
Sudah dua hari Gaby terbaring lemah, dan hari ini ia sadar namun tak banyak merespon, seolah raganya pergi entah kemana dengan tatapan kosongnya.
Kevin yang mendapat kabar dari pengawalnya bahwa Gaby sudah sadar, ia pun beranjak dari ruang kerjanya menuju kamar Gaby.
Saat Kevin masuk kedalam, ia mendapati dokter Leni sedang memeriksa keadaan Gaby.
"" Nona,,,apa anda masih merasakan sakit di bagian tertentu.?? tanya dokter Leni lembut, agar Gaby bisa merespon baik, karena psikis Gaby yang mendapat tekanan ia takut Gaby tiba-tiba histeris.
Pertanyaan dokter Leni tak mendapat jawaban dari Gaby, Gaby hanya diam dengan tatapan kosong ke arah langit-langit kamar.
Kevin yang melihat Gaby tak merespon dadanya sedikit terusik, merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada Gaby atas perbuatannya.
Namun sedetik kemudian, rasa ego yang tinggi membuat Kevin merasa masa bodoh, toh dia pantas mendapatkan itu, karena ini adalah bagian dari balas dendamnya, batinya.
Saat dokter Leni melihat Kevin yang berdiri di ambang pintu paham maksudnya, Leni pun segera undur diri dari kamar tersebut meninggalkan Gaby dan Kevin di kamar itu.
Kevin pun mendekati ranjang tidur Gaby, menatap Gaby sinis seolah tak memiliki belas kasihan.
"" Bagaimana rasanya hem?? apa kau sudah tahu apa akaibatnya jika berani menentangku dan mencoba lari dariku.??
"" Tempatmu hanya disini, dan jangan pernah berharap lebih, karena hanya ada siksa dan penderitaan untuk sisa hidupmu, maka nikmatilah penderitaanmu dengan suka rela, menurut dan tidak membantahku bisa mengurangi siksaan, namun bila kau ingin lebih menyakitkan dari ini maka membantahlah karena setiap bantahanmu akan menghasilkan hadiah yang menakjubkan bahkan aku sangat menyukai itu, apa kau paham j*****ng.!!!!!
Gaby yang mendengar segala hinaan yang menusuk hingga ke jantungnya bahkan luka yang sangat membekas di hatinya, hanya bisa meneteskan airatanya tanpa ada niat menjawab ucapan kasar yang di lontarkan Kevin untuknya.
Kevin yang melihat air mata Gaby yang bercucuran dalam diamnya, merasakan hal aneh dalam dadanya, sesaat ia seperti tak sanggup melihat air mata itu, apa lagi mengingatkan ia saat meniduri Gaby dengan air mata yang bercucuran.
Kevin yang hampir sempat terbuai dengan rasa yang berkecamuk dalam dirinya tersadar saat Edo menghampiri dan memberinya lapaoran tentang keinginan Alvaro.
Yah Alvaro meminta ingin bertemu dengan Kevin ada sesuatu yang ingin ia sampaikan, dan ia tidak mau menyapaikan melalu orang kepercayaan Kevin, Alvaro ingin langsung berhadapan padanya.
__ADS_1
Mendengar nama ayahnya di sebut sontak membuat Gaby terduduk dari berbaringnya, sesaat ia lupa dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya apa lagi area intimnya.
"" Tolong ampuni kedua orang tuaku,, aku mohon, ucapnya dengan mengatupkan kedua tangannya memohon pada Kevin.
"" Hentikan omong kosongmu.!! kau masih memikirkan mereka sementara kau saja belum tentu selamat dariku.!! menatap Gaby tajam berlalu meninggalkan Gaby yang berteriak memohon padanya.
"" Hiks,,,hiks,,, aku tahu mereka salah, tapi apakah kau tidak lebih buruk juga dengan mereka?? memperlakukanku seperti bi********ng?? dan menurutmu tibdakanmu ini sudah benar?? ucapnya lirih dengan tangis pilu meratapi takdir yang menyakitkan ini.
Kevin yang sebenarnya tidak pergi kemana pun hanya berdiri di depan kamar Gaby karena ia menghindari melihat wajah iba dan air mata Gaby saat memohon padanya, dan saat Gaby mengatakan ucapannya tadi pun semua bisa di dengar Kevin.
Kevin sedikit tertegun mendengar ucapan Gaby yang mengatakan di sama saja dengan kedua orang tuanya, apa memang aku sudah menjadi manusia yang sangat kejam?? batinya bertanya.
Tak ingin larut dalam gejolak aneh pada dirinya, Kevin pun beranjak dan ingin segera menuju ke pulau pribadinya di mana Alvaro dan istrinya di tawan.
Jet pribadi yang mengantar Kevin ke pulau pun sudah di posisi landasan, Kevin pun turun dengan langkah tegas dan wajah yang selalu datar dan dingin, kedatangannya ke pulau membuat suasana mulai mencekam dan tegang.
""Katakan apa tujuanmu mentaku datang.!! Karena alu tidak banyak waktu untuk meladenimu, ujarnya dingin dengan rahang yang terlihat mengeras.
Gleeeekkkk
Alvaro dan istrinya menelan salivanya, saat melihat sorot tajam dan tatapan membunuh yang di pancarkan Kevin saat bicara.
Namun Alvaro tak ingin membuang waktu, karena ia juga tak ingin membiat pria kejam itu semakin murka dan ia pun menyapaikan niat hatinya pada kevin dengan bibir bergetar.
"" Aku hanya ingin memohon padamu, cukup hanya kami yang menanggung perbutan kami di masa lalu, dan aku mohon jangan libatkan putri kami, dia tidak ada hubungannya dengan masa lalu itu, aku mohon jangan menyiksanya lagi, kami yang berbuat maka kamilah yang pantas kau hukum jangan putriku aku mohon padamu Kevin,ujarnya dengan tangis pilu, membayangkan putrinya yang mendapat siksaan saat para bawahan Kevin menunjukkan vidio siksaan yang di dapatkan Gaby.
"" Saat kejadian itu pun kami tak menyiksamu, kami hanya menyekapmu dan tak berbuat hal seperti yang kau lakukan pada putri kami, kami hanya berurusan dengan kedua orang tuamu, ujar istri Alvaro menimpali ucapan suaminya.
Deg
__ADS_1
Kevin sedikit terperanjat dengan penuturan momnya Gaby, dan memang benar adanya karena ia tidak di siksa, ada pun cidera yang ia dapat akibat ia yang selalu berontak dan berusaha melepaskan diri, namun depresi yang sempat di alaminya ketika ia berkali-kali mendengar jeritan mom dan daddynya saat di siksa oleh orang-orang Alvaro, itu yang membuat Kevin sempat mengalami drop dan depresi.
Namun Kevin tak perdulu dengab penuturan momnya Gaby, meski benar adanya, karena Kevin yang sekarang ini bukanlah Kevin yang dulu, yang mudah memaafkan dan punya rasa belas kasih, karena semenjak kejadian itu, Kevin berubah menjadi sosok yang sulit di pahami siapa pun selain Eda dan kedua orang tuanya.
"" Memangnya aku perduli dengan ucapan bodoh kalian itu.!! itu hanya aku yang berhak memutuskan mau menyikdanya atau melenyapkannya. "" Dan yang perlu kalian ketahui, putri kesayangan kalian itu sekarang adalah istriku, aku berhak atas hidupnya saat ini, hahahaaa, apa kalian terkejut hem???
"" Hei,,, papa mertua dan mama mertua, aku tidak bodoh, seperti otak licik anda, aku bertindak dengan persiapan matang, karena orang tidak akan berpikir aku menyekap dan menyiksa putri orang lain karena putri kesayangan kalian itu adalah istriku, j*****g yang selalu membuat aku puas dengan melampiaskan padanya seluruh emosi juga hasratku, bagaimana apa kalian bahagia mendengar kalau putri kesayangan kalian itu sudah jadi peliharaanku yang liar dan sangat memuaskan, hahahahahahhaa, tawanya mengelegar dengan sorot mata tajam ia berdecih pada sepasang suami istri itu.
"" Aku mohon padamu,, jangan lakukan itu pada putriku, aku siapa melakukan apa pun menebus dosa kami di masa lalu, bila kematian kami bisa membebaskan putri kami, kami akan lakukan demi Gaby apa pun itu.
Deg
Kevin sontak tertegun dengan ucapan Alvaro yang rela dengan kematiannya menebus putrinya dari kevin.
Mengapa aku merasa tak suka dengan ucapan mereka yang meminta membebaskan Gaby dariku dengan nyawa mereka, apa yang terjadi padaku.?? batinya bertanya.
""Nikmati saja hari-hari kalian di tempat ini, dan jangan memohon yang mustahil padaku dengan mulut kotor kalian itu, karena aku masih ingin bersenang-senang dengan kalian dan putri kesayanganmu itu, uajarnya menepis perasaannya yang sempat membuat ia hampir lemah di hadapan sepasang suami istri tersebut. Lagi dan lagi ego dan dendamnya menguasai dirinya yang masih sulit untuk berdamai dengan masa lalu yang menyakitkan baginya.
"Kalau saja mom dan daddy tidak mengalami hal yang menyakitkan akaibat perbuatan kalian, dan untuk setiap hari-hari yang ku lalui begitu menyakitkan melihat mereka seperti tak punya harapan hidup, mungkin aku masih berpikir dua kali untuk menghancurkan kalian, tapi apa yang sudah kalian tabur itulah yang kalian tuai saat ini, batin kevin menjerit pilu.
"" Kevin,, kami mohon bebaskanlah putri kami, dan sialhkan bunuh kami saat ini juga, kami rela meski nyawa kami taruhannya, itu juga cara kami menebus dosa kami pada Gaby yang ikut menanggung imbas dari perbuatan kami, setidaknya kami bisa lega menebus disa kami padanya meski itu belum cukup dab mengembalikan ia menjadi Gaby putri kami yang polos dan tak tahu apa pun, ujar Alvaro dengan isak tangisnya membayangkan putri kebanggaannya, putri satu-satunya yang menjadi hartanya saat ini.
"" Kami mohon, ujar momnya Gaby menimpali dan bersujud pada Kevin agar membebaskan Gaby.
Lagi-lagi Kevin berperang dengan perasaannya, setiap kali Alvaro dan istrinya memohon agar Gaby di bebaskan dengan taruhan nyawa mereka, ia seperti tak mampu berkata apa pun dan tak rela, mengapa perasaanku jadi seperti tak rela?? menghembuskan nafasnya kasar, bingung dan benci bersamaan menghampirinya.
"" Aku tak bisa mengabulkan permintaan bodoh kalian itu, dan cukup untuk hari ini, aku tak ingin mendengar permohonan apa pun dari mulut kalian setelah ini dan seterunya, ujar Kevin dan berlalu meninggalkan Alvaro dan istrinya menangisi nasib putri kesayangannya itu.
Bersambung.
__ADS_1