Bukan Kisah Siti Nurbaya

Bukan Kisah Siti Nurbaya
Aku Pulang


__ADS_3

Dengan penerbangan pagi Zikra dan Syifa bertolak menuju bandara internasional Halim Perdana  Kusuma, Jakarta. Kemudian dengan dijemput oleh Mang Ucup, sopir pribadi Zikra, mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah. Tetapi rumah yang dituju bukan rumah lama yang terletak di kota Bekasi. Melainkan rumah yang bisa dianggap masih baru karena belum genap satu tahun Zikra membelinya yang berada di Jakarta.


Zikra sengaja memilih rumah itu. Bukan tanpa alasan. Selain lebih besar sudah tentu dapat menampung banyak orang. Pasalnya diam-diam Zikra telah membuat pesta kejutan atas kembalinya Syifa setelah dinyatakan meninggal. Tapi bukan bangkit dari kubur ya... karena yang meninggal saat itu bukan Syifa melainkan teman kampus Syifa, yaitu Hani.


Zikra tidak bisa menyiapkan pesta itu sendiri. Lantaran dia sibuk menjemput Syifa pulang. Jadi, tanggung jawab itu diambil alih oleh Surya dengan dibantu istri, anak, besan dan teman-teman Syifa dan Zikra.


*


Di rumah Zikra orang-orang sudah berkumpul dengan segala persiapan yang diatur oleh Surya dibantu oleh pihak EO. Pria bertubuh kekar dan bugar diusianya yang sudah tidak muda lagi, terpaksa menyewa jasa EO karena tidak puas dengan hasil kerja orang-orang di sekelilingnya. Dia menginginkan pesta penyambutan Syifa dibuat seperfek mungkin.


Surya adalah orang pertama yang mengetahui Syifa masih hidup, selain Zikra dan anak buahnya. Dia sangat senang saat mendengar kabar yang disampaikan Derry kemarin. Mengatakan Syifa masih hidup, dan Zikra sedang pergi menjemputnya. Hingga menyebabkan Zikra tidak bisa menghadiri acara akad nikahnya sendiri. Tetapi pria itu tidak memberi tahu pada siapa pun selama acara. Dia sengaja membiarkan para tamu undangan berspekulasi tentang keberadaan Zikra yang entah dimana rimbanya saat itu. Dia pun tega membiarkan Ayuniatara menanggung rasa sedihnya sendiri. Dan dia pun sangat senang ketika rival bisnisnya, Haryanto Atmaja digelandang pihak berwajib.


Orang-orang dianggap penting bagi Syifa diundang. Mulai dari kedua orang tua Syifa dan adiknya yang selama ini dirindukannya. Nadya yang merupakan teman baik Syifa. Tidak ketinggalan Bonang dan Rifa'i. Walaupun bukan teman Syifa, namun kedua pemuda itu adalah teman Zikra yang juga harus turut merasakan kebahagiaan yang sama. Tidak lupa Mama Dio dan Dio yang sudah menjadi bagian dari perjalan hidup Syifa dan Zikra selama berumah tangga. Untuk Aini dan Mama tetap nongol ya, meskipun keduanya tidak menjadi bagian orang terpenting Syifa. Karena keberadaan keduanya tidak luput dari paksaam Surya.


Berhubung pestanya pesta kejutan. Maka yang jadi titik fokus dekorasi adalah ruang tengah yang cukup luas dan bisa menampung banyak orang. Juga kamar tidur Syifa dan Zikra yang dibuat seperti tempat tidur pengantin. Sementara ruang tamu sengaja tidak dihias agar tidak mencolok.


Raut-raut wajah bahagia menatap harap-harap cemas keluar jendela. Mereka seakan sudah tidak sabar menanti kedatangan orang yang dirindukan. Terutama Ayah dan Bunda. Kedua orang itu yang terlihat paling gelisah. Surya berkali-kali memberikan motivasi agar mereka bisa bersikap lebih tenang.


*


"Kok, kita pulang ke sini sih?" tanya Syifa terlihat tidak suka saat mobil yang membawanya memasuki gerbang rumah. "kenapa gak pulang ke Bekasi?"


"Kenapa?" sahut Zikra balik tanya. "kamu enggak suka sama rumah ini?"


"Bukan begitu..." Syifa tampak ragu mengungkapkan perasaannya.


"Ya udah kalo kamu enggak suka, besok aku suruh Derry menjual rumah ini."


"Enggak gitu juga kali, Zik..."

__ADS_1


"Lalu kamu maunya gimana?"


"Aku gak mau gimana-gimana sih, cuma kangen aja sama rumah lama kita. Aku kangen sama lingkungannya. Yah, walaupun suka sebel sama ibu-ibu yang suka gosipin orang lain. Kita juga pernah jadi bahan gosipan mereka. Tapi, aku tetap merasa nyaman di sana." tutur Syifa menjelaskan isi hatinya.


Zikra hanya mendengus pelan. Kemudian turun dari mobil setelah berhenti tepat di depan teras rumahnya. Setelah itu dia membukakan pintu mobil untuk Syifa. Mengulurkan tangan kanannya yang langsung disambut dengan tangan kiri Syifa.


"Selamat datang kembali di rumah kita, sayang." ujar Zikra lembut.


Syifa tersenyum lebar sambil menggamit lengan Zikra.


"Makasih..."


"Cuma makasih doang nih?" selidik Zikra mengeringkan matanya genit.


"Ihh..." Syifa membelikan mata seraya menyikut pinggang Zikra. "jangan aneh-aneh deh..."


*


Semua orang yang ada di dalam rumah buru-buru mencari mencari tempat sembunyi. Agar kejutan yang mereka buat menjadi lebih menarik. Terkecuali Bi Asih, asisten rumah tangga Zikra. Wanita itu bertugas membukakan pintu untuk majikannya.


"Nyonya..." pekik Bi Asih setelah sempat tertegun beberapa detik. Wanita itu nyaris pingsan melihat sosok yang selama ini dinyatakan meninggal dunia karena peristiwa kecelakaan beberapa bulan yang lalu.


Wanita paruh baya itu sangat terkejut dengan kemunculan Syifa yang sudah beberapa bulan yang lalu di beritakan meninggal dunia. Bukan hanya menonton dan mendengar berita di media elektronik. Bahkan dia sempat mengantar jasad majikannya ke tempat peristirahatan terakhirnya. Air mata pun mulai menitik beranjak dari pelupuk matanya.


"Masya Allah... apa benar ini nyonya?" Bi Asih menoleh ke arah Zikra seakan mengkonfirmasi kebenaran yang ada di depan matanya. "Den Zikra..."


"Benar Bi, ini Syifa. Syifa masih hidup."


"Tapi... waktu itu kan..." Bi Asih menggantung kalimatnya, tidak sanggup melanjutkan.

__ADS_1


"Iya Bi. Tapi yang waktu itu... pokoknya ceritanya panjang. Enggak bisa dijelaskan sekarang. Karena Syifa harus segera istirahat." sanggah Zikra langsung membawa masuk Syifa ke dalam.


Bi Asih masih tertegun di depan pintu utama. Dia merasa seakan berada di antara mimpi dan kenyataan. Yang paling membuatnya terheran-heran adalah perut buncit pada Syifa. Entah apa yang terjadi...???


Stop! Stop! Jangan ikut campur urusan orang lain. Terlebih orang tersebut adalah majikanmu sendiri. Bisik batin Bi Asih. Lalu menyusul majikannya ke dalam.


*


Tiba-tiba Syifa dikejutkan dengan dekorasi indah di ruang tengah, yang akan dilaluinya saat menuju kamar. Dinding yang diberi kain penutup menjuntai menyentuh lantai. Di bagian tengah tertulis kalimat, "SELAMAT DATANG KEMBALI SYIFA." Tulisan itu terbuat dari balon-balon berbentuk huruf kapital berwarna biru tua. Juga bunga-bunga yang ikut menghiasi dinding tersebut.


"Ada acara apa ini, Zik?" tanya Syifa bingung. "kok, ada hiasan dinding seperti itu?"


Zikra tersenyum. Kemudian menjentikkan jari memberi kode kepada seluruh orang yang tengah bersembunyi segera menampakkan batang hidungnya masing-masing.


Sontak dan serempak mereka keluar.


"Selamat datang kembali Syifa..." ujar mereka kompak. Lalu bertepuk tangan meriah.


Syifa terharu melihat semua orang yang hadir. Ia tidak menyangka sebelumnya akan mendapatkan kejutan seperti ini. Air matanya tumpah menatap orang-orang yang selama ini sudah peduli padanya.


"Hai, semuanya... aku pulang..." suara Syifa terdengar lirih.


Bersambung...


****


🙋 Hai readers... untuk sementara ceritanya bersambung dulu ya. Karena kondisi badan author lagi enggak bisa diajak kompromi. Mungkin efek terlalu lelah menjalankan aktivitas di dunia nyata. Btw bus way. Tetap stay tune ya baca kisah cinta Zikra ❤️ Syifa. Jangan lupa kasih vote, like n komen ya 🤗 supaya author semangat menciptakan karya-karya berikutnya. ❤️❤️ Luv u all...


Happy reading... 🤗✌️✌️❤️

__ADS_1


__ADS_2