Bukan Gadis Pengganti

Bukan Gadis Pengganti
Berakhir


__ADS_3

Vano menatap intens pada Alea, gadis itu tengah fokus mengamati design yang kemarin dilaporkan meniru milik Pearl Jewerly. Alea heran, bagaimana bisa mereka membuat design yang sama dengan milik Vano, padahal Vano baru saja membuat design tersebut.


Pria itu menatap Alea yang beberapa kali menghela nafas pelan. "Orion mengusulkan kalau kita bisa menggunakan design baru untuk festival itu."


Alea mengangkat wajahnya, mendengar perkataan Vano. Dilihatnya pria yang mengaku kakak angkat Sera itu. Tampan, wajah Vano tidak kalah dibanding Orion. Sama seperti Vano yang sejak tadi tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Alea. Siapa kamu? Hati Vano kembali bertanya.


Beberapa kali bertemu dan bicara membuat Vano yakin kalau gadis yang ada di hadapannya bukan Sera namun Alea. Vano tahu benar, Sera tidak bisa menggambar, tapi lihatlah gadis yang duduk di hadapannya. Cara memegang pena saja sudah berbeda.


"Lalu apakah kamu punya designnya?" tanya Alea tiba-tiba. Vano seketika gelagapan dengan pertanyaan Alea yang tiba-tiba.


"Tentu saja," Vano menyerahkan draft yang sejak tadi dibawanya.


"Ada beberapa ide dari new comer yang aku pikir cukup menarik dan berpotensi. Aku pikir akan merekrutnya untuk bergabung dengan timku."


Alea mengangguk setuju. Dia tidak akan mencampuri urusan intern divisi design. Gadis itu kembali fokus dengan draft yang ada di tangannya. Sampai mata Alea menangkap nama Nika di sudut kiri bawah sebuah design gelang. "Friendship Bracelet," judul dari design itu.


"Tidakkah konsepnya menarik?" Alea memberikan design Nika pada Vano. Pria itu mengangguk setuju. Vano sudah melihat design Nika. Dan pria itu sependapat dengan Alea. Design Nika cukup menarik.


"Oke kita bicarakan itu nanti. Sekarang fokus ke design yang kau siapkan untuk festival. Aku setuju menggunakan design mawar kembar itu. Kita baru saja launching produk itu bulan lalu. Bagaimana jika menggunakan event ini untuk mengeluarkan seri terbaru dari rangkaian mawar kembar itu. Bukankah design-mu juga bertema mawar. Meski yang ini adalah mawar hitam."


Vano mengembangkan senyum, dia tidak menyangka kalau dirinya dan Alea sepemikiran. Pria itu mengangguk antusias. "Apa ada yang ingin kau tambahkan untuk detail design itu. Aku pikir, I miss something di sana."


"Bolehkah?" tanya Alea dengan bola mata berbinar cerah. Satu hal yang membuat Vano terpesona pada Alea, gadis itu semakin terlihat cantik.


"Tentu saja." Balas Vano cepat. Senyum Alea mengembang sempurna. Gadis itu dengan cepat mengambil penanya. Lantas membuat beberapa goresan di atas design black rose milik Vano. Bisa Vano lihat bagaimana lihainya Alea menggunakan pena seperti menggunakan kuas lukis.


"Siapa pun kamu, aku harap Sera baik-baik saja." Batin Vano khawatir pada keadaan Sera. Vano tidak punya pikiran buruk pada Alea, sebab sejauh yang Vano lihat semua tindakkan Alea dilakukan untuk kemajuan Star Jewerly.


"Kau bisa mengerjakannya nanti." Satu kalimat dari Orion seketika membuat gerakan Alea terhenti. Alea lupa kalau dia harus menyembunyikan hal yang bisa menimbulkan kecurigaan orang padanya. Termasuk melukis. Orang terdekat Sera tahu benar kalau gadis itu tidak bisa melukis sama sekali.


Alea langsung menghentikan aksinya menambahkan detail pada design Vano. "Aku akan meminta An mengantarkannya padamu jika sudah selesai." Alea berkata dengan terbata.

__ADS_1


"Tidak masalah." Vano membalas santai. Pria itu menatap lurus pada Alea. Mengabaikan pandangan tajam dari Orion.


"Bagiku itu sudah cukup untuk membuktikan siapa dirimu. Yang jelas kau bukan Sera. Tapi siapapun kamu, aku harap kau tidak berniat jahat pada Sera."


"Berapa kali kubilang, untuk berhati-hati saat bergerak di sekitar orang yang dekat dengan Sera." Orion kembali memperingatkan Alea.


"Aku.....aku...aku terlalu antusias saat melihat kanvas dan gambar. Maafkan aku." Kali ini Alea mengaku salah. Lagi, satu hal yang membuat sosok Alea kian menarik di mata Orion. Gadis itu tak sungkan meminta maaf, jika dia memang melakukan kesalahan. Tipe yang sangat langka.


Orion hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar. Pria itu sebenarnya paham, tapi dia ingin Alea lebih berhati-hati di masa depan. Terutama pada Vano dan Darrel. Dua pria itu menaruh kecurigaan besar pada Alea.


Alea menunduk saat menyadari melakukan kesalahan. Orion tersenyum samar, pria itu teringat bagaimana Alea menjatuhkan dirinya kemarin. Saat itu tidak ada rasa takut dalam diri Alea. Berbeda dengan kali ini. Alea tidak berani memandang Orion.


"Jangan mengulanginya lagi di masa depan."


*


*


Pintu dibuka, masuklah Alea bersama Orion. Diiringi Xuan serta Axa. Alea langsung duduk di tempatnya. Orion berdiri di samping Alea. Dengan Xuan dan Axa di belakang keduanya.


"Apa kau sudah siap untuk memberikan jabatanmu padaku?" Darrel bertanya dengan wajah penuh kemenangan.


Alea sebaliknya, gadis itu tampak santai menghadapi semua orang yang seakan ingin menelannya bulat-bulat.


"Kenapa aku harus menyerahkannya padamu?" Alea mengangkat satu alisnya. Seolah menantang Darrel.


"Bagaimana bisa dia berubah begitu cepat karena hasutan ibunya dan melupakan persahabatannya dengan kak Sera."


Batin Alea melihat wajah Darrel yang berubah memerah, menahan amarah. "Bukankah proposalmu ditolak oleh bank?" tanya Darrel.


Orion tersenyum sinis. "Dari mana kau tahu? Apa kau punya mata-mata di sana?"

__ADS_1


Skak matt, Darrel langsung terdiam, dia seakan sedang membuka aibnya sendiri.


"Keputusan dari bank akan kita dengarkan bersama. Mereka akan menghubungi kami, kita....sebentar lagi." Kata Orion sambil melihat jam tangannya. Di belakang Orion, Xuan sudah siap dengan laptopnya.


Tak berapa lama satu panggilan masuk ke nomor Star Jewerly, Xuan langsung menyambungkannya ke pengeras suara yang ada di ruangan itu. Ekspresi tiap orang berbeda. Ada yang tampak mencemooh Alea, ada yang tampak menaruh harapan lebih. Namun wajah tenang Orion menyiratkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Mata pria itu beradu pandang dengan mata Darrel.


Meski begitu, yang terjadi selanjutnya di luar dugaan Darrel. Dia yang merasa yakin kalau Alea akan gagal, ternyata keliru.


"Kau kira semua akan berjalan sesuai keinginanmu? Tidak kali ini!"


Begitulah kira-kira yang terucap dari sorot mata Orion saat melihat Darrel yang mengumpat marah, mendengar keputusan dari bank.


"Sesuai dengan kesepakatan kita. Jika proposal penangguhan pinjaman Alea diterima. Maka dia akan menyingkirkan kalian yang terbukti menyalahgunakan dana pinjaman."


Perkataan Orion disambut tawa mengejek sebagian peserta rapat. Sampai layar monitor di belakang Alea menyala, membuat ruangan meeting itu berubah kacau. Screen besar itu menampilkan nama-nama yang terbukti melakukan penggelapan dana. Nama beserta bukti yang membuat semua orang membulatkan mata.


Anton bahkan sudah melompat ingin menyerang Alea, namun Axa sigap melindungi atasannya. Bersamaan dengan itu pintu ruangan tersebut terbuka. Beberapa anggota polisi masuk diantar An. Semua jelas terkejut dan ketakutan. Terlebih bagi orang yang namanya tercantum di layar monitor.


"Sesuai perjanjian kita. Aku akan mendepak kalian yang terbukti melakukan korupsi di Star Jewelry."


Alea benar-benar membuktikan ucapannya. "Aku akan membuat kalian berakhir di penjara! Beraninya mencuri di tempat orang."


****



Orion dan Alea


Up lagi readers.


Jangan lupa tinggalkan jejak. Terima kasih.

__ADS_1


*****


__ADS_2