Bukan Gadis Pengganti

Bukan Gadis Pengganti
NON SENSE!


__ADS_3

Suara barang dipecah terdengar di sebuah ruangan. Mario sangat marah saat anak buahnya melapor kalau gudang penyimpanan bahan obat mereka terbakar habis. Ya, gudang yang Orion musnahkan adalah milik Mario. Berkedok pemilik Star Hospital. Jaringan rumah sakit milik keluarga Athaya, Mario rupanya menjalankan bisnis sampingan sebagai produsen obat palsu. Mengedarkannya pada masyarakat luas dengan harga mahal.


Sebuah hal yang sangat merugikan rakyat kecil. Karena bukannya menolong, Mario justru membuat rakyat kecil semakin menderita karena ulahnya.


"Kurang ajar! Siapa yang berani melalukannya?!" teriak Mario marah. Pria itu tidak sedang berada di rumahnya. Tapi di sebuah apartemen yang Meida sendiri pun tidak tahu. Hanya Mikaila yang tahu tempat itu. Karena di sanalah keduanya sering bertemu untuk menyalurkan hasrat gila mereka.


Pria itu terus memaki, membayangkan kerugian yang akan dia derita. Sebuah perintah Mario berikan untuk mencari pelaku pembakaran gudang miliknya. "Suka dengan kejutanku?" satu pesan masuk ke ponsel Mario. Pria itu buru-buru menghubungi nomor tersebut. Begitu tersambung, Mario langsung mencecar lawan bicaranya.


Barisan makian dan umpatan serta ancaman, Mario berikan pada orang yang sedikitpun tidak menyahut omongan Mario, meski masih terhubung.


"Tunggu pembalasanku. Akan kuhancurkan kau!"


Hening terasa di tempat itu. Hingga satu jawaban membuat tensi darah Mario meroket naik. "Good luck." Satu suara mode robot menyahut ancaman Mario. Lantas hubungan terputus.


Mario membanting ponselnya ke sofa, pria itu langsung berkacak pinggang, menahan amarah yang memenuhi kepalanya. Dia perlu pelampiasan. Pria itu baru saja akan berbalik, ketika sebuah pelukan Mario rasakan. Pria itu memejamkan mata, menikmati belaian yang kini merayap di dadanya.


"Perlu teman?" suara sensual dan menggoda seketika menyapa telinga Mario. Pria itu membiarkan tangan itu melepaskan kancing kemeja hitam yang membalut tubuh atletis Mario. Walau sudah tidak muda lagi, tapi Mario selalu menjaga tubuh dan staminanya. Terlebih ada dua wanita yang harus dia puaskan.


Satu sang istri Meida, dan satu lagi wanita yang tangannya kini sudah bergerilya ke mana-mana. Bahkan tangan itu sudah masuk ke celana Mario. Membelai pusaka pria itu, membangunkannya dengan cepat. Mario mendesis, merasakan gaiirahhnya melesat naik.


Pria itu lantas berbalik, mencekal tangan wanita yang tak lain adalah Mikaila. Wanita kesepian yang butuh belaian dan kepuasan. Dulu Mikaila suka bermain dengan berondong. Muda, tubuh bagus, gairahh berapi-api membuat Mikaila sangat menyukai mereka.


Namun sejak Mario menyambut kerlingan mata penuh godaan darinya, wanita itu mulai pindah haluan. Ternyata pria berumur yang pro lebih menantang. Terlebih Mario selalu bisa membuat Mikaila menjerit puas. Walau kadang kala berondong masih jadi alternatif bagi Mikaila saat Mario sibuk dengan Meida.


"Kau harus bertanggung jawab. Kau membangunkannya saat aku sedang bad mood." Mario langsung mendorong tubuh seksi Mikaila ke sofa. Dengan cepat meraup bibir yang tak kalah menggoda dari Meida, sang istri.


Mikaila langsung menyambut permainan Mario, tangan wanita itu dengan lincah mulai melepas pakaian Mario sampai pria itu tidak mengenakan apapun. Mikaila memejamkan mata, saat Mario membenamkan pusakanya pada miliknya. Lantas dimulailah malam gila penuh hasrat, untuk pasangan yang sudah tidak terhitung berapa kali mereka melakukannya.


*


*

__ADS_1


"Alea bangun!!!!"


Satu suara menggema, memenuhi kamar besar Alea. Gadis itu jelas terkejut, Alea membuka matanya dengan terpaksa. Meski detik berikutnya, gadis itu kembali menutup matanya. Melihat Orion yang berjalan masuk ke kamarnya.


"Bangun!" Suara itu terdengar begitu dekat, namun Alea tidak peduli. Gadis itu malah memeluk gulingnya erat. Dua hari setelah kejadian Alea mengalami penyerangan di kantornya.


"Apaan sih ganggu orang tidur aja." Gerutu Alea dengan mata terpejam. Gadis itu hanya ingin bangun siang, seperti saat dia masih jadi Alea, si anak kuliahan. Yang kalau libur akan tidur seharian. Menyenangkan sekali.


"Bangun! Ada hal yang harus kamu kerjakan." Kata Orion. Namun Alea bergeming. Gadis itu sudah masuk ke alam mimpi lagi rupanya.


"Dasar tukang tidur! Alea bangun! Atau aku seret ke kamar mandi!" ancam Orion. Lagi-lagi Alea tidak merespon. Rasa kesal Orion kian memuncak. Pria itu menarik paksa selimut Alea. Hingga tubuh Alea yang hanya memakai gaun tidur tipis itu terlihat. Glek!! Orion serasa menggali kuburannya sendiri. Mampus kau Orion! Rutuk Orion pada dirinya sendiri.


Paha mulus Alea terekspose karena posisi gadis itu yang memeluk guling. Belum lagi belahan dada Alea yang terlihat penuh meski Orion tahu kalau Alea tidak memakai bra saat tidur.


"Ampun deh! Salah timing gue."


Sifat dingin Orion seketika lari melihat pemandangan epik di depannya. Ditinggal lari mubazir, diliatin kok malah bikin susah sendiri. Haish, Orion mengusak rambutnya kasar. Frustrasi dengan ulahnya sendiri.


"Bangun atau kucium kau?" Biasanya intimidasi itu ampuh untuk Alea. Gadis itu sangat menghindari sentuhan fisik dengan lawan jenis, terlebih dirinya. Orion tahu pasti itu.


Astaga! Anak gadis orang ini pagi-pagi sudah menguji nyali Orion. Pria itu semakin pusing dibuatnya. Niat hati ingin mengajak Alea olahraga agar tubuh gadis itu lebih fit. Yang terjadi justru sebaliknya, pria itu yang dibuat sport jantung oleh Alea.


"Alea, kau benar-benar menguji kesabaranku."


Orion naik ke atas ranjang. Lantas menarik kaki Alea. Gadis itu reflek menjerit. Mata Alea langsung membulat melihat Orion yang berada di atas tubuhnya dengan kaki pria itu berada di antara dua kakinya.


"Apa yang kau lakukan ha?" Protes Alea langsung.


"Membalas tingkahmu!" Alea mendelik perkataan Orion. Lah dia sudah melakukan apa. Perasaan dia sedang tidur tadi. Tidak melakukan apa-apa.


"Jangan kumat lagi gilanya. Aku tidur sejak semalam, aku tidak melakukan apa-apa. Kenapa kau ingin membalasku?"

__ADS_1


"Justru tidurmu mengangguku." Balas Orion cepat.


Lah? Alea semakin tidak paham dengan arah pembicaraan Orion. Perasaan makin ke sini, tingkah Orion bertambah aneh saja. Suka tiba-tiba menciumnya, maksudnya apa coba. Kata cinta atau suka tidak ada, tapi main sosor saja.


"Kau ini membingungkan sekali. Apa salahku, sampai kau mengangguku bahkan saat aku tidur!" Alea tidak lagi mampu menahan rasa kesalnya. Gadis itu mendudukkan diri. Menatap wajah Orion yang sejak tadi tidak mengubah posisinya.


Lama tidak ada suara di antara mereka. Hening menyelimuti kamar besar Alea. Dua pasang mata itu saling tatap. Hingga sebuah jawaban membuat Alea ingin meledakkan tawanya.


"Karena..... mungkin aku mulai menyukaimu." Orion menjawab ambigu. Dia masih belum yakin dengan perasaannya sendiri.


Tawa Alea benar-benar pecah. Gadis itu sungguh tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Jangan bercanda denganku. Pria kutub utara sepertimu menyukaiku? NON SENSE!" Alea mendorong jatuh tubuh Orion yang langsung ambruk di ranjang Alea. Gadis itu segera beranjak dari kasurnya, meninggalkan Orion yang terdiam karena mendengar penolakan Alea.


"Ha? Dia bilang aku pria kutub utara? Dia bilang menyukainya non sense? Wah gadis ini perlu dikasih pelajararan. Dia harus tahu arti kata non sense."


Batin Orion kesal bukan kepalang. Pria itu menyusul masuk ke kamar mandi. Namun tak berapa lama pria itu keluar kembali, dengan jantung berdebar kencang.


"Apa itu tadi? Non sense!" teriak Orion dalam hati.


***



Kredit Pinterest.com


Hayo loh, kamu lihat apaan Rion 🤭🤭🤭


Up lagi readers.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya. Terima kasih.

__ADS_1


****


__ADS_2