BUTIRAN LUKA

BUTIRAN LUKA
68. Kejutan Part 3.


__ADS_3

Sebuah tempat yang sudah di sulap sangat indah, yang begitu terlihat mewah dan bernuansa keluarga.


Terdapat beberapa tulisan yang menghangatkan hati, "My family's" terlukis indah di sudut sebagai hiasan, melengkapi beberapa hiasan yang lainnya.


Edo sudah menjemput keluarga Alvaro dan istrinya, juga Tuan dan NY Bora, sengaja lebih dulu menghadirkan dua keluarga itu, agar saling memaafkan satu sama lain.


Bita Istri Alvaro menunduk malu saat melihat Bora dan Ayuma, mengingat perbuatan mereka yang penuh dosa dan dendam, tapi Bora dan istrinya masih mau memaafkan dan bertemu dengan mereka.


Bora dan Ayuma tahu, Alvaro dan Bita, malu saat bertemu dengan mereka, tampak terlihat dari tatapan mata dan kepala yang menunduk itu, menggambarkan Alvaro dan Bita, merasakan penyesalan yang besar.


Ayuma yang memang wanita lembut dan berkepribadian yang baik, tidak ingin merasa di atas awan karena sudah melihat kekalahan pada Alvaro dan Bita, karena momen saat ini adalah momen di mana mereka akan membuka lembaran baru, membuang kenangan buruk di antara mereka, mengingat mereka di masa muda pernah menjadi sahabat yang begitu dekat, namun karena cinta yang tak berbalas, Bita gelap mata dan berambisi untuk menghancurkan mereka.


Ayuma pun berjalan mendekati Alvaro dan Bita Chan, di ikuti oleh Bora yang berjalan beriringan dengan Ayuma.


Alvaro dan Bita semakin menunduk, rasa malu itu semakin besar mereka rasakan saat Ayuma dan Bora mendekati mereka.


Bita yang merasa sangat menyesal, langsung reflek bersimpuh di hadapan Bora dan Ayuma.


"Maaf... Hiks, hiks, hiks. "


Tangis Bita pecah saat ia bersimpuh, memohon maaf dan menunjukkan rasa penyesalannya pada Bora dan Ayuma.


Ayuma yang melihat tindakan Bita yang bersimpuh, merasa tak enak hati, ia pun mengajak Bita berdiri, karena menurutnya itu tak pantas, bagai mana pun sekarang mereka adalah besanan, dan ini bukan saatnya lagi mereka mengenang masa lalu.


"Berdirilah Bita, aku tidak suka kau seperti ini, jauh sebelum kau meminta maaf, kami sudah memaafkan kalian, saat tahu Gaby mengandung.! ujar Ayuma membuat Bita semakin menangisi, tak menyangka Ayuma begitu baik dan pemaaf, padahal kesalahan mereka begitu fatal, dan siapa pun pasti mengatakan mereka sangat kejam, tapi Ayuma begitu berbesar hati padanya juga Alvaro, memaafkan perbuatan mereka dengan ikhlas dan tulus.


Alvaro menatap Bora dalam, mengingat mereka dulu punya hubungan yang sangat baik, tapi karena ketamakan, ia dibutakan dan berbuat hal keji pada Bora dan Ayuma.


"Bora, aku minta maaf, tolong ampuni aku, aku tahu aku tak pantas mendapat maaf dari kalian, ujar Alvaro pada Bora.


" Apa kau menanam buah-buahan itu dengan baik?? ujar Bora, malah bicara nggak nyambung, karena memang Bora tidak ingin membahas hal itu lagi, ia ingat ucapan Edo yang mengatakan Alvaro begitu giat menanam pohon buah-buahan, di tempat mereka yang baru, Kevin menempatkan Alvaro di sebuah perkebunan yang cukup luas untuk ia kelola bersama Bita, dan mereka sudah mendapatkan hasil dari keras mereka, dan cukup memuaskan.


Alvaro pun tersenyum, Bora selalu bersikap demikian saat mereka bersama dulu, saat hubungan mereka baik-baik saja, dan Bora suka sekali bicara nggak nyambung saat Alvaro meminta maaf padanya meski hal kecil, dan Alvaro pun meneteskan air matanya, sungguh ia sangat bodoh telah berbuat hal yang tidak terpuji pada Bora, yang selalu bisa menghapus kesalahannya, hingga saat ini, Alvaro pun menghambur memeluk Bora erat, dan kembali meneteskan air matanya, pelukan yang sudah sangat lama tidak ia rasakan, dan sekarang Alvaro seperti berada di masa mereka dulu.


"Sudahlah, semua sudah berlalu, kita tak perlu mengingat kenangan pahit itu, yang terpenting sekarang adalah kebahagiaan anak-anak kita, ujar Bora, menepuk punggung Alvaro, merasakan bahagia, temannya sudah kembali lagi.


" Apa kau tak ingin memeluk ku?? seperti mereka?? ujar Ayuma pada Bita, merentangkan kedua tangannya, menyambut hangat Bita yang masih terpaku menatap Alvaro dan Bora.

__ADS_1


Bita pun menghambur ke pelukan Ayuma, tangisnya pun kian pecah, merasakan begitu besar hati Ayuma memaafkan kesalahan mereka.


"Kau masih Ayuma ku yang dulu, yang tidak pernah bisa membenci, maaf untuk semua kesalahan kami, ujar Bita, menangis sesenggukan dalam dekapan Ayuma.


" Sudahlah, semua itu hanya masa lalu, dan sekarang aku ingin kita seperti dulu lagi, aku rindu pada Bita yang cerewet dan pandai merayu ini.! ujar Ayuma, mengingat mereka dulu yang selalu bersama, dan melakukan hal konyol dan selalu bertingkah aneh.


Kini dua keluarga dan sahabat itu pun, berdamai, saling memaafkan dan melupakan kenangan buruk dalam sejarah hidup mereka, mereka kini seperti kembali ke masa mereka dulu, tidak ada dendam dan benci, tersenyum dan bahagia, tertawa lepas melepaskan beban yang mengganjal selama ini mereka pikul.


Sementara Gaby yang sedang dalam perjalanan bersama Kevin, tak henti-hentinya bertanya, menanyakan mereka akan pergi ke mana, namun Kevin tak mau menjawab apa pun, membuat Gaby kesal, dan ingin sekali memukul Kevin yang hanya tersenyum nggak jelas.


"Mas.! kalau mas nggak mau ngasih tahu kita mau ke mana, aku turun saja.! ancam Gaby karena dari tadi pertanyaannya nggak di jawab oleh Kevin.


" Huh.! semenjak hamil kamu sangat pintar mengancam mas, dan membuat alasan baby sebagai temeng.! ujar Kevin yang ikut kesal juga, karena ancaman Gaby.


"Habisnya, mas di tanya bukannya jawab, malah senyam senyum nggak jelas.! ujar Gaby lagi.


" Kan mas udah bilang tadi di mansion, kita mau ke suatu tempat, lalu apa lagi?? ujar Kevin mengulang ucapannya.


"Iya, suatu tempat itu kan banyak mas, bilang dong nama tempat nya.!! ujar Gaby semakin kesal karena Kevin semakin membuatnya penasaran.


Sementara Edo dan Dinda berada di belakang mobil Kevin, mereka pun turut dalam acara temu keluarga itu, dan ini momen yang langkah, yang pernah ada, karena hubungan keluarga yang terjalin dengan cara yang tidak baik di awal.


Tak lama mereka pun sampai, Kevin pun masih belum beranjak dia menyiapkan mentalnya lalu menatap Gaby yang masih terlihat kesal.


"Apa.! kenapa melihat begitu?? tanya Gaby yang menatap Kevin seperti ingin mengatakan sesuatu.


" Sayang, apa pun yang akan kamu lihat nanti nya, aku mau kamu kuat dan tegar, dan ini semua aku lakukan demi kebahagiaan mu, kebahagian kita juga baby, ujar Kevin, membuat Gaby tak paham, dan menatap aneh kerahnya.


"Maksud nya apa mas?? tanya Gaby yang tak paham dengan ucapan Kevin.


" Berjanjilah, jangan membenci ku saat kau tahu apa yang terjadi nanti.! ujar Kevin semakin membuat Gaby bingung.


"Aku nggak ngerti apa maksud kamu mas, ayo turun, aku gerah, ujar, Gaby turun lebih dulu, merasa suaminya agak aneh, dan Gaby sama sekali tak mengerti.


Kevin pun turun dari mobil, ia menarik tangan Gaby, berencana ingin menutup mata Gaby sebelum mereka menuju tempat di mana keluarga mereka sudah menunggu.


"Tunggu, kamu pakai ini ya, ujar Kevin menunjukkan penutup mata pada Gaby.

__ADS_1


Gaby pun tersenyum, ia berpikir suaminya memberinya kejutan yang romantis, ia pun mengangguk tanda setuju.


Kevin pun menutup mata Gaby, perlahan ia menuntun Gaby, berjalan ke tempat yang mereka tuju.


"Apa masih jauh mas?? tanya Gaby yang merasa sudah berjalan beberapa langkah.


" Sebentar lagi sayang, kita Alan sampai, ujar Kevin, dadanya mulai sesak, membayangkan istrinya akan menangis saat melihat apa yang ia suguhkan.


Langkah Kevin pun terhenti, ia melihat senyum ke empat paru baya itu terlihat tulus, tapi hatinya masih takut, apa istrinya akan senang dengan kejutannya, mengingat Gaby pernah berkata belum siap bertemu dengan orang tuanya.


Kevin pun membuka penutup mata itu, Gaby yang merasakan pandangannya tadi gelap, saat melihat terangnya lampu-lampu hias di taman itu, ia pun sedikit silau, dan masih belum jelas melihat apa yang ada di hadapannya.


Saat pandangannya sudah jelas Gaby pun menatap kesekelilingnya, senyum pun mengembang di bibirnya, melihat tempat itu begitu indah, namun senyum itu tidak berlangsung lama, saat pandangannya tertuju pada sosok empat orang paruh baya, dan yang membuat ia tak percaya dia melihat sosok yang ia rindukan selama ini, namun Gaby bukannya menghambur ia malah menatap Kevin yang berdiri di belakangnya.


Kevin yang di tatap pun tak berani mengatakan apa pun, berulang-ulang Gaby menatap ke empat orang paruh baya itu, lalu kembali menatap Kevin, kakinya terasa lemas, bibirnya gemetar, dan matanya sudah berkaca-kaca.


"Mas.! panggil Gaby dengan suara yang bergetar, ingat dengan ucapan suaminya saat di mobil, barulah ia paham apa maksud ucapan suaminya itu.


Gaby yang sudah tak bisa menahan tangisnya, akhirnya pun tumpah, kakinya yang lemas ia paksakan melangkah menghambur ke pelukan Kevin.


"Mas.!! Hiks, hiks, hiks, apa ini kejutan untukku?? tanya Gaby di sela tangisnya dalam dekapan suaminya itu.


" Iya sayang, aku tahu kamu merindukan mereka bukan?? mereka datang untukmu sayang, untuk kita, ujar Kevin ikut menangis haru.


Kevin pun membawa Gaby berjalan perlahan, mendekat pada ke empat paruh baya yang berdiri tak jauh dari mereka, ia tahu istrinya pasti sangat ingin menghambur pada kedua mertuanya itu.


"Kamu tidak ingin memeluk kami?? ujar Ayuma dan mereka berempat serempak merentangkan tangan, menyambut Gaby yang sudah begitu mereka rindukan dan juga sebaliknya Gaby.


Mendengar ucapan ibu mertuanya itu, Gaby pun tak bisa berkata apa-apa lagi, ia pun menghambur pada ke empat paruh baya itu, dan mereka pun mendekap erat Gaby, namun Alvaro tidak ingin momen itu hanya mereka yang merasakan, melambaikan tangannya sebagai ajakan agar Kevin turut bergabung.


Dengan senang hati Kevin pun menghambur, mereka mendekap erat satu sama lain, dan kini kebahagian itu pun terpenuhi dan mereka akan membuka lembaran baru, dengan kisah yang baru pula.


Edo dan Dinda pun ikut meneteskan air mata haru, merasa ikut bahagia dengan semua yang terjadi saat ini, dan mereka bersyukur karena temu keluarga ini, berjalan dengan baik meski penuh haru.


Bersambung.


Salam Author 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2