
Kevin merasa tak tenang meninggalkan istrinya di mansion, Kevin pun memutuskan untuk mengajak Gaby ke kantor.
"Kamu ikut aku ya ke kantor, ujar Kevin mengajak Gaby.
" Kenapa tiba-tiba mengajakku ke kantor?? tanya Gaby heran, dan ini kali pertama Kevin mengajak Gaby ke kantor.
"Aku nggak tenang meninggalkan mu di mansion, ujar Kevin lagi.
" Bukannya mansion ini aman yah?? kenapa bisa nggak tenang??
"Kamu ini yah, suami khawatir malah di jawab lain, tapi terserah kamu lah, mau ikut apa nggak.!! ujar Kevin kesal, karena Gaby sepertinya belum bisa menerima perhatiannya.
" Kenapa jadi marah?? apa salah ya, aku bertanya??
"Tidak, sama sekali tidak salah, dan di mana pun, wanita selalu benar, ujar Kevin semakin kesal, lalu keluar dari kamar nya, turun ke bawah ingin sarapan lalu pergi ke kantor.
Melihat suaminya kesal begitu, Gaby tersenyum, sebenarnya Gaby senang, karena suaminya sudah Mengkhawatirkannya, lalu Gaby pun masuk ke kamar mandi, ia mau bersiap dan ikut ke kantor.
Tak lama Gaby selesai dati ritual mandi nya, ia pun bersiap dan memilih baju yang cocok ia pakai, dan tidak membuat suaminya malu dengan penampilannya.
Pilihan Gaby oun jatuh pada dress berwarna navi, lengannya sedikit panjang, dan sebatas di bawah lutut, mengingat kehamilannya Gaby lebih nyaman dengan dress itu.
Setelah di pakai dress itu, Gaby pun melihat penampilannya di cermin, lalu ia pun memoles wajahnya dengan make up tipis, dan lipstik yang tidak terlalu norak.
Di rasa cukup dengan penampilannya, Gaby pun mengambil tas kecilnya, agar lebih simple pikir nya, lalu ia pun turun ke bawah.
Kevin terkejut saat melihat Gaby turun dengan penampilan yang rapi juga cantik, "Mau ke mana dia, di ajak ke kantor nggak mau, tapi lihatlah dia bahkan mau pergi, dasar wanita memang sulit di tebak, batin Kevin, lalu mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
" Mau ke mana kamu??
"Menurut kamu ke mana?? ujar Gaby sengaja.
" Di tanya malah bertanya, nggak lucu tahu.! kesal Kevin karena istrinya meledeknya.
"Ya sudah, aku ganti baju lagi aja, kalau kamu nggak mau bawa aku ke kantor, ujar Gaby pura-pura beranjak.
__ADS_1
" Jangan.! enak saia main pergi aja, makanya kalau di tanya itu di jawab, jangan buat orang bingung, kesal Kevin, bisa-bisanya istrinya mengerjainya.
"Ya sudah ayo.! ajak Gaby, pusing dengan celoteh suaminya itu.
" Tadi di ajak baik-baik, ada aja pertanyaannya, sekarang udah nggak sabaran, melihat istrinya yang jalan lebih dulu.
Kevin pun membukakan pintu mobil pada Gaby, lalu Kevin pun masuk dan mereka pun pergi menuju kantor.
Sementara di tempat lain, Sarah melayang bagai di atas awan, tidak tahu apa yang sudah terjadi, dan mengira semua rencana nya berjalan dengan lancar, dan pagi ini ia akan ke kantor Kevin, mencoba mendekati Kevin dan mengambil perhatiannya.
Sarah pun berdandan secantik mungkin, dan baju yang di gunakan nya sedikit terbuka, sengaja memilih gaun itu, agar Kevin tertarik dan meliriknya.
"Kali ini aku tidak akan melepaskan mu Kevin, aku sudah menunggu lama waktu ini, dan ini adalah kesempatan untukku, siapa pun yang menghalangi jalanku, aku tidak akan berpikir dua kali untuk menyingkirkan orang itu, termasuk wanita j*****g itu.!! bicara sendiri di depan cermin kamar nya.
Sarah pun keluar dari apartemennya, merasa ia akan berhasil merayu Kevin, karena sudah berhasil menyingkirkan Edo, dan tidak akan ada lagi yang menghalangi nya menemui Kevin, dan ia akan jadi ratu, dan NY Bora, hayalan Sarah pun melambung jauh.
Sementara Kevin dan Gaby sudah sampai di kantor Lima belas menit yang lalu, saat tiba di kantor tadi, semua pasang mata karyawan melihat takjub pada Kevin dan Gaby, yang terlihat sangat serasi dan begitu cantik dan tampan.
Take lama Sarah juga tiba di kantor Kevin, namun belum juga turun Sarah Sarah di buat naik Sarah oleh satpam yang berjaga di sana.
"Buka portal nya.!!
" Maaf Nona, itu tidak berlaku pada orang luar, dan itu hanya bisa di gunakan CEO kami saja, bahkan rekan bisnis tuan muda tidak di perkenankan memarkirkan mobilnya di sana, ujar satpam itu.
"Kamu tidak tahu siapa saya.!! suara meninggi pun di keluarkan Sarah karena kesal pada satpam itu.
" Siapa pun anda Nona, saya tidak perduli, dan peraturan yang saya turuti adalah peraturan yang di buat tuan muda, bukan peraturan anda!! skakmat langsung dari satpam itu.
"Kau.!!
" Silahkan anda putar mobil anda Nona, dan parkir di sana, ujar satpam itu menunjuk parkiran para karyawan dan tamu.
"Aku akan menyuruh Kevin memecat mu.!! kesal dan marah, sambil memutar mobilnya Sarah mengumpat satpam itu.
" Silahkan Nona, saya merasa tidak punya kesalahan, dan saya tidak takut dengan ancaman anda.!! menjawab lebih ucapan Sarah, tak mau kalah.
__ADS_1
Sarah pun memarkirkan mobilnya di parkiran para karyawan, dan saat ia turun dari mobilnya, dan berjalan menuju loby, Sarah menatap sin is pada satpam itu, dan sangat geram karena tidak di takuti dan di hormati.
Sarah melewati resepsionis tanpa melapor dulu, ada kepentingan apa dan bertemu siapa, merasa ia tidak perlu bertanya, dan ingin bertemu dengan siapa, dan para karyawan yang berpapasan dengan Sarah, sangat tidak suka melihat sikap sombong Sarah, yang berjalan dan sangat terlihat angkuh.
Saat Sarah sudah tiba di depan ruangan Kevin, tanpa mengetuk lebih dulu, Sarah langsung menerobos masuk, merasa ia sangat istimewa dan orang terpenting Kevin.
"Selamat pagi, Sarah langsung menyapa Kevin yang duduk di kursi kebesarannya.
Kevin yang melihat Sarah sepagi ini sudah berada di kantornya, merasa aneh, dan berpikir kalau Sarah merasa sudah berhasil, tapi Kevin bersikap biasa dan menyahuti sapaan Sarah sambil tersenyum.
Gaby yang berada di kamar mandi, tidak tahu kalau suaminya mendapat tamu istimewa, saat keluar dari kamar pribadi Kevin, Sarah langsung melotot, terkejut karena Gaby ternyata ikut ke kantor.
"Ada tamu rupanya, Gaby berpura-pura manis saat melihat Sarah sudah bertamu sepagi ini keep kantor suaminya, dan berpikir, untung saja Kevin mengajaknya tadi, kalau sampai tidak, pasti nenek sihir ini sudah merayu suaminya, batin Gaby.
"Ah iya, saya hanya ingin mengunjugi Kevin, karena selama Kevin di rumah sakit sampai pulang, saya lagi ke luar kota, dan saya dengar Kevin sudah sembuh dan pulang ke rumah, bohong Sarah, agar Gaby tidak curiga.
"Sudah selesai dari kamar mandinya?? masih sakit perutnya, Kevin sengaja mengajak Gaby bicara, agar Sarah merasa tidak di perlukan.
" Sudah, nggak sakit lagi, dan sudah sembuh, Gaby pun bicara selembut mungkin dan bersikap manja pada Kevin, apa lagi saat Gaby duduk di pangkuan Kevin, membuat Sarah kepanasan tak sanggup melihat kemesraan Kevin dan Gaby.
"Cih.!! dasar wanita sialan.!! bisa-bisanya sengaja bermesraan di depanku, lihat saja, aku tidak akan membiarkan senyum kemenangan mu berlangsung lama, karena aku akan menyingkirkan mu secepatnya, dan Kevin akan jadi milikku, batin Sarah, geram pada Gaby yang mengumbar kemesraan dan bersikap manja pada Kevin.
"Baiklah, aku lega karena kamu sudah sehat, dan aku pamit dulu, karena Ada sesuatu yang mau saya urus juga, ujar Sarah tak tahan berlama-lama lagi, karena hatinya panas melihat kemesraan mereka.
" Baiklah, terima kasih sudah berkunjung, ujar Kevin basa-basi.
Sarah pun keluar dari ruangan Gaby, wajahnya memerah, menahan kesal, tak menyangka kedatangannya sangat sial pagi ini, berharap ingin merayu dan menggoda Kevin dengan penampilannya, ternyata hanya sia-sia.
"Siaalll.!!!
Bersambung.
Jangan lupa jejaknya ya guys, dukung terus ya, like, komen dan Vote, thanks.
Salam Arthor
__ADS_1