Bukan Gadis Pengganti

Bukan Gadis Pengganti
Rivaldy Antareksa


__ADS_3


Kredit Pinterest.com


Meet Felixio Athaya


Mario membeku di tempatnya berdiri. Wajahnya pucat pasi seperti melihat penampakan hantu. Sama dengan Darrel. Namun rasa terkejut Darrel hanya sebentar, sebab selanjutnya ada rasa lega luar biasa dalam diri Darrel. Sedang Beni, pria tua itu sudah berjalan tertatih, menuju seorang pria yang berdiri gagah di depannya. Air mata Beni sudah mengalir deras.


Di hadapannya berdiri Felixio Athaya, cucu sulungnya. Putra pertama Mario dan Meida, kakak Serafina Athaya. Beni langsung memeluk Felix penuh rindu. Diberitakan hilang setelah jatuh ke air terjun sepuluh tahun lalu, membuat media menganggap Felix sudah meninggal. Namun Beni tidak menganggapnya begitu. Dia yakin kalau Felix akan pulang suatu hari nanti. Dan hari ini semua doanya terkabul. Seluruh keluarganya telah berkumpul kembali.


Sera sudah ada di sini dan Felix kini telah ada di depannya. Tangan Beni terulur ke arah Alea yang bersembunyi di balik tubuh Orion. Meminta gadis untuk mendekat.


"Berpura-puralah seperti tadi." Bisik Orion. Alea melangkah ragu ke arah Beni dan Felix. Dalam sekali tatap, Felix langsung menangkap perbedaan antara Sera dan Alea. Felix seketika melayangkan tatapan tajamnya pada Orion. Dan sebuah kode dengan arti "kita akan bicara nanti" membuat Felix kembali melihat ke arah Alea.


Pria itu membuka tangannya, dengan Alea tanggap, langsung masuk ke pelukan Felix. "Apa kamu baik-baik saja?" tanya Felix sambil mencium puncak kepala Alea. Dalam pelukan Felix, Alea mengangguk. Padahal pikiran gadis itu tengah berkecamuk. Felix pulang, tugasnya selesai atau keadaan malam bertambah runyam.


Mario menggeram marah dalam hati, hari yang dia persiapkan untuk membuka kedok Alea, malah berujung drama membahagiakan bagi keluarga Athaya. "Sialan! Bagaimana dia bisa kembali! Bukannya dia sudah mati!" Batin Mario kesal. Padahal seharusnya pria itu senang, putranya pulang dan keluarganya kini sudah kembali lengkap.


Dalam kesempatan itu, Felix sekaligus memberikan keterangan soal ke mana dirinya sepuluh tahun ini. Satu cerita yang tentu saja banyak bohongnya dibanding benarnya mengalir dari bibir pria itu. Tidak mungkin Felix akan membeberkan rencana pembunuhan yang dilakukan seseorang padanya. Dengan jalan menjatuhkan dirinya ke air terjun.


Meski Felix mengakui kalau dirinya memang jatuh ke air terjun, dan mengalami benturan, yang membuatnya mengalami lupa ingatan. Hingga dirinya ditemukan oleh satu keluarga yang kemudian membawanya pulang ke Milan untuk di rawat dan diadopsi.


Felix mengaku kalau baru tiga bulan lalu mengingat kembali soal siapa dirinya. Felix mengaku tidak menghubungi Beni dan sang ayah, agar mereka tidak panik. Tapi Felix menghubungi Orion yang ia tahu adalah tunangan Sera, sang adik.

__ADS_1


"Karena itu aku meminta bantuan tuan Alexander untuk menjemputku di bandara hari ini." Felix menutup penjelasannya.


"Sebenarnya aku tidak tahu jika dia, tuan Felix akan kembali hari ini. Aku bangun kesiangan dan tidak tahu ada telepon masuk." Orion menjawab dengan wajah memerah karena malu.


"Ya, kita pahamlah dengan mereka." Ucapan Beni sontak membuat para pemburu berita langsung membuat spekulasi masing-masing.


"Alahai kakek ini malah membuat semua bertambah runyam." Batin Alea menatap kesal ke arah Orion. Yang justru tersenyum melihat wajah jengkel Alea.


*


*


Bisa dibayangkan betapa hebohnya rumah besar Athaya hari itu, Adnan yang dihubungi oleh Beni, mengabarkan kalau Felix pulang. Langsung masuk ke dapur. Makan siang harus spesial kali ini. Pria itu memerintahkan koki dapur untuk memasak makanan kesukaan tuan muda mereka. Ya, Felix dulu sering dipanggil tuan muda. Cucu pertama, laki-laki. Siapa yang tidak bangga saat itu. Terlebih Felix tumbuh jadi pria yang cerdas dan tampan.


Tanpa mereka tahu, sebenarnya dalam kejadian itu Felix tidak sendirian tenggelam, tapi ada Valdy di sana yang berusaha menarik Felix namun gagal. Dua remaja itu terjatuh ke dalam air terjun bersamaan. Pencarian selama satu minggu yang dilakukan tim SAR dan kepolisian tidak menemukan jasad dua remaja itu. Hingga polisi mengeluarkan pernyataan meninggal bagi Felix dan Valdy.


Meida dan Mikayla tentu terkejut dengan kemunculan Felix yang sungguh di luar perkiraan mereka. Meski begitu, Meida langsung memerankan perannya dengan apik. Wanita itu memeluk hangat sang putra saat Felix pulang ke rumah saat makan siang. Seluruh pelayan di rumah besar Athaya bahkan berjajar rapi menyambut kepulangan Felix.


Tidak seperti kedatangan Sera waktu itu. Meski sama-sama pulang mendadak, tapi Orion jelas memberitahu kalau Sera akan tiba hari ini. Namun sambutan hangat hanya gadis itu terima dari Beni. Yang lain tampak dingin pada Sera. Sama seperti saat Alea datang. Sikap yang tidak jauh beda juga gadis itu terima dari anggota keluarga Athaya.


"Mama harap, seleramu tidak berubah Felix. Semua ini makanan kesukaanmu. Apa kau ingat?" Meida mengambilkan nasi untuk putra sulungnya. Jelas sekali perbedaannya. Felix sesaat menatap pada Alea, gadis itu tampak canggung dengan keadaan yang ada.


"Sera bukankah kamu sangat suka salad?" Felix mengambil satu porsi salad buah untuk Alea. Sera memang menyukai makanan itu sejak masih remaja lagi.

__ADS_1


Senyum Alea mengembang. Tidak Alea sangka dia dan Sera punya selera makan yang mirip. Gadis itu menerima salad pemberian Felix dengan wajah berbinar senang. Terlebih saat Felix mengusap lembut kepala Alea.


"Betapa bahagianya hidupmu Kak Sera. Kamu punya kakak yang sangat sayang padamu." Batin Alea sambil memakan saladnya.


"Kau tidak makan nasi Sera? Jangan terus-terusan diet. Orion tidak akan menolakmu meski kamu gemuk." Seloroh Beni. Alea langsung menatap tajam pada Orion. Teringat bagaimana pria itu juga mengatakan hal yang sama tadi pagi.


"Kau seksi, tapi aset depanmu bisa kau besarkan sedikit. Jangan salad melulu yang kau makan. Nanti gak tambah gede."


Hampir saja kaki Alea menendang kaki Orion di bawah meja. Kesal sekali jika Alea mengingat hal itu. "Enak saja dia bilang punyaku kurang gede." Batin Alea dengan wajah menahan marah.


Sementara Orion diam-diam tersenyum, dia tahu apa yang sedang Alea pikirkan. Padahal Orion hanya berbohong pada Alea. Semua yang ada dalam diri Alea, pria itu suka. Karena Orion tahu, dia adalah yang pertama bagi Alea.


Orion masuk ke kamar Felix, tepat setelah makan siang selesai. Saat masuk ke sana, Orion sudah meminta Xuan untuk memeriksa kamar Felix. Dia tidak mau kecolongan lagi, ada orang yang mencuri dengar percakapan mereka. Terlebih Felix dan Orion sangat banyak menyimpan rahasia untuk saat ini.


"Aku perlu penjelasanmu, soal semua yang terjadi sebenarnya, Rivaldy Antareksa."


Orion mengangkat wajahnya saat Felix menyebut nama aslinya.


****


Up lagi readers.


Jangan lupa tinggalkan jejak. Terima kasih.

__ADS_1


*****


__ADS_2