
Sarah tiba di apartemennya, orang yang dihubungi nya tadi sudah menunggu di dalam apartemen itu.
Amarahnya meluap karena ucapan Edo yang sama sekali tidak menghargainya, membuat Sarah semakin berambisi mendapatkan Kevin jadi miliknya, tapi kali ini Sarah ingin merubah rencananya dan hal pertama yang akan ia lakukan adalah menyingkirkan orang-orang yang menghalangi jalannya.
"Aku sudah mengirim foto target ke ponselmu, dan lakukan dengan baik, aku tidak Terima kata gagal dari kalian.!! ujar Sarah pada kedua orang komplotannya itu.
"Berapa harga untuk kepala orang ini?? tanya salah seorang pria itu, bernegosiasi untuk misi yang akan mereka jalankan.
" Apa aku pernah mengecewakanmu masalah bayaran, apa pun tugas yang ku perintahkan pada kalian?? ujar Sarah kesal, karena pria itu meragukan kemampuannya untuk membayar mereka.
"Bukan masalah itu, tapi tugas kali ini cukup berat, dan orang yang akan kami eksekusi bukanlah orang sembarangan, dan tidak mudah melumpuhkannya, ujar preman bayaran itu.
"Oke, 50 juta untuk kepala orang itu, dan bawa kepalanya utuh padaku, dan ini setengahnya sebagai uang muka, sisanya kalian Terima saat kepala orang itu ada padaku, ujar Sarah tak ingin lagi berdebat dengan para preman bayaran itu, ia ingin secepatnya mereka menyingkirkan Edo, orang yang baginya sebagai penghalang besar untuk mendapatkan Kevin.
"Deal, ujar pria itu mengambil uang muka itu, dan tanpa banyak bicara mereka langsung pergi meninggalkan apartemen itu.
Setelah kepergian kedua preman itu, Sarah pun menyeringai licik, otaknya langsung tertuju pada Edo yang sebentar lagi akan berakhir di tangan para preman bayaran yang sudah ia bayar dengan harga tinggi, baginya uang 50 juta untuk satu kepala tidaklah berarti dan siapa pun orang yang akan menghalangi jalannya, ia akan melakukan hal yang sama pada orang itu, asalkan rencana liciknya berhasil dan ia akan mendapatkan Kevin, dan waktu ini sudah sangat lama ia tunggu-tunggu, dan inilah saatnya, ia akan merebut dan mendapatkan Kevin dengan cara apa pun.
Sementara di tempat lain, Edo sedang melakukan rapat bersama klien, karena Kevin masih belum pulih, Edo yang menggantikan dan mengurus segala keperluan perusahaan.
Sebelumnya Edo sudah memerintahkan para pengawal untuk memperketat penjagaan, dan Edo juga menyuruh beberapa orang pengawal melakukan penjagaan dari secara tersembunyi, dan beberapa orang lagi mengawasi Sarah, dan menugaskan seorang untuk ikut menjadi komplotan Sarah, agar setiap gerak dan rencana Sarah bisa mereka ketahui.
__ADS_1
Saat Sarah keluar dari apartemennya, para pengawal yang di tugaskan Edo pun langsung bergerak cepat mengikuti Sarah, sesuai rencana salah seorang dari mereka pun akan bermain akting hari ini, untuk menjadi rekan Sarah, tapi rekan sebagai musuh dalam selimut.
Sarah yang mengendarai mobilnya berhenti di salah satu restauran mewah, dan secara kebetulan Edo yang melakukan rapat dengan klien perusahaan juga berada di restauran itu.
Para pengawal yang mengikuti Sarah tadi, langsung merubah rencana, dan keadaan saat ini cukup menguntungkan bagi mereka, dan membuat Sarah lebih mudah percaya nantinya, saat mereka melakukan aksi terbaik mereka untuk menjebak Sarah.
Sarah yang sudah masuk pun, tatapannya langsung tertuju pada Edo yang melakukan rapat pada klien itu, membuat Sarah tersenyum licik ia akan memberikan informasi pada orang suruhannya, agar setelah rapat selesai mereka akan secepatnya melakukan tugas mereka dan mengikuti Edo saat keluar dari restauran mewah itu.
Sarah sengaja duduk di kursi yang berjarak agak jauh dari Edo dan para kliennya, namun saat ia ingin mengabari para preman suruhannya, tiba-tiba matanya melihat seseorang yang mengarahkan pistol dari balik buku menu dan mengarah pada Edo, membuat Sarah penasaran siapa orang itu.
Saat ia mengamati wajah orang tersebut, Sarah agak terkejut, bahwa orang itu bukan orang suruhannya, tapi siapa yang ingin ia bunuh?? pikir Sarah, dan Sarah pun semakin gencar memperhatikan orang itu diam-diam dan sangat berhati-hati.
Para pengawal Edo sempat mengirim pesan pada Edo, bahwa target mereka berada di satu tempat yang sama dengan keberadaannya, hingga mereka menyampaikan rencana yang mereka atur berubah, dan mereka akan melakukan penyerangan pada Edo tapi puri itu tidak akan mengenai Edo dan sengaja di buat meleset, agar Sarah yakin orang itu adalah musuh Edo.
Suara tembakan pun melesat ke tembok restauran itu, hingga membuat orang-orang yang ada di dalam restauran berteriak dengan histeris, Edo pun pura-pura berlindung dari serangan mendadak itu, lalu setelahnya ia menyuruh para pengawalnya untuk mengejar penembak itu.
Sarah yang melihat pria yang menembak itu berlari keluar, Sarah pun dengan hati-hati keluar dari restauran itu, ia ingin tahu siapa orang itu dan apa tujuannya, dan kenapa ia ingin mencelakai Edo, Sarah langsung berasumsi sendiri,, bila ia bersama orang itu bekerja sama, maka tujuannya akan tercapai dengan mulus, pikirnya.
Melihat orang itu berlari tanpa menaiki kendaraan, Sarah pun langsung masuk kedalam mobilnya, dengan gerak cepat ia langsung memutar mobilnya dan menancap gas berusaha mendahului para pengawal Edo yang mengejar orang itu, dengan gesit Sarah pun menyalip mobil para pengawal Edo, dan saat Sarah berhasil menyalip mobil mereka, para pengawal itu pun langsung tersenyum dan bertos ria, karena misi mereka berhasil, dan mereka sengaja memperlambat laju mobil mereka agar Sarah tidak curiga dan bisa menemukan rekan mereka.
Sarah yang merasa ia berhasil mendahului para pengawal Edo, dengan bangga ia melakukan mobilnya dan menyalip orang itu dengan menginjak remaja mobil mendadak, membuat pengawal itu pun pura-pura terkejut, padahal ia sudah tahu dari rekannya bahwa Sarah sudah mendahului mereka dan misi berhasil.
__ADS_1
"Cepat masuk.!! sebelum mereka menangkap mu, ujar Sarah cepat agar orang itu segera masuk kedalam mobilnya.
Pengawal itu pun pura-pura ragu, agar Sarah tidak curiga dan ia terlalu mudah percaya pada orang yang belum di kenalnya.
" Hei.!! cepat, apa yang kau pikirkan, apa kau ingin mereka menghabisi mu?? ujar Sarah sedikit kesal karena orang itu tidak langsung nurut padanya.
"Apa aku bisa mempercayaimu?? ujar pengawal itu.
" Nanti aku ceritakan padamu, sekarang naik dulu, waktu kita nggak banyak, mereka masih mengejar mu.!! ujar Sarah dengan suara yang agak meninggi karena geram.
"Baik, tapi kalau kau menipuku, aku akan menghancurkan mu.!! ujar pengawal itu pura-pura mengancam Sarah.
" Kau bisa pegang ucapan ku, dan kalau aku berkata bohong, aku terima ancaman mu itu, ujar Sarah yang merasa tidak punya banyak waktu lagi, takut para pengawal Edo tiba.
Pengawal itu pun langsung masuk kedalam mobil Sarah, dan ia cukup puas dengan aktingnya yang begitu mudah membodohi wanita iblis ini, batinnya.
Sarah langsung tancap gas, dan membawa pengawal itu ke sebuah gudang yang cukup jauh dari pemukiman, dan sangat sepi, terlihat bangunan itu, bangunan tua yang sudah terbengkalai, tapi pengawal itu cukup terkejut saat masuk kedalam, isi dan keadaan di dalam tidak sesuai dengan tampilan dari luar, yang terlihat seperti bangunan berhantu, ternyata hanya mengelabui agar tidak ketahuan bahwa tempat itu adalah markas Sarah dengan para orang-orang nya.
Sarah yang sama sekali tidak curiga pada pengawal itu, dan mengira mereka satu musuh, yaitu ingin melenyapkan Edo, tanpa ragu ia langsung membawa pengawal itu ke tempat rahasianya, dan tidak semua orangnya tahu tempat itu, tapi Sarah yang begitu yakin, tanpa pikir dia kali ia langsung membawa orang tersebut, orang yang akan menjadi malapetaka baginya kelak dan tentunya Sarah akan menyesalinya saat tahu siapa orang yang sudah ia tolong dan ia bawa ke tempat rahasianya.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
Salam Arthor