BUTIRAN LUKA

BUTIRAN LUKA
8. Pertemuan Yang Mengharukan


__ADS_3

Sesuai janjinya, Kevin membawa mommy nya ke Jerman untuk menemui daddy-nya, karena kesehatan mommy nya sudah sangat menunjukkan kemajuan hari demi hari.


Kevin yang merasakan mommy nya terlihat tegang, dan wajar karena selama ini mommy nya hanya melalui hari-harinya lewat bayang-bayang masa lalu dan terpisah lama dari sang daddy.


Kevin pun menyemangati sang mommy agar tidak terlalu tegang, karena semua akan baik-baik saja.


Meski pun ia sudah menebak akan ada tangis pilu menyertai pertemuan mereka nantinya dengan sang daddy, namun, Kevin tidak ingin mengulur waktu lagi, sudah cukup lelahnya selama ini, menantikan hal yang sangat ia rindukan berkumpul dengan keluarga lengkap, setelah melalu berbagai cobaan.


"" Mom, tidak ada yang perlu mom hawatikan, dan mom harus yakin, karena dengan daddy melihat mom akan menambah semangat daddy untuk cepat sembuh. "Percayalah mom, daddy pasti juga merasakan kerinduan seperti yang kita rasakan jadi jangan cemas dan hawatir hem?? ujar Kevin berusaha membuat mommy nya tidak terlalu memikirkan hal yang tidak-tidak.


"" Mom hanya sedikit takut, apa daddy masih mau melihat mom, karena insiden itu mom hampir di lecehkan di hadapan Daddy mu, sahut mommy nya dengan tatapan sendu, yang berpikir bahwa ia telah di jamah lelaki yang bukan suaminya, dan merasa kotor karena pernah tersentuh pria lain, yang mana itulah salah satu membuat Ayuma sangat depresi dan histeris bila ada pria yang berdekatan padanya saat masih dalam keadaan depresi.


"" Mom,,, daddy tahu itu musibah yang menimpa kita saat itu, dan Kevin yakin daddy bukan pria bodoh, yang akan menuduh mommy yang jelas-jelas itu adalah musibah.


"" Terimakasih sayang, kau selalu menguatkan mom, dan mom bersyukur karena putra mom sudah berjuang keras untuk mom dan daddy.


"" Baiklah mom yang cantik, kalau begitu Kevin minta mom harus tersenyum dan jangan murung dan cemas lagi, nanti pria tampan mom akan sedih kalau mom seperti tak bahagia bertemu pria tampan itu, ucap Kevin tersenyum manis menggoda sang mommy.


"" Hahahaha,,, kau sedang memuji daddy atau sebaliknya hah?? Setahu mommy dulu kamu nggak mau dengar kalau daddy mom sebut tampan, jangan-jangan kamu lagi mengumpat daddy yah.??


"" Tidaklah mom, daddy memang tampan, kalau tidak mana mungkin Kevin putramu ini mewarisi ketampanan daddy, Kevin hanya senang saja bila menggoda daddy yang selalu kesal kalau Kevin bilang daddy tidak tampan, hahahaha Kevin tertawa terbayang wajah sang daddy bila kesal saat beradu mulut dengannya.


"" Dasar.!!! Anak nakallll


Tak lama, gurauan singkat itu pun terhenti saat mobil Kevin memasuki area rumah sakit tempat Bora di rawat.


Kevin dan mommy nya pun turun, karena pihak rumah sakit yang sudah kenal betul siapa Kevin tak ada hal membuat mereka harus menunggu, bahkan mereka langsung menuju ruangan VIP di mana sang daddy di rawat.


Sekilah Kevin menatap momnya, sambil berjalan melewati lorong rumah sakit, nampak jelas raut wajah sang mommy terlihat tegang, namun Kevin mengenggam erat tangan mommy nya menghilangkan kecemasan yang momnya rasakan.


Mereka pun tiba tepat di pintu ruangan sang daddy, perlahan Kevin membuka pintu tersebut dan meminta sang mommy menunggu sebentar karena Kevin ingin membuat kejutan pada daddy-nya bertemu dengan wanita yang memberinya cinta serta kenyamanan selama mereka bersama.

__ADS_1


"" Hai dad,, sapa Kevin saat masuk dan mendapati sang daddy yang sedang membaca majalah bisnis di ranjagnya, untuk mengusir kekosongan dan bosan setiap harinya.


"" Eehh,,, Vin kamu datang kok nggak bilang nak??


"" Kejutan dong,,, ujar Kevin yang langsung menghambur memeluk sang daddy, karena rasa rindu yang sangat amat ingin ia luapkan, dan baru kali ini ia merasakan lagi pelukan hangat sang daddy setelah beberapa tahun ini.


Kevin yang sudah tak bisa menahan tangisnya pun, meluapkan di pelukan daddy-nya, merasa lega saat melihat daddy-nya sudah bisa bicara dan berjalan meski masih belum total sembuh, karena kaki sang daddy belum terlalu kuat untuk lama menopang tubuhnya dalam waktu yang lama.


"" Terimakasih dad, dad masih mau berjuang sembuh untuk Kevin juga mom, ujarnya dengan isak tangis pilu.


"" Itu juga berkatmu nak,, yang juga berusaha mengembalikan daddy agar berjuang dan tegar, kamu putra daddy yang sangat daddy banggakan, kamu bahkan tak putus asa untuk daddy-mu ini, daddylah yang sepatutnya berterimakasih son, berkat kegigihanmu menyembuhkan daddy, hingga daddy berusaha yang sempat putus asa seolah tak punya harapan untuk hidup, ucap Bora bangga.


"" Hmmm,,, dad...


Kevin menatap daddy-nya dengan tatapan dalam, nampak masih ada rasa yang belum tersampaikan dan Kevin tahu bahwa sang daddy merindukan momnya.


"" Kenapa hem?? Dan apa itu kenapa melihat daddy seperti itu.?


"" Kevin ada kejutan buat daddy.


""Apa kamu membawa calon mantu daddy hem.?


"" Bukan,, ini kejutan yang tidak akan pernah daddy lupakan, sahutnya tersenyum.


"" Ayolah son,, jangan buat daddymu ini penasaran, kejutan apa itu.?? sudah tak sabaran lagi.


"" Ada syaratnya.!


"" What.? syarat.?? Kejutan kok pake syarat sih, baru kali ini daddy tahu, menatap kesal putranya itu.


Kevin yang melihat sang daddy kesal, hanya tersenyum tak ingin daddy-nya dan momnya yang sudah menunggu di luar semakin lama Kevin pun mengatakan syaratnya.

__ADS_1


"" syaratnya hanya tutup mata saja dad, baru hitungan ketiga nanti baru daddy membuka mata, bagaiman setuju.??


"" Baiklah,, tapi kalau kejutanmu tak memuaskan, bersiaplah son daddy akan menendang bokongmu.! ucap Bora kesal karena Kevin penuh teka teki.


Bora pun menutup matanya, lalu Kevin beranjak membawa momnya masuk, dengan langkah sedikit gemetar Ayuma hampir oleng saat melihat suami tercintanya di hadapannya, dadanya sesak serta tubuhnya yang gemetar seolah bermimpi bertemu sang pujaan hatinya, pria tempatnya bersandar dan pahlawan hidupnya.


"" Vin,, kamu nggak lagi ngerjain daddy kan?? karena cukup lama ia menutup mata.


"" Tidak dad,, sekarang dengar Kevin hitung ya.


1,,,,2,,,,3.


Perlahan Bora membuka matanya, saat melihat jelas Bora terpaku dan tertegun, seolah berhalusinasi ia melihat sosok yang sangat dirindukannya.


Sementara Ayuma jangan di tanya lagi, air matanya sudah seperti derasnya air hujan, tak dapat berkata hanya air mata yang mewakili bahwa ia sangat merindukan sosok yang menjadi alasan ia bertahan hingga saat ini.


"" A,aaayuma,, ucap Bora terbata dengan bibir bergetar dan tangis yang pilu, mengangkat tangannya mengusap wajah cantik istrinya, membuktikan bahwa ia tidak sedang berhalusinasi saat ini.


Ayuma yang merasakan usapan halus dari tangan suaminya tak tahan lagi, langsung menangkap tangan suaminya dan menciumnya dengan dalam, sedetik kemudian langsung menghambur ke pelukan suami yang begitu di rindukannya.


Kevin yang melihat situasi itu pun turut menghambur mendekap mom dan daddy-nya menumpahkan kesesakan selama beberapa tahun ini yang begitu sulit untuk bernafas lega, tapi saat ini sesak dan beban itu seolah tertiup angin yang membuat mereka ikut melayang dalam momen yang menharukan itu.


Setelah drama haru itu berlangsung, Kevin memberi kedua orang tuanya untuk melepas rindu yang menumpuk dengan memberi ruang dan pergi meninggalkan mom dan daddynya waktu untuk saling mengisi kekosongan yang sudah sangat lama itu.


Seminggu Kevin di Jerman menghabiskan waktu bersama dengan kedua orang tuanya, dan besok ia akan kembali, tapi tidak dengan mom dan daddy-nya karena daddy-nya masih harus menjalani beberapa therapi untuk pemulihan tulang kakinya, Namun Kevin tak masalah karena ia meninggalkan momnya bersama daddy-nya, dan ia sangat senang karena pada akhirnya mom dan daddy-nya bisa seperti dulu lagi meski belum bisa pulang ke kediaman mereka, yang terpenting saat ini Kevin merasakan yang hilang telag kembali pada tempatnya.


Sesaat Kevin teringat sesuatu, siapa lagi kalau bukan Gaby, istri yang di sandra dan di siksa semenderita mungkin, ia tersenyum tipis betapa ia merasa sangat senang mengingat penderitaan yang di nikmati Gaby, Kevin yang masih belum bisa melupakan masa lalu itu pun mengeraskan rahangnya, "" Kau dan kedua iblis itu harus membayar setiap tetesan ari mata orang tuaku, serta kesakitan yang selama merela rasakan, permainan akan semakin seru saat aku akan melenyapkan kalian dari dunia ini, karena dunia ini tak pantas di huni iblis seperti kalian, batin Kevin yang mengingat sosok yang sangat di bencinya itu.


Tapi si Kevin tidak tahu kalau benci itu beda tipis dengan cinta..


Aiisss arthor tahu itu ya, karena arthor sutradaranya, heheheeeee.

__ADS_1


Kevin kamu belum tahu aja bagaimana kau akan memohon, tampaknya harus lerja keras deh, karena setiap luka memiliki terkadang sulit untuk sembuh bila selalu di siram dengan air dan tak pernah terobati,,, siap siap ya untuk berjuang Vin..!!! arthor kepoooooo yeee


Bersambung


__ADS_2