
Gaby sekarang tinggal bersama Ayuma dan Bita, dan mereka sepakat selama seminggu mereka tinggal bersama di rumah yang di tinggali Bora dan Ayuma.
Alvaro dan Bita pun setuju, setidaknya mereka bisa menghabiskan waktu bersama dengan putri mereka, dan melepaskan kerinduan mereka.
Sementara Kevin, hanya bisa pasrah, karena Gaby di bawa mommy dan mama mertuanya, seminggu bagaikan setahun baginya, dan semalaman Kevin nggak bisa tidur, dan sangat gelisah, karena Gaby tidak ada di sampingnya, karena sangat gelisah, Kevin pun melakukan video call pada Gaby, berharap ia akan bisa tidur setelah melihat wajah istrinya, namun harapan tinggallah harapan, karena Kevin bukannya melihat wajah istrinya di layar ponselnya, melainkan wajah dua ratu kebesaran itulah yang terpampang jelas, membuat Kevin, semakin mau gila, karena ponsel istrinya pun di sita, dan Kevin nggak punya harapan lagi.
Pagi ini Kevin berangkat ke kantor dengan perasaan lesu, tak bersemangat, yang biasanya ia selalu di urus istrinya, dan pagi harinya ia mendapat sarapan buatan istrinya, kini tidak lagi. Saat serapan pagi tadi pun, Dinda bahkan menertawakannya, karena ia sampai melamun saat sarapan pagi, membayangkan istrinya yang selalu memberinya senyum saat mereka sarapan bersama.
Kevin pun tiba di kantor, tak lama Edo dan Dinda pun sampai. Saat Kevin berjalan melewati beberapa karyawan, ia tak sengaja menabrak seorang OB karena tak fokus, membuat karyawan menatap aneh pada Kevin, yang nggak biasanya, terlihat lesu dan tak bersemangat, hingga sampai di ruangannya pun Kevin semakin uring-uringan, karena pikirannya masih tertuju pada istrinya.
Suasana kantor pun berjalan hikmad, seperti biasanya, para karyawan pun bekerja sesuai poksi nya masing-masing, tapi tidak dengan Kevin yang frustasi di ruangannya, karena tak fokus, karena merindukan istrinya, padahal masih satu hari ia tidak melihat Gaby, tapi sudah membuatnya hampir gila.
Di tengah-tengah kesibukan karyawan yang bekerja, tiba-tiba mereka di kejutan dengan seorang tamu wanita yang memaksa masuk dan ingin bertemu dengan Kevin. Karyawan yang bekerja di loby kantor dan satpam sudah beradu mulut pada wanita itu, melarang wanita itu masuk, karena mereka sudah mendapat perintah dari Edo, yang tidak memperbolehkan wanita itu masuk.
Satpam dan recepsionis, kewalahan menghadang wanita itu, hingga mereka terpaksa melapor pada Edo, agar turun tangan langsung mengusir wanita tersebut.
"Dengar ya, kalian akan di pecat, karena aku akan melaporkan kalian pada Kevin, kalian tidak tahu aku siapa.!! ujar Sarah yang teriak-teriak nggak jelas.
" Kami hanya menjalankan perintah nona, jadi tolong kerja sama nya, jangan menganggu kenyamanan di kantor ini, ujar satpam yang bertugas saat itu.
"Perintah kata mu?? siapa yang memberi mu perintah?? tanya Sarah semakin marah.
" Dia atasan kami, pak Alan, karena beliau yang memberi perintah itu.
"Alan?? siapa Alan?? tanya Sarah lagi, ingin tahu siapa Alan yang sudah berani membuat perintah itu dan melarang nya masuk.
" Beliau adalah orang kepercayaan pak Kevin, pengganti pak Edo, ujar satpam itu memberitahu.
Sementara Edo yang sudah di beri tahu, tentang keributan itu, langsung turun ke lantai dasar, dan sebelum nya memperbaiki penampilannya, membuat penyamarannya semakin rapi.
"Ada apa ini, kenapa kalian membiarkan keributan di sini.!! ujar Edo datar dan dingin, lalu menatap Sarah dengan sorot mata tajam.
__ADS_1
" Nona ini memaksa masuk Tuan, karena kami melarang Nona ini malah marah-marah nggak jelas, dan memaksa masuk.!! ujar satpam itu menjelaskan.
"Oh, jadi kau yang sudah berani membuat perintah, melarang ku masuk?? ujar Sarah semakin naik darah, melihat orang baru di kenalnya itu.
" Apa anda keberatan Nona, dan saya tidak menjalankan perintah.!! ujar Edo masih tetap datar dan dingin.
"Apa kau tidak tahu siapa aku?? dan siapa yang memberi mu perintah.!! tanya Sarah ingin tahu.
"Apa saya perlu menjelaskan itu.!! dan anda bukan siapa-siapa di sini, jadi anda tidak punya hak mengatur saya.! ujar Edo membuat Sarah semakin tersulut.
" Kau tidak berani kan mengatakan siapa, karena Kevin nggak mungkin melakukan itu, dan kau pasti membuat perintah tanpa sepengetahuan Kevin.!! ujar Sarah yang besar kepala, mengira Edo akan ciut saat ia mengatakan itu.
"Anda terlalu percaya diri Nona, anda di larang masuk itu bukan perintah pak Kevin, tapi itu perintah calon istri Tuan muda.!! ujar Edo membuat Sarah panas dingin, amarahnya pun semakin berkobar, karena Dinda sudah membuat Kevin menuruti keinginan nya.
" Wanita j*****g itu.!! berani nya dia melakukan ini padaku.!! ujar Sarah memaki Dinda, membuat Edo mengepalkan tangannya, tak terima wanitanya di katai seperti itu.
"Bukankah yang pantas di sebut j*****g itu adalah anda Nona, karena anda tidak punya malu datang menemui laki-laki yang tidak menganggap anda siapa-siapa.!! ujar Edo membuat mental Sarah ciut, dan menjatuhkan harga dirinya sebagai wanita.
"Aku tidak terima dengan penghinaan ini, dan aku akan membalas mu, dan kau akan menyesal.!! ujar Sarah, teriak karena merasa begitu hina, karena Edo sudah membuatnya malu.
" Silahkan saja Nona, karena saya tidak takut pada anda.!! dan saya ingat kan, berhati-hatilah Nona, karena waktu mu tidak banyak, dan bersiaplah karena kita akan bertemu di tempat yang indah.!! ujar Edo memberi Sarah ultimatum.
Sarah yang mendengar perkataan Edo, keringat dingin, ucapan Edo membuatnya mengingat sesuatu, "Apa mereka sudah mulai mencium jejakku, dan mulai curiga padaku?? ucapan nya bagai sebuah ancaman??" pikir Sarah.
"Kau akan menyesal.!! ujar Sarah, menutupi ketakutannya, agar tidak terlihat ia sedang memikirkan sesuatu.
" Kita lihat saja Nona, apa kata-kata itu lebih pantas untuk saya atau untuk anda.! ujar Edo semakin membuat Sarah takut.
"Dasar tidak berguna.!! aku akan membalas mu, ujar Sarah, berlalu pergi, karena ia semakin keringat dingin, sengaja memberanikan diri menjawab Edo, agar tidak kelihatan takut, namun Edo bisa melihat itu, Sarah terlihat ciut, karena ultimatum yang Edo katakan tadi.
" Lanjutkan kerja kalian, dan tetap awasi wanita gila itu, jangan sampai dia bisa menerobos masuk, bila perlu buat alaram khusus, agar saat wanita itu menginjakkan kakinya, kalian bisa cepat bertindak, siapa tahu ia melalukan penyamaran.!! ujar Edo, mengantisipasi kemungkinan yang terjadi.
__ADS_1
"Siap Tuan.! jawab satpam itu cepat dan tegas.
Edo pun kembali ke ruangannya, saat ia masuk Dinda tak sengaja mendengar helaan nafas Edo yang panjang, dan terlihat kesal dan jengkel.
" Ada apa, seperti nya kamu lagi kesal?? tanya Dinda, saat Edo menyandarkan badannya di sandaran kursi kerja nya.
"Ular betina itu muncul lagi, dan membuat keributan di loby, dasar nggak tahu malu.!! ujar Edo yang kesal karena Sarah mengatai Dinda wanita j******g tadi.
" Wah, nggak ada kapok nya ya dia, masih saja berani menunjukkan mukanya di kantor ini.!! ujar Dinda ikut kesal.
"Ular betina itu mengira kita belum tahu perbuatan Kotor nya, dan masih merasa di atas angin, hingga masih percaya diri datang ke kantor ini.!! ujar Edo yang memikirkan rencana untuk membuat Sarah terjerat dan mereka akan membuat Sarah membusuk di penjara, setelah mendapat ganjaran dari mereka nantinya.
"Apa kamu punya rencana?? tanya Dinda seolah tahu Edo sedang memikirkan sesuatu.
"Iya, dan memang sedikit beresiko, dan kamu yang akan melakukan ya.! ujar Edo sudah tak sabar ingin menghancurkan Sarah.
" Katakan apa itu?? aku akan lakukan agar wanita itu bisa kita jebak dan tidak lagi menganggu rumah tangga kak Kevin dan kakak ipar, ujar Dinda antusias, karena juga sangat membenci Sarah.
"Kita akan cari kesempatan, dan mengikuti ular betina itu, saat tempatnya tepat, kamu muncul di sana, otomatis ular betina itu akan terpancing saat melihat mu, karena target nya saat ini kamu.! ujar Edo memberi saran dan rencana nya.
" Ok, aku setuju, dan kita akan bergerak secepatnya, jangan sampai wanita itu punya rencana lain lebih dulu, ujar Dinda menyetujui saran Edo.
"Benar, tapi kita nggak boleh gegabah, dan aku akan mengabari Nona Gaby, agar waspada, selama bersama dengan Tuan dan NY besar, karena Sarah bisa saja melihat Nona Gaby, saat mereka keluar rumah.
Dinda pun mengangguk paham, dan mereka akan bertindak, karena Sarah bisa saja bertindak di luar dugaan mereka.
Sementara Sarah yang sudah berada di apartment nya, memutar otak bagai mana caranya ia bertemu dengan Kevin lagi, hanya Kevin yang ia ingin kan, namun sebelum nya ia akan lebih dulu melenyapkan Dinda,, dan orang kepercayaan Kevin yang baru itu, seperti Edo dan Gaby, pikir nya, dan ia akan memanggil rekannya itu lagi, melakukan tugas berikutnya, untuk melenyapkan Dinda dan orang kepercayaan Kevin.
"Siapa pun yang menghalangiku dia harus mati.!! menancapkan gunting ke bantalnya, melampiaskan kemarahannya, dan merobek-robek habis, bantal itu, seolah ia telah melakukan langsung pada Dinda dan Edo.
Bersambung.
__ADS_1
Salam Author 🙏🙏🙏