BUTIRAN LUKA

BUTIRAN LUKA
44. Maaf


__ADS_3

Selama Kevin dan Edo bicara, mereka tak menyadari Gaby sudah siuman, hingga apa yang Kevin dan Edo bicarakan, semua di dengar oleh Gaby.


"Menurut kamu Do, apa aku sebaiknya melepaskan Gaby??


" Apa tuan muda menyerah.??


"Tapi sepertinya Gaby, memang tidak mencintaiku, kalau memang rasa itu ada pada Gaby, nggak semudah itu Gaby mengatakan hal yang sangat menyakitkan padaku.!!


"Jangan terlalu mudah memutuskan sesuatu tuan muda, Nona mengatakan itu karena ada alasannya, sebaiknya tuan muda bicara dengan Nona baik-baik, dengan kepala dingin, semua masalah akan terpecahkan.!


" Tapi kalau Gaby bersikeras, aku bisa apa?? karena dia punya hak memutuskan.!


"kalau menurut saya, Nona hanya takut, suatu saat masa lalu itu akan mencuat lagi di kemudian hari, karena tuan muda tidak bisa melupakan itu dari hidup anda, dan Nona berpikir, akan merasa sia-sia, menjalani rumah tangga dengan anda, bila ujungnya akan berakhir kecewa.!


"Aku memang tidak bisa melupakan itu, tapi aku sudah berdamai, apa itu tidak cukup sebagai bukti, bahwa aku tidak akan mengungkit itu lagi.!!


" Seandainya Nona menginginkan pergi dari anda, apa tuan muda bisa melepaskan Nona??


"Kalau memang itu bisa membuat Gaby bahagia, aku akan berkorban walau aku tersakiti.!


Gaby yang mendengar pembicaraan Edo dan Kevin pun, menangis pilu, dan tak sadar Gaby sampai mengeluarkan isak tangisnya, hingga Edo dan Kevin terkejut, bahwa Gaby sudah sadar, Edo dan Kevin pun saling pandang, seolah bertanya lewat tatapan mata, apakah Gaby mendengar apa yang mereka bicarakan tadi??


Kevin pun beranjak dari sofa tempat ia duduk, mendekat ke arah ranjang mereka, melihat Gaby yang menatap ke arah samping, yang masih menangis pilu.


Sementara Edo pun pergi, meninggalkan tuan dan Nona mudanya, memberi ruang agar bicara dari hati ke hati, dan memutuskan jalan yang akan mereka pilih nantinya.


"Aku tidak akan basa-basi lagi, sekarang mari bicarakan dan kita tentukan bersama, dan aku tidak memberimu pilihan, dan kamu bebas menentukan segalanya, aku siap menerima apa pun yang menjadi keputusan mu, datar dan dingin, Kevin bicara, membuat Gaby merasa Kevin sudah menyerah, dan pasrah.


Gaby tidak menjawab ucapan Kevin, hanya menangis karena hatinya sakit, mendengar Kevin seperti putus asa, dan menerima apa pun keputusan yang Gaby buat.


"Bicaralah, kamu tak perlu memikirkan perasaan ku, aku sadar aku memang tak pantas menjadi orang yang menempati hatimu, dan aku terlalu percaya diri, dan lupa telah begitu banyak menoreh butiran luka pada mu.!

__ADS_1


Gaby hanya mencerna perkataan Kevin, sedikit pun tak ada niatnya, untuk bicara, bahkan lidahnya kelu, seolah sulit untuk mengatakan apa pun, dan Gaby hanya diam dan diam, membuat Kevin, bingung melihat Gaby yang tak mau bicara sedikit pun.


"Aku menganggap diam mu ini sebagai jawaban, bahwa kamu memutuskan kita berpisah, dan aku akan mengurus secepatnya, memutuskan sepihak, karena Gaby tak merespon sama sekali.


Setelah mengatakan hal itu, Kevin pun pergi meninggalkan Gaby sendiri, ingin sekali Gaby mencegah Rafa agar tidak pergi, tapi sangat berat bagi Gaby, karena hatinya masih ragu.


Kevin menemui Edo di bawah, dia akan mengatakan pada Edo untuk mempersiapkan segalanya.


"Persiapkan semua berkasnya, sepertinya Gaby memang sudah bertekad bulat untuk pergi dari kehidupanku.!


" Apa Nona mengatakan begitu tuan??


"Tidak, dia sama sekali tidak mengatakan apa pun, dan aku anggap diamnya itu tanda Gaby setuju dengan perpisahan kami.!


" Pikirkan lagi tuan muda, mungkin Nona tidak bicara karena masih berpikir, dan bisa saja diamnya Nona karena tidak ingin pergi tuan.!


Kevin pun terdiam, mencerna ucapan Edo, merasa masuk akal apa yang di katakan Edo, apakah Gaby diam karena tidak ingin pergi?? batinnya.


"Baik, kalau begitu aku menunggu sampai Gaby mau bicara dan memutuskan apa selanjutnya.


Kevin pun kembali ke kamar nya, sebelumnya ia sudah menyuruh pelayan untuk membawa kan makanan untuk Gaby, mengingat Gaby belum makan apa pun, dan Kevin tidak mau egois karena pertengkarannya dengan Gaby, mereka melupakan anak mereka yang masih dalam kandungan itu.


"Makan dulu, kamu belum makan apa pun dari pagi, baby pasti juga lapar, menyuapi Gaby dengan telaten, padahal punggung Kevin pun terluka dan sangat sakit.


Gaby tak menolak Kevin menyuapinya, apa yang Kevin bilang benar adanya, meski keadaan mereka sedang tidak baik-baik saja, tapi masih ada kehidupan dalam perutnya yang juga harus mereka ingat.


Setelah selesai menyuapi Gaby, Kevin pun memberi obat pada Gaby, setelah memastikan Gaby meminum obatnya, Kevin pun ingin beranjak dan pergi, tapi langkahnya terhenti saat Kevin mendengar Gaby bicara.


"Maaf.!


Mendengar kata maaf di lontarkan Gaby, Kevin pun membalikkan badannya, menatap Gaby intens, dan Kevin masih belum tahu tujuan kata " Maaf" yang di lontarkan Gaby.

__ADS_1


"Kamu tidak ada salah apa pun, tak perlu minta maaf.! akulah yang salah terlalu memaksa mu, untuk tetap di Sisi ku.!


" Maaf untuk perkataan ku yang menyakiti mu, maaf karena sudah meragukan hatimu, maaf karena aku terlalu berpikir sempit, Gaby meneteskan air matanya lagi.


"Apa ucapan mu ini, mengatakan kalau kamu tetap bertahan di Sisi ku.??


" Iya, aku akan bertahan semampu ku, walau apa pun yang terjadi nanti, aku akan tetap bertahan.!


Kevin yang begitu bahagia mendengar penuturan Gaby, langsung memeluk Gaby, bahkan menangis, meneteskan air mata bahagia, senang karena Gaby lebih memilih bertahan di sisinya dan tidak menyerah, Gaby pun merasa damai dalam pelukan Kevin, dan hanya bisa berharap pada Tuhan agar mereka tetap bersama, melewati suka duka bersama.


"Ahh.!! meringis kesakitan, karena Gaby tak sadar dan karena terlalu bahagia, sampai melupakan luka di punggung Kevin, dan lebih parah dari luka Gaby.


" Maaf, maaf, aku nggak sengaja.!


"Nggak apa-apa, hanya perih sedikit.


" Berjanjilah, jangan pernah melakukan ini lagi, apa pun masalah kita, jangan menyakiti dirimu, karena aku juga sakit melihatnya, menangis melihat luka di punggung Kevin, sampai dadanya sesak.


"Aku berjanji, jangan menangis lagi, sudah cukup air mata ini menangisi pria yang bodoh seperti ku.! yang sudah begitu banyak menabur luka pada mu, dan air mata ini tidak pantas jatuh lagi karena pria bodoh ini.!


" Baguslah kalau kamu sadar kamu bodoh.! sengaja menggoda Kevin.


"Huh, senang amat suaminya bodoh.!


" Kan kamu yang bilang sendiri.! kenapa kesal sih.?


"Biarlah aku bodoh demi istriku yang baik hati ini, yang masih menerima pria bodoh, jahat Dan kejam ini, yang begitu banyak menyakiti, dan membuat penderitaan, bahkan kata menyesal pun tidak akan berguna, dengan segala kesalahan dan dosa yang ku perbuat pada mu.!


Atika pun menangis dalam pelukan Kevin, ucapan suaminya itu membuat hatinya perih, dan semua yang di katakan Kevin itu benar, Gaby yang harus berkorban karena dosa kedua orang tuanya, padahal Gaby sama sekali tidak the menahu, apa yang sudah di lakukan orang tuanya di masa lalu, dan Gaby adalah korban kerakusan orang tuanya akan harta dan kedudukan.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya ya guys.


Salam Arthur๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2