
Gaby yang masih memikirkan perkataan Kevin saat di kantor, membuat Gaby semakin sesak di dadanya, dan berpikir apakah sebaiknya Gaby menyerah sebelum ia semakin merasakan sakit nanti nya.
Gaby duduk melamun di pinggir kolam renang, semenjak keluar dari kamar Gaby lebih memilih duduk di sana, agar pikirannya lebih tenang.
Gaby yang melamun pun tersadar, karena suara Art yang memanggilnya untuk makan malam.
"Nona, makan malam sudah siap dan tuan muda sudah menunggu Nona, Gaby yang tersadar pun mengangguk tanda mengiyakan ucapan Art itu.
Gaby pun beranjak dari duduk nya, melihat Kevin sudah duduk menatapnya, tapi Gaby tak menghiraukan tatapan Kevin, duduk santai dan mengambil piringnya, lalu mengisi makanan, dan tanpa basa-basi apa pun, Gaby menikmati makanannya, dan ia tahu Kevin belum makan dan masih terus menatapnya.
Kevin tak mengatakan apa pun, ia juga mengambil makanannya sendiri, dan makanan itu di ambilnya hanya sedikit, karena selera makannya sudah hilang, padahal Kevin sebenarnya sangat lapar.
Gaby lebih dulu selesai makan, dan ia pun meninggalkan Kevin di meja makan sendiri, membuat Kevin semakin tak berselera makan, sikap Gaby menganggu fokus Kevin dalam hal apa pun, pikirannya kacau, tak mengerti dengan Gaby yang tiba-tiba berubah tanpa sebab.
Gaby duduk di ruang tamu sambil membaca majalah, sengaja melakukan hal itu, agar Kevin tidak menunggunya untuk masuk ke kamar, karena Gaby memutuskan malam ini tidur di kamarnya yang dulu.
Melihat Gaby yang asik dengan majalahnya, Kevin pun tak ingin menganggu Gaby, takut mood Gaby semakin buruk, dan Kevin pun pergi ke ruang kerjanya, ia juga berpikir agar Gaby lebih dulu tidur, barulah ia akan ke kamar, pikir Kevin.
Gaby yang melihat Kevin masuk ke ruang kerjanya, langsung beranjak dari ruang tamu menuju kamarnya, dan Gaby sengaja mengunci kamar itu agar Kevin tidak bisa masuk nanti nya.
Satu jam sudah berlalu, Kevin pun sudah merasa ngantuk, ia pun beranjak dan keluar dari ruang kerjanya. Saat keluar dari sana, Kevin melihat ke arah ruang tamu, Gaby sudah tidak ada di sana, dan Kevin mengira Gaby sudah berada di kamar, dan sudah tidur.
Kevin pun berjalan menuju kamarnya, saat ia membuka pintu kamar, Kevin tak mendapati Gaby di dalam kamar mereka, dan Kevin pun langsung mencek kamar mandi, berharap Gaby sedang di dalam.
"Sayang, tok, tok, Kevin mengetuk pintu kamar mandi itu, dan memanggil Gaby, namun tak ada sahutan dari dalam, dan Kevin pun membuka kamar mandi itu, dan ternyata tidak terkunci dari dalam, dan Kevin pun tak juga mendapati Gaby di kamar mandi itu.
__ADS_1
Kevin keluar dari kamar mandi, berjalan ke arah balkon kamar, siapa tahu Gaby ada di sana, namun tetap juga Kevin tidak menemukan Gaby.
Kevin pun keluar dari kamarnya, turun ke bawah, dan tujuannya langsung ke arah kolam renang, mengingat Gaby tadi berada di sana, dan mungkin saja Gaby di sana, pikir Kevin.
Saat tiba di kolam renang, Kevin juga tidak menemukan Gaby, kembali masuk ke dalam, dan Kevin pun teringat kamar Gaby dulu, dan langsung menuju kamar Gaby.
Saat Kevin mau membuka pintu kamar itu, ternyata terkunci dari dalam, Kevin yakin Gaby berada di dalam kamar itu.
Kevin yang tak mau suara nya menganggu penghuni mansion, tak menggedor pintu itu, melainkan mencari kunci serap, dan itu pilihan tepat, Kevin juga tak mau para Art mendengar dan tahu keadaan mereka yang sedang tidak baik saat ini.
Kevin pun membuka pintu kamar itu, dan pintu pun terbuka lebar, namun langkah Kevin terhenti tepat di dekat pintu kamar itu, karena melihat Gaby yang menangis.
"Sayang, ada apa?? Kevin mendekati Gaby dan duduk di tepi ranjang.
Gaby pun tersentak kaget, karena Kevin berada di kamarnya, karena menangis, Gaby sampai tak menyadari Kevin yang sudah masuk ke dalam kamarnya.
"Ada apa?? kenapa kamu tidur di sini??
Gaby masih diam, tak menjawab pertanyaan Kevin.
"Apa aku ada salah?? atau membuatmu sakit hati??
Gaby tetap diam, dan air matanya pun semakin deras, tak sanggup mengatakan apa pun, namun pikiran Gaby teringat dengan keputusannya, dan mungkin ini saat yang tepat mengatakan pada Kevin pikir nya.
" Lepaskan aku, dan biarkan aku pergi dari hidup mu, tangis Gaby pun pecah, saat mengatakan itu.
__ADS_1
"Maksud kamu apa??
" Aku tahu kamu masih terbebani dengan masa lalu itu, bagai mana pun itu tidak akan hilang dari ingatan mu, selama kamu masih melihat aku, dan aku mau kita bercerai saja.
Duaarrrrr..!!!!
Dunia Kevin pun runtuh seketika, mendengar perkataan Gaby yang begitu mengejutkannya.
"Maksud kamu apa hah.!!!
" Aku hanya ingin yang terbaik untuk mu, dan kamu bisa melupakan semua kenangan pahit itu, dengan aku pergi dari hidup mu, kamu pasti bisa melupakan semua itu.
"Tahu apa kamu soal yang terbaik untukku.!! dan aku sudah berdamai dengan masa lalu itu.!!
" Kamu hanya berdamai, tapi tidak akan bisa menghapus ingatan itu dari hidup mu, dan aku adalah bagian dari masa lalu itu juga.
Kevin pun bungkam mendengar perkataan Gaby, lalu ia pun teringat akan ucapannya saat di kantor tadi, dan Kevin baru menyadari karena ucapannya itu sikap Gaby berubah dan diam.
"Kalau kamu memikirkan soal anak ini, setelah dia lahir aku akan memberikannya padamu, dan aku tidak akan membawa apa pun dari kamu, dan pergi jauh dari kehidupanmu, dan kamu akan bebas dari masa lalu itu, tangis Gaby pun semakin terdengar, hatinya sakit saat mengatakan akan menyerahkan anaknya pada Kevin sepenuhnya, namun Gaby sadar, ia tidak berhak atas anak itu, dan meski tak rela, tapi ia juga tak ingin egois pada Kevin, karena semua yang terjadi karena kesalahan orang tuanya di masa lalu.
"Semudah itukah kamu melepaskan darah daging mu sendiri?? hanya karena aku mengatakan tidak bisa melupakan masa lalu itu, kamu membuat keputusan sepihak, dan tak menghargai perasaan ku, juga darah daging mu.??
" Tapi itu yang terbaik untuk kita, dan kamu bisa hidup tenang tanpa bayang-bayang masa lalu itu.
"Kenapa saat sudah seperti ini, kamu membuat keputusan ini?? apa kamu mau membalas semua perbuatan dan perlakukan kasar ku padamu dulu??
__ADS_1
" Tidak, aku sama sekali tidak punya niat untuk itu, aku hanya tidak mau kamu terbelenggu dengan kenangan pahit itu, dan itu mustahil hilang dari ingatanmu, karena melihat ku setiap saat, akan membuatmu kembali pada masa kelam itu.
"Baiklah, kalau itu menjadi keputusan mu, aku tidak akan menahan mu, masalah anak itu, kamu tidak perlu meninggalkan nya padaku, karena anak itu terlahir dari wanita masa lalu juga, dan kamu hilang agar aku tidak hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dan hidup tenang, maka jangan tinggalkan kenangan apa pun padaku.!!! pergi meninggalkan Gaby, setelah mengatakan yang membuat dada Kevin sesak, masih tak percaya Gaby mengambil keputusan yang membuat nya hancur berkeping-keping.