
Kevin merengek-rengek pada mommy dan mama mertuanya yang tidak memperbolehkan Kevin membawa Gaby pulang ke mansion.
"Baru tiga hari kau berpisah dengan istrimu, sudah seperti mau mati saja.!! ujar Ayuma pada Kevin yang terus-menerus membujuknya agar Gaby kembali ke mansion.
" Ayolah Mom, aku bisa gila kalau begini terus.! ujar Kevin merengek kesal karena mommy nya tidak perduli dengan keluh kesahnya.
"Hei.! Gaby saja tidak keberatan dia tinggal bersama kami, itu artinya Gaby masih ingin bersama kami, ujar Ayuma yang jadi kesal karena Kevin terus memaksa.
" Sudahlah Vin, kamu mau bilang apa pun nggak akan merubah keputusan kami, nggak perlu merengek seperti anak SD begitu.! ujar Bita mama mertuanya, yang juga tidak mengijinkan Gaby kembali ke mansion.
"Huh.! aku heran, kenapa papa dan Daddy bisa tahan punya istri penindas seperti mama dan mommy, ujar Kevin keceplosan karena kesal, tak ada yang mendukungnya.
Ayuma dan Bita yang mendengar Kevin mengatai mereka penindas, langsung menatap tajam pada Kevin, lalu mereka saling pandang dan mengedipkan mata, tanda memberi kode, entah apa rencana mereka, tapi senyum menyeringai terbit di bibir kedua ratu kebesaran itu, membuat Kevin bergidik ngeri, karena firasatnya berkata akan terjadi sesuatu, tapi entah apa itu, Kevin tak bisa menebak apa yang ada dalam pikiran kedua ratu kebesaran itu.
"" Bita.! bagai mana kalau kita pergi berlibur, dan pasti sangat menyenangkan, apa lagi kita akan membawa Gaby ikut bersama kita, ujar Ayuma, dan bicara sedikit keras agar Kevin mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Ah, kau benar Yuma, aku sudah lama nggak berlibur dan menurutku itu ide yang sangat tepat, dan aku yakin Gaby pasti senang kita juga mengajak nya.! ujar Bita yang tak kalah kerasnya, bicara, membuat Kevin melotot tak percaya mendengar rencana kedua ratu itu.
" Tidak, tidak.!! aku tidak mengijinkan Gaby pergi tanpa aku, dan mommy juga mama, jangan seenaknya begitu dong, main bawa-bawa aja.!! ujar Kevin melontarkan keberatannya karena istrinya akan di bawa berlibur tanpanya.
"Memangnya, siapa yang butuh ijin dari kamu, mommy nggak perduli kamu kasih ijin atau tidak, dan... kami akan berlibur sepuasnya sampai kami bosan, dan Gaby ikut bersama kami.! ujar Ayuma, tegas, tak perduli Kevin yang tidak memberi ijin.
" Mom, Gaby itu sedang hamil, dia nggak bisa melakukan perjalanan jauh, karena itu bisa membuatnya lelah Mom, aku nggak mau Gaby sakit hanya karena pergi berlibur dan menempuh perjalanan jauh.
"Itu hanya akal-akalanmu saja kan?? beraninya mengatai kami penindas.! dan mommy tidak akan merubah keputusan mommy, ujar Ayuma tegas, membuat Kevin frustasi, karena mommy nya sangat sulit di bujuk kalau sudah marah.!
" Mom, apa mommy nggak kasihan sama Kevin, aku bahkan sudah tiga hari tidak menjenguk anakku, dan aku sudah merindukannya Mom.! ujar Kevin yang bicara begitu sarkas, padahal mama mertuanya juga ada di sana, membuat Bita yang mendengar ucapan sarkas Kevin, tersenyum kikuk, sungguh menantunya tidak melihat situasi.
"Dasar anak nggak tahu malu.!! bicara seenaknya, pergi kamu.!! ujar Ayuma yang juga malu, mendengar perkataan Kevin, dan melempar Kevin dengan buah apel, tapi Kevin mengelak, malah menangkap buah apel itu, membuat Ayuma kesal dan melempar lagi, tapi tetap bisa Kevin elak, saat yang ketiga kalinya, Ayuma ingin melempar lagi, tak jadi dan tangannya menggantung di udara, karena Edo dan Dinda tiba-tiba datang, ingin bertemu Kevin, memberitahukan apa yang sudah mereka lakukan pada Sarah.
"Tuan muda, bisa kita bicara sebentar, saya mau menyampaikan sesuatu.! ujar Edo, tapi sempat ingin tertawa karena melihat kekonyolan ibu dan anak itu.
" Apa ada hal yang serius Do?? tanya Kevin, karena Edo mengatakan ada hal yang penting, dan kalau Edo sudah bicara begitu, pertanda memang ada hal yang tidak sepele.
Mendengar Edo ingin bicara hal yang penting, jiwa kepo dan rasa ingin tahu kedua ratu itu pun meronta, mereka langsung mendekati Edo dan Dinda yang terlihat serius.
"Kita bicara di sana.! ujar Edo menunjuk kearah taman belakang, karena di sana Bora dan Alvaro asik bermain catur, dan Kevin, merasa tidak ada yang perlu di rahasiakan pada keluarganya.
Mereka pun pergi menuju taman belakang, dan di ikuti kedua ratu kepo itu, sementara tepat Gaby baru keluar dari kamarnya, yang baru saja selesai mandi, melihat semua orang pergi ke taman belakang, Gaby pun mengikuti mereka ke sana.
__ADS_1
"Selamat pagi Tuan besar.! Tuan Alvaro.! sapa Edo saat mereka tiba di taman belakang, melihat kedua pria paruh baya itu asik dengan permainan catur nya.
" Pagi Di.! Alvaro
"Pagi Do.! kamu datang rupanya, ujar Bora menjawab sapaan Edo.
Edo tak menjawab,, ia hanya mengangguk dan tersenyum saja, lalu ia pun duduk karena Kevin dan yang lainnya sudah lebih dulu duduk.
Gaby yang memnag rindu dengan suaminya, langsung duduk di sebelah Kevin, lalu ia pun menatap serius pada Edo dan Dinda, berpikir Edo mau melamar Dinda, dan Gaby senyum-senyum nggak jelas pada Edo dan Dinda, membuat sepasang kekasih itu jadi merasa aneh, karena Gaby melihat mereka secara bergantian.
"Katakan.! apa yang ingin kau sampaikan, seperti nya menarik.! ujar Kevin.
" Benar Tuan muda, dan kabar ini juga bisa membuat nona Gaby tidak perlu lagi takut untuk keluar karena kami sudah melakukan yang seharusnya, ujar Edo pada Kevin.
"Maksud kamu apa Do?? tanya Kevin yang tidak paham apa yang Edo bicarakan.
" Kami sudah menangkap Sarah Tuan, maaf saya bergerak tanpa sepengetahuan Tuan muda, karena Sarah berencana ingin melenyapkan Dinda.! ujar Edo menjelaskan.
"Siapa yang mau melenyapkan Dinda?? tanya Ayuma reflek, karena putri kakaknya yang mereka bicarakan, apa lagi mendengar kata melenyapkan, membuat Ayuma langsung bertanya.
Pertanyaan Ayuma, tidak di jawab Edo, ia merasa Tuan mudanya yang lebih berhak memberitahu keadaan yang sebenarnya.
"Maksud kamu apa Vin, sebenarnya apa yang terjadi?? apa ada yang tidak kami ketahui?? tanya Ayuma yang panik karena tiba-tiba mendengar kabar yang menegangkan.
" Mah, Pah, Kevin juga minta maaf, tapi semua ini sengaja Kevin rahasiakan dari kalian, karena kami harus membuat cara agar bisa menangkap orang itu, dan membuat ia mengakui perbuatannya di depan publik, ujar Kevin pada kedua mertuanya, membuat Bita dan Alvaro jadi bingung, dan berpikir ada apa sebenarnya.
"Kevin punya taman sekolah dulu, namanya Sarah, dan Kevin sama sekali kalau Sarah sejak kami sekolah, ternyata punya perasaan pada Kevin, tapi Kevin tidak tahu, hingga kami bertemu lagi, saat aku membawa Gaby ke pantai.
"Semenjak saat itu, Sarah yang memang memiliki cinta terpendam selama ini, merasa kecewa saat Kevin memberitahukan Kevin sudah menikah, hingga Sarah melakukan segala cara agar bisa mewujudkan keinginannya yaitu mendapatkan Kevin, dan membayar orang untuk menghabisi Edo dan Gaby, ujar Kevin menjelaskan.
" Apa.!! teriak Bita dan Ayuma serempak, kaget dengan cerita Kevin.
"Tapi semua bisa Edo atasi Mom, Mah, dan kami membuat berita bahwa Edo dan Gaby benar-benar terbunuh dan meninggal saat kejadian yang direncanakan Sarah, karena kami menugaskan pengawal terbaik dan bisa di percaya, menjadi rekan Sarah, dan kami pun bisa mengelabuhi Sarah, seolah kejadian itu nyata dan benar-benar terjadi.! ujar Kevin lagi menjelaskan.
"Hal sebesar ini kamu tidak memberitahu kami?? kalau terjadi sesuatu pada Gaby, apa kau bisa menjelaskannya pada kami?? ujar Bora merasa tidak berguna karena Kevin menutupi masalah itu dari mereka.
" Maaf Dad, Kevin hanya nggak mau kalian kepikiran, dan membuat kalian khawatir, ujar Kevin.
"Lain kali Daddy tidak menerima alasan apa pun.! dan jangan tutupi apa pun dari kami apa lagi ini menyangkut nyawa dan keselamatan Gaby.! ujar Bora bicara tegas, tak suka karena Kevin seolah membuat mereka tak berguna.
__ADS_1
" Iya Dad, maaf.! jawab Kevin pasrah.
"Sekarang katakan, apa yang sudah kalian lakukan?? tanya Bora pada Edo, ingin tahu kelanjutan cerita tadi.
"Saya sudah melumpuhkan Sarah dan orang-orangnya Tuan besar, dan saya sudah membawa wanita itu ke markas kita, ujar Edo memberitahu.
" Bagus.! aku ingin menemuinya, ujar Bita yang mengepalkan tangannya, karena sudah berani menargetkan putrinya.
"Mah, biarkan mas Kevin dan Edo yang menyelesaikan masalah ini, yang terpenting kan Gaby baik-baik saja, ujar Gaby tak mau mamanya menemui Sarah.
" Tidak.! Kami akan menemui wanita itu, beraninya dia melakukan itu pada mu, dan kami tidak akan tinggal diam, ujar Alvaro yang juga ikut geram pada Sarah.
"Setuju.! dan kali ini jangan ada yang komentar lagi, dan wanita itu sekarang bagian kami, besok kita akan ke markas, aku ingin melihat dan mengenal wanita itu, yang sudah berani merencanakan hal keji padamu, dan kami yang akan menentukan hukuman apa yang pantas untuk wanita gila itu.!! ujar Ayuma yang mendukung perkataan Alvaro.
" Tapi Mom.!
"Kau pilih, serahkan wanita itu pada kami, atau Gaby akan kami bawa tinggal bersama kami.!! ujar Ayuma memberi Kevin ultimatum.
Kevin yang berpikir ini kesempatan yang tepat, tentu ia lebih memilih istrinya di banding Sarah si wanita ular itu, dan untung saja mommy nya memberi pilihan itu, dan Kevin merasa beruntung karena kedatangan Edo.
"Baiklah, terserah kalian saja, aku tentu memilih istriku dari pada wanita gila itu, ujar Edo pada mommy nya, dan membiarkan hukuman apa yang pantas untuk ular betina itu.
" Bagus.!, kami yang akan menghajarnya, menghukum wanita itu, setelah kami puas, kalian baru bisa menyerahkannya pada polisi, biar dia membusuk di sana.! ujar Ayuma yang sudah tidak sabar untuk menghajar Sarah.
"Kamu tidak apa-apa kan Dinda?? tanya Bora, yang khawatir pada Dinda.
" Nggak Om, kan ada kak Edo yang melindungi Dinda, ujar Dinda yang memuji Edo di hadapan keluarganya.
"Terima kasih ya Do, kau sudah banyak berkorban dan begitu setia pada kami.! ujar Bora, menyampaikan rasa terima kasih nya.
" Tuan besar jangan bicara begitu, aku melakukan apa yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab ku, dan janji setiaku pada Tuan muda, ujar Edo tak enak hati pada Bora, yang berterima kasih pada nya.
Mendengar Edo begitu tulus dan sangat bertanggung jawab, Bora dan yang lainnya pun mengangguk paham, dan tersenyum bahagia, karena Edo bukan lagi orang luar bagi mereka karena mereka sudah menganggap Edo bagian keluarga besar mereka.
Bersambung.
Mana Vote-votenya?? jempolnya, komentar??
Salam Author๐๐๐
__ADS_1