
Kredit Pinterest.com
Axa dan An saling menjauhkan diri, saat pintu ruang rawat mereka dibuka. Keduanya ditempatkan di satu kamar rawat yang sama. "Malah pada gelud!" Teriakan Nika membuat dua pria itu kembali ke merebahkan diri di kasur masing-masing. Tatapan tajam dari Atika juga membuat An mengkeret. Meski Axa mencoba tetap stay cool, dalam hati pria itu merasa was-was. Sudah pasti dia akan kena omel oleh sang kekasih.
Berbeda dengan wajah Nika dan Atika yang memasang tampang kesal. Raut wajah cemas justru terpancar di wajah Alea. Pagi hari gadis itu dikejutkan dengan berita soal kecelakaan yang menimpa dua asisten sekaligus bodyguardnya.
Nika sesaat menahan nafas melihat wajah Alea. Dalam hati berusaha menahan diri, agar tidak berlari memeluk Alea. "Dia Sera bukan Alea." Berulangkali Nika berkata pada hatinya. Meski sisi lain dari dirinya tetap menganggap bahwa gadis yang ada di hadapannya adalah Alea.
"Bagaimana kalian bisa kecelakaan?"
"Dia tu, gak teliti. Remnya blong." Oceh An kesal. Pinggangnya sakit, ada retak tapi tidak parah Tidak perlu digips apalagi operasi. Menunjuk kesal pada Axa yang diam seperti biasa. Tidak ada bantahan sama sekali.
"Itu benar?" Orion bertanya pada Axa. Dan Axa mengangguk membenarkan. Ada yang sengaja menyabotase mobil mereka, itu pasti. Pasalnya sebelum pergi, Axa sudah mengecek mobilnya. Semua baik-baik saja.
"Akan kuselidiki." Orion menyahut pelan. Ketiga pria itu mulai berdiskusi, sementara tiga perempuan itu duduk di sofa. Mengerjakan pekerjaan mereka. Nika dengan design-nya, sementara Alea dan Atika dengan pekerjaan kantornya.
Nika sesekali melirik ke arah Alea yang tampak tenang. Tidak terganggu sama sekali dengan kehadiran Nika. Alea pandai sekali menutupi perasaannya sendiri. Padahal dalam hati, Alea pun sama bergemuruhnya dengan hati Nika. "Sebentar lagi, sebentar lagi aku akan melepas topeng ini." Batin Alea sembari menarik nafasnya dalam.
"Kalian pikir ini ulah mereka?" Orion bertanya sambil memeriksa ponselnya. Felix yang mengurusi perusahaan mengirim pesan. Axa dan An menjelaskan bagaimana kecelakaan itu terjadi. Juga bagaimana keadaan Mario dan Meida sebenarnya. "Mereka bisa sembuh lebih cepat jika Felix dan Sera ada di sana." An memberitahu Orion mengenai penjelasan dokter.
__ADS_1
Orion menghela nafas, bagaimana ini? Jika Alea justru akan pulang, ke Milan. "Apa rencanamu selanjutnya? Apa kita akan menunggu mereka sembuh? Itu terlalu lama. Tapi mereka perlu dikeluarkan dari rumah itu segera."
Orion kembali menarik nafasnya. Satu hal yang tidak An, Axa dan Xuan ketahui yakni Mario dan Meida palsu adalah orang tua Orion. Dalam hal ini hanya Felix yang tahu, sebab Felix mengenal Orion atau Valdy dari kecil.
"Kita lihat dulu situasi dan kondisinya. Tapi jika mereka membuat ulah, kita akan bertindak."
Di sisi lain, Darrel terlihat mendengar laporan dari asistennya. Pria itu manggut-manggut paham. Tak berapa lama, satu perintah keluar dari Darrel. "Awasi mereka. Aku yakin mereka bukan pasien biasa." Asisten Darrel mengangguk paham lalu melangkah keluar dari ruangan Darrel.
"Kali ini trik apalagi yang kau mainkan?" Ucap Darrel lirih.
Kembali ke rumah sakit. Nika mematung di tempatnya duduk. Gadis itu duduk di samping Axa yang baru saja diperiksa dokter. Sepertinya pria itu yang akan lebih dulu keluar lebih dulu dibanding An. Pasalnya luka Axa hanya luka luar. Lecet dan sedikit memar juga lebam. Berbeda dengan An yang harus menjalani X-ray ulang. Untuk memastikan tidak ada luka dalam lainnya.
Nika terdiam melihat bagaimana Alea memakan makanannya. Gadis itu menyingkirkan daun seledri dan kubis yang ada dalam kwetiau goreng yang dia pesan. Memindahkannya ke piring Orion.
"Nggak! Ingat, aku masih mode marah sama kamu." Marah kok dari kemarin masih bicara tanpa beban. Gerutu Orion dalam hati.
Mata Nika berkaca-kaca. Bahkan cara makannya pun sama persis dengan Alea. Ah Alea, aku sangat merindukanmu. Air mata Nika hampir tumpah. Melihat Alea makan dengan sumpit di tangan kiri. Kebiasaan Alea kalau makan mi dengan sumpit. Gadis itu akan berubah jadi kidal.
Axa hanya diam melihat wajah Nika. Pria itu meski kaku seperti tembok, tapi dia tahu bagaimana rindunya Nika pada Alea. Kadang Axa suka merasa bersalah, menyembunyikan kenyataan kalau Sera yang sekarang adalah Alea. Namun apa daya, dia tidak punya hak untuk memberitahu Nika. Axa hanya bisa berharap, semua masalah akan segera selesai. Dan semua hal bisa kembali ke posisinya masing-masing.
Dua hari berikutnya, satu berita sampai ke telinga Abraham. Alea akan kembali ke Milan. Satu berita yang membuat pria itu tersenyum. Selama menjadi orang tua Sera, Abraham dan Belia pandai sekali berakting. Dua orang itu selalu menunjukkan kasih dan sayangnya pada Alea dan Felix. Tidak seperti saat Alea baru datang ke rumah itu. Semakin ke sini Abraham dan Belia mulai menunjukkan kalau mereka orang tua yang baik.
__ADS_1
"Bagus sekali, dia kembali ke Milan. Kita habisi dia di sana." Abraham tersenyum menyeringai.
Tanpa dia tahu siapa yang tengah dihadapinya. Putranya sendiri. Abraham tidak tahu banyak siapa Orion, juga orang lain. Bahkan Felix pun tidak tahu profesi Orion yang sebenarnya. Abraham pikir Orion hanyalah pebisnis biasa. Tanpa dia tahu siapa orang yang berdiri di belakang Orion.
Seperti saat ini, Orion sedang berada di luar kota. Di sebuah hotel. Bersama Xuan dan Axa. An baru keluar dari rumah sakit siang tadi. Jadi dia tidak bisa ikut dalam misi kali ini.
"Semua siap." Xuan berucap melalui ear phone yang ada di telinga Orion.
"Misimu, kuras habis rekening Ilario. Dia sedang berada di sana untuk bertemu seorang klien."
Orion menyeringai, ini adalah misi terakhir sebelum dia menyatakan mundur dari profesi yang digeluti selama 8 tahun belakangan ini. Sesuai perjanjiannya dengan satu orang yang ada di Milan. Jika Felix sembuh dan kembali ke kotanya, Orion akan kembali ke kehidupan normalnya. Tugasnya menyembuhkan Felix selesai, selanjutnya Orion hanya akan jadi pendukung bagi Felix.
Dulu cita-cita Orion setelah masalah Felix selesai adalah kembali ke Milan dan melanjutkan hidup di sana. Namun keinginan itu mungkin akan sedikit berubah. Sebab dia punya keinginan untuk menikahi Alea sekarang.
"Show time." Kata Orion, yang langsung disambut senyum tipis oleh Xuan dan Axa. Dengan Xuan yang langsung bekerja dengan laptopnya. Dan Axa yang turun dari mobil. Mengikuti langkah Orion. Dia adalah back up bagi Orion. Biasanya ada An yang menjaga Xuan saat mereka tengah menyelesaikan misi. Namun kali ini berbeda.
****
Up lagi readers.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, terima kasih.
__ADS_1
****