BUTIRAN LUKA

BUTIRAN LUKA
36. Habisi Wanita Itu


__ADS_3

Sarah yang menahan amarah, langsung pergi menuju apartemen nya, saat tiba di sana ia langsung melemparkan barang-barang nya, mengingat kemesraan Kevin dan Gaby tadi, membuat Sarah berteriak kesetanan, apa lagi ia sangat tidak Terima di perlakukan seperti tak punya harga diri, diabaikan dan mendapat sindiran pedas, membuat Sarah semakin membenci Gaby dan Edo.


"Lihat saja.! aku tidak akan membiarkan senyum kemenangan mu itu bertahan lama, dan kau Edo.! aku akan menghabisi mu.!! teriak Sarah, melempar cermin besar yang ada di kamarnya dengan gelas yang berisi air.


"Bagai mana.!! kenapa kau masih belum menghabisi orang itu.!! aku sudah membayar mu setengahnya, dan aku mau kalian secepatnya melenyapkan orang itu.!! ujar Sarah dalam sambungan telepon, menghubungi orang suruhan yang ia bayar untuk menghabisi Edo.


" Kami lagi mencari waktu yang tepat, dan tidak mudah melakukan ini pada orang-orang Kevin Bora, dan kau juga tahu bagai mana kekuasaan Kevin Bora, kami tidak lupa dengan bayaran yang kau sebutkan itu, dan jangan membuat kami tersinggung dengan ucapan mu, karena kami bisa saja berubah pikiran kalau kau masih tidak punya sopan bicara.!!! ujar preman bayaran itu mengancam Sarah, yang begitu kasar bicara, dan sama sekali tidak punya kesabaran.


"Dasar kalian tidak berguna.!! Coba saja kalian berani menipu ku, aku bisa melakukan apa pun yang tidak kalian duga sama sekali, ujar Sarah balik mengancam preman bayaran itu, karena emosi ia tidak perduli ancaman preman bayaran itu.


" Jaga mulut Anda Nona.!! kalau anda tidak ingin kepala anda yang akan kami bawa pada Kevin Bora, ujar preman itu, langsung menutup sambungan telepon itu, tak perduli pada Sarah yang emosi dan hampir gila saat ini.


"Sialan.!! beraninya kau menutup telpon ku, awas saja kalau kalian berani mempermainkan ku, aku tidak akan mengampuni kalian.!! ujar, Sarah, melempar ponselnya ke sembarang arah.


Sementara di tempat lain, Kevin dan Gaby baru saja tiba di mansion, Edo sudah mengatur pertemuan pengawal suruhannya yang bekerja sama dengan Sarah, untuk bicara langsung pada tuan mudanya, mengenai tujuan Sarah yang sudah menargetkan nya dengan Nona muda mereka.


"Panggil dia sekarang.!! ujar Kevin tak sabar ingin mendengar langsung informasi yang di dapat pengawalnya itu.


" Baik tuan muda, saya panggil kan sebentar, ujar Edo pergi memanggil pengawal tersebut.


Pengawal yang di panggil itu pun langsung sigap, mendapat perintah menghadap tuan mudanya, dan ia akan menceritakan dengan detail apa tujuan Sarah sebenarnya.


"Katakan.!! ujar Kevin saat melihat pengawal itu sudah berdiri tegap menghadap padanya dan memberi salam hormat.


" Sebaiknya kita bergerak cepat tuan muda, karena saat ini Sarah sudah membayar orang untuk menghabisi Bos Edo, dan target selanjutnya adalah Nona muda, dan tugas itu ia berikan pada saya, untuk menjerat Sarah, maka kita secepatnya melakukan eksekusi palsu pada Nona muda, agar kita bisa menangkapnya tanpa perlu mengeluarkan tenaga, dan kita biarkan jalannya mulus untuk mendapatkan anda, dan pada saat Sarah melayang dengan hasilnya, di saat itulah kita menyergap nya dengan lebih mudah, ujar pengawal itu menjelaskan.


"Saya rasa, usul itu boleh juga tuan muda, lebih cepat kita menghancurkan wanita itu, semakin banyak peluang untuk keselamatan Nona muda, dan kita lebih mudah menghancurkan wanita itu, ujar Edo setuju dengan pendapat pengawal itu.

__ADS_1


" Apa kamu setuju dengan pendapat mereka?? tanya Kevin pada Gaby, ia tak ingin istrinya merasa tidak di libatkan dalam keputusan yang menyangkut keselamatannya.


"Kalau itu bisa membuat wanita itu mendapatkan ganjarannya, kenapa tidak, dan aku ingin wanita itu segera mendapat hukuman atas perbuatan kotornya itu, dan satu lagi, selama aku dalam pengaman mereka, jangan mengambil kesempatan, kalau, _


" Tidak akan.!! jawab Kevin cepat, mengingat ancaman istrinya saat di rumah sakit.


"Bagus.! dan aku tidak mengijinkan wanita itu masuk ke dalam kamar kita, karena haram bagiku wanita kotor menginjakkan kakinya di tempat rahasia suami istri, ujar Gaby tegas, dan Kevin pun terdiam, mendengar perkataan istrinya yang begitu menghargai kehalalan tempat yang hanya mereka berdua berhak, dan tak ingin di kotori wanita seperti Sarah, membuat Kevin kagum akan ketegasan istrinya.


"Selama permainan ini berlangsung, aku akan tidur di kamar tamu, dan mengunci kamar itu, ujar Kevin agar istrinya yakin, bahwa ia juga tak mau Sarah masuk ke kamar mereka.


Edo yang melihat kesungguhan pada tuan dan Nona mudanya, yang begitu menghargai pernikahan dan rumah tangga mereka, merasa senang, dengan begitu tuan dan Nona mudanya akan hidup bahagia, dan kepercayaan itu penting, dalam hubungan suami istri, batin Edo.


"Baik, karena istriku sudah setuju dengan rencana itu, kalian lakukanlah apa yang di butuhkan dalam rencana kita, dan ingat, walau pun ini eksekusi palsu, pastikan istriku tidak kenapa-napa, dan jangan sampai terluka, karena kalian akan mendapat hukuman bila itu terjadi, apa kalian paham.!! ujar Kevin, agar istrinya aman, dan jangan sampai kenapa-napa.


"Paham tuan muda, kami pastikan Nona akan baik-baik saja, ujar Edo meyakinkan tuan mudanya itu.


Setelah Kevin mengatakan itu, tiba-tiba saja ponsel pengawal itu berdering, dan nama yang tertera di layar adalah "Wanita iblis".


" Wanita itu menghubungi saya tuan muda, ujar pengawal itu memberi tahu, siapa yang menghubunginya.


"Angkat dan loudspeaker kan, ujar Kevin.


Pengawal itu pun mengangkat panggilan telpon itu, dan mereka semua hening mendengarkan apa yang akan Sarah bicarakan pada pengawal itu.


" Halo, ada apa kau menghubungiku, bukankah aku bilang jangan pernah menghubungiku, kecuali aku yang menelpon mu.!! ujar pengawal itu datar.


"Sory, tapi aku terpaksa menghubungi mu, ujar Sarah, agar rekannya itu tidak marah karena ia hubungi.

__ADS_1


" Katakan ada apa.!!


"Kapan kau akan menghabisi istri Kevin??


Deg


Kevin dan Gaby yang mendengar ucapan Sarah, jantungnya langsung berdebar kuat, Kevin langsung mengepalkan tangannya, mendengar Sarah begitu berniat mengabisi istrinya, membuat Kevin ingin sekali menghajar Sarah saat itu juga, dan wajahnya langsung memerah menahan amarah.


" Kenapa kau terdengar sangat tidak sabaran?? tanya pengawal itu, ingin tahu apa alasan Sarah hingga bertanya demikian, dan sangat ingin secepatnya Nona mudanya dilenyapkan.


"Aku muak melihat wanita itu, dan aku sudah tak bisa menahan lagi, aku ingin secepatnya kau menyingkirkan wanita itu, tidaklah kau juga ingin melihat Kevin menderita?? ujar Sarah mulai memprovokasi pengawal itu lagi.


" Kau benar, aku tidak sabar melihat kehancurannya, dan ia akan menangis darah melihat istrinya mati di tanganku, ujar pengawal itu dingin., padahal karena geram pada Sarah.


"Lakukan secepatnya, aku ingin melihat wanita itu terakhir kali menikmati dunia ini, dan melihat wajah suaminya yang akan menjadi milikku, ujar Sarah, tersenyum senang, karena merasa rekannya itu sangat mudah di hasut.


"Tidak akan lama lagi, kau akan mendengar dan menikmati kemenangan mu, ujar pengawal itu, menyeringai.


" Baik, aku tunggu kabar darimu, ujar Sarah, lalu menutup sambungan telepon itu.


"Lakukan sebaik mungkin, kata menyesal pun tidak akan berguna ia ucapkan saat ia menikmati siksaan dariku, wanita itu sepertinya sudah bosan melihat matahari terbit, ujar Kevin datar dan dingin, geram karena sudah berani mengusiknya.


Edo dan pengawal itu pun mengangguk patuh, siap melakukan perintah tuan mudanya, dan permainan akan di mulai, dan Sarah akan mendapatkan jackpot besar kali ini, karena hadiah yang ia dapat sangat langka di temukan, dan itu hanya ia dapatkan dari tuan muda mereka, "Nikmatilah Nona" batin Edo tersenyum menyeringai.


Bersambung.


Jangan lupa jejaknya ya Guys.

__ADS_1


Salam Arthor


__ADS_2