
“Sepertinya, Anda harus datang ke Jerman minggu depan. Basz Allianzy membutuhkan Anda,” ujar Aryo. Basz Allianzy merupakan perusahaan milik Krisan yang berdiri di Jerman.
“Apa Aldrich butuh bantuanku? Tidak harus aku yang datang bukan?” tanya Krisan.
Aldrich adalah CEO Basz Allianzy yang menetap di Jerman. Krisan hanya memantau anak perusahannya selama ini. Dia sendiri lebih banyak berada di PT KRS, perusahaan pertamanya. Namun, akhir-akhir ini lebih banyak di PT AYL. Tentu tidak sulit bagi Aryo menebak, mengapa Krisan memberi nama perusahannya itu AYL dan pria itu lebih sering mengurus tersebut. Hanya orang terdekat yang bisa menebak, AYL, tentu dari nama Anyelir.
“Tuan Aldrich sangat mengharapkan Anda datang,” tutur Aryo.
Krisan hanya menghembuskan napasnya pelan. “Akan aku pikirkan,” ujarnya masih sibuk di depan komputer. Merasa tidak
ada pergerakan dari pria di depannya. “Ada berita apa lagi?” tanya Krisan tanpa menoleh pada Aryo yang berdiri di depannya.
“Kasus kecelakaan yang dialami oleh Anda, masih ada hubungannya dengan Tuan Andy,” jawab Aryo.
“Habisi saja!” ujar Krisan dingin.
Dia tak menoleh pada Aryo saat mengatakannya. Membasmi hama hingga akhir. Sudah diberi keringanan sebelumnya. Namun, Andy mencoba mengusik dirinya. Tak ingin memberi kesempatan sang musuh berbalas dendam. Krisan memilih menghentikan langkah Andy selamanya.
“Baik,” jawab Aryo singkat.
Gila kerja Krisan memang terjadi tiga tahun terakhir. Depresi karena kepergian sang istri membuat Krisan kejam dalam berbisnis. Hanya Aryo yang tahu sifat asli Krisan. Tampak tenang dan tak banyak tampil dipermukaan. Tak dikenal banyak orang. Hanya dipandang sebagai seorang Presdir dari perusahaan kecil. Tak butuh penghormatan orang lain.
Tetapi, siapa yang tahu seberapa besar kekuasaannya? Siapa yang tahu seberapa kaya Krisan? Bahkan orang yang bersangkutan tidak menghitung kekayaan yang dimilikinya. Hanya tahu bekerja tanpa mengenal lelah. Namun, jika dirinya diusik, dia tidak akan tinggal diam. Apalagi jika yang diusik adalah istrinya.
Krisan menatap Aryo. “Kenapa belum pergi?” tanyanya.
Aryo tampak ragu, dia menghela napas pelan. Lalu duduk di depan Krisan. dia duduk dengan santai. Aryo sedang dalam mode santai sebagai sahabat. “Apa kau telah lihat berita?”
Krisan mendongak. “Peach Tech tembus pasar Eropa?” tebak Krisan. Masih salah satu perusahannya yaang dipegang oleh orang-orang kepercayaannya.
Aryo menghembuskan napas kasar. “Bukan itu! Bukan hal aneh jika Peach Tech masuk pasar Eropa. Yang aku tanyakan beritamu dengan Miranda!” tandas Aryo.
“Oh, itu. Memang benar itu adalah diriku yang menggendong Miranda. Bukankah kau juga tahu?”
“Bukan itu yang jadi persoalan. Photo Anda sedang kencan juga tersebar di internet.”
“Aku dan Miranda tak pernah berkencan. Mengapa kau termakan gossip?”
“Bukan photomu dengan Miranda. Tapi, dengan Anyelir yang sedang berciuman di parkiran mobil! Photo saat keluar dari malam amal juga ada!” ketus Aryo.
Krisan hanya terkekeh. “Memang kenapa? Kami pasangan sah suami istri!”
“Masalahnya adalah, istrimu dituding menjadi orang ketiga!”
“Orang ketiga?” tanya Krisan mengerutkan kening.
“Ya, netizen beranggapan kau dan Miranda bertunangan. Lalu, kau berselingkuh dengan Anyelir.”
__ADS_1
“Konyol!” ujar Krisan terkekeh. Dia teringat sang istri. “Ah, aku merindukan Anyelir!” keluhnya menatap kosong.
Aryo hanya mendecak. “Dasar budak cinta. Kau kembali seperti empat tahun lalu!”
Krisan mendecak. "Apa masih ada urusan lagi di sini? Aku ingin segera pulang!"
"Sudah tidak ada lagi. Kita bisa pergi dari sini," jawab Aryo. "Lalu, tentang berita itu? Apa aku harus menutup berita yang tersebar?"
"Biarkan saja dulu, siapa yang percaya berita seperti itu! Lagipula, aku dan Miranda tak pernah mengatakan kami memiliki hubungan."
Aryo hanya mengangguk. Urusan pekerjaan telah selesai, sudah saatnya Krisan dan Aryo kembali. Mereka meninggalkan kantor dan masuk ke dalam mobil. Krisan duduk di kursi belakang, membuka ponselnya. Mencari informasi tentang dunia bisnis.
Bukan berita bisnis yang ia dapat. Dia membaca berita tentang dirinya dan juga sang istri. Photo malam amal bersama Anyelir hingga photo saat mereka makan malam bersama.
Membaca komentar para netizen yang menghujat Anyelir. Identitas Anyelir yang juga sudah diketahui bahwa dia adalah seorang pemimpin perusahaan.
Krisan langsung menghubungi sang istri. Sambungan terhubung tetapi tidak ada jawaban dari sang istri.
"Lebih cepat lagi. Aku harus bertemu istriku!" ujar Krisan. Meskipun kesal membaca kejamnya para netizen menghujat sang istri. Namun, Krisan masih bersikap tenang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suasana di acara konferensi pers menjadi riuh karena pertanyaan dari salah satu reporter. Anyelir tampak bingung dengan pertanyaan sang reporter.
Seorang staf menghampiri Anyelir dan menyodorkan ponsel. Anyelir membaca sekilas berita yang ada. Photo dirinya dengan Krisan hingga berita kesehatan Miranda yang menurun karena diselingkuhi.
"Apa Anda tidak tahu bahwa tunangan Miranda adalah Tuan Krisan?" tanya sang reporter.
"Maaf, tolong mengajukan pertanyaan tentang produk. Saya tidak akan menjawab pertanyaan pribadi," jelas Anyelir.
Dia tak ingin mengatakan bahwa dirinya adalah istri Krisan. Tak mudah membuat orang lain percaya begitu saja, terlebih saat ini dia tak ada bukti apapun yang menyatakan dirinya telah menikah. Kartu identitasnya telah diubah saat dirinya koma. Status di kartu identitasnya tercantum belum menikah. Percuma jika mengatakan yang sebenarnya.
Galeri yang terbuka untuk umum. Ditambah berada di mall membuat banyak orang yang bisa melihat konferensi pers tersebut.
Beberapa brand di mall memperpampangkan photo Miranda yang memang menjadi brand ambassador. Berita perselingkuhan menarik halayak orang banyak.
Suasana sudah tak kondusif. Beberapa teriakan dan makian dilontarkan untuk Anyelir. Sulit mengidentifikasi karena terlalu banyak orang di sana. Menatap jijik pada Anyelir, yang disinyalir sebagai perebut lelaki orang lain.
Image buruk disematkan pada Anyelir. Bahkan photo-photo dirinya saat kembali pun tersebar. Photo dansanya dengan Lukas pun ikut tersebar, menari dengan jarak yang cukup dekat, dimana Anyelir pada saat itu menggunakan pakaian yang cukup terbuka.
Lukas yang diketahui adalah lelaki beristri. Berdansa sangat dekat dengan Anyelir. Menambah kesan negatif pada Anyelir.
Anyelir berdiri untuk meninggalkan tempat itu. Tidak bisa dilanjutkan kembali. Suasana sudah tidak lagi kondusif. Acara konferensi pers diakhiri.
Anyelir berjalan ditemani oleh petugas keamanan. Terlontar makian dari seorang wanita yang menyebutnya sebagai wanita bin*l. Anyelir menoleh dengan tatapan tajam. Mencari sumber suara yang memakinya.
Riuhnya penonton, membuatnya kesulitan mencari orang yang memaki. Terlebih terlalu banyak orang di sana.
__ADS_1
Sebuah benda dilempar ke arahnya, sontak Anyelir mengangkat tangan untuk menghalau benda yang hampir mengenai kepalanya. Sebuah bola mainan berhasil ditangkap oleh Anyelir.
Dia berhenti, tak meneruskan langkahnya. Sang petugas keamanan merentangkan tangan, bersiap menjaga Anyelir.
"Aku tidak suka dengan barang orang lain! Apalagi dengan pria milik wanita lain! Jangan asal menuduh jika tak mengetahui yang sebenarnya. Saya tidak akan tinggal diam jika sudah meresahkan!" tegas Anyelir.
Para reporter belum pergi, mereka masih meliput Anyelir.
"Lalu, bagaimana dengan berita yang tersebar? Bukankah sudah jelas bahwa pria itu adalah tunangan Miranda?"
Makian masih terlontar dari beberapa orang. Yang Anyelir yakin adalah suara pengunjung. Geram dengan orang-orang seperti itu. Anyelir ingin membuka mulut. Namun, seperti tak diberi kesempatan karena masih banyak orang yang tak berhenti memakinya.
Anyelir memilih untuk melanjutkan langkahnya, berharap secepatnya meninggalkan tempat itu. Langkahnya terhambat karena terlalu banyak orang yang mengepung.
Hingga akhirnya, suara semakin riuh. Anyelir mendongak, di depannya sudah ada sang suami. Mereka saling bertatapan. Krisan memberikan senyum hangat pada Anyelir.
Krisan menerobos ke kerumunan. Dia langsung menghampiri Anyelir. Dia menarik lengan Anyelir dan kembali ke tempat konferensi pers.
Anyelir hanya bisa mengikuti sang suami, dia duduk di kursi sebelumnya. Suasana yang sama, hanya ada sedikit perbedaan. Di sampingnya terdapat sang suami.
"Boleh saya bicara?" Suara berat Krisan membuat semua orang terdiam. Jarak bibir dengan Microfon sangat pas hingga tak menimbulkan suara yang mengganggu pendengaran.
Anyelir hanya menoleh pada sang suami. Hanya mengucapkan satu kalimat, sukses membuat semua orang terdiam. Aura Krisan begitu kuat. Membuat semua orang menatap ke arahnya. Berbanding terbalik dengan dirinya yang sudah banyak berbicara tetapi tak bisa menenangkan suasana.
"Saya dan Miranda tak ada hubungan apapun. Hubungan kami hanya sebatas pekerjaan. Dan tolong, jangan menyudutkan istri saya," ujar Krisan tenang. Dia menoleh pada sang istri dan menggenggam tangan Anyelir. Seketika membuat orang yang berada di sana terkejut dengan pernyataan Krisan.
"Usia pernikahan kami, bukan 1 atau 2 bulan. Melainkan, usia pernikahan kami sudah masuk usia 9 tahun pernikahan, " tambah Krisan.
Suasana mulai riuh kembali. Krisan terkenal di dunia bisnis tiga tahun terakhir. Selama itu pula tidak ada informasi dirinya telah menikah. Bukan ingin menutupi, selama tiga tahun itu adalah masa kelamnya.
Pertanyaan mulai terlontar kembali saat dirinya begitu mesra menggendong Miranda. Tidak ada masalah dengan Miranda membuat Krisan tak tega jika mengungkapkan gaya hidup Miranda yang sebenarnya. Tidak mungkin dirinya mengatakan Miranda sedang mabuk saat itu.
"Pada saat itu, aku hanya menolongnya karena dia alergi. Alergi yang cukup parah hingga mengakibatkan tak sadarkan diri," jelas Krisan.
Tidak hanya pertanyaan tentang Miranda. Pertanyaan tentang hubungan suami istri yang tak terendus pun dilontarkan.
Krisan mengeluarkan sesuatu dari balik jas-nya. Semua mata tertuju pada barang yang sedang ditunjukkan Krisan. Sepasang buku nikah atas namanya dan juga Anyelir.
"Kami sudah menikah selama 9 tahun. Namun, 3 tahun terakhir kami berpisah. Semua itu karena kesalahan yang saya perbuat. Saat ini kami kembali bersama. Jadi, istri saya bukan orang ketiga. Karena dia adalah satu-satunya wanita yang singgah di hati saya," ujar Krisan pasti.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pas nggak nih untuk jadi visual Anyelir? 👇
Age suka bingung kalo nentuin visual, Karena tokoh terbentuk dari imajinasi aja sih 🤭
__ADS_1