BUTIRAN LUKA

BUTIRAN LUKA
66. Kejutan Part 1.


__ADS_3

Edo dan Dinda sudah berbaikan, menuntaskan kesalahpahaman antara mereka berdua, dan akhirnya mereka pun satu sama lain sudah mengakui perasaan mereka masing-masing, apa lagi Edo bukan tipe pria yang muluk-muluk, ia mencintai Dinda begitu besar hingga berjanji pada dirinya membahagiakan Dinda dengan segenap jiwa dan raganya.


Sementara Kevin termenung di ruangan kantornya, semenjak Gaby berjanji tidak akan pernah mengulang kata-kata untuk meninggalkannya, Kevin merasa bersalah pada istrinya, karena semenjak saat itu, Kevin hanya sibuk bekerja, tidak pernah menanyakan apa yang di inginkan istrinya, dan Gaby pun juga tidak menutut apa pun padanya.


"Aku memang pria tak berguna, istriku pasti berpikir aku mengabaikannya, dan sibuk dengan urusanku, pergi pagi dan pulang larut, walau kadang pulang cepat mereka hanya bisa bersama sebentar, lalu esoknya aku sibuk lagi, bodoh.!! ujar Kevin mengumpat dirinya sendiri.


" Edo keruangan ku sekarang.!!


Edo yang mendapat panggilan pun, langsung bergegas secepat mungkin tak ingin tuan mudanya menunggu.


"Ya tuan muda, apa anda membutuhkan sesuatu?? tanya Edo serius, karena melihat raut wajah tuan mudanya seperti memikirkan sesuatu. "


"Duduklah, aku ingin bicara hal penting dengan mu.!! Ujar Kevin meminta Edo duduk di sofa yang sama dengan ya.


Edo pun menuruti perintah tuan mudanya, menatap dalam, dan berpikir apa yang akan mereka bicarakan, melihat wajah serius itu, membuat Edo semakin yakin kalau tuan mudanya sedang memikirkan sesuatu.


" Bagai mana keadaan mertuaku?? apa mereka baik-baik saja?? tanya Kevin yang langsung menanyakan keadaan Alvaro Papa dan mamanya Gaby.


"Mereka baik-baik saja tuan muda.! kenapa anda tiba-tiba bertanya soal mereka?? tanya Edo merasa aneh.


" Yah, aku melupakan hal yang begitu penting, karena terlalu sibuk aku sampai tidak kepikiran soal ini, mungkin saja istriku merindukan mereka, setelah sekian lama berpisah, apa lagi tidak dengan keadaan baik-baik saat mereka tak saling bertemu lagi.! ujar Kevin semakin merasa bersalah, sekelebat bayangan melintas di otaknya, membayangkan saat ia membawa istrinya dengan paksa, dan melakukan pernikahan paksa, agar Kevin bisa sepenuhnya melakukan apa pun yang dia mau saat itu.


"Apa anda berencana mempertemukan nona dengan keluarga nya?? tanya Edo merasa paham tujuan perkataan tuan mudanya itu.


" Kau benar, aku mau kau lakukan sesuatu, buatkan pertemuan mereka dengan baik dan ini akan jadi kejutan untuk istriku, aku akan mengabari mommy dan Dady juga, agar mereka juga datang dan bertemu dengan keluarga Alvaro.! ujar Kevin, ia ingin semuanya berdamai, dan tidak ingin istrinya selalu merasakan di hatinya selalu mengganjal, dan mengira ia masih menyimpan dendam pada keluarga istrinya. "


"Sesuai keinginan anda tuan muda.! ujar Edo, ia senang akhirnya tuan mudanya membuka lembaran baru, dan berharap semoga kedepannya, kebahagian selalu menghampiri keluarga tuan mudanya itu.


"Iya, pergilah lakukan tugasmu, aku akan menghubungi mommy dan Daddy, ujar Kevin, dan Edo pun pergi meninggalkan Kevin.


Kevin pun mengambil ponselnya, mencari nomor Dady nya, ingin mengatakan maksud hatinya, dan semoga saja kedua orang tuanya mendukungnya.


"Halo, .! terdengar suara di seberang teleponnya, suara yang amat ia rindukan dan ternyata yang mengangkat panggilannya adalah mommy nya.


" Halo Mom, bagai mana kabar Mommy dan Daddy.?? tanya Kevin semakin merasakan kerinduan yang besar saat mendengar suara ibunya itu.


"Kami baik-baik saja, anak nakal.!! ujar Ayuma yang kesal pada Kevin, yang sangat jarang menghubungi mereka.

__ADS_1


" Kok nakal sih Mom?? ujar Kevin pura-pura kesal, padahal ia begitu senang, saat mommy nya berkata begitu, karena itu salah satu bentuk kasih sayang mommy nya yang selalu membuat ia tersenyum saat sang mommy tampak kesal.


"Huh.! masih bertanya kenapa?? apa Gaby begitu memperhatikan dan mengurus mu sangat baik, hingga kau lupa pada wanita tua ini.!! sedikit teriak, karena kesal Kevin malah pura-pura tidak tahu kesalahannya.


" Maaf mom, aku sibuk belakangan ini, dan mommy benar, istriku sangat memperhatikan dan mengurus ku dengan baik, seperti mommy yang selalu memberiku perhatian dan kasih sayang.! ujar Kevin bangga, ia memang benar-benar merasakan itu dari Gaby istrinya.


Ayuma yang mendengar penuturan putranya, meneteskan air mata bahagia nya, hatinya menghangat mendengar itu, bersyukur karena putranya benar-benar sudah berdamai dengan masa lalu, dan memperlakukan Gaby dengan baik.


"Mom.! panggil Kevin yang tidak mendengar suara mommy nya di seberang, namun mendengar isak tangis, membuat Kevin berpikir apakah mommy nya tidak bahagia mendengar ia memuji Gaby??


" Iya sayang, mommy mendengar, mommy senang karena kamu dan Gaby baik-baik saja.! ujar Ayuma yang tak ingin putranya berpikir lain, karena tangisnya barusan.


Kevin lega mendengar ucapan mommy nya, dan ia pun semakin yakin untuk mengutarakan niatnya.


"Mom, apa Dady bersama mommy?? tanya Kevin, ingin Dady nya juga mendengar apa yang mau ia sampaikan.


" Iya sayang, Dady ada di sini.! ujar a human memberitahu.


"Dady di sini Son, Dady juga senang mendengar kabar mu juga Gaby, ujar Bora yang turut bahagia, dan ternyata sejak tadi ponsel Bora mode loudspeaker, sengaja Ayuma lakukan agar suaminya juga bisa mendengar.


"Katakan Son, apa pun itu, Dady sama mommy mendukung mu.! Ujar, Bora tak ingin putranya kecewa, dan apa pun yang menjadi keputusan Kevin, mereka tahu itu untuk yang terbaik.


" Terima kasih Dad, sudah mendukung Kevin, dan aku harap kalian juga setuju.!


Bora tidak menjawab, menantikan apa yang akan putranya sampaikan, dan berharap hal ini tidak menyimpang dari apa yang ia pikirkan.


"Aku ingin memberi kejutan untuk istriku, mempertemukan Gaby dengan keluarga nya, dan juga dengan mommy dan Dady, aku harap kalian tidak menolak untuk bertemu dengan keluarga Alvaro, dan kita akan berdamai, menjalin hubungan keluarga yang baik.! ujar Kevin menyampaikan niatnya.


"Dady dan mommy sudah menunggu hari ini tiba Son, dan Dady bangga pada mu, kamu kembali jadi putra kami yang dulu, tanpa dendam dan hidup dalam bayang-bayang masa lalu, Dady bahagia mendengar nya.! ujar Bora, ternyata filing nya tidak salah, dan memang Bora dan istrinya sudah pernah membahas soal ini, hanya saja mereka menghargai Kevin, tak ingin bertindak sendiri, karena semua begitu sakit saat Kevin terpuruk berjuang untuk mereka dulu.


"Baiklah, Kevin senang mendengarnya Dad, semoga aku tidak salah mengambil keputusan ini.


" Tidak sayang, mommy dan Dady senang, dan kami akan datang, dan berangkat malam nanti, ujar Ayuma, agar Kevin tidak merasa mengambil keputusan sendiri, karena mereka juga ingin berdamai dengan keadaan dan masa lalu.


"Baiklah mom, Edo akan mengatur kedatangan kalian, dan aku minta maaf, karena mommy dan Dady harus menginap di rumah kita yang lain, agar Gaby tidak melihat kedatangan mommy dan Dady.! ujar Kevin, karena ia memang merencanakan ini sebagai kejutan untuk istrinya.


"Tidak masalah sayang, dan kami akan mempersiapkan hadiah juga untuk menantu mommy, ujar Ayuma yang berniat memberikan sesuatu pada Gaby.

__ADS_1


" Memangnya mommy mau memberikan hadiah apa??


"Itu urusan mommy, dan kamu kira mommy akan memberitahu mu?? ujar Ayuma, sengaja menggoda putranya itu.


" Iis, Mommy main rahasiaan, tapi Kevin juga dapat kan Mom?? ujar Kevin, balik menggoda mommy nya.


"Tentu,, tapi mommy nggak janji memberimu hadiah, karena mungkin kamu pasti tidak menyukai hadiah mommy.! ujar Ayuma tersenyum, melirik suaminya yang juga tersenyum karena istrinya suka sekali menggoda putra mereka.


" Apa pun itu Mom, Kevin pasti suka.! ujar Kevin antusias.


"Baiklah, kamu mau hadiahnya berapa?? sepuluh atau dua puluh?? tanya Ayuma yang menahan tawa di seberang sana.


Kevin sedikit berpikir, tidak langsung menjawab tawaran sang mommy, " Kenapa mommy mengatakan demikian?? pikirnya, lalu sedetik kemudian dia pun paham maksud perkataan mommy nya itu, dan ia pun langsung menggeleng, meski itu tidak bisa di lihat mommy nya, ia tahu mommy nya sekarang tersenyum memang di sana.!!


"Ah, mommy nggak lucu.! ujar Kevin sedikit kesal, karena tahu apa yang di maksud mommy nya, dengan sepuluh atau dua puluh.!


" Kenapa?? mommy serius kok.! ujar Ayuma yang sudah terpekik geli.


"Nggak, aku nggak mau hadiah dari mommy, bisa-bisa, aku nggak punya telinga lagi.! ujar Kevin yang langsung meraba telinga nya, bergidik kalau sampai ia mendapat sepuluh atau dua puluh jeweran dari mommy nya.


" Hahaha.! Tawa Ayuma pun pecah, saat mendengar Kevin mengatakan telinganya akan putus, dan benar saja, Ayuma akan memberikan hadiah jeweran pada Kevin yang selalu jarang memberi kabar.


Kevin tertegun mendengar tawa lepas mommy nya, setelah sekian lama, Kevin baru kali inj mendengar mommy nya bisa tertawa lepas lagi, mengingat tawa itu sudah sempat terkubur, jangan tawa, tersenyum pun bahkan bisa di katakan sangat sulit.


"Baiklah mom, Dad, Kevin akan menunggu kalian di sini, hati-hati, aku merindukan kalian.! ujar Kevin, yang ingin menyudahi sambungan teleponnya.


" Iya sayang, kami akan berkemas, dan sampai ketemu di sana.! ujar Ayuma.


"Baiklah, aku tutup ya Mom, by.!


" By sayang.!


Sambungan pun terputus, Kevin lega, karena orang tuanya tidak menolak niatnya, dan hatinya menghangat karena Dady nya begitu mendukung keputusannya, dan besok ia akan membuat istrinya akan merasakan kebahagian yang besar, dan ia akan selalu membahagiakan Gaby, dengan cintanya dan kasih sayang yang besar.


Bersambung.


Salam Author 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2