Bukan Gadis Pengganti

Bukan Gadis Pengganti
Terciduk


__ADS_3

Di sisi lain, dokter Made tampak puas melihat kinerja rekannya dari bagian kejiwaan. Awalnya mereka pikir akan sulit untuk memberi terapi pada Mario dan Meida. Para psikiater itu pada mulanya menganggap kalau gangguan mental pada orang tua Felix sudah parah. Nyatanya tidak. Dari luar keduanya memang terlihat menyedihkan. Namun otak mereka masih mampu menerima sugesti yang para psikiater itu berikan.


Satu hal yang membuat Mario dan Meida berusaha ingin sembuh dengan cepat adalah Felix dan Sera. Orion memang meminta pada dokter Made untuk memberitahu Mario dan Meida kalau anak mereka masih hidup. Hal tersebut menjadi support terbaik untuk dua orang itu. Keduanya ingin segera bertemu dengan anak-anak mereka, tapi tidak dalam keadaan gila seperti ini. Jadi mereka berusaha menyembuhkan mental mereka sendiri yang mengalami gangguan karena obat halusinasi yang anak buah Abraham berikan.


Lalu bagaimana ceritanya Abraham tidak tahu kalau sudah sebulan ini, tahanan rumah sakit mereka kabur. Jawabannya adalah giliran anak buah Abraham yang dijebloskan ke rumah sakit jiwa. Dengan ponsel kepala pengawal dipegang Axa dan An. Dua orang itu yang bertugas membalas pesan Abraham jika pria itu bertanya soal Mario dan Meida. Jadi semua mandali, aman terkendali.


Kecuali keadaan anak buah Abraham yang harus berbaur dengan pasien RSJ betulan. Mereka merengek, menangis, memohon agar dikeluarkan dari sana. "Emang enak orang waras dikira gila! Kapok gak kalian?" Seru seorang dokter yang merupakan salah satu anak buah An. Mereka menangis meraung-raung saking frustrasinya berada di dalam sana.


"Itu baru sebulan. Orang yang kalian sekap kemarin 8 tahun. Coba kalian bayangkan. Plus kalian kasih obat biar gila beneran. Lah ini kalian cuma dicampur sama orang gila. Sudah ikutan gila. Mikir makanya mikir. Cari makan mbok ya cari jalan lempeng. Kek kita." Sombong dokter itu lagi.


"Lempeng gundullmu. Ini namanya kejahatan. Kalian menganiaya kami secara psikis. Kami akan laporkan kalian ke kantor polisi!" Balas satu dari anak buah Abraham. Pria itu melirik ngeri ke kanan dan kiri. Di mana pasien gila sungguhan tampak tersenyum konyol dan melambai ke arahnya. Hiiiii....pria itu bergidik ngeri, sudah seperti lihat mbak kunti melambai kepadanya.


"Main lapor-laporan? Oke siapa takut? Kita lihat siapa yang dilempar ke sel tahanan lebih dulu. Kami atau kalian. Kami punya bukti semua kejahatan kalian. La kalian?" tantang anak buah An.


"Lagian mana ada sih yang percaya sama omongan orang gila. Kan mereka terdaftar resmi di sini dengan diagnosa gangguan jiwa level akut. La mereka gila gak ngaku gila."


"Woi mana ada orang gila ngaku gila!" Salak yang lain sebal.


"Oh iya ya. Nah itulah nasib kalian. Jadi terima saja." Anak buah Abraham menangis kejer saat anak buah An berlalu dari sana. Meninggalkan mereka bersama sekumpulan orang gila beneran.


"Tolong!! Kami gak gila!" Anak buah Abrahan berteriak kompak sambil memohon setengah menangis.


"Tapi otewe gila!" Balas anak buah An tak kalah kompak dan keras.


**

__ADS_1


**



Kredit Pinterest.com


Di waktu yang sama, untuk mengisi kekosongan waktu dan menunggu informasi dari Xuan, Orion membantu ibu Alea yang bernama Lita di warung. Memakai kaos oblong putih dan training hitam, Orion tampak sigap mengangkat galon ke motor seorang pelanggan. Kehadiran Orion tentu menarik perhatian para warga. Terlebih melihat mobil mewah Orion terparkir di depan rumah Alea. Para tetangga terutama paparazi level akut alias julid mulai bekerja.


"Calon mantu ya Bu?" Wartawan dadakan mulai beraksi. Yang lain mulai nimbrung mengikuti dan menimpali serta menambahi.


"Gak percaya ah, kalau si Alea bisa dapat cowok kece badai begini. Bagusan juga sama anak. Anak saya lebih bahenoll, semokk." Promo seorang emak-emak berdaster hijau, yang terlihat seperti tanaman berjalan lengkap dengan jambul anti badainya.


"Saya sukanya yang semokk di beberapa tempat. Gak rata, semokk dari atas sampai bawah gitu. Mana muka kek dakocan." Balas Orion pedas. Gila aja dia suruh bestian sama ondel-ondel sawah begitu. Idih ogah. Orion bergidik ngeri melihat si anak dakocan nangis kejer mendengar ucapannya.


"Awas lu ye. Sok kecakepan!" Marah si emak muka dakocan, sambil menggiring anaknya pergi dari sana.


"Emang bener ya Bu pacarnya Alea?" tanya ibu Nika yang kebetulan belanja di sana.


"Bukan. Cuma orang yang lagi nyari pacarnya. Pergi gak bilang-bilang. Dia nyasar sampai sini. Ya sudah sambil nunggu anak buahnya yang nyari disuruh nginep sama bapak timbang balik lagi ke kota. Jauh." Ibu Nika manggut-manggut, sambil mengamati Orion yang tengah menyusun kardus mie instan yang baru datang. Kenapa sepertinya wajah Orion tidak asing bagi ibu Nika. Wanita itu seperti pernah melihat di wajah Orion di satu tempat. Ibu Nika mengerutkan dahi. Berusaha mengingat rupa Orion. Tapi tidak berhasil juga.


"Tapi kalau anaknya bu Lita cantik saya juga mau." Celoteh Orion saat seorang emak-emak kembali menggodanya.


"Katanya sudah punya pacar?"


"Kan baru pacar belum tentu jodoh. Nah siapa tahu anaknya bu Lita jodoh saya. Mau gimana dong. Gak bisa nolak saya."

__ADS_1


"Memangnya sudah pernah lihat Alea? Gampang amat bilang gak bisa nolak." Cibir seorang emak-emak.


"Lah lihat cetakannya dong. Bu Lita cantik, pak Anto ganteng. Pasti hasil kolabnya tidak mengecewakan. Memangnya situ kek gentong tempayan aer." Duhhh mulut Orion kalau sudah memaki orang tidak karuan hasilnya. Pedas bon cabe level 50 saja kalah. Tajam sampai kena di hati.


Si emak yang dikatai seperti gentong penyimpan air naik pitam. Namun semua orang diam-diam mengulum senyum. Ibu itu terkenal sombong, merasa cantik sendiri. Jadi ucapan Orion tidak ada yang membantah sebab sesuai fakta di lapangan.


"Seneng?" tanya bu Lita melihat Orion yang tertawa puas melihat si emak-emak malah ribut sendiri sama yang lain.


"Kok betah sih bu, punya tetangga super julid gitu." Tanya Orion sambil menenggak air mineral. Perhatian Orion lantas teralihkan pada ibu Nika yang masih berada di sana. Kali ini ibu Nika bisa melihat wajah Orion dengan jelas. Perlahan wanita itu ingat. Kalau Nika pernah menunjukkan wajah bosnya yang bertunangan dengan gadis yang mirip dengan Alea.


"Ya mau bagaimana lagi...."


"Kamu bukannya bos di tempat anak saya kerja ya?" Potong ibu Nika cepat. Orion mengerutkan dahi mendengar pertanyaan ibu Nika.


"Anak ibu siapa?"


"Annika Annabel."


Mampuss!!! Mata Orion membulat mendengar jawaban dari ibu Nika. Jauh-jauh healing ke tempat camer, ujung-ujungnya terciduk juga. Axa minta dihajar ini. Lah yang salah siapa yang kena hajar siapa. Ada-ada saja Rion...Rion.


***


Up receh readers.


Jangan lupa tinggalkan jejak. Terima kasih.

__ADS_1


****


__ADS_2