Bukan Gadis Pengganti

Bukan Gadis Pengganti
Aku Pulang


__ADS_3

"Dia bukanlah Sera!" Mario mengulangi ucapannya, dengan jari menunjuk ke arah Alea. Bisa dibayangkan bagaimana pucatnya wajah Alea, juga terkejutnya wajah Orion. Dia pikir dari mana Mario punya bukti hingga bisa melontarkan tuduhan dengan begitu yakin. Tidak ada keraguan sama sekali di wajah ayah Sera tersebut. Keyakinan tergambar jelas di wajah Mario.


"Pa, apa yang papa katakan? Aku ini Sera, putrimu. Bagaimana bisa papa berkata kalau aku bukan putri papa." Alea menemukan keberaniannya, gadis itu merangsek maju. Mendekat ke arah Mario, yang langsung melayangkan tatapan jijik pada Alea.


"Kek, tolong Sera. Apa kakek juga tidak percaya pada Sera. Bahkan setelah tes DNA membuktikan kalau Sera adalah cucu kakek." Mohon Alea penuh drama.


"Sepertinya aku harus memberikan bonus padamu. Aktingmu lumayan juga." Batin Orion sambil mengulum senyum. Ingin rasanya dia tertawa.


"Hei, Sera gadungan! Jangan berlagak minta dikasihani. Kami tahu kau menipu kami." Darrel ikut bersuara. Pria itu muak dengan tingkah Alea yang seolah tengah mencari simpati.


"Menipu bagaimana? Tes DNA sudah, kalian memintaku membuka pintu brankas sudah kulakukan. Sekarang aku tanya apa kalian tahu enam digit angka password pintu brankas?" tantang Alea balik. Sungguh dia bukan gadis yang mudah digertak dengan ancaman biasa. Katakanlah kedoknya terbongkar hari ini. Pol mentok dia akan dipenjara, makan minum gratis, tempat tidur disediakan. Enak bukan?


Semua orang saling pandang mendengar tantangan Alea. Tak ada seorang pun yang tahu kode itu. "Begitu saja kalian sudah ingin mendepakku. Sekarang tunjukkan buktinya. Aku ingin tahu." Gerutu Alea. Sudahlah moodnya tengah tidak baik, malah ada orang yang sengaja menambahi amarahnya. Kesempatan bagus, Alea bisa meluapkan rasa kesalnya di sini. Dari pada dia harus mencari samsak untuk dijadikan sasaran pukulan.


Mario yang masih merasa di atas angin meminta asistennya untuk memutar sebuah rekaman. Orion memberi kode pada Xuan untuk waspada. Dan pria itu mengangguk paham.


Sebuah rekaman langsung terdengar di lobi Star Jewelry melalui sebuah audio video tanpa gambar. Sepertinya Mario ingin semua orang tahu soal siapa sebenarnya Alea. Semua orang tampak memasang fokus penuh pada rekaman yang tengah diputar. Di mana jelas terdengar suara Alea dan Orion di sana.


Dua orang itu saling pandang, saat Orion memanggil dirinya dengan nama Alea, alih-alih memanggil Sera. Bukan itu yang jadi masalahnya, tapi bagaimana Mario bisa mendapatkan rekaman itu. Alea dan Orion tahu itu adalah suara asli mereka. Mereka ingat pernah melakukan percakapan itu. Di kamar Alea.


"Kau masih ingin menyangkal? Kau jelas bukan Sera. Kalian berdua, bersekongkol untuk menipu kami. Untuk menguasai Star Jewelry, kau membunuh Sera lalu memasukkannya untuk menggantikan Sera." Sebuah tuduhan kejam terucap dari mulut Mario. Beni bahkan sampai terhuyung ke belakang, mendengar perkataan Mario.


"Membunuh Sera? Menguasai SJ? Apa itu benar?" tanya Beni tidak percaya.


"Tentu saja tidak Kek. Sera masih hidup kakek lihat sendiri kan." Orion mendekati Beni berusaha menguatkan orang tua itu. Di sisi lain, Nika langsung menjatuhkan berkas-berkasnya saat mendengar keributan juga satu rekaman yang menunjukkan kalau Sera adalah Alea.


"Nika kamu gak apa-apa?" Satu rekannya bertanya. Sambil memunguti berkas yang berjatuhan. Ingatan Nika kembali ke seminggu yang lalu. "Kalau dia adalah Alea, dia akan pulang sebentar lagi. Percayalah. Setidaknya kita tahu kalau putri kita baik-baik saja."

__ADS_1


Ucapan ibu Alea terngiang kembali di benak Nika. "Jadi benar kalau Sera adalah Alea." Batin Nika. Dia dan rekannya masih berdiri di sana, seolah terhipnotis dengan keributan yang tengah terjadi di lobi tempat mereka bekerja.


"Bagaimana kami harus mempercayaimu? Bagaimana jika suara itu hanyalah rekayasa yang kau buat untuk menjatuhkan kami." Suara Orion terdengar. Biasa, suara Orio yang dingin dan tegas sudah merupakan ancaman tersendiri bagi semua orang.


Terlebih orang-orang yang pernah berhubungan dengan Orion. Mereka tahu jelas jika ucapan Orion bak rangkaian kata yang sulit dibantah. Bahkan Alea yang terkenal pandai bernegosiasi akan kalah jika Orion mulai mendebatnya.


"Kau....kau....kau tahu kalau itu suara asli kalian. Kau masih ingin membantah? Suara itu adalah bukti..."


"Bukti apa? Bukti kalau aku punya panggilan lain untuk Sera."


Mario melongo mendengar Orion yang memotong perkataannya. Satu kalimat dan itu langsung mematahkan tuduhan Mario pada Alea.


"Apa maksudmu?" Darrel akhirnya bersuara.


"Maksudku...aku punya panggilan lain untuk Sera. Alea adalah nama panggilanku untuknya selama kami di Milan." Ujar Orion sambil merengkuh pinggang Alea, lalu tanpa ragu mencium bibir gadis itu. Alea mendelik menerima tindakan Orion yang tiba-tiba.


"Gila bagaimana? Itu kan cuma ciuman, semalam kita bahkan sudah bercin....." Alea membungkam bibir Orion yang asal bicara.


"Jadi kalian masih ingin meragukan siapa Sera atau aku pribadi lebih suka memanggilnya Alea." Tantang Orion.


Mario kehabisan kata untuk menyerang balik Orion, pasalnya Mario sangat yakin kalau dengan bukti ini Orion dan Alea tidak akan bisa berkelit. Mereka pasti akan terpojok lalu mengaku kalau Alea bukanlah Sera. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Orion dan Alea mampu membalikkan keadaan.


Bersamaan dengan itu, sebuah mobil berhenti tepat di depan lobi Star Jewelry. Perhatian semua orang kini beralih ke depan sana. Di mana Xuan langsung mendekati Orion. Satu bisikan dari Xuan membuat mata Orion bergerak cepat ke arah depan.


"Dia kembali." Orion segera menyembunyikan Alea di belakang tubuhnya. Seolah tidak ingin kehadiran Alea menjadi hal pertama yang di lihat oleh orang yang sebentar lagi akan turun dari mobil.


"Dia siapa?" tanya Alea dari balik punggung Orion.

__ADS_1


"Kau akan tahu." Balas Orion singkat. Pintu mobil dibuka, dan turunlah seorang pria dari dalamnya.


"Surprise untuk kalian." Kata Orion sambil menaikkan satu alisnya ke arah Darrel dan Mario.


Jantung Mario berdebar kencang, melihat satu sosok yang perlahan masuk ke lobi Star Jewelry. Mario bahkan sampai memundurkan langkah, berusaha menguatkan diri, menghadapi kemungkinan yang kini sedang berkecamuk di benaknya. Pun dengan Darrel. Melihat wajah senang Orion, bisa jadi itu sebuah bencana untuk dirinya.


Sosok itu semakin dekat, dan seketika jantung Mario serasa berhenti berdetak, melihat siapa yang tengah berdiri di hadapannya.


"Sial! Bagaimana dia masih hidup!" Kesal Darrel benci setengah mati.


Alea yang penasaran mengintip dari balik punggung Orion. Mata Alea membulat sempurna. Melihat wajah pria tampan yang pernah dia lihat di lock screen ponsel Sera. Sosok yang akhir-akhir ini Alea tahu, kalau tanggal lahir pria itulah yang menjadi salah satu angka dalam kode pintu brankas.


"626201, Kak......." Gumam Alea lirih.


Senyum Orion mengembang sempurna, melihat sosok itu berdiri di hadapannya. Berdiri dengan penuh percaya diri.


"Kakek, aku pulang."


Suara itu membuat Beni kembali terhuyung ke belakang.


****


Up lagi readers.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya. Terima kasih.


****

__ADS_1


__ADS_2