BUTIRAN LUKA

BUTIRAN LUKA
29. Berpikirlah Dua Kali.


__ADS_3

Setelah kepergian Sarah dari ruang rawat Kevin, Gaby jadi banyak diam, pikirannya masih tertuju pada Sarah, yang terang-terangan begitu menginginkan suaminya, dan ia tahu Sarah datang ke rumah sakit bukan karena niat hati yang baik, melainkan ingin mengambil perhatian suaminya.


Gaby jadi tak habis pikir, baru saja ia ingin memulai hidup nyaman dengan suaminya, tapi Sarah sudah muncul untuk mengacau keadaan yang baru saja ia dan Kevin benahi.


Kevin yang melihat sikap Gaby berubah setelah kedatangan Sarah, dapat menebak pikiran istrinya saat ini, ia yakin istrinya memikirkan Sarah saat ini, namun Kevin sengaja tak bertanya, dan ingin istrinya bertanya langsung dan cerita dengannya, Kevin ingin istrinya terbiasa terbuka padanya tanpa ada hal yang di tutupi, karena baginya kejujuran itu penting dalam hubungan, meski ia sudah meyakinkan dirinya, hanya Gaby wanita yang memenuhi hatinya untuk selamanya dan itu tidak akan tergantikan, karena pertemuannya dengan Gaby, bukanlah hal yang bisa di katakan pertemuan yang manis, melainkan kenyataan yang sangat pahit, dan karena masa lalu yang membayangi nya dalam dendam yang membuatnya hancur dan terpuruk.


Sementara, saat Sarah baru tiba di lobi rumah sakit dan hendak pergi meninggalkan rumah sakit itu, tanpa sengaja ia bertemu lagi dengan Edo.


Tatapan tajam datar dan dingin, terpancar jelas dari mata Edo yang melihat keberadaan Sarah di rumah sakit, dan Edo yakin betul kalau Sarah baru saja dari ruang rawat tuan mudanya dengan alasan menjenguk tuan mudanya.


Sarah yang melihat Edo, langsung juga melemparkan tatapan sinis, ia tahu Edo sangat tidak menyukainya, dan Sarah berpikir untuk melancarkan aksinya mendapatkan Kevin, ia lebih dulu menyingkirkan Edo, agar tidak ada penghalang yang menghambat jalannya mendapatkan Kevin, pikir Sarah dengan pikiran kotornya.


"Wah, sepertinya anda tidak bisa tidur semalaman ya Nona, memikirkan keadaan tuan muda, hingga sepagi ini anda sudah datang ke rumah sakit, ujar Edo menatap tajam Sarah, dengan kalimat yang menyindir agar Sarah terbakar.

__ADS_1


" Apa urusanmu!! kau tidak berhak melarang ku datang ke rumah sakit ini, dan kau bukan siapa-siapa yang bisa menghalangiku untuk bertemu Kevin sekali pun!! ujar Sarah yang geram mendengar sindiran dari Edo.


"Benarkah?? uuu saya jadi takut mendengarnya, ujar Edo meledek Sarah dengan pura-pura takut dengan ancaman Sarah.


" Saya tidak punya urusan denganmu!! dan aku ingatkan kamu, jangan pernah berani mengusikku, karena kau akan menyesal dan aku bisa melakukan apa pun pada mu, dan kau belum mengenal siapa aku, jadi bersikaplah sopan, kalau kau masih sayang dengan nyawamu, ujar Sarah yang terang-terangan memulai perang pada Edo, bahkan tak segan-segan ia mengancam Edo.


"Dari awal melihat anda, saya sudah bisa menebak kalau anda adalah siluman ular berbisa, dan cukup menarik juga, dan dengan senang hati saya menanti waktu itu Nona, ujar Edo yang tak punya rasa takut sedikit pun menentang Sarah, bahkan terlihat jelas wajah Sarah yang memerah menahan amarah, karena Edo mengatainya " siluman ular berbisa".


"Kau.!! ujar Sarah mengepalkan tangannya, namun tak bisa berbuat apa-apa, karena banyak orang yang lalu lalang, dan ia tak ingin di nilai orang-orang buruk, dan citranya bisa tercoreng, apa lagi kalau sampai orang-orang tahu siapa dia, yang ada nama papa nya akan ikut jadi guncingan orang-orang.


" Kau akan menyesal, dan aku akan membuatmu memohon ampun di kaki ku, tunggu saja tanggal mainnya, ujar Sarah, dengan menghentakkan telapak kakinya beberapa kali, agar Edo paham maksudnya, yang menyatakan Edo hanya serpihan yang pantas ada di telapak kakinya.


"Good, saya kagum pada anda Nona, dan dengar baik-baik, karena saya tidak akan mengulanginya untuk kedua kali, " Berpikirlah dua kali Nona, kalau anda masih sayang dengan nyawa anda, dan melihat matahari terbit" , satu tetes darah yang mengalir, maka anda akan membayar dengan nyawa anda, bahkan memohon pun anda tidak ada kesempatan untuk itu, dan sebelum anda menyesali itu semua, meski anda sahabat tuan muda sekali pun saya tidak segan-segan melakukannya, camkan itu!!

__ADS_1


Tatapan tajam dan dingin Edo, saat mengatakan itu pada Sarah, membuat Sarah sedikit ciut, bahkan Sarah seperti kekurangan oksigen, dan Edo sempat melihat Sarah yang terlihat ciut, tapi Sarah yang memang mempunyai jiwa ambisi yang kuat, secepat mungkin ia menyembunyikan ketakutannya agar tidak terlihat takut dengan ucapan Edo barusan.


"Kita lihat saja, siapa yang akan memohon nantinya, saya atau kamu, dan simpan saja omong kosong mu itu, karena itu hanya sebuah nyanyian penghantar tidur bagiku, ujar Sarah, yang menutupi ketakutannya.


" Wow, aku suka dengan hobby mu itu Nona, dan bila anda merindukan nyanyian penghantar tidur, jangan segan-segan untuk menghubungi saya, karena saya punya banyak nyanyian penghantar tidur untuk anda, jeritan tangis, dan jeritan memohon, anda bisa memilih judul yang mana anda ingin kan sebagai nyanyian penghantar tidur anda!! ujar Edo lagi, menatap sinis dan tersenyum menyeringai pada Sarah, dan sepertinya ia tidak bisa menganggap remeh wanita itu.


Setelah mengatakan kalimat terakhir itu, Edo pun pergi meninggalkan Sarah, yang masih berdiri menatapnya dengan amarah, tapi Edo sama sekali tidak menoleh, ia tahu setelah ini Sarah pasti tidak akan tinggal diam, di lihat dari cara bicaranya, wanita itu sangat memiliki ambisi yang begitu besar untuk mendapatkan tuan mudanya, tapi ia tidak akan membiarkan siapa pun orangnya yang akan menghancurkan kebahagiaan tuan dan Nona mudanya.


"Datang ke apartemenku sekarang juga, aku punya kerjaan untukmu, dan kali ini aku tidak mau ada kata yang namanya gagal, ujar Sarah, dalam sambungan telponnya, berbicara pada seseorang yang akan ia manfaatkan untuk misinya, ucapan Edo membakarnya, hingga ia tak berpikir jernih lagi, dan langsung merencanakan sesuatu untuk lebih dulu melumpuhkan Edo, sebagai penghalang terbesarnya untuk mendapatkan Kevin, karena bagi Sarah urusan istri Kevin, tidak terlalu sulit menyingkirkannya dari sisi Kevin, dan ia sendiri yang akan melakukan itu pada Gaby, yang terpenting saat ini, Edo adalah target utamanya yang sangat jelas bisa menggagalkan rencananya, dan kali ini ia tidak akan melepaskan Kevin, bagai mana pun caranya, setelah sekian lama ia menunggu waktu ini tiba, dan sekian lama ia memendam rasa yang tak bisa tercapai semenjak mereka satu sekolah dulu, dan membuat Sarah sakit, Kevin tak pernah melirik nya sama sekali dan menganggap ia tidak pernah ada semasa mereka sekolah dulu.


Setelah menutup sambungan teleponnya, Sarah pun pergi meninggalkan rumah sakit itu, dan tujuannya adalah apartemen, dan ia akan membuat rencana yang matang, agar semua rencananya berjalan baik, dan ia mendapatkan Kevin dengan leluasa, dan akan jadi miliknya seorang.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya ya Guys.


Salam Arthor


__ADS_2