BUTIRAN LUKA

BUTIRAN LUKA
38. Selamat Menikmati.


__ADS_3

Sarah menghubungi rekan barunya itu, ia ingin merayakan keberhasilan mereka, berhasil melenyapkan Edo dan dengan begitu harapannya mendapatkan Kevin semakin terbuka lebar, dan ia sengaja meminta rekannya datang, agar semakin menghasut pengawal itu untuk menghabisi Gaby.


Pengawal yang mendapat telpon dari Sarah, langsung memberitahukan pada Edo, agar tetap memantau Sarah, takut Sarah curiga dan tahu akan penyerangan palsu itu.


"Jangan ragu, wanita itu sekarang sedang berada di atas awan, dan sepertinya ia akan mengajakmu bersenang-senang, merayakan keberhasilan kalian, dan mungkin saja wanita itu akan menghasut mu untuk menghabisi Nona muda secepatnya, ujar Edo agar pengawal itu tidak ragu menemui Sarah.


"Firasat ku juga begitu, wanita itu pasti sudah merencanakan sesuatu, dan aku yakin wanita itu ingin secepatnya menyingkirkan Nona muda, agar bisa mendekati tuan muda, ujar pengawal itu lagi.


" Kau pergilah temui wanita gila itu, dan aku akan ke markas, mengurus para preman itu, mereka akan mendapatkan ganjaran karena sudah berani mengusik kita, ujar Edo, yang sudah mempersiapkan sesuatu untuk memberi para preman itu pelajaran, dan tanpa ampunan sedikit pun.


Pengawal itu pun pergi menemui Sarah, setelah mendengar sedikit pandangan dari Edo, dan ia akan bermain cantik kali ini, menghadapi Sarah harus punya trik yang cukup baik, sebab kalau tidak, Sarah akan curiga dan situasi akan kacau, mereka masih perlu cara yang sangat baik untuk melindungi Nona muda mereka dari ancam Sarah.


Sementara Edo sudah tiba di markas, sebelumnya Edo sudah memberitahukan pada tuan mudanya bahwa ia sedang menuju ke markas, dan saat itu juga Kevin yang mengetahui tujuan Edo, langsung memberi perintah mutlak dan siapa pun tidak akan bisa membantah perintah itu.


"Buat mereka merasakan sakit dulu, dan memohon ampun, dan selanjutnya kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan bukan?? ujar Kevin pada Edo dalam sambungan telepon.


" Sesuai perintah anda tuan muda, kali ini mereka akan menyesali telah salah memilih lawan, ujar Edo yang juga ikut geram.


"Aku percayakan pada mu, dan lakukan sebaik mungkin, ujar Kevin memberi tanggung jawab penuh pada Edo untuk memberi para preman itu ganjaran yang tidak pernah mereka bayangkan sekali pun.


Kevin pun mengakhiri sambungan telepon itu, setelah mengatakan apa yang seharusnya Edo lakukan pada preman yang sudah berani mengusiknya dan bekerja sama pada Sarah, apa lagi Kevin sangat ingin Sarah menerima lebih sakit dari para preman itu, karena sudah berani menargetkan istrinya, dan berniat melenyapkan Gaby.

__ADS_1


Edo yang sudah berada di markas, masuk ke ruang tempat para preman itu di kurung dan di siksa para bawahannya.


Edo melihat para preman itu sudah babak belur, dan terlihat tak berdaya, namun masih bernafas, dan tentunya masih bisa melihat kedatangan Edo.


"Tuan, ampuni kami, ujar salah seorang dari mereka.


Edo yang mendengar permohonan itu, hanya tersenyum sinis, baginya itu hanya sebuah nyanyian yang menyedihkan.


" Ampun kata mu.!! apa sebelum kau melakukan kejahatan, kau pernah berpikir bahwa perbuatan kalian ini adalah hal yang terpuji?? ujar Edo, sembari menatap tajam ke arah para preman itu.


Preman yang berucap tadi pun langsung diam, tak bisa menjawab ucapan Edo barusan, sementara salah seorang dari mereka sama sekali tidak punya rasa takut malah menatap sinis pada Edo, membuat Edo menyeringai dan kali ini ia tidak akan mengulur waktu lagi.


Saat perintah itu keluar dari mulut Edo, para pengawal itu pun langsung memposisikan para preman itu duduk di kursi yang sudah di persiapkan sebagai awal permainan mereka.


Satu persatu, mereka di duduk kan di kursi itu, para preman itu sama sekali tidak tahu apa fungsi dari kursi itu, namun saat sebuah tombol remot di tekan, tangan mereka pun terkunci pada pegangan kursi, membuat mereka terkejut, dan dapat merasakan bahwa mereka akan mendapatkan siksaan lebih sakit dari sebelumnya.


" Apa yang kau lakukan bajingan.!! teriak salah seorang preman itu, memberontak tak Terima di perlakukan demikian.


"Selamat menikmati, ujar Edo dingin dan datar, baginya teriakkan preman itu tidak jadi pengaruh, dan merubah keputusannya.


" Lepaskan kami.!! Brengsek.!! para preman itu tetap memaki Edo yang bersikap tenang dan tak menghiraukan teriakan mereka.

__ADS_1


"Lakukan.!! ujar Edo lagi memerintah para pengawalnya, agar memulai permainan itu, dan sengaja melakukan satu persatu, agar yang lainnya melihat kesakitan yang di rasakan teman mereka, dan itu akan jadi tontonan yang sangat berharga bagi Edo dan para pengawal lainnya.


Lagi dan lagi para pengawal itu hanya menurut, tanpa ada yang bicara, lalu kemudian menekan tombol secara berulang, dan salah seorang preman itu pun langsung berteriak histeris, saat kursi yang di duduki nya mulai bekerja, dan hal hasil rasanya sungguh sangat nikmat, membuat preman itu tak bisa mengatakan apa pun, karena begitu nikmatnya.


"Aaaaaa, tolonggggg.!! sakit, teriakan itu membuat para preman lainnya gemetar, tak sanggup melihat teman mereka di siksa tanpa ampun, dan merasakan sakit luar biasa.


Sengatan listrik dari kursi ajaib itu, membuat preman itu seperti terbakar, dan merasakan jantung dan hatinya seperti hangus terbakar, apa lagi kulit tubuhnya terlihat menghitam dan melepuh, dan rasanya sangat sulit untuk di ungkapkan karena begitu menyakitkan.


"Hentikan brengsek.!! teriak salah seorang dari mereka karena tak sanggup melihat temannya yang sudah tegang dan kaku.


" Lakukan.!!! ujar Edo lagi, tak menghiraukan teriakan dan makian para preman itu, dan giliran saat ini, pada preman yang sudah berani memakinya dengan kasar, dan hal hasil nasibnya berakhir sama seperti temannya itu.


"Aaaa, sakit, sakit, hentikan brengsek.!! ujar preman itu, masih saja berani berkata kasar, padahal nyawanya di ambang muat kematian, sama sekali tidak memiliki rasa bersalah, membuat Edo semakin geram, dan melakukan sendiri hukuman itu, dengan menekan tombol itu lama, tanpa mengulangnya, dan preman itu pun berakhir naas, dan tidak bernyawa lagi.


"Lakukan pada mereka juga, setelah itu kalian tahu kan apa yang harus kalian kerjakan selanjutnya?? ujar Edo pada pengawal itu, dan mereka pun menganggu patuh, Edo merasa cukup sudah memberikan pelajaran pada mereka, pergi dari ruangan itu, dan ia akan melakukan rencana untuk, urusan selanjutnya, jangan sampai Sarah, bertindak jauh, dan menyadari kalau rekannya itu adalah pengawal mereka, dan bisa-bisa nyawa Nona muda mereka dalam bahaya, dan Edo tidak ingin hal itu terjadi, dan bisa ia pastikan tuan mudanya kan murka bila terjadi sesuatu pada Nona muda mereka, bagi Edo sudah cukup selama ini tuan dan Nona mudanya dalam ketidak harmonisan, apa lagi baru saja tuan dan Nona mudanya memulai kehidupan yang baru dan nyaman, tapi Sarah sudah mau merusak kebahagiaan mereka, dan Edo tidak akan membiarkan itu terjadi, meski nyawanya akan jadi taruhannya, asalkan tuan mudanya hidup damai bersama cinta sejatinya.


Bersambung.


Jangan lupa jejaknya ya Guys.


Salam Arthor

__ADS_1


__ADS_2