ADS_1
Dekashi Corporation secara terbuka menerima bagi perusahaan yang ingin bekerja sama dengannya. Tentu, dengan syarat-syarat tertentu.
Presentasi terbuka bagi para perusahaan yang ingin bekerja sama. Krisan datang dengan Aryo. Dia melihat pesaing-pesaing mereka. Sedikit menaikan dagunya. Tak gentar dengan para pesaing. Krisan yakin, dia bisa memenangkan kerja sama dengan Dekashi.
Seorang moderator mulai mempersilahkan para pemimpin perusahaan untuk mempresentasikan bahan untuk bekerja sama.
Satu-persatu para pemimpin perusahaan mulai presentasi. Begitu pula dengan Krisan yang dengan percaya diri menjelaskan di depan pimpinan Dekashi.
Ruangan presentasi layaknya sebuah ruang konferensi. Semua pemimpin menjelaskan keunggulan produk mereka di depan Dekashi, begitupula di depan para pemimpin lainnya.
"Apa sudah tidak ada lagi kandidatnya?" tanya Lukas Tomoshita. Salah satu pimpinan Dekashi berdarah campuran Jepang Australia.
"Masih ada satu perusahaan yang belum datang. Mereka bilang ada kendala di jalan. Apa mau ditunggu?" tanya asisten Lukas.
"Tunggu lima menit," ujar Lukas.
"Baik."
"Apa yang mereka tunggu?" bisik Krisan pada Aryo.
"Sepertinya, masih ada satu kandidat yang belum hadir."
"Jika aku adalah pemimpin Dekashi, aku tidak akan menunggu orang yang tak menghargai waktu!" dengus Krisan.
Anyelir datang setengah berlari, di belakangnya ada Vinnie yang senantiasa menemani Anyelir. Vinnie merubah penampilannya sesuai perintah dari Anyelir.
Mereka terlambat karena tiba-tiba ban mobil mereka kempes. Beruntung ada pengandara lain membantunya.
"Maaf aku terlambat," ujar Anyelir masuk dalam ruang konferensi.
Semua mata menatap ke arah pintu masuk. Tidak terkecuali Krisan yang menatap wanita yang berdiri di ambang pintu.
Sang moderator mempersilakan Anyelir untuk mempresentasikan materinya. Mata Krisan tak lepas dari istri yang selama ini dinantinya. Tangannya sedikit bergetar, pandangannya sendu menahan rindu.
Anyelir mulai melakukan pembukaan. "Selamat siang, Saya Fransisca, perwakilan dari PT GLK," jelas Anyelir.
Anyelir menjelaskan isi materi presentasinya. Matanya mulai mengedar, pandangannya terhenti pada mantan suaminya yang juga sedang menatap dirinya. Dia tak menyangka ada Krisan di sana. Namun, keterkejutan hanya sekilas. Dia melanjutkan presensinya.
Krisan tak sabar menarik wanita itu dalam pelukannya. Tetapi, dia tak ingin gegabah.
Aryo yang duduk di samping Krisan ikut terkejut. Dirinya belum mendapatkan informasi tentang Anyelir. Namun, secara kebetulan mereka bertemu. "Dia ... direktur GLK?" bisik Aryo.
Krisan tak mengindahkan apa yang dikatakan oleh Aryo. Tatapannya tak lepas dari Anyelir.
Anyelir selesai presentasi. Dekashi membutuhkan waktu untuk memutuskan perusahaan mana yang akan bekerja sama dengannya.
Satu persatu para peserta keluar dari ruang konferensi. Anyelir dan Vinnie ikut keluar dari ruangan.
__ADS_1
Tak mungkin Krisan berdiam diri. Dia langsung menghampiri Anyelir. Berdiri di depan Anyelir dengan tatapan penuh rindu.
"Hai," sapa Anyelir.