
Di Ballroom hotel.
Para tamu undangan sudah hadir mengisi ruangan. Waktu pelaksanaan pengucapan ijab kabul yang seharusnya sudah berlangsung setengah jam yang lalu masih belum terlaksana. Ayuniatara yang tampak cantik dengan kebayanya, sudah duduk di meja akad di dampingi oleh Haryanto Atmaja di sebelah kanannya. Dua orang saksi yang duduk di kursi samping kursi yang seharusnya diduduki mempelai pria, tetapi masih terlihat kosong. Dan seorang penghulu duduk di depannya dengan dibatasi meja berbentuk persegi dan sudah dialasi taplak dekorasi dari pihak WO.
Mereka semua tampak gelisah menunggu kehadiran mempelai pria yang masih tidak kunjung datang. Sedangkan pihak keluarga mempelai pria sudah sejak tadi duduk di kursi khusus yang disediakan oleh pihak WO. Suara riuh rendah para tamu undangan yang tidak sabar dengan acara yang entah sampai kapan akan dimulai. Begitu pula penghulu yang sudah sejak tadi gelisah menunggu. Pria berpeci hitam itu sepertinya sudah tidak ingin menunggu lebih lama lagi. Hingga berkali-kali mengatakan ingin pergi karena harus pergi menikahkan orang lain di tempat lain. Ayuniatara pun berkali-kali meminta kelonggaran waktu kepada penghulu agar tetap bertahan untuk menunggu kedatangan mempelai prianya yang diyakini sebentar lagi akan datang.
Selang beberapa menit berlalu. Datanglah beberapa orang berseragam polisi memasuki gedung tempat acara pernikahan Ayuniatara yang akan berlangsung. Sontak semua orang yang ada di dalam sana mengalihkan perhatian mereka. Sudah dapat dipastikan mereka semua terkejut dan heboh dengan kehadiran para aparat penegak hukum itu.
Tasya gelisah melihat kehadiran mereka. Begitu pula dengan Haryanto Atmaja. Segala pikiran buruk berdatangan membuat mereka sangat tidak nyaman. Wajah keduanya pun memucat. Diam-diam Tasya beranjak dari tempat duduknya mencari tempat aman untuknya. Sementara Haryanto Atmaja mengalami kesulitan mencari ruang gerak. Dia khawatir dengan opini para tamu undangan dengan sikapnya bila tiba-tiba pergi. Apalagi di situ ada Surya yang seakan terus saja mengawasi gerak-geriknya.
Ayuniatara yang sangat berharap kehadiran Zikra lalu mengucapkan sumpah perkawinan di depan penghulu terlihat kecewa. Pastinya sangat kecewa karena kehadiran mereka sangat tidak diharapkannya. Dia beranjak berdiri saat salah seorang di antara mereka datang mendekati meja akad.
Mendadak suasana yang seharusnya berjalan khidmad dan romantis berubah menjadi tegang. Alih-alih menunggu kedatangan sang mempelai pria. Malah Ayah dan adik tiri sang mempelai wanita diciduk polisi. Sudah tentu bukan tanpa sebab, melainkan pada bukti-bukti kejahatan yang berada di tangan polisi mengacu kepada dua orang ayah dan anak, yaitu Haryanto Atmaja atas tuduhan pemalsuan dokumen perusahaan, dan Tasya Atmaja atas tuduhan penculikan dan menghilangkan nyawa seorang gadis bernama Syifa.
Surya tidak mau ambil pusing dengan kasus yang menjerat Haryanto Atmaja. Tetapi dia dibuat geram dengan perbuatan Tasya yang sudah menculik anak menantunya. Hatinya sangat sedih karena kini Syifa sudah tidak lagi di dunia ini. Dia tidak tahu jika sebenarnya gadis itu masih hidup.
Aini dan Mamanya tertegun saat melihat Tasya ditangkap polisi dengan tuduhan penculikan dan pelenyapan nyawa Syifa. Hancur luruh harapan Mama menjodohkan Zikra dengan Tasya. Dia tidak pernah menyangka dibalik wajah cantik rupawan gadis itu ada bisa yang sangat mematikan. Meskipun dia tidak menyukai anak menantunya setelah mengetahui kenyataan ini hatinya jadi sedih.
Soal menyoal perasaan Ayuniatara pada saat ini tidak perlu ditanya lagi. Sudah pasti hatinya sedih mendapati insiden yang tidak mengenakkan di hari seharusnya dia bahagia. Pengantin prianya tidak kunjung datang, malah para polisi yang datang menangkap Ayah dan Tasya. Namun terselip rasa bahagia di dalam hati kecilnya seputar penangkapan ayah titinya, Haryanto Atmaja. Setelah sekian lama berusaha menyingkirkan lelaki tua brengsek itu tanpa ada hasil. Akhirnya dengan campur tangan Zikra misinya berhasil.
__ADS_1
*
Syifa terbaring lemah di atas tempat tidur klinik kecil yang tidak jauh dari areal kebun teh. Tadi ia sempat pingsan karena terlalu syok dan masih belum sadarkan diri. Bersyukur kandungannya baik-baik saja membuat Zikra sedikit dapat bernafas lega.
"Sayang... ayo bangun dong... ini aku datang menjemput kamu." ucap Zikra lirih duduk di kursi samping tempat tidur Syifa.
"Bos, mereka sudah diciduk polisi." bisik Derry setelah menerima telepon.
"Bagus. Der, tolong urus biaya administrasi perawatan istriku. Setelah itu tulis cek 500 juta untuk Ambu. Bilang padanya 'anggap saja sebagai rasa terima kasihku sudah merawat istriku selama ini'." titahnya.
"Siap, bos." Derry langsung meninggalkan ruangan.
Setelah Syifa siuman dan diperbolehkan pulang oleh dokter. Kini kondisi Syifa sudah stabil dan dapat mengenali Zikra sebagai suaminya. Pelukan hangat pun mendarat di tubuh kekar Zikra. Syifa menangis haru di dalam pelukan sang suami. Zikra langsung memboyong Syifa pulang ke rumah Ambu untuk berpamitan.
"Ambu, terimalah pemberian ini yang enggak seberapa. Dibandingkan jasa Ambu yang udah nyelametin nyawa Syifa. Seandainya Ambu enggak nyelametin Syifa. Mungkin saat itu tubuh Syifa akan membusuk di semak-semak." bujuk Syifa.
"Tapi Neng... Ambu tidak..."
"Tolong Ambu," sela Zikra memotong ucapan Ambu. "uang ini enggak ada artinya dibandingkan dengan jasa Ambu yang udah jagain Syifa selama di sini. Juga memberinya makan, minum dan tempat tinggal yang nyaman layaknya hidup di rumah sendri."
__ADS_1
Dengan berat hati Ambu menerima cek itu yang entah akan digunakan untuk apa. Wanita itu masih bingung belum ada rencana.
Syifa memeluk erat tubuh wanita yang terlihat tidak muda lagi tetapi kodisi fisiknya masih terawat dengan baik. Bulir-bulir air mata jatuh mengiri kepergian Syifa dan ketiga lelaki berjas hitam.
Zikra sengaja membawa Syifa menginap di hotel sebelum pulang ke Bekasi menemui Ayah dan Bundanya yang selama ini dirindukannya. Karena hari sudah tidak lagi siang. Istrinya harus istirahat cukup apalagi saat ini sedang kandung. Dia tidak mau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan setelah sekian lama berpetualang mencari belahan hatinya yang sempat menghilang. Walau pun pada awalnya gadis yang sudah menjadi calon ibu sempat merengek ingin pulang hari itu juga.
Bersambung...
***
🙋 Hai readers... author update lagi nih mumpung lagi good mood.
Jangan lupa kasih vote like n komen ya supaya author merasa dihargai dan tetap semangat berkarya.
❤️❤️ Luv u all... 🥰🥰🥰
Happy reading... 😁🤗✌️
Menjelang episode akhir kisah cinta Zikra ❤️ Syifa ini, author mau promosi karya author yang lain, yang masih sepi pembaca.
__ADS_1
Jangan lupa kasih vote like n komen ya. Author sangat merasa dihargai saat tanda 👍 hadir diakhir setiap episode cerita yang ditulis author 🙏🙏🙏