BUTIRAN LUKA

BUTIRAN LUKA
26. Penyesalan Gaby


__ADS_3

"Dokter, bagai mana keadaan suami saya Dok??


" Tuan Kevin mengalami cidera di kepala, dan untung saja tidak mengenai syaratnya, tapi luka di kepala tian Kevin cukup serius, dan kami belum bisa memastikan apakah keadaan tuan Kevin secara detailnya, karena kami masih harus melakukan tindakan lanjutan untuk lebih bisa memastikan keadaan tuan Kevin, namun untuk saat ini tuan Kevin masih belum sadar dan kami akan memindahkannya ke ruang perawatan, Dokter Damien menjelaskan.


Gaby langsung lemas mendengar penuturan dokter Damien, apa lagi saat melihat brankar keluar dari ruang UGD dengan Kevin yang terbaring lemah, membuat Gaby, menangis histeris.


"Nona, tenangkan diri anda, Nona harus yakin kalau tuan muda baik-baik saja, dan kita berdoa agar tuan muda tidak mengalami hal serius di bagian otaknya, ujar Edo menenangkan Gaby, yang hampir saja ambruk, karena lemas.


" Aku, aku yang udah membuat suamiku bahaya seperti ini, aku yang mencelakai nya, ujar Gaby yang tak tahan menahan sesak di dadanya.


"Sebaiknya kita ke ruang perawatan tuan muda Nona, dan anda temani tuan muda di sana, saya akan menyuruh pengawal dulu untuk membelikan makanan untuk anda, ujar Edo, dan Gaby pun pergi ke ruang perawatan Kevin.


Langkah kaki yang gemetar, isak tangis yang tak bisa ia tahan, serta sesak di dadanya membuat Gaby menyesali niatnya yang ingin kabur.


Gaby duduk di sisi ranjang Kevin, tangisnya semakin pecah, melihat Kevin dengan luka di kepalanya, hatinya hancur melihat suaminya terbaring lemah, hanya karena kebodohannya.


"Maafkan aku, aku yang sudah membuatmu begini, aku memang bodoh, aku tak bisa melihat kesungguhan mu yang berusaha memperbaiki hubungan kita, aku mohon jangan meninggalkan ku, kau bilang ingin anak kita lahir dengan orang tua yang utuh kan, jadi kumohon jangan meninggalkan kami, ucap Gaby menangis pilu, membenamkan wajahnya di atas dada Kevin.


Edo yang tak sengaja masuk, membawa makanan dan beberapa pakaian untuk tuan dan Nona mudanya, tak sanggup mendengar semua ucapan Gaby, hatinya juga sakit melihat keadaan tuan dan Nona mudanya, yang sejak dari awal tidak ada bahagianya, yang ada hanya butiran luka menyakiti mereka.


"Nona, jangan seperti itu, tuan pasti tidak suka melihat keadaan anda yang demikian, dan jangan menyalahkan diri anda Nona, ini adalah musibah, saya yakin tuan dan Nona bisa melewati ini semua, ujar Edo tak ingin Nona mudanya terlarut dalam kesedihan, apa lagi melihat kondisi Nona mudanya yang sedang mengandung.


"Tapi Do, kenyataannya akulah yang bersalah dengan kejadian ini, ujar Gaby, yang tetap menyalahkan dirinya.


" Tidak ada yang mengatakan hal itu pada anda Nona, yang terpenting saat ini tuan muda sudah mendapatkan perawatan, dan semoga tuan muda cepat siuman, ujar Edo lagi agar Gaby, tidak terus menerus menyalahkan dirinya.

__ADS_1


"Apa tidak sebaiknya keadaan tuan muda di ketahui orang tuanya??


" Tidak Nona, tuan muda akan marah soal itu, karena saya tahu betul bagai mana tuan muda, tuan sama sekali tidak ingin keadaannya yang seperti ini di ketahui orang tuanya, ujar Edo menyarankan agar merahasiakan keadaan tuan mudanya.


"Baiklah, kalau itu sudah menjadi keputusanmu, aku hanya takut, mereka akan marah kalau kita tidak memberitahu keadaan yang sebenarnya.


" Nona, anda harus tahu, jauh dari keadaan tuan muda yang sepertinya ini, bahkan lebih parah dari ini, tuan muda tidak memperbolehkan kami memberitahukan pada siapa pun, dan tuan muda bisa melewati keadaan yang lebih buruk dari ini, jadi Nona jangan terlalu khawatir, tuan muda orang yang kuat, dan tidak mudah menyerah, ujar Edo menjelaskan.


"Mudah-mudahan, apa yang kamu bilang benar, Kevin bisa melewati ini semua, karena aku nggak sanggup melihat keadaannya yang seperti ini, ucap Gaby, seraya mengusap lembut lengan Kevin.


" Sebaiknya anda makan dulu Nona, menemani tuan muda juga butuh tenaga, ujar Edo agar Gaby mau makan, karena keadaan Gaby cukup lemah.


"Saya tidak lapar Do, nanti saja, ucap Gaby, tak berselera, dan ia tak sanggup makan sendiri sementara suaminya tidak makan.


" Nona, saya tahu anda begitu khawatir pada tuan muda, tapi anda juga harus memikirkan kandungan anda Nona, ujar Edo tetap memaksa Gaby untuk makan.


"Kau benar, aku sudah egois dan melupakan bahwa ada kehidupan juga di rahim ku, karena terlalu larut, aku sampai lupa dengannya, Terima kasih sudah mengingatkan dan selalu ada untuk kami, ujar Gaby, yang masih bersyukur ada Edo yang selalu setia mendampinginya juga suaminya.


" Sama-sama Nona, saya hanya menjalankan sesuai keinginan tuan muda, karena saya tahu tuan muda pasti tidak suka melihat keadaan anda yang sepertinya ini, ujar Edo lagi agar Nona mudanya menyadari bahwa tuan mudanya sangat mencintai Nona mudanya itu.


Gaby pun mulai makan, walau ia tak berselera tapi tetap di paksakan nya, agar anak yang ada dalam kandungannya tetap sehat.


"Nona, saya permisi dulu, ini ada pakaian anda dan tuan muda, kalau ada apa-apa anda bisa langsung hubungi nomor saya Nona, ujar Edo.


" Kamu mau kemana Do??

__ADS_1


"Saya mau meminta pihak rumah sakit untuk menyiapkan satu ranjang lagi untuk anda istirahat, dan setelah itu, saya mau ke markas Nona, menemui preman yang sudah di temukan dan masih dia orang, ujar Edo, membuat Gaby tersentak.


" Mereka sudah di temukan?? lalu bagai mana dengan yang lainnya??


"Pengawal kita masih terus mencari Nona, dan saya yakin mereka semua tidak akan lepas dari jangkauan para pengawal kita, dan anda jangan takut, karena saya sudah menempatkan lima pengawal terbaik, untuk berjaga di luar, agar anda dan tuan muda aman, ujar Edo, ia yakin Nona mudanya masih takut dan terbayang dengan kejadian itu.


"Baiklah, Terima kasih sudah memperhatikan keselamatan kami, ujar Gaby kagum pada Edo yang selalu sigap tanpa di perintah.


" Itu sudah kewajiban saya Nona, dan saya juga nanti akan berjaga di luar, setelah kembali dari markas, kalau begitu saya permisi Nona, ujar Edo dan berlalu pergi.


"Kau dengar apa yang di katakan Edo tadi.?? para preman itu sudah di temukan, jadi cepatlah bangun, bukankah kau ingin menghajar mereka?? kau akan menghajar mereka untuk ku kan, karena sudah berani menyentuh ku, iya kan, ucap Gaby bicara sendiri, dan air matanya pun jatuh.


"Dokter Damien, tolong perintahkan para petugas rumah sakit, menyiapkan satu ranjang lagi ruang perawatan tuan muda, agar Nona muda bisa istirahat dengan nyaman.


" Baiklah, saya akan menyuruh mereka, dan jangan khawatir dengan itu, ujar dokter Damien.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi, kalau ada perkembangan tentang tuan muda, kabari saya, saya ada keperluan sebentar, ujar Edo dan berlalu pergi dari ruangan dokter Damien.


Edo pun pergi menuju markas, ia sudah tidak bisa menahan emosinya, bahkan rahangnya mengeras, kali ini ia tidak akan mengampuni orang-orang yang sudah berani menyentuh tuan mudanya.


Bahkan ia meminta para pengawal, agar mencari semua preman yang terlibat, dan tidak bersisa, karena orang-orang seperti itu tidak pantas hidup layak, karena hanya merugikan orang lain.


Bersambung.


Jangan lupa Jejaknya ya Guys.

__ADS_1


Salam Arthor


__ADS_2